Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Kabar buruk Kyungsoo


__ADS_3

"Baik bos!"


Chan lalu mematikan teleponnya.


"Ada apa Chan?!" tanya Dafa yang saat itu merasa cemas karena melihat raut wajah Chan yang berubah menjadi khawatir.


"Semuanya ikut gue!" ujar Chan yang langsung masuk ke dalam mansion engan diikuti oleh mereka semua. Mereka semua di buat penasaran akan apa yang terjadi pada Chan setelah dirinya menerima telepon dari mafioso miliknya tadi.


Chan membawa mereka menuju ke ruang televisi untuk melihat berita tentang kabar pesawat jatuh di hari itu, sekaligus untuk memastikan kebenaran dari ucapan mafioso tadi, yang sempat mengatakan kalau pesawat yang di naiki Kyungsoo hilang kontak. Sesampainya mereka di ruang televisi, Chan langsung menyalakan televisi itu dan mengarahkannya pada chanel berita tentang hilangnya kontak pesawat yang terbang pada jam 08.00.


Semua orang tampak terkejut melihat berita tentang pesawat yang hilang kontak dan sekarang masih dalam tahap pencarian.Mereka sebenarnya belum tahu apa maksud dari Chan menunjukkan berita itu pada mereka semua.


"Maksudnya apa, Chan?" tanya Sehun penasaran sekaligus mewakili apa yang ada dalam benak mereka semua.


Bukannya menjawab pertanyaan yang lontarkan oleh Sehun tadi, Chan justru langsung terduduk lemas dan matanya mulai berkaca-kaca, dengan posisi pandangannya mengarah pada televisi yang menampilkan berita itu.


Sontak semu yang melihat itu pun merasa bingung dan juga cemas, apalagi Velia yang saat itu sedang mengandung. Dirinya tampak dilanda kecemasan yang sangat tidak biasa, firasat buruk dan perasaan yang tidak enak pun muncul seketika saat dirinya melihat suaminya terduduk lemas seperti itu. Mereka yang merasa bingung pun langsung menanyakannya pada Chan tentang apa yang sudah terjadi.


"Chan, katakan sama kita semua! sebenarnya ada apa ini? kenapa lo kayak gini?!" tanya Kai penasaran.


Chan yang saat itu masih dengan tatapan kosongnya berusaha untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Berita tentang pesawat yang hilang kontak itu!" perlahan Chan mulai mengatakan.


"Iya ada apa dengan pesawat itu? Cepat katakan !" ucap Suho dengan rasa penasarannya dan cemas.


"Kyungsoo menaiki pesawat itu!"


Deg,,,,,,


Semua orang terlihat syok dan tak percaya kalau Kyungsoo menaiki pesawat itu. Bak tersambar petir di siang bolong dengan mendengar Chan yang mengatakan hal seperti itu pada mereka.


"Chan, lo jangan main-main sama ucapan lo!" kata Dafa yang mencoba tidak langsung percaya begitu saja dengan apa yang di katakan oleh Chan tadi.


"Gue nggak bohong, memang kenyataannya Kyungsoo menaiki pesawat itu, hari ini hanya ada satu penerbangan saja, dan kalian juga tahu Kyungsoo juga naik pesawat itu dan memang seharusnya kembali hari ini!" ucap Chan menunduk sembari menitihkan air matanya.


Semua orang tampak diam membeku, hati mereka seakan teriris mengetahui kebenaran itu tentang Kyungsoo. Velia berjalan mendekat ke arah suaminya dan mencoba untuk menenangkannya. Padahal sebenarnya hatinya sendiri juga merasakan kepedihan akan kehilangan sosok Kyungsoo bagi mereka.


"Nggak, ini pasti cuma settingan doang kan?" ucap Irene yang sudah menganggap Kyungsoo sebagai kakaknya sendiri, dirinya masih belum bisa menerima apa yang di kabarkan tentang Kyungsoo.

__ADS_1


"Sayang ini memang kebenarannya, kita harus kuat!" ucap Chen menenangkan hati istrinya.


"Tapi Kyungsoo nggak mungkin pergi secepat ini!" kata Jenie yang juga masih belum percaya tentang berita itu.


"Sayang tenanglah!" ujar Kia sambil memeluk istrinya itu di pelukannya.


"Kita juga nggak boleh terlalu cepat menyimpulkan, lebih baik kita cari tahu kebenarannya dulu tentang pesawat yang hilang kontak itu!" ujar Dafa yang tak ingin langsung menyimpulkan kalau Kyungsoo ikut hilang bersama dengan pesawat yang hilang kontak itu.


"Gue juga udah nyuruh mafioso yang ada di markas buat cari tahu soal keberadaan teng pesawat yang hilang kontak itu!?" ujar SEhun yang baru saja memberi kabar pada mafioso miliknya yang ada di markas.


"Kita harus ke sana dan mencari tahu sendiri!" ujar Byun menyarankan.


"Kita tidak bisa melakukan itu, lebih baik kita menunggu saja, tidak baik kita meninggalkan pesta yang kita siapkan untuk Kyungsoo, kita cari dia setelah pesawat itu di temukan saja, gue nggak mau kalau sampai kita berpencar dan musuh malah memanfaatkan waktu ini untuk menyerang kita!" CHan menyarankan pada mereka supaya tidak keluar dari area mansion, karena takutnya itu hanyalah siasat musuh dan membuat mereka berpisah, dengan begitu akan mudah bagi musuh untuk menerobos masuk ke dalam mansion. Dengan kata lain Chan tidak ingin kalau kejadian seperti saat acara perta pernikahan dulu, terulang kembali.


