
"Riri?" Panggil Chan pada adiknya yang tiba-tiba menghilang.
"Chan, sepertinya Riri meninggalkan kita,, dia terlihat sangat marah tadi!" Kata Velia.
"Lalu bagaimana kita bisa keluar dari sini tanpa adanya Riri?" Tanya Chan bingung.
Velia berusaha meyakinkan Chan kalau Riri pasti akan kembali untuk menjemput mereka. Chan juga ikut terbawa suasana, bahkan dia merasa marah saat melihat Riri diperlakukan buruk oleh Dila.
"Dila memang benar-benar keterlaluan! Dia yang sudah membunuh adikku!" Kata Chan.
"Chan, tenanglah kau jangan langsung mengambil kesimpulan seperti itu!"
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Terlihat sebelum Dila memainkan pisaunya lagi ke arah Riri. Dila hendak menampar Riri namun ternyata berhasil di halangi oleh Suho. Kehadiran Suho sontak membuat Dila dan juga Riri terkejut.
"Suho? Bagaimana kau bisa ada di sini?" Tanya Dila yang tangannya di tahan oleh Suho.
"Aku mendeteksi keberadaan mu melalui ponsel, sekarang katakan padaku, kenapa kau menyakitinya?" Tanya Suho.
"Kau tidak mengerti!! Dia sudah membuat aku marah!!"
"Semarah apa dirimu? Dan apa yang membuatmu marah sehingga kau melakukan hal seperti ini padanya?"
"Kau membelanya?" Tanya Dila.
"Jawab aku, Dil!!" Ujar Suho dengan tegas.
"Dia yang sudah berani menggantikan posisiku sebagai model ternama, dan bahkan dia berani menamparku! Kau sendiri juga tahu itu!" Kata Dila dengan nada sedikit tinggi.
"Hanya itu?"
"Kenapa kau malah membelanya? Seharusnya kau membelaku!" Ucap Dila yang terlihat marah karena Suho membela Riri.
"Dila dengarkan aku, aku akan selalu mendukungmu tapi tidak untuk perbuatan seperti ini! Ini bukan dirimu, Dil!! Riri menjadi seorang model itu mungkin sudah takdirnya, kau tidak bisa marah padanya hanya karena dia menjadi penghalang kamu untuk menjadi seorang model!! Bersaing lah secara wajar, jangan seperti ini!"
Dila saat itu tidak menjawab dan hanya diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Suho.
__ADS_1
"Kamu wanita yang baik sayang, jangan bertindak seperti seorang psikopat kejam, aku tidak membela Riri,, tapi aku hanya membenarkan apa yang salah pada dirimu?!" Kata Suho yang mampu membuat hati Dila luluh.
"Suho?!" Ucap Dila yang setelahnya langsung memeluk hangat Suho. Begitu juga dengan Suho yang membalas pelukan dari Dila.
Setelah itu Suho menyuruh Dila untuk melepaskan ikatan Riri. Kemudian Dila dan Suho membawa Riri ke rumah sakit untuk mengobati luka kecil pada Riri, dan Riri juga mengalami trauma sehingga menyebabkan dirinya harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari. Dan selama beberapa hari itu Dila dan Suho yang selalu menemani dirinya.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Lihatlah, Chan! Ternyata mereka berhati baik!" Kata Velia.
"Ternyata bukan Dila pelakunya" ujar Chan yang kini sudah mengetahui kenyataannya.
"Kini kau sudah tahu Chan, lantas apa kau masih ingin meluapkan emosi dan kekesalan kamu padanya?" Tanya Velia.
"Iya, Vel! Aku memang salah, tapi bagaimana cara kita memberi tahu Riri tentang ini, bahkan dia tak kunjung kembali ke sini!! Dia sudah salah faham karena melihat kejadian tadi!" Ujar Chan khawatir.
Chan yang khawatir akan kesalahpahaman adiknya terhadap Dila kini dia bingung harus melakukan apa. Sedangkan Velia berusaha mengeluarkan dirinya dan juga Chan dari masalalu itu. Namun saat hendak kembali, Velia dan juga Chan dikejutkan dengan gambaran masalalu yang terjadi,,,
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Iya ,kak nggak apa-apa kok, aku senang kak Dila akhirnya mengerti maksudku" jawab Riri.
