Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Sosok di kamar mandi


__ADS_3

Chan membelalakkan matanya melihat hantu itu.


"Sebenarnya apa mau kamu?!" ucap Chan yang perlahan berjalan mendekati hantu itu.


Namun langkah Chan terhenti "Tidak-tidak, Chan, kamu nggak boleh ikut campur dengan urusan makhluk lain, dan aku juga tidak paham dengan apa yang mereka mau" ucap Chan di dalam hatinya.


Terdengar suara minta tolong dari arah hantu itu, Chan mengira kalau hantu itu memang sangat membutuhkan pertolongannya.


"Apa hantu tadi meminta tolong padaku? oh astaga Riri kamu di mana?!" mohon Chan dalam hatinya agar Riri segera menolong Chan untuk mengusir hantu itu dari sana.


Selang beberapa detik, seakan memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Chan, Riri tiba-tiba muncul dan mengagetkan Chan.


"Aduh dek ,bisa nggak sih nggak usah ngagetin?!" ucap Chan sembari mengusap dadanya akibat terkejut "Ya siapa suruh kakak manggilnya dadakan" jawab Riri yang benar adanya "Haish sudah-sudah, tuh lihat di sana ada han...." ucapan Chan terpotong setelah dia menunjuk ke arah di mana hantu tadi berada. Hantu itu menghilang begitu saja dari sana.


Chan celingukan mencari keberadaan hantu itu, namun dia tidak melihatnya lagi di mana-mana.


"Nggak ada kan kak?!" tanya Riri pada kakaknya yang masih terlihat celingukan mencari keberadaan hantu tadi.


Riri menghela nafasnya dan berkata lagi "Mungkin dia sudah pergi kak?!", "Kenapa bisa begitu? kamu bahkan belum mengusirnya?!" jawab Chan yang terlihat bingung.


"Hantu memang kadang seperti itu, kadang kala mereka langsung pergi kalau bertemu dengan sesamanya namun yang memiliki aura baik, termasuk Riri " jelas Riri pada Chan "Maksud kamu gimana sih dek? kakak nggak paham?!" jawab Chan yang masih saja bingung.


"Haish , gini kak, arena Riri membawa aura baik, jadi mereka para hantu yang memiliki niat jahat, ketika melihat Riri ,mereka langsung pergi gitu aja. Bahkan kadang ada juga yang harus di usir?!" jelas Riri lagi " Oh jadi gitu ya" Ucap Chan yang sambil mengangguk paham.


"Chan kamu bicara sama siapa?!" tanya Gisella yang berjalan menuju dapur. Beruntung Riri langsung menghilang dari sana, sehingga Velia tidak melihat kedatangan Riri di sana.


"Aku nggak bicara sama siapa-siapa kok, mungkin cuma perasaan kamu aja kali" ucap Chan yang sedikit gagap karena takut ketahuan.

__ADS_1


Setelah itu Chan dan Velia pun menuju ruang tv dan melanjutkan menonton tv bersama .Chan tertidur terlebih dahulu di pundak Velia ,sedangkan Velia sendiri masih belum tidur.


"Chan ,kenapa kamu baik padaku? padahal kita kan belum sepenuhnya mengenal satu sama lain? tapi ngomong-ngomong kamu tampan juga kalau lagi tidur gini!" Ucap Velia di dalam hatinya, dan tak lama kemudian dia pun juga ikut tertidur.


Keesokan harinya Chan terbangun dari tidurnya....


"Loh kok aku di sini?!" tanya Chan sambil mengingat apa yang sudah terjadi kemarin "Oh iya kemarin kan aku memang berada di sini buat nemenin Velia?!" ucap Chan yang sudah berhasil mengingat apa yang terjadi.


Saat itu Velia memang sudah bangun lalu memasak di dapur untuk menyiapkan sarapan.


"Chan ayo kita makan, aku udah siapin sarapan" ucap Velia yang berdiri di dekat sofa tempat Chan tertidur tadi malam.


