Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Semuanya sudah terjadi


__ADS_3

"Kami sama seperti dirimu, nak!" Jawab Pipinya.


Deg,,,,,


"Ta,,tapi??? Ja,,jadi selama ini?" Ucap Velia yang seakan tak percaya dengan semua ini.


"Kami sebenarnya selalu datang untuk menemui kamu nak, tapi Talia adik kamu itu selalu menghalangi kami?!" Kata Vebiola menjelaskan.


"Akhhhh" Rintih Velia sambil memegang kepalanya.


Saat itu juga Velia langsung diperlihatkan gambaran masalalu dirinya.


...⏳⏳ Gambaran Masalalu⏳⏳...


"Pipi, Talia ingin bunga tulip!" Pinta Talia pada Kim Chen.


Namun tiba-tiba saja Vebiola datang dengan membawa 2 tangkai bunga mawar.


"Selamat pagi semuanya! Velia, ini Mami bawakan bunga mawar untuk kamu!" Ujar Vebiola sembari memberikan bunga itu pada Velia.


"Makasih Mami," Jawab Velia dengan senyum manis di wajahnya.


"Dan ini untuk kamu, Talia!" Ucap Vebiola lagi sembari memberikan bunga mawar yang satunya.


"Mami gimana sih? Talia kan sukanya sama bunga tulip!" Kata Talia yang mulai kesal dengan Maminya.


"Maaf ya sayang, tadi kata yang jualan adanya cuma bunga mawar jadi Mami ambil ini buat kalian berdua!" Ucap Vebiola yang masih memegang bunga mawar itu.


"Ah Mami nggak asik!!" Kata Talia lalu setelahnya pergi begitu saja.menuju kamarnya.


Talia semakin hari dia merasa kalau kedua orang tuanya hanya mementingkan kakaknya saja. Sampai suatu hari Talia ingin menikah dengan pria yang dia cintai, namun ternyata pria itu justru malah mencintai Velia.


Padahal kenyataannya Velia menolak cinta dari pria itu, namun yang Talia tahu kakaknya itu hanya bisa merusak hubungannya saja.


Sampai suatu hari, Talia ingin membunuh kakaknya sendiri.


"Kak, apa kau bisa ikut denganku?" Tanya Talia yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar kakaknya.


"Kemana , dek?" Tanya Velia.

__ADS_1


"Aku ingin pergi ke mall!" Kata Talia.


"Tapi ini sudah malam, besok saja ya!" Ucap Velia menawar.


Talia pun berusaha membujuk kakaknya itu sampai akhirnya Velia mau menemaninya untuk pergi ke mall. Situasi saat itu sudah malam, bahkan hujan juga baru saja reda.


Kondisi di rumah Velia juga tidak ada siapapun selain mereka berdua. Pipi dan Mami mereka sedang pergi ke luar kota, dan yang mereka ketahui kedua orang tuanya itu akan pulang 1 hari lagi.


Di tengah perjalanan menuju mall, mobil yang mereka tumpangi seperti macet, namun Talia hanyalah berakting saja. Karena saat itu Talia yang menyetir mobilnya.


"Kak, kayaknya mobilnya macet deh!" Kata Talia.


"Masak sih dek? Perasaan mobil ini nggak pernah macet deh!" Kata Velia yang tak yakin kalau mobilnya memang benar-benar macet.


"Tapi ini beneran mati kak mobilnya!" Ucap Talia yang masih berusaha meyakinkan Velia kalau mobilnya macet.


"Jangan main-main dong dek, ini tuh jalan sepi banget dan gelap, disini juga nggak akan ada bengkel!" Kata Velia yang mulai khawatir.


"Coba kakak turun terus cek mesinnya!" Pinta Talia.


"Tapi kakak kan nggak tau masalah mesin!" Ujar Velia bingung.


"Coba dulu kak!"


"Loh, ini nyala dek?" Kata Velia bingung karena melihat mobilnya bisa menyala.


Talia langsung memundurkan mobilnya sedikit menjauh dari Velia.


"Dek, kamu mau ngapain?" Tanya Velia yang tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Talia.


Sampai akhirnya Velia menyadari kalau Talia memang sengaja akan menabrak dirinya. Talia pun melaju dengan kencang ke arah Velia. Velia langsung berlari menghindar.


"Kamu harus mati, kak! Aku benci padamu!! Kata Talia di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan penuh.


