
Di sana Chan melihat kehadiran Velia. Lalu menyuruh papanya untuk kembali saja ke rumah dan beristirahat. Sebenarnya Papa Chan ingin tinggal di sana untuk menemani Chan, namun Chan menolak dan menyuruh papanya untuk pulang ke rumah saja.
Setelah itu Papa Chan menuruti apa kata anaknya yang menyuruhnya untuk beristirahat di rumah dan kembali lagi besok.
"Vel, kemari lah!!" Suruh Chan pada Velia yang berdiri di pojok ruangan itu.
Velia berjalan mendekat ke arah Chan lalu berkata,,,,
"Ku pikir kau akan,,,,," ucapan Velia terpotong oleh jari telunjuk milik Chan yang mengarah ke bibirnya , itu sebagai tanda kalau Chan menyuruh Velia untuk diam dan tak mengatakannya.
"Aku tidak apa-apa, Vel! Aku baik-baik saja!" Ujar Chan yang mencoba membuat hati Velia agar tidak khawatir padanya.
"Papa kamu sangat mencemaskan kamu tadi!" Ucap Velia memberi tahu Chan.
"Iya aku tau itu, Papaku memang sangat menyayangiku dan juga Riri, namun saat itu dia seperti terpengaruh oleh wanita ****** itu!" Kata Chan.
"Sudahlah tidak perlu di bahas lagi soal wanita itu, yang terpenting sekarang, kau harus segera sembuh!" Ucap Gisella dengan senyum di wajahnya.
"Iyu pasti, Vel!" Jawab Chan dengan membalas senyuman Velia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian, karena kondisi Chan yang berangsur-angsur membaik. Chan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Papa Chan membawa Chan pulang ke rumah besar ,Kediaman Alexandra.
Alexandra menginginkan Chan untuk tinggal bersamanya di rumah besar itu, namun Chan menolak dan memilik untuk tinggal sendiri di rumahnya. Papa Chan sedih mendengar penolakan dari anaknya apalagi dia akan tinggal sendiri tanpa adanya siapapun, hanya ada beberapa pembantu dan pengawal saja di rumah sebesar itu. Namun Alexandra juga tidak bisa memaksakan kehendak Chan, karena Chan memilih untuk tinggal sendiri jadi Alexandra sendiri hanya bisa pasrah dengan keputusan yang di buat oleh anaknya itu.
Setelah itu Chan pulang ke rumahnya sendiri.
Sesampainya di rumah Chan, Chan langsung memanggil Velia untuk datang ke rumahnya. Namun ternyata Velia memang sudah lebih dulu ada di rumah Chan.
"Vel, apa kau di sini?" Tanya Chan sembari melihat ke seluruh ruangan.
"Tentu saja aku di sini!" Jawab Velia dengan senyum bahagia di wajahnya, menyambut kedatangan Chan.
"Terima kasih karena kau sudah mau menemaniku, Vel!" Ujar Chan yang perlahan mendekat ke arah Velia.
"Itu sudah menjadi tugasku Chan, aku akan menepati janjiku pada Riri untuk menjaga kamu!" Kata Velia yang justru membuat Chan sedih.
"Chan, ada apa? Kenapa kau bersedih?" Tanya Velia yang melihat Chan menundukkan kepalanya.
"Vel, apa kau menemaniku hanya karena janjimu pada Riri?" Tanya Chan dengan raut muka sedih.
Deg,,,,,
__ADS_1
Hati Velia seketika juga merasakan kesedihan karena pertanyaan yang diucapkan oleh Chan padanya.
"Sebenarnya aku memang selalu ingin berada di dekatmu, Chan! Bahkan tanpa diminta oleh Riri pun, aku akan tetap menjaga kamu! Tapi aku sadar ,Chan! Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku ini, Chan! Aku juga sadar kalau aku ini hanyalah arwah, bukan manusia!" Batin Velia yang ikut menundukkan kepalanya.
"Vel, kenapa kau diam?" Tanya Chan karena Velia tidak menjawab pertanyaannya.
"Akh, ma,,maaf ak,,aku melamun tadi!" Ucap Velia gelagapan di depan Chan.
