
Chan pun menceritakan kronologi saat kejadian pembunuhan Riri waktu itu.
"Saat kamu sudah lebih dulu pergi tadi, kakak dan juga Velia melihat kejadian saat kamu di bunuh! Mama lah yang sudah membunuh kamu dan menusuk kamu berkali-kali!!!" Ujar Chan yang membuat Riri jatuh bersimpuh dengan linangan air matanya. Riri menatap kosong seakan tak percaya dengan semua itu.
Riri langsung mengingat semuanya saat Chan mengucapkan kebenaran itu.
"Jadi selama ini mama?" Tanya Riri yang masih menatap kosong tanah yang dia pijaki. Chan mengangguk perlahan. Semua orang yang ada di sana juga merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Riri.
Riri yang menangis pun langsung di dekati oleh Chan lalu menenangkannya.
"Kenapa mama tega sama Riri kak?" Tanya Riri yang kini sudah di peluk oleh Chan.
"Asal kau tahu, mama tiri kita dulunya adalah seorang psikopat kejam, dia bekerja sebagai pembunuh bayaran" Ujar Chan memberi tahu Riri.
"Tapi kenapa Riri harus di bunuh kak?.apa salah Riri?" Tanya Riri dengan linangan air matanya.
"Dia hanya mengincar harta papa saja!" Kata Chan.
Perlahan Riri melihat sebuah cahaya terang dari langit yang diyakini kalau itu adalah sumber dari tempat dimana dia seharusnya berada.
Namun hanya Riri saja yang dapat melihat cahaya itu, bahkan Velia yang arwah pun juga tidak melihatnya.
"Kak apa kau melihatnya?" Tanya Riri yang menatap ke arah cahaya itu.
"Melihat apa, dek? Kakak tidak melihat apapun!" Kata Chan.
"Mungkin ini sinyal dari Tuhan yang diberikan untukku kak!" Ujar Riri yang masih menatap arah cahaya itu. Lalu Riri menoleh ke arah Chan yang ada di dekatnya.
"Kak, aku harus pergi! Urusanku di sini sudah selesai, sekarang kakak sudah tahu siapa pelakunya begitu juga denganku,, kakak tau kan apa yang harus kakak lakukan? Katakan pada mama kalau Riri menyayanginya!" Ujar Riri dengan penuh keikhlasan di dalam hatinya.
Deg,,,,,,
Ucapan Riri membuat hati Chan bergetar karena takut akan ditinggalkan oleh Riri.
"Apa kau akan meninggalkan kakak?" Tanya Chan dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kak, dunia kita berbeda! Ini saatnya Riri untuk menjalani alam selanjutnya! Kakak jaga diri baik-baik dan ingatlah selalu kalau Riri akan selalu ada di hati kakak!" Ujar Riri. "Riri akan selalu melihat kakak walaupun dari jauh!" Lanjut ucapan Riri yang membuat air mata Chan mengalir deras.
"Apa sudah tidak ada waktu lagi untuk kakak bersenang-senang denganmu lagi?" Tanya Chan.
"Arwah Riri rasanya seperti ada yang menarik kak! Riri tidak bisa lagi tinggal di sini!" Ujar Riri yang perlahan tertarik ke arah cahaya itu dan bahkan wujudnya semakin menghilang.
Semua orang yang ada di sana juga merasakan kesedihan yang dialami oleh kakak beradik itu, percakapan diantara mereka berdua membuat semuanya merasa sangat sedih.
Riri pun menoleh ke arah Dila dan meminta maaf atas perlakuan yang dia buat tadi.
"Kak Dila, tolong maafkan aku, aku sudah salah faham padamu!" Ucap Riri pada Dila yang berada di pelukan Suho.
"Kak Suho, aku juga meminta maaf atas perlakuan buruk ku padamu tadi!" Kata Riri yang di angguki oleh Suho karena merasakan kesedihan yang Riri rasakan.
"Kak Velia!" Ucap Riri memanggil Velia yang hanya diam mematung setelah melihat itu.
"Kenapa kakak hanya diam? Riri ingin minta tolong sama kakak untuk menjaga kak Chan dan menemaninya, karena Riri tak bisa lagi berada di sampingnya!" Ujar Riri penuh haru.