"Oh iya, hubungi keluargamu dengan begitu aku akan pulang karena kamu sudah bersama dengan keluargamu!" Saran Dila.
Kemudian Riri pun menghubungi keluarganya dan memberitahukan kalau dirinya dirawat di rumah sakit. Begitu tahu kalau Riri masuk rumah sakit, kedua orang tua Riri langsung datang ke rumah sakit itu. Namun Chan saat itu tidak langsung datang karena masih banyak urusan yang harus dia kerjakan.
Kedua orang tua Riri dan juga Chan menanyai tentang kondisi Riri dan apa penyebab Riri bisa sampai masuk ke rumah sakit. Saat Dila ingin mengatakan yang sebenarnya ,tiba-tiba Riri memberi kode Dila untuk diam dan dia beralasan kalau dirinya jatuh dari tangga setelah sesi pemotretan.
Papa Chan bernama Leo Alexandra sedangkan mamanya bernama Intan.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Chan, apa mereka itu kedua orang tua kamu dan Riri?" Tanya Velia.
"Iya, Vel! Mereka adalah kedua orang tuaku!" Ujar Chan memberi tahu pada Velia.
"Tapi kenapa rasanya ada yang aneh dengan mama kamu? Tatapannya pada Riri tidak seperti anak dan orang tua?!"
__ADS_1
Chan pun menceritakan pada Velia kalau sebenarnya Intan adalah mama sambung mereka berdua namun meskipun mama sambung, Intan sudah memperlakukan Riri dan juga Chan seperti anak kandungnya sendiri. Mama kandung Chan dan juga Riri sendiri sudah meninggal ketika Riri berusia 5 tahun. Namun entah kenapa Chan sendiri tidak senang dengan mama sambungnya itu. Meskipun dia terlihat baik di depan Chan, namun Chan tetap tidak menyukainya.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Setelah kedatangan orang tua Riri saat itu, Dila dan juga Suho pamit untuk kembali ke Vila yang ada di puncak. Selang beberapa menit Chan datang dengan rasa kekhawatiran pada adiknya itu. Chan takut terjadi apa-apa dengan Riri.
"Dek, kenapa kamu bisa sampai masuk rumah sakit? Apakah ada yang terluka?!" Tanya Chan khawatir.
"Aku nggak apa-apa kok kak! Tadi cuma jatuh aja terus di bawa ke sini" Ujar Riri.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
"Chan, masalalu kamu dan juga Riri terlihat begitu harmonis! Kalian memang kakak beradik yang sangat manis! Andaikan saja aku memiliki seorang adik!" Ujar Velia sembari menghela nafasnya.
Chan bertanya apakah Velia anak tunggal. Velia berkata bahwa dirinya adalah anak tunggal dan bahkan dia tidak tahu kalau orang tuanya bisa setega ini padanya.
"Vel, bagaimana dengan Riri? Kenapa dia pergi begitu saja?" Tanya Chan.
"Sudah aku bilang kalau wajahnya tadi terlihat sangat marah, Chan!"
"Aku takut kalau sampai Riri berbuat nekat dan menyakiti Dila!" Kata Chan.
Velia mengangkat satu alisnya lalu berkata,,,,,
"Sejak kapan kau perduli dengan Dila? Bukankah kamu bilang kalau kamu nggak beneran sayang sama dia? Wah wah aku tertipu rupanya?!" Ujar Velia yang sebenarnya merasa cemburu.
"Hey, apa kau cemburu?" Tanya Chan menggoda Velia.
"Apaan sih? Buat apa aku cemburu?" Ujar Velia.
Tiba-tiba mereka terbawa ke suatu tempat yang tak lain adalah rumah keluarga Chan sebelum Chan memilih untuk tinggal sendiri.
...⏳⏳Gambaran Masalalu,⏳⏳...
Di kamar Riri,,,,,
Chan sedang berbicara dengan Riri dan mengucapkan selamat pagi pada adik kesayangannya itu. Namun hari itu terasa sangat aneh bagi Chan, seolah akan terjadi sesuatu di sana. Chan saat itu juga berpamitan dengan Riri karena dia harus pergi ke luar kota untuk mengelola perusahaan papanya.
__ADS_1