Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Ternyata saingan Dila


__ADS_3

Saat Velia hendak melihat lihat tanaman mawar miliknya, Velia tidak sengaja terpeleset oleh tanah licin yang disebabkan oleh air yang dia gunakan untuk menyirami tanaman mawar miliknya itu.


Chan yang melihat Velia hendak terpeleset pun langsung berlari ke arah Velia dan menolongnya, namun sama saja justru mereka berdua malah terjatuh bersama.


Velia awas!" ujar Chan sembari berlari ke arah Velia.


"Akhhhh,,,," ujar Velia.


Brukkk,,,,,,,,,


Kini posisi mereka saling berhadapan dengan Velia yang berada di atas Chan. Mereka saling menatap satu sama lain.


Riri yang melihat kejadian itu sengaja menutup mata dengan tangannya namun masih dia buka sedikit untuk melihat kejadian langka itu.


"Astaga? kenapa hatiku berdebar seperti ini? apa aku menyukai Chan?" ujar Velia di dalam hatinya.


"Astaga? perasaan apa ini? rasanya hatiku berdegup sangat kencang, dan hatiku seolah merasakan kebahagiaan saat menatap Velia dari jarak sedekat ini?!!" ujar Chan di dalam hatinya.


Velia pun tersadar dan segera bangkit dari posisinya yang semula berada di atas Chan.


"Ma,,maafkan aku Chan?!" Ujar Velia yang langsung berdiri dari posisinya.


"Iya nggak apa-apa , apa kamu baik-baik saja?" tanya Chan sembari terbangun dari posisinya juga.


"Aku baik-baik saja kok, makasih ya udah nyelamatin aku, kalau nggak ada kamu mungkin aku sudah kepeleset dan jatuh tadi!!?" Ujar Velia yang masih salah tingkah setelah kejadian tadi.


"Lah ,kalian kan memang sudah jatuh tadi!" ujar Riri dengan tiba- tiba ,sampai akhirnya Chan dan juga Velia menoleh ke arahnya.


"Jatuh sih jatuh, tapi kