
Sesampainya mereka di rumah sakit.
Jenie dan Lisa ternyata tidak mau dirawat inap dan memilih untuk di rawat jalan saja. Mereka juga memberitahu dokter kalau tidak perlu di rawat inap, karena tangan mereka Sudah diperban oleh dokter. Dokter pun juga menjamin kalau mereka akan segera pulih seperti sedia kala lagi.
Dan ternyata Suho juga sudah selesai dioperasi, namun dia masih belum sadar. Akan tetapi dokter memperbolehkan dirinya untuk diletakkan di ruang rawat inap, agar dokter juga bisa terus mengawasi perkembangannya.
mereka yang baru saja datang langsung menuju ke ruangan Suho dirawat. Di sana sudah ada semua teman mereka. Namun Velia diletakkan di ruang yang berbeda dengan Suho.
"Sayang kenapa kamu ada di sini? Kenapa kamu tidak dirawat inap?" tanya Sehun dengan heran yang melihat istrinya malah terduduk seperti orang yang tidak merasakan sakit apa pun, Padahal terlihat jelas bahwa Lisa terkena tembakan.
"Aku tidak mau dirawat! lagi pula tadi kata dokter luka ini tidak terlalu berbahaya!!" jelas Lisa.
"Apa yang kamu katakan? kamu bahkan sudah terkena tembakan, tapi kenapa kamu malah bilang kalau itu tidak berbahaya?" ucap Sehun yang khawatir terhadap istrinya.
"Sayang aku enggak apa-apa kok! lagi pula sekarang juga ada kamu aku sudah merasa lebih baik lagi!" kata Lisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Dila, Kenapa baju kamu penuh dengan darah seperti itu?" tanya Yuna yang melihat pakaian Dila yang penuh dengan darah.
Saat itu mereka tidak sempat untuk mandi, dan Chan meminjamkan jasnya kepada Dila karena memang hanya Dila yang bajunya banyak terkena darah.
"Tolong jelaskan sama kita bagaimana kejadiannya tadi? kita semua yang ada disini udah penasaran dan pengen tahu!?" tanya Kai yang sudah sangat penasaran dengan bagaimana cerita mereka.
"Memangnya nya Byun enggak ngasih tahu kalian?" tanya Chen.
"Dia bilang katanya dia mau nunggu kalian dulu!" kata Kai yang sudah memang sangat penasaran dan tidak sabar ingin mendengar cerita dari mereka.
"Hehehe!!" Byun malah terkekeh dan mengangkat dua jari tangannya.
Setelah itu Chen pun mulai menceritakan dari awal sampai akhirnya mereka pergi menuju rumah sakit.
Saat Chen sedang fokus menceritakan kronologi kejadian tadi, perlahan Dila dengan wajah murung nya mendekat kearah ranjang Suho. Terlihat di sana Suho masih terbaring lemah dan belum sadarkan diri, membuat hati Dila merasa seperti tersayat pisau. Dila lalu duduk di kursi yang ada di dekat ranjang milikSuho, sambil terus memandangi wajah suaminya itu.
Perlahan air mata Dila menetes dari pelupuk matanya.
"Sayang kamu harus bangun! kamu juga harus sembuh! kamu tidak boleh meninggalkan aku!" ucapkan Dila sembari menggenggam erat tangan suaminya itu.
__ADS_1
Sedangkan Chan kini dirinya duduk di dekat ranjang Velia sembari menunggu hasil operasi Papanya keluar.
Papa Chan sendiri mendapatkan beberapa luka dan Chan yakin kalau itu adalah ulah Intan yang menyiksanya. Bukan hanya itu bahkan juga ada luka tembakan pada bagian dada papa Chan, dan itu menyebabkan peluru itu bersarang pada bagian paru-paru Alexandra ,yang tak lain adalah Papa Chan. Jalan satu-satunya hanyalah operasi dan itu pun akan sangat kecil kemungkinan untuk hidup.
Selang beberapa saat ia tersadar dari pingsannya.
"Chan?" Panggil Velia pada Chan.
"Sayang, kau sudah sadar?" ucap Chan sembari tersenyum ke arah istrinya yang sudah sadar.
"Apa aku sudah mati?" itulah kata yang keluar dari mulut setelah memanggil nama Chan. Velia mengira bahwa dirinya sudah mati.
"Hey, Jangan katakan itu! aku juga akan ikut mati jika kamu mati!!" ucap Chan.