"Ri, apa kamu juga akan meninggalkan aku?" Tanya Gisella dengan lesu karena tak berdaya lagi.
Chan masih terisak dengan memeluk adiknya itu.
Chan pun mencium kening adiknya untuk yang terakhir kalinya, air mata Chan masih mengalir dengan deras di pipinya.
"Tersenyumlah untukku kak, aku ingin pergi dengan di temani oleh senyuman mu kak!" Ujar Riri " Jangan menangis!" Ujar Riri sembari menggelengkan kepalanya lalu mengusap air mata Chan.
Chan memeluk erat tubuh Riri dan berkata,,,,
"Kakak sangat menyayangi kamu" kata Chan di tengah-tengah kesedihannya.
"Aku juga menyayangimu kak!" Jawab Riri yang tersenyum haru ke arah kakaknya itu.
Perlahan arwah Riri menghilang dan tidak terlihat lagi. Bahkan Chan yang memiliki kekuatan supranatural pun tidak dapat melihatnya lagi.
Masih di tempat yang sama, Chan menangisi kepergian Riri. Velia yang berada di sana menenangkan Chan yang belum bisa menghentikan air matanya.
__ADS_1
Suho dan juga Dila perlahan berjalan mendekat ke arah Chan, lalu mereka meminta maaf atas kesalahan mereka di masalalu. Suho dan Dila tidak bisa melihat keberadaan Velia, yang mereka lihat hanyalah Chan yang kini tengah duduk bersimpuh di tengah jalan menangisi kepergian Riri.
"Chan, aku minta maaf atas kesalahanku di masalalu pada Riri, aku tidak tahu kalau Riri pergi begitu cepat! Aku juga turut berduka atas kepergiannya" ujar Dila yang juga sedih melihat keadaan Chan.
"Chan, maafin gue juga yang udah sering bikin gara-gara sama lo!" Ucap Suho yang juga meminta maaf akan kesalahannya.
"Adikku sudah memaafkan kalian begitu juga denganku!" Jawab Chan.
Suho sempat menawarkan pada Chan untuk mengantarnya pulang, namun Chan menolak dan memilih untuk pulang dengan mobilnya sendiri.
"Terima kasih atas tawaran kalian, kalian pulanglah dan beristirahat! Aku juga akan pulang!" Kata Chan sembari berjalan ke arah mobilnya dengan tatapan kosong.
Sesampainya di rumah Chan. Chan terus saja memandangi foto adiknya yang terpajang di ruang tamu. Hati perih, seakan tak berdaya karena ditinggalkan oleh Riri untuk selama-lamanya. Namun Chan tak lagi mengeluarkan air matanya karena Riri telah meminta Chan untuk tidak menangisi kepergiannya.
"Ri, kenapa kamu ninggalin kakak untuk yang kedua kalinya?" Ucap Chan lesu dengan tatapan kosongnya.
Seketika raut wajah Chan berubah karena mengingat siapa yang sudah membunuh adiknya.
"****** itu harus mendekam di penjara!! Aku akan membuat dia mempertanggungjawabkan perbuatannya!!" Ujar Chan dengan penuh emosi.
"Chan, kamu yang sabar ya! Kamu harus ingat kalau Riri melarang kamu untuk bersedih, dan kontrol emosi kamu" Kata Velia yang mulai menenangkan Chan.
"Tapi kenapa ini terjadi pada Riri, Vel? Apa salah Riri? Kenapa bukan aku saja?" Tanya Chan.
"Sudah, Chan! Kamu harus sabar! Ikhlaskan Riri" ucap Velia yang setelahnya langsung memeluk Chan hangat.
Chan pun tertidur dalam pelukan Velia.
"Aku tahu ini sangat berat bagimu, Chan! Aku tidak tahu apakah Pipi dan juga Mamiku merasakan kesedihan seperti ini akan kepergian ku ini, atau sebenarnya mereka tidak tahu kalau aku sudah tiada?!" Ujar batin Velia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain rumah Dila,,,,
Suho bersama dengan Dila kini beristirahat di sofa.
__ADS_1
Dila tidak ingin ditinggal Suho bahkan untuk mengambil minum saja Dila harus ikut.