Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Gaun Pengantin


__ADS_3

"Haish, Dilangkahi deh gue!" Gumam Chen.


"Nggak apa-apa kan kak?" Tanya Jenie pada kakaknya, Chen.


"Iya sudah nggak apa-apa yang penting kamu bahagia!" Ucap Chen sembari mengusap lembut rambut Jenie.


"Kalau begitu, kita hanya akan melaksanakan acara pernikahan ini dengan keluarga dekat saja!" Ucap Chan menyarankan, "Velia, apa kamu mau menikah denganku?" Tanya Chan dengan kesungguhan hatinya pada Velia.


Pipi Velia memerah mendengar apa yang diungkapkan oleh Chan tadi.


"Astaga lihatlah dia, pipinya memerah seperti tomat karena malu!" Ucap Byun menggoda Velia.


Semuanya pun terkekeh mendengar ucapan Byun yang menggoda Velia tadi.


"Sudahlah, berhenti menggoda calon istriku! Bagaimana, Vel?" Tanya Chan lagi.


Velia tersenyum lalu perlahan menganggukkan kepalanya, tanda bahwa dia bersedia menikah dengan Chan.


Chan tersenyum bahagia mengetahui kalau Velia bersedia menjadi pendamping hidupnya.


"Baiklah kalau begitu, minggu depan kita akan adakan acara pernikahan di halaman mansion saja!" Ucap Chan dengan usulannya.


Semua yang akan menikah pun setuju dengan saran yang diberikan oleh Chan tentang kapan dan di mana acara akan dilangsungkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya di mansion Velia,,,,


"Lisa, kemari lah!" Panggil Velia pad Lisa.


"Ada apa kak?" Tanya Lisa sembari berjalan mendekat ke arah Velia.


"Tolong panggil Dila, Jenie sama Yuna ya!" Pinta Velia.


"Oke kak!" Jawab Lisa singkat, lalu kemudian dengan segera dirinya memanggil Dila, Yuna dan juga Jenie.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ada apa, Vel" tanya Jenie yang baru datang bersama Lisa ,Yuna dan Dila.


"Iya nih, ada apa manggil kita?" Tanya Dila yang sudah penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Velia.


"Kalian nggak mau milih gaun buat pernikahan?" Tanya Velia.


"Iya pasti mau lah ,Vel!" Jawab Jenie.


"Mau, Vel!" Jawab Yuna.

__ADS_1


"Aku juga mau!" Jawab Dila.


"Gimana kalau sekarang aja kita cari gaunnya?" Tanya Velia yang menyarankan agar mencari gaun di saat itu.


"Tapi ini udah sore kak! Mendingan besok aja nyarinya!" Ucap Lisa mengingatkan kalau hari sudah sore.


"Yang Lisa katakan ada benarnya juga! Lebih baik kita masak aja buat persiapan makan malam nanti!" Kata Dila yang setuju pada Lisa.


"Ya sudah kalau begitu kita cari gaunnya besok saja! Sekarang kita masak buat makan malam!" Ujar Velia yang kemudian beranjak dari duduknya, lalu segera menuju dapur untuk memasak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, para pria sedang berada di halaman belakang, tepatnya di kolam renang. Mereka semua sedang berenang di sana.


"Lihat nih!" Ucap Sehun menunjukkan gaya renangnya.


"Astaga kayak ikan🤣" ucap Kai karena melihat Sehun yang berenang seperti ikan dengan mulut manyunnya.


"Ada-ada aja sih lo! Dasar anak piyak🤣!" Ucap Chen menimpali.


"Emang bener anak piyak tuh, bwahaha🤣🤣!" Ucap Byun yang tertawa melihat tingkah Sehun.


"Mulut lo juga sama persis kayak ikan tau nggak!" Ucap Chan yang juga terkekeh melihat Sehun.


Kyungsoo yang saat itu melihat Sehun, dirinya malah mengikuti gerakan mulut Sehun. Chen yang melihatnya pun berkata,,,


"Bwahahaha!!!!" Semuanya tertawa melihat Kyungsoo, orang yang pendiam diantara mereka melakukan hal seperti itu.


"Chen, ikut gue bentar yuk!" Ajak Chan yang menyuruh Chen untuk ikut dengannya.


"Oke!" Ucap Chen mengikuti langkah Chan.


Chan dan juga Chen mengambil minuman untuk mereka, sedangkan yang lain masih sibuk dengan aktivitas mereka di kolam renang itu. Mereka bersenda gurau bersama di sana.