"Aku sungguh takut Chan!" ucap Velia yang masih ketakutan akibat kejadian yang dialami.
Velia yang ketakutan pun langsung memeluk Chan, begitu juga dengan Chan yang langsung membalas pelukan hangat Velia.
"Kamu tidak perlu takut lagi ,Sayang! ada aku yang akan selalu sisi kamu! sekarang kamu makan supaya kamu cepat sembuh!" ucap Chan yang mengambil semangkuk bubur yang sudah disiapkan oleh suster untuk Velia.
Setelah selesai menyuapi Velia hingga makanannya tidak tersisa lagi. Chan pun akhirnya memilih untuk menceritakan semuanya kepada Velia.
"Tunggu, Kenapa semuanya tidak ada di sini? Kenapa di sini hanya ada aku dan kamu? mereka semua ada di mana?" ucap Velia yang penuh pertanyaan karena dia baru saja menyadari kalau di ruangan itu hanya ada dirinya dan juga Chan.
Chan dengan mengambil nafas dalam ceritakan dari awal kejadian. Chan menceritakan kepada Velia kalau Lisa dan Jennie terkena sebuah tembakan, sedangkan Suho terkena tusukan oleh mama tiri Chan.
Mendengar pernyataan itu sontak Velia terkejut dibuatnya.
"Apa? Aku ingin menemui mereka sekarang!" ucap Velia yang sangat mengkhawatirkan kondisi mereka dengan kondisinya sendiri.
"Tapi,,," ucap Chan sedikit murung.
"Sayang aku sudah sembuh! sekarang antar kan kepada mereka!" pinta Velia pada Chan untuk mengantarkannya bertemu dengan semuanya.
Setelah itu Chan hanya bisa menuruti apa yang Velia mau. dan pada akhirnya Chan mengantarkan Velia untuk ke ruang rawat Suho.
Sesampainya di sana,,,,
__ADS_1
"Kakak kalau sudah membaik?" sambut Lisa pada pria yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Suho.
"Lisa apa kamu baik-baik saja? dan juga dengan kamu Jennie?" katanya Velia yang langsung menanyai keadaan desa dan juga Jenie.
"Kita berdua baik kok cuma lukanya masih sedikit sakit!" ucap Jenie yang diangguki oleh Lisa.
"Syukurlah!" ucap Velia yang sudah bisa bernafas dengan lega.
Setelah itu pandangan tertuju kepada Dila, yang tak henti-hentinya menatap Suho yang masih terbaring lemah, tak sadarkan diri.
"Dila kamu tidak perlu khawatir ! Aku yakin pasti suhu akan segera sadar?! Bukankah begitu semuanya?" kata Velia yang diangguki setuju semuanya.
"Tersenyumlah, Dil! Kau kelihatan berantakan sekali?" ucap Velia yang tak biasa melihat penampilan Dila berantakan seperti itu.
"Aku tidak peduli, Vel!! aku hanya pengen belajar dari sini saat suamiku sudah sadar!" Kata Dila.
"Kalau begitu kami semua juga akan begitu, Dil!!"
"Terima kasih karena kalian semua sudah ada buat aku dan juga Suho !" ucap Dila yang tersenyum haru melihat kepedulian teman-temannya padanya dan juga suaminya.
"Hey, apa yang kau katakan, kita ini keluarga! jadi sudah sepantasnya kalau kita saling peduli satu sama lain!!" ucap Velia yang membuat semuanya tersenyum kearahnya. Begitu juga dengan Dila yang juga tersenyum lalu mengangguk.
Seluruh orang tua mereka yang tewas akibat insiden tadi, telah dikuburkan dengan layak oleh para mafioso milik Kim Kai. Mereka juga memutuskan akan mengunjungi Makam orang tua mereka setelah Suho sadar.
Di sisi lain Chan terlihat sedang murung. Velia yang melihatnya merasa bingung akan apa yang terjadi pada suaminya itu ,sampai dirinya terlihat murung seperti itu.
Perlahan Velia berjalan mendekat kearah Chan. Velia yang sudah sangat penasaran langsung menanyakannya pada Chan.
"Chan!" Panggil Velia pada Chan.
Chan hanya menoleh dengan wajah yang masih terlihat murung.
"Sayang kenapa kamu kelihatan murung seperti itu? apa ada masalah?" katanya Velia sembari duduk di dekat Chan.
"Papa, Vel!"
Deg,,,,
__ADS_1