
"Chan, kamu jangan turuti apa kata dia!" Ucap Velia yang sudah sangat khawatir karena melihat Chan memegang sebuah gunting rumput.
Chan hendak menusuk dirinya menggunakan gunting rumput itu. Namun Velia mencoba menghalangi niat Chan.
"Chan, jangan lakukan ini! Sadarlah! Kamu nggak boleh kayak gini!!" Ucap Velia yang ingin membuat Chan sadar akan apa yang dilakukan.
"Aku akan membuktikan pada hantu gila ini, kalau aku nggak akan main-main dengan ucapan ku ini!" Kata Chan sambil menatap tajam ke arah hantu itu.
Sosok hantu itu tersenyum seringai saat di tatap oleh Chan, lalu sosok itu berkata,,,,
"Silahkan!!"
"BERHENTI!! JANGAN LAKUKAN ITU" Terdengar suara teriakan yang menyuruh Chan untuk menghentikan niat buruknya.
Semua yang ada di sana langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut berada.
"Jangan ganggu Velia lagi!" Pinta suara itu dan muncul satu sosok.
Hantu yang membenci Velia tadi terlihat sangat marah ketika mendengar larangan itu lalu berkata,,,,
"Kalian lagi!! Apa kalian akan menghalangiku lagi? Dan apa kalian akan membelanya lagi?" Tanya sosok jahat itu, "Tidak hidup, tidak mati ternyata kalian tetap masih membelanya dan melupakan aku!!" Kata hantu itu yang marah kepada 2 sosok yang muncul dari jauh.
"Bukan itu maksudnya! Kami hanya tidak ingin melihat kalian berdua bertengkar!" Ujarnya.
"Ada apa ini? Siapa sebenarnya kalian semua?" Tanya Velia bingung dengan apa yang sedang terjadi.
"Vel, bukankah itu hantu yang tadi pagi kita temui?" Tanya Chan yang sedikit berbisik pada telinga Velia.
"Iya Chan kau benar!" Kata Velia lirih pada Chan.
"Katakan siapa kalian semua? Kenapa kalian menggangguku?" Tanya Velia yang geram karena tak tahan lagi dengan semuanya.
"Pergilah kalian!! Kalian hanya akan menggangguku saja!!!!" Ucap sosok hantu jahat itu.
2 sosok itu perlahan mendekat ke arah Velia dan menampakkan wujud asli mereka.
Dan betapa terkejutnya Velia karena melihat wujud kedua orang tuanya yaitu Mami Vebiola dan Pipi Kim Chen Zee.
Velia seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat, namun hal itu memang benar adanya. Itu adalah kedua orang tua Velia.
"Mas, apa Velia bisa menyadari adanya kita?" Tanya Vebiola pada suaminya.
__ADS_1
"Tentu saja, dengan wujud kita yang seperti ini Velia pasti mengenali kita!" Kata Kim Chen.
"Pipi, Mami?" Ucap Velia yang setelahnya langsung berlari dan memeluk kedua orang tuanya itu.
"Maafkan, Velia ! Velia memang salah pada kalian!" Kata Velia yang menangis di pelukan kedua orang tuanya itu.
"Nak, ini bukan kesalahan kamu!" Kata Vebiola yang masih memeluk anaknya itu.
"Iya nak, Pipi dan Mami sangat menyayangimu!" Kata Kim Chen sembari mengusap lembut rambut anaknya itu.
"Kalian semua membuatku muak!! Kalian memang tidak pernah adil padaku!!!!" Kata sosok jahat itu.
Sosok itu bahkan mengancam kalau dirinya akan membunuh Chan.
"Sudah cukup!!!! Mami tidak mau kamu menjadi seperti ini!!!" Bentak Vebiola pada sosok jahat itu.
Deg,,,,
Velia heran dengan apa maksud yang di katakan oleh Maminya itu.
"Mami, siapa dia? Apa hubungan dia dengan keluarga kita?" Tanya Velia yang masih tidak mengerti dengan semuanya.
"Memangnya kenapa? Apa yang salah pada diriku? Kalau aku menderita, dia juga harus menderita!!!! Ucap Talia sambil menunjuk Velia, "Tapi kalian sama sekali tidak menyayangiku!!" Katanya lagi.