"Iya, Chan juga ada benarnya, takutnya nanti kalau kita ke sana istri-istri kita akan dalam bahaya!" Ucap Sehun yang setuju dengan apa yang di sarankan oleh Chan.


"Jujur gue juga masih belum percaya kalau Kyungsoo ikut naik penerbangan itu!" ucap Chan yang mulai tidak yakin kalau Kyungsoo menaiki pesawat itu.


Sedangkan Dafa mencoba menelpon Kyungsoo siapa tahu akan ada jawaban darinya.


Akan tetapi hasilnya nihil, nomor ponsel Kyungsoo tidak aktif lagi, hal itu membuat mereka tambah bingung dan juga khawatir.


Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 15.00 dan mereka masih belum mendapatkan kabar dari mafioso miliknya.


Sesaat kemudian Chan mendapat telepon dari salah satu mafioso yang berada di bandara


"Halo, bagaimana?" tanya Chan.


"Kami sudah mendapatkan petunjuk bos, kalau bos Kyungsoo memang naik pesawat yang hilang kontak itu! kami mengetahui dari data resmi setelah mengantri dari kerumunan tadi!" jelas mafioso itu.


"Apa? tidak! ini pasti salah! cepat cari tahu lagi!" ucap Chan yang tak percaya akan berita yang di sampaikan oleh mafioso itu.


"Serpihan pesawat sudah di temukan bos, dan diperkirakan semua penumpang tidak ada yang selamat!" jelas mafioso itu lagi dari balik telepon.


"Ti-tidak mungkin!" ucap Chan. Entah kenapa dadanya terasa sangat sesak mendengar apa yang di katakan oleh mafioso itu tadi dari balik telepon.


Brukkkk,,,


Chan langsung ambruk dan kembali terduduk lemas, setelah tadi sepat mondar-mandir tak jelas. Semua juga tampak syok melihat Chan yang tiba-tiba ambruk lagi.

__ADS_1


"Ada apa, Chan? apa sudah ada berita selanjutnya mengenai Kyungsoo?" tanya Dafa mewakili semuanya.


Melihat Chan yang tak kunjung menjawab pertanyaan dari Dafa, Sehun langsung mengambil alih ponsel itu. dan bertanya pada mafioso itu, mafioso itu pun langung menceritakan semuanya pada Sehun. Setelah mendengarkan penjelasan mafioso dari balik telepon, Sehun langsung mematikan teleponnya.


"Sayang, katakan sama kita, ada apa?" Tanya Lisa istri Sehun.


"Serpihan pesawat itu sudah di temukan, dan diperkirakan tidak ada yang selamat!" Kata Sehun dengan suara lemas nya.


Ucapan Sehun sontak membuat semua yang mendengarnya dibanjiri air mata, semua menangis dan tidak ada yang bisa menahan air matanya termasuk Velia dan juga Chan. Tidak dapat dipungkiri karena Kyungsoo adalah sosok keluarga bagi mereka.


"Jadi ini yang di maksud sama Kyungsoo? Dia menyuruh kita untuk membuatkannya pesta, pesta akan kepergiannya? Inikah yang kita dapat? Inikah oleh-oleh yang Kyungsoo maksud? Kenapa Kyungsoo pergi begitu cepat? Kenapa sayang kenapa??" Ucap Velia yang sudah berlinang air mata.


"Sayang, kita harus sabar, mungkin ini sudah menjadi takdir dari Kyungsoo!" Ucap Chan memeluk Velia sembari menenangkannya.


"Kenapa bisa jadi seperti ini?" Sehun yang memang tak pernah menangis pun kali ini dia merasakan kepedihan di hatinya sampai air matanya tak mampu dia tahan lagi.


"Kyungsoo pasti masih hidup!" Kata Chen yakin dan langsung di peluk hangat oleh Irene.


Hanya Dafa yang masih berusaha tegar menerima semuanya, karena dirinyalah yang paling tua di antara yang lain.


"Kyungsoo, kenapa lo ninggalin kita? Kenapa lo tega banget sama gue?!" Kata Byun yang tidak menyangka kalau Kyungsoo pergi begitu cepat.


Sindy yang melihat Byun menangis pun berjalan mendekati Byun. Sindy menepuk pelan pundak Byun, "Yang sabar ya, kita semua juga berduka!" Sindy menenangkan Byun.


Hari pun semakin larut, kini jam juga sudah menunjukkan pukul 19.00. Semua tampak terdiam membisu dengan mata mereka yang sembab akibat menangis. Mereka masih tidak percaya dengan kejadian buruk yang menimpa Kyungsoo.


Velia tampak duduk di dekat Chan dengan tatapan kosongnya, namun dirinya berusaha berbicara, "Perintahkan beberapa mafioso untuk ke sini!" Kata Velia.


"Untuk apa sayang?" Tanya Chan bingung.


"Chan, sudah ku bilang perintahkan mereka untuk ke sini!" Ucap Velia yang memang harus di turuti, karena dirinya dalam keadaan mengandung.


"Biar aku saja yang memanggilnya!" Kata Sindy yang langsung berlari ke luar untuk memanggil beberapa mafioso sesuai apa yang di perintahkan oleh Velia.


Beberapa saat kemudian para mafioso yang di panggil oleh Sindy pun datang bersama dengan Sindy.


"Kalian, cepat nyalakan seluruh lampu untuk menyinari acara pesta Kyungsoo!" Kata Velia lagi dengan masih menatap kosong.


"Vel!" Lirih Chan.

__ADS_1


"CEPAT!!!" Bentak Velia.


Mafioso itu pun langsung melaksanakan apa yang sudah di perintahkan oleh Velia.


__ADS_2