
Perlahan Irene membangunkan Chen yang duduk bersimpuh di kakinya tadi.
"Chen, jangan seperti ini! Bangunlah! Ini bukan kesalahan kamu, tapi kesalahan aku hiks!" Ujar Irene menangis sambil membangunkan Chen dari posisinya.
Kini mereka berdiri berhadapan dengan Irene yang memulai pembicaraan diantara mereka.
"Seharusnya aku jujur sama kamu kalau dia itu kakak aku! maafkan aku karena aku sudah meninggalkan mu selama ini Chen! kamu juga berhak bahagia Chen, aku bukanlah orang yang tepat untukmu!" ucap Irene bisa membendung air matanya lagi didepan Chen.
Chen menangkup wajah Irene dengan kedua tangannya.
"Irene, dengarkan Aku! Tatap lah mataku! lihatlah bahwa aku sangat mencintaimu, Aku ingin kita seperti dulu lagi! Aku sudah memaafkan kesalahanmu di masa lalu! lagi pula aku tahu kau pergi bukan untuk mencari cinta yang lain, kau pergi untuk menjalani pengobatan bukan? kalau tidak jujur saja tentang penyakit mu?" kata Chen menjelaskan panjang lebar pada Irene.
"Kau tahu dari mana?" tanya Irene terkejut karena kini Chen sudah tahu tentang penyakitnya.
"Aku mengetahuinya dari Kyungsoo!"
"Maafkan aku karena aku tidak jujur padamu, aku hanya tidak ingin membuat dirimu khawatir akan penyakit ku!" kata Irene menyesal.
"Sekarang kau sudah kembali dan aku tidak akan pernah membiarkan kamu untuk pergi meninggalkanku lagi!" Ujar Chen sambil membelai rambut Irene.
"Aku bukan wanita yang tepat untukmu Chen, masih banyak wanita di luar sa,,,,,!" Terpotong.
"Syutttt!" Chen mengarahkan jarinya pada bibir Irene.
"Aku tidak perduli akan semua wanita di luaran sana! Yang aku inginkan hanya kamu Irene!" Chen tersenyum pada Irene, berharap Irene masih bisa menerimanya kembali, "Apa kau mau memelukku? Aku akan menganggap kau menerimaku kembali jika kau memelukku!" Kata Chen lagi sambil merentangkan tangannya pada Irene.
Perasaan Irene yang sempat bingung dan takut akan mengecewakan Chen lagi, perlahan dia singkirkan. Lalu kemudian dirinya tersenyum dan memeluk Chen dengan hangat.
Begitu juga dengan Chen yang bahagia karena artinya Irene menerimanya kembali.
Mereka telah kembali menjadi sepasang kekasih seperti dulu. Namun tanpa mereka sadari ,ternyata dari tadi sudah ada sepasang mata yang melihat keromantisan mereka berdua.
"Ck, Bisakah kalian berdua tidak berpelukan di depanku?" ucap seseorang tersebut yang ternyata dari tadi melihat mereka berdua.
__ADS_1
Mereka sontak dibuat terkejut dengan asal suara tersebut .Lalu kemudian mereka langsung menoleh kearah Fadil yang ternyata sudah terbangun.
"Kakak?" Ucap Irene melepas pelukan dan dengan antusias melihat kakaknya yang sudah sadar.
"Maafin gue, Gue nggak bermaksud buat lo jadi kayak gini gue nggak tahu kalau lo itu sebenarnya adalah kakak kandung Irene " ucap Chen meminta maaf kepada Fadil atas kejadian tadi.
"Sudahlah, lagi pula adik gue ini sangat mencintai lo! Kalian segeralah menikah dan berikan gue keponakan yang lucu!" Ucap Fadil yang seketika membuat pipi Irene memerah.
"Kakak apaan sih! Masih sakit kenapa malah bilang kayak gitu?" Irene yang terlihat malu pun mencoba mengelak.
Setelah itu Chen langsung mengatakan kepada kakak kandung Irene, kalau dirinya akan menikahi Irene setelah Fadil sembuh. Irene dan Fadil pun setuju akan hal itu. Lalu setelahnya Chen memutuskan untuk keluar dari ruang rawat itu, dan memberitahu teman-temannya yang sudah menunggunya di depan ruang rawat Fadil.
Mereka yang menunggu di luar ruang rawat Fadil. Merasa cemas dan hanya bisa berdoa untuk yang terbaik bagi Chen juga Irene.
Keluar dari ruang rawat Fadil mereka semua langsung bertanya. Chen menceritakan apa yang tadi terjadi di dalam. Mereka semua tampak bahagia mendengar cerita dari Chen. Mereka hanya sedikit terkejut karena Chen akan menikah setelah Fadil sembuh, alasan Chen karena dia tidak ingin kalau sampai Irene direbut oleh pria lain.
