
"Chan, kenapa kau menangis?" Tanya Velia heran yang melihat Chan menangis.
Suho dan Dila saat itu berjalan ke arah dapur untuk mencari Chan di sana.
"Loh, Chan? Lo ngapain nangis?" Tanya Suho yang melihat Chan menitihkan air matanya.
"A,,aku tidak apa-apa!" Ujar Chan yang langsung mengusap air matanya.
"Sungguh?" Tanya Suho penasaran.
"Aku rasa Chan menyembunyikan sesuatu dari kita?!" Ujar Dila pada Suho karena melihat tingkah Chan yang mencurigakan.
"Tidak, Dil!" Ucap Chan yang berusaha mengelak.
Dila tersenyum mendengar jawaban dari Chan lalu berkata,,,,
"Dan kamu, Velia! Kamu apakan Chan sampai dia menangis seperti itu?!"
Deg,,,,
Ucapan Dila membuat Chan tersentak karena bingung dengan apa yang dikatakan oleh Dila, bagaimana bisa Dika melihat Velia yang tak kasat mata.
"Ka,,,kau bisa melihat Vel,,,Velia?" Ujar Chan memastikan namun masih sedikit gugup.
"Tentu saja aku bisa! Memangnya kenapa aku tidak bisa melihatnya? Aku kan punya dua mata, Chan๐๐" Ujar Dila dengan memutar mata malasnya.
Chan beralih pandangan ke arah Suho,
"Suho, Kau?" Tanya Chan pada Suho.
"Aku? Ada apa denganku? Aku bahkan tidak melakukan apapun?!"
Ujar Suho bingung.
"Haish, maksud aku! Apa kamu bisa melihat Velia juga?" Tanya Chan memastikan.
"Velia? Siapa? Apa dia pacar kamu?" Tanya Suho yang justru membuat Chan bingung karena berpikir kalau Suho juga bisa melihat Velia sama seperti Dila.
Suho tersenyum lalu mendekat ke arah Chan dan diikuti juga oleh Dila. Suho lalu menepuk bahu Chan.
"Ini saatnya untuk lo bahagia!" Ujar Suho yang semakin membuat Chan bingung.
"Maksud kamu?" Tanya Chan yang bingung dengan ucapan Suho.
"Iya, Chan! Suho benar!" Ujar Dila setelahnya.
"Bukankah begitu, Vel?" Tanya Suho pada Velia. Dan Velia menjawabnya dengan senyuman.
__ADS_1
Chan membelalakkan matanya karena mengetahui kalau Suho juga bisa melihat Velia.
"Kau bisa melihatnya?" Tanya Chan yang masih tidak mengerti.
"Kenapa aku tidak bisa melihatnya? Lagi pula Velia mu ini juga cantik!" Ujar Suho sembari melihat ke arah Velia.
"Ekhem " Dila berdehem karena Suho menggoda Velia.
"Tapi masih tetap lebih cantik calon istriku ini?!" Ujar Suho setelah itu menoleh ke arah Dila dan memeluknya.
"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa kalian bisa melihat Velia? Apa aku sedang bermimpi?" Tanya Chan yang masih saja terlihat bingung di buatnya.
Suho sengaja mencubit tangan Chan supaya Chan percaya kalau Suho dan Dila memang bisa melihat Velia sama seperti dirinya.
"Akhh sakit woy!!" Ujar Chan yang kesakitan ketika di cubit oleh Suho.
"Berarti nggak mimpi kan?" Tanya Suho setelah mencubit Chan.
"Tapi kenapa kalian bisa melihat Velia?" Tanya Chan yang masih heran.
"Biar Velia saja yang menjelaskan semuanya padamu! Aku sama Dila akan meninggalkan kalian untuk berbicara 4 mata!" Ujar Suho yang setelahnya langsung pergi bersama dengan Dila meninggalkan Chan dan Velia di dapur.
Velia langsung menggandeng tangan Chan dan mengajaknya ke taman yang ada di mansion itu. Udara di sana sangat sejuk dan juga nyaman, jadi meskipun siang hari di sana sama sekali tidak panas.
Di taman,,,,,,,
"Vel, jelaskan padaku semuanya! Kenapa Dila dan Suho bisa melihat kamu?! Apa mereka memiliki penglihatan khusus sama sepertiku?!" Ujar Chan yang sudah sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
"Syuttttt! Kamu terlalu banyak bertanya! Lalu bagaimana aku bisa menjelaskan semuanya padamu?" Tanya Velia.