"Apa kau akan pergi jika Riri tidak memintamu untuk menemaniku?" Tanya Chan lagi.
"Haish, sudahlah Chan tidak usah di bahas lagi, apa kau butuh sesuatu? Aku mau pulang dulu sebentar untuk memeriksa rumahku!" Kata Velia.
Chan pun menghela nafasnya dan berkata,,,, "Baiklah, kalau begitu pergilah!!" Ujar Chan dengan lesu kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Velia sendiri.
"Maafkan aku, Chan! Aku terpaksa melakukan ini, karena aku takut nantinya kau akan kecewa!" Ucap batin Velia sembari melihat pintu kamar Chan yang sudah tertutup rapat. Setelah itu Velia menghilang begitu saja.
Dari balik pintu kamar, Chan melihat Velia yang pergi menghilang.
"Ternyata kau benar-benar pergi!" Ucap Chan lirih dan perasaan sedih menghampiri dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah Velia,,,,,
Velia pun memutuskan untuk membersihkan kamarnya baru setelahnya dia akan ke rumah Chan lagi.
Namun tiba-tiba saja Velia mendengar ada seseorang yang masuk ke dalam rumahnya.
"Eh, siapa itu?" Ujar Velia yang langsung bersembunyi dan mengintip.
"Haish, ngapain aku sembunyi? Kalau orang kan nggak bisa lihat aku!" Ujar Velia sembari memukul kepalanya pelan.
"Velia, kemari lah!!" Ujar dia yang masuk ke dalam rumah Velia.
Deg,,,,,,
Velia langsung melihat siapa yang datang ke rumahnya, dan benar saja ternyata ada sosok hantu yang masuk ke dalam rumahnya.
"Siapa kau? Apa yang kau mau?" Tanya Velia yang melihat hantu itu berjalan ke arah Velia dengan tangan yang hendak mencekik leher Velia.
"Jangan mendekat!!!" Ucap Velia yang perlahan berjalan mundur.
__ADS_1
"Kau sudah mengambilnya dariku!!" Ucap sosok itu pada Velia.
"Apa? Aku tidak tahu apa yang kau maksud!!" Kata Velia yang heran dengan ucapan hantu itu.
Hantu itu langsung berubah wujud cantik , dan bahkan wajahnya sama seperti Velia. Sosok itu menyerupai Velia dan menatap tajam Velia.
"Apa? Kenapa wajahmu?" Ucap Velia bingung.
"Ada apa? Apa kau terkejut dengan wujud ku yang ini? Atau mau aku ganti lagi?" Ucap hantu itu yang menyombongkan dirinya.
"Berhenti menyamar menjadi diriku!!!!" Ujar Velia kesal.
"Apa kau ingat denganku?" Tanya sosok itu.
"Aku tidak peduli!!!" Jawab Velia ketus.
"Jauhi pria itu, aku tidak suka kalau kau bersama dengannya!!" Ucap hantu itu yang menyuruh Velia untuk menjauhi pria yang tak lain adalah Chan.
Deg,,,
"Apa urusanmu dengan, Chan?" Tanya Velia yang perlahan bingung dengan hantu itu.
"Sepertinya kau ingin menantang ku!" Ucap hantu itu pada Velia.
Seketika wajah hantu itu berubah menjadi menyeramkan.
"Ternyata itu kau? Sebenarnya siapa kau? Kenapa kau terlihat sangat membenciku?!" Tanya Velia yang sedikit meninggikan suaranya karena geram pada hantu itu.
Belum sempat hantu itu menjawab Velia, tiba-tiba Velia mendengar suara pianonya yang dimainkan oleh seseorang.
"Haish, siapa lagi itu?" Ucap Velia yang setelahnya menghilang dari hadapan hantu itu.
"Cihh, dia pergi begitu saja!!" Ucap hantu itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Chan, dia sedang duduk di ranjang kamarnya. Tiba-tiba saja dia mencium aroma mawar dan langsung berpikir kalau aroma itu berasal dari Velia.
"Velia? Dia ke sini lagi? Tapi kenapa cepat sekali?" Tanya Chan yang setelahnya bangkit dari posisinya dan keluar dari kamarnya.
__ADS_1