Setelah mengetahui berita bahagia itu, mereka semua memutuskan untuk pulang ke mansion dan membiarkan Chen dan juga Irene menjaga dan merawat Fadil di rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kak tidurlah saja, kakak sedang hamil!" Ucap Lisa yang cemas akan kakaknya.
"Pokoknya sebelum Chan pulang dan menceritakan semuanya aku tidak akan mau tidur!" Velia yang keras kepala memilih untuk menunggu suaminya pulang.
"Kau ini memang keras kepala, itu ngidam apa-apaan sih? kayak enggak ada yang lain aja sih, Vel!" Dila menggelengkan kepalanya karena heran akan sikap keras kepala Velia.
Beberapa saat kemudian pintu Mansion Lisa pun terbuka. Dan mereka sudah pulang dari rumah sakit. Velia yang sudah menunggu dari tadi langsung menghampiri suaminya. Dan langsung menyuruh suaminya untuk menceritakan apa yang tadi terjadi. Bahkan Velia tidak memperbolehkan mereka beranjak dari sana sebelum Chan menceritakan semuanya.
"Haish, istri lo yang ngidam tapi kita semua yang kena😪!" Ucap Sehun yang sudah sangat merindukan Lisa.
"udah turutin aja ini demi calon anak gue!!" Ucap Chan memohon pada mereka untuk menuruti apa yang Velia mau.
Malam itu juga Chan menceritakan semua kejadian yang terjadi tadi dari di markas sampai di rumah sakit. Mereka sempat terkejut karena mengetahui kalau kakak kandung Irene disiksa oleh Chen. Sampai masuk ke rumah sakit, akan tetapi mereka mengetahui kalau sebelumnya telah terjadi kesalahpahaman jadi mereka memakluminya.
__ADS_1
Chan juga memberitahu kalau Chen akan menikahi Irene setelah Fadil sembuh.
"Kalau begitu kita harus membantu untuk acara pernikahan mereka nanti!" ucap Velia yang membuat semuanya bingung harus menjawabnya bagaimana. Mereka hanya bisa pasrah, karena Velia sedang mengandung.
"Iya Vel iya!" Jawab mereka serentak membuat Velia tersenyum bahagia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Singkat cerita,,
1 minggu kemudian Fadil sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Chen yang saat itu sudah merencanakan pernikahan 2 hari kemudian, segera memberitahu teman-temannya untuk membantunya menyiapkan acara pesta pernikahan.
Hari itu setelah kepulangan Fadil dari rumah sakit. Irene sengaja mengantarnya pulang ke rumah mamanya, sedangkan dirinya ikut dengan Chen menuju ke Mansion miliknya untuk bertemu dengan teman-teman Chen.
Chen hari itu sudah menyuruh Chan untuk memberitahu teman temannya agar berkumpul di mansion Velia. Setelah mereka sampai di Mansion, Chen langsung memperkenalkan dirinya kepada mereka semua yang tengah duduk menunggu di ruang tamu. Lalu mereka membahas pernikahan Chen yang akan diadakan 2 hari lagi.
Setelah itu mereka memutuskan untuk tidur karena hari sudah malam. Dan mengantarkan Irene pulang ke mansion nya untuk memberi tahu mamanya akan pernikahan yang akan diadakan 2 hari lagi.
Seperti biasanya mereka semua tidur di Mansion mereka masing-masing. Sedangkan Kyungsoo Chen dan juga Byun masih tinggal 1 Mansion dengan Chanyeol dan Velia.
Pukul 04.00
Pov Byun
Byun terbangun dari tidurnya karena merasa lapar. dirinya lalu memutuskan untuk pergi ke dapur mencari makanan siap saji.
"Haish, apa nggak ada makanan cepat saji di sini?" kesal Byun saat dirinya membuka kulkas dan mendapati tidak ada makanan siap saji di dalamnya.
Karena pun sudah merasa sangat lapar dirinya memutuskan untuk pergi ke sebuah supermarket yang buka selama 24 jam, untuk membeli makanan cepat saji. Byun juga tidak mungkin pada jam segitu dirinya harus membangunkan Velia untuk bertanya dimana dia Meletakkan makanan cepat saji.
Byun pun dengan masih menggunakan piyamanya mengendarai mobil menuju ke supermarket terdekat ,untuk membeli makanan cepat saji.
Setelah dirinya sampai di supermarket, Byun cari makanan cepat saji dan beberapa cemilan untuk dirinya sendiri lalu segera dirinya pulang.
__ADS_1
Namun saat perjalanan pulang tiba-tiba saja,,,
Citttttt,,,