"Kalau begitu cepat katakan padaku, Vel!" Pinta Chan yang sudah tidak sabar lagi.
"Baiklah, aku akan mengatakannya padamu!" Ujar Velia.
"Aku sebenarnya telah menjadi manusia kembali!!"
Deg,,,,,,,
"Ba,,,bagaimana mungkin, Vel? Apa kau bercanda?!" Ujar Chan yang juga merasa sangat senang namun masih ragu pada ucapan Velia tadi.
"Tidak, Chan! Aku serius!!" Ujar Velia sembari menggelengkan kepalanya.
"Tapi kenapa bisa begitu? Dan kenapa kamu nggak bilang ke aku dari awal?" Ujar Chan yang masih bingung dan tak percaya dengan apa yang Velia katakan.
"Gimana aku mau bilang sama kamu? Kamu aja terus bertanya tanpa memberi aku kesempatan untuk aku bicara!" Ujar Velia.
"Tapi, apa kamu benar hidup kembali?!" Tanya Chan dengan segala keseriusannya.
__ADS_1
Velia tersenyum ke arah Chan dan berkata,,,,,
"Iya, Chan! Ini semua berkat dirimu!" Ujar Velia yang kembali membuat Chan bingung.
"Apa? Bahkan aku tidak melakukan apapun, Vel! Kenapa kamu bisa mengatakannya seperti itu?!" Tanya Chan yang semakin tidak mengerti dengan teka-teki yang di berikan Velia.
"Jadi begini ceritanya,,,,,,"
Flashback on,,,,,,,,
Rumah sakit,,,,
Saat itu Velia merasa putus asa dan kasihan pada Chan , dirinya harus pergi untuk membiarkan Chan bahagia tanpa dirinya. Velia berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang sudah mulai sepi karena hari sudah semakin larut.
Velia sempat terhenti di depan sebuah ruangan, dan tanpa sengaja dia melihat ada seorang wanita yang tengah duduk di dekat ranjang pasien yang sedang tidak sadarkan diri.
Velia mencoba menatap lekat-lekat pasien itu, sampai dia terkejut dan sekaligus bingung dengan apa yang dia lihat saat itu.
Deg,,,,,
"Si,,,siapa itu? It,,,itu siapa?!" Ujar Velia yang gelagapan sendiri dan masih tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Kenapa mirip sekali denganku?" Ujar Velia yang setelahnya langsung masuk menembus dinding dan memastikan pasien yang tak sadarkan diri itu.
Dan ternyata ada 2 orang yang menunggu pasien itu yang satu sedang tidur di sofa sedangkan yang satunya lagi memejamkan matanya di dekat ranjang pasien.
"Si,,,siapa dia?" Ujar Velia yang masih bingung.
"Kau sudah datang!" Ujar seseorang yang duduk di dekat ranjang pasien itu, dan ternyata dirinya tidaklah tidur, melainkan hanya memejamkan matanya.
"Eh, kamu bisa melihat saya?" Tanya Velia sembari menoleh ke arah wanita yang menunggu pasien itu.
"Kau Velia atau Talia?" Tanyanya yang semakin membuat Velia bingung.
"Aa,,aku Velia! Anda siapa?" Tanya Velia dengan sedikit gugup.
Wanita itu membuka matanya dan langsung berdiri tepat di depan Velia.
"Perkenalkan aku, Rindu!" Ujar wanita itu yang kini di ketahui namanya adalah Rindu. "Anakku menemukan kamu dan menyuruhmu untuk membawanya ke sini!" Jelas Rindu pada Velia.
"Mama?!" Suara serak khas bangun tidur dari anak Rindu.
"Delisa, kamu akan segera memiliki saudara!" Ujar Rindu pada anaknya yang kini kita tahu bernama Delisa.
"Maksud Mama?" Tanya Delisa yang bingung, begitu juga dengan Velia yang bingung di buatnya.
"Velia akan segera bangun dari komanya!" Ujar Mama Delisa.
__ADS_1
Delisa yang terlihat antusias karena akan memiliki saudara baru, langsung mencuci mukanya di toilet yang ada di ruangan itu.
"Jadi anda?" Ujar Velia yang terpotong oleh ucapan Mama Rindu.