"Nih gue bawain minuman buat kalian!" Ucap Chan yang datang bersama dengan Chen membawa beberapa minuman untuk mereka.


"Hey, kalian! Ini aku bawain makanan sama cemilan buat kalian!" Ucap Velia yang datang di belakang Chan dan juga Chen. Dengan membawa beberapa cemilan untuk mereka.


"Wah enak tuh kayaknya!" Ucap Byun yang langsung mendekat ke arah Velia, untuk mengambil cemilan itu.


"Iya nih coba aja! Aku mau ke dalam dulu!" Ujar Velia yang setelahnya langsung masuk ke dalam mansion untuk melanjutkan memasak.


Singkat cerita, malam harinya mereka makan malam bersama.


Dan setelah selesai makan malam, mereka para pria pergi ke halaman belakang.


"Chan, lo udah nyiapin semuanya?" Tanya Suho memastikan apakah semuanya sudah siap.

__ADS_1


"Sudah, dan kita nanti tinggal nikah aja! Oh iya, jangan terlalu banyak orang, kita cukup undang seluruh kerabat dekat saja!" Ucap Chan memberi tahukan agar mereka semua hanya mengundang kerabat dekat saja.


"Memangnya kenapa?" Tanya Dafa yang ingin tahu apa sebabnya.


"Ya, kan siapa tahu nanti ada penyerangan mendadak?!" Jawab Sehun yang membuat semuanya tak mengerti.


"Maksudnya? Memangnya lo punya musuh?" Tanya Chan.


"Ya kalau gue sih nggak pernah merasa punya musuh, tapi mungkin di luaran sana banyak yang nggak suka sama gue!!" Ujar Sehun memberi tahu.


"Kenapa?" Tanya Suho yang masih tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Sehun.


"Ya, kan lo tahu siapa Sehun sebenarnya! Meskipun dia bilang nggak punya musuh, tapi gue juga yakin kalau di luar sana banyak yang nggak suka sama Sehun dan mengincar, ingin membunuh Sehun!" Ucap Chen memberi tahu Suho lagi.


"Ya, lebih tepatnya untuk merebut dan mendapatkan gelar sebagai mafia nomor 1" ucap Byun setelahnya.


"Haish, ribet amat sih hidup lo!" Kata Chan.


"Ya, ini udah jadi tanggung jawab gue sebagai pemimpin mafia nomor 1!" Ucap Sehun sembari mengedikkan bahunya.


"Tapi awas aja kalau lo sampai berani nyakitin adik ipar gue!" Ancam Chan pada Sehun.


"Memangnya lo berani ngelawan Sehun?" Tanya Kyungsoo meragukan ucapan Chan tadi.


"Ya kalau sekarang memang sih gue nggak berani, tapi kalau itu untuk membela adik ipar gue, gue pasti bakal berusaha buat habisin lo!" Ucap Chan dengan penuh penekanan pada Sehun.


"Iya iya terserah lo aja!" Kata Sehun sembari memutar mata malasnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, balkon mansion Velia.


Velia, Dila, Lisa , Jenie dan Yuna sedang duduk santai, menikmati indahnya malam dari balkon.


"Guys, lihat deh gaun ini bagus banget!" Ucap Velia yang menunjukkan model gaun yang ada di ponselnya.


"Mana sini coba lihat!" Ucap Dila yang langsung penasaran dengan apa yang di maksud Velia.


"Wah, kalau ini sih kayaknya terlalu mewah buat aku!" Ucap Dila setelah melihat gaun itu, kemudian setelahnya mereka semua melihat model gaun itu.


"Betul tuh, aku setuju sama Dila, ini sih kalau buat aku terlalu mewah banget! Aku sih maunya yang sederhana dan nggak terlalu mewah!" Ucap Yuna yang menginginkan gaun sederhana untuk acara pernikahannya nanti.


"Aku juga maunya yang sederhana aja!" Ucap Jenie yang setuju dengan Yuna.


"Tapi kayaknya kalau buat kamu, ini cocok banget deh, Vel!" Ucap Dila menyarankan.


"Iya kak, ini cocok banget kalau di pakai kakak!" Ucap Lisa setuju dengan Dila.

__ADS_1


"Kalau begitu sudahlah, biarin aja Velia milih sendiri gaunnya besok!" Ucap Jenie yang mengakhiri percakapan itu.


__ADS_2