"Talia cukup!!!" Bentak Kim Chen Zee.
"Talia, kamu anak yang baik! Kami menyayangi kamu sama seperti kami menyayangi kakak kamu!" Ucap Vebiola yang masih sabar dan tidak terbawa emosi.
"Kakak? Pipi sebenarnya siapa dia?" Tanya Velia yang masih bingung bahkan heran dengan apa yang diucapkan oleh kedua orang tuanya.
"Dia adalah saudara kembar kamu nak! Lebih tepatnya adik kamu!"
Deg,,,,,
Bak tersambar petir di siang bolong, Velia seakan tak percaya dengan semua ini. Namun kenyataannya memang benar begitu.
Velia memiliki saudara kembar bernama Talia. Namun Velia tidak tahu tentang hal itu karena kematiannya, yang menyebabkan dirinya melupakan semua kenangan saat dirinya masih hidup. Semua kejadian semasa dia hidup terlupakan.
Talia sendiri adalah sosok yang selama ini mengganggu Velia. Talia bukanlah menyamar menjadi Velia, namun memang wajahnya yang semasa hidup memang sama persis seperti Velia. Velia sendiri bahkan lupa akan hal itu.
Talia menganggap bahwa Pipi dan Maminya hanyalah mencintai kakaknya saja yaitu Velia, dan sama sekali tidak mencintai dirinya. Itu karena Talia mengira kalau Velia lah yang selalu di manja, namun kenyataannya itu hanyalah perasaan Talia saja.
__ADS_1
Yang sebenarnya terjadi, Talia lebih di manja di bandingkan dengan Velia.
Sebenarnya Talia tidak menyukai Chan. Dia menyuruh Velia untuk menjauhi Chan karena Talia tidak ingin melihat kakaknya itu bahagia.
"Jadi kau lupa dengan adikmu ini?" Tanya Talia kesal.
"Cih, kakak macam apa kamu ini?!" Ujarnya lagi.
"A,,aku masih tidak mengerti?" Kata Velia yang benar-benar tidak mengerti maksud dari semua itu.
Sementara Talia masih memegang sebuah gunting rumput yang akan dia gunakan untuk melukai Chan.
"Talia, Mami mohon tolong lepaskan Chan! Dia tidak tahu apa-apa nak, jangan kamu lampiaskan amarahmu padanya!!" Kata Mami Velia memohon.
"Nak, dengarkan Mami kamu!" Pinta Pipi mereka.
"Aku tidak perduli!! Kalian semua membuatku muak dengan semua ini!! Tidak ada lagi yang perduli denganku!!" Ujar Talia dengan amarah yang masih membara.
"Sayang, maafkan Pipi dan Mami selama ini, kami berdua tidak bermaksud untuk membuat hati kamu terluka!" Ucap Vebiola yang perlahan menitihkan air matanya.
Hal itu membuat Talia luluh, karena tidak tega melihat Maminya menangis di depan matanya, apalagi itu karena dirinya sendiri. Talia langsung menghilang begitu saja dari hadapan mereka semua.
Setelah Talia menghilang. Velia langsung berlari dan memeluk Chan.
"Chan, apa kau baik-baik saja?" Tanya Velia yang sudah khawatir dengan keadaan Chan.
"Iya, Vel! Aku baik-baik saja!" Ujar Chan memberitahu Velia kalau dirinya baik-baik saja.
"Syukurlah," Kata Vebiola yang kini merapat ke arah Chan dan Velia. Begitu juga dengan Kim Chen yang juga mendekat ke arah mereka.
"Mami, tolong jelaskan semuanya sama Velia tentang semua ini!" Pinta Velia yang masih tidak memahami tentang semua yang terjadi.
"Pipi yang akan menjelaskannya!" Ujar Kim Chen menyela.
Mereka pun duduk di gazebo milik Velia. Namun ternyata Velia belum menyadari kalau orang tua yang dia ajak bicara itu adalah arwah gentayangan sama seperti dirinya.
Kim Chen pun menjelaskannkalau Talia adalah saudara kembar Velia.
"Tunggu!! Tapi kenapa kalian bisa melihat Velia?" Tanya Velia yang tersadar akan hal itu.
"Kami sama seperti dirimu, nak!" Jawab Pipinya.
Deg,,,,,
__ADS_1