Chan yang masih belum membuka mata sepenuhnya pun menjawab "Baiklah , aku akan cuci muka dulu!".


Setelah itu Chan mencuci mukanya dan berjalan ke arah meja makan, dan terlihat jelas Velia yang sudah duduk di kursi meja makan ,sembari menunggu Chan yang sedang mencuci mukanya.



Chan terkejut dan mencoba mendekatkan wajahnya ke cermin dengan tujuan , agar dapat melihat hantu itu lebih jelas lagi. Namun saat dia sudah semakin dekat , tiba-tiba ada suara ketukan pintu.


Tok tok tok......


Suara pintu yang diketuk oleh Velia yang datang untuk memastikan kalau Chan baik-baik saja.


"Chan apa kau baik-baik saja? kenapa kau lama sekali?!" Tanya Velia dari luar kamar mandi. Chan pun menjawab " Aku baik-baik saja Vel!", "Kalau begitu cepatlah ,aku akan menunggumu di meja makan" Jawab Velia pada Chan.


Chan pun kembali mencuci wajahnya ,dan kini sosok yang tadi dia lihat sudah tidak ada lagi. Entah kemana perginya hantu itu, tapi Chan seperti merasa tidak asing dengan wajah hantu itu.

__ADS_1


Setelah selesai mencuci muka, Chan segera menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan Velia.


Mereka berdua pun makan sarapan bersama...


"Maaf ya Chan kalau nggak enak, soalnya aku juga baru belajar?!" ujar Velia ,"Hey aku bahkan belum mencicipinya" jawab Chan "Ya kan aku mau bilang dulu sebelum kamu makan", "Ya udah aku cobain ya".


Chan pun akhirnya memakan sarapan buatan Velia ,dan ternyata masakan Velia itu enak baginya.


"Masakan kamu enak Vel" ujar Chan dengan melahap sarapan buatan Velia "Benarkah?, padahal aku baru belajar loh! dan ini juga mami aku yang ngajarin?!" Ujar Velia namun mendadak wajahnya menampakkan kesedihan.


"Kok kamu sedih?!" tanya Chan " Aku kangen sama mami dan pipi aku Chan! entah sekarang mereka ada di mana" ujar Velia sedih.


"Yang aku ingat, aku sudah membuat mereka kecewa Chan, apa mungkin mereka tidak menemui aku karena itu?!" ujar Velia yang menoleh pada Chan.


"Memangnya kamu buat salah apa sama oran tua kamu?!" tanya Chan pada Velia. "Aku pernah bilang ke mereka untuk tidak menemui aku lagi, dan itu semua aku lakukan karena mereka melarang aku untuk berhubungan dengan Dafa?!" ujar Velia sedih.


"Padahal aku sudah membelanya di depan orang tuaku, dan aku sampai bertengkar dengan kedua orang tuaku, tapi ternyata dia sekarang malah mengkhianati aku?!" Ujar Velia yang menangis sendu.


Chan yang melihat Velia menangis ,dia tidak tega dan mengusap air mata Velia.


"Vel ,jangan menangis, aku tidak bisa melihat kamu menangis!" ucap Chan yang berusaha menenangkan Velia.


"Untuk apa kau perduli denganku Chan?!" ujar Velia "Ya maksud aku, aku tidak bisa melihat seorang wanita menangis Vel", " Oh iya bagaimana kalau aku ngajak kamu ke pantai?!" ajak Chan pada Velia sembari mengalihkan pembicaraan.


Velia pun akhirnya menyetujui ajakan Chan, dan mereka berdua berangkat ke pantai hari itu juga.


Sesampainya mereka di pantai. Chan sengaja mengajak Velia ke pantai yang sepi pengunjung atau lebih tepatnya belum ramai yang tau tempat itu. Chan sengaja karena takut jika nantinya ada kejadian yang membuat pengunjung lain takut dan juga membuat Velia merasa bingung.

__ADS_1


Jadi Chan memutuskan untuk pergi ke pantai yang tidak banyak pengunjung.


__ADS_2