Velia masih terus berlari namun pandangannya masih mengarah ke mobil Talia. Dan tanpa Velia ketahui dari arah belakangnya ada sebuah mobil yang juga melaju dengan kencang sehingga menabrak Velia hingga terpental jauh. Sedangkan mobil Talia menghantam mobil yang tadi menabrak Velia.


Brukkk,,,,,


Back to Velia

__ADS_1


"Mami" kata Velia yang langsung memeluk Maminya itu lalu menangis.


"Apa salah Velia sampai dia tega membunuh Velia?" Tanya Velia sembari menitihkan air matanya.


"Sudah lah ,nak ! Semuanya sudah terjadi dan Pipi minta maaf karena tidak bisa menjaga kalian!" Ucap Pipi Velia sembari mengelus lembut kepala anaknya itu yang berada di pelukan Vebiola.


"Apa kalian berdua juga sama seperti Velia? Apa kalian juga di bunuh oleh Talia?" Tanya Velia di sela tangisnya.


"Kami sebenarnya,,,,, " Ucap Mami Velia terpotong oleh Kim Chen Zee.


"Biar aku saja yang menjelaskan semuanya!" Kata Kim Chen.


Perlahan air mata Kim Chen terjatuh dari pelupuk matanya. Chan yang melihat ketiga hantu itu menangis hanya bisa terdiam lalu mendengarkan penjelasan dari Pipi Velia.


"Sebelumnya Pipi ingin meminta maaf padamu, nak! Pipi sudah melakukan kesalahan yang besar!" Ujar Kim Chen yang sudah berlinangan air matanya.


"Katakan semuanya, Pi!" Pinta Velia yang sudah tak sabar ingin mengetahui cerita di balik semua yang terjadi.


"Sebenarnya Pipi lah yang sudah menabrak kamu!"


Deg,,,,,,


Hati Velia seakan remuk seketika saat mendengar ucapan Pipinya. Mengetahui kebenaran itu Velia nampak sedikit syok karena tidak menyangka kalau pembunuhnya adalah Pipinya sendiri.


"Tapi Pipi benar-benar tidak sengaja melakukannya, Pipi saat itu hanya fokus menyetir dan kecepatan Pipi di atas rata-rata, karena Pipi kira jalanan itu sepi!" Ucap Kim Chen Zee dengan linangan air matanya.


"Dan Pipi juga tidak menyangka bisa menabrak mobil adik kamu juga saat itu! Karena Pipi dan Talia sama-sama melajukan mobil dengan kecepatan penuh! Pipi sangat menyesal nak!!" Ucap Kim Chen Zee lagi dan semuanya yang mendengar itu menangis, termasuk Chan.


Seketika Talia langsung muncul di hadapan mereka semua.


"Jadi saat itu Pipi sama Mami yang aku tabrak?" Tanya Talia yang tiba-tiba muncul.


Semua tampak terkejut melihat kedatangan Talia.


"Kenapa Pipi sama Mami nggak pernah bilang sama aku?" Tanya Talia dengan wujud aslinya.


"Talia, maafkan Pipi, Pipi bahkan tidak tahu bagaimana acara menjelaskannya pada kalian!" Ucap Kim Chen Zee.


Dan ternyata kematian Kim Chen Zee dan juga Vebiola itu terlibat dalam kecelakaan anaknya. Kim Chen Zee dan juga Vebiola saat itu hendak pulang dan memberikan kejutan pada anak mereka karena tidak jadi pulang 1 hari lagi. Namun justru peristiwa naas itu menimpa keluarga mereka. Kim Chen pikir jalan itu sepi jadi dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, supaya cepat sampai di rumah. Namun tanpa Kim Chen pikirkan ada seorang perempuan yang tak lain adalah Velia, dia berlari tanpa memandang mobil yang sedang melaju kencang, karena pandangan Velia ada pada mobil Talia. Sampai akhirnya mobil Kim Chen menabrak Velia dan langsung membanting stir hingga menabrak mobil milik Talia yang juga melaju kencang dari arah yang berlawanan.

__ADS_1


"Sudah, Pi! Semuanya sudah terjadi, kecelakaan itu terjadi karena ketidaksengajaan!" Ujar Velia sembari memeluk hangat Pipinya yabg sedang menangis.


"Kak!" Kata Talia memanggil Velia dengan wajah lesu.


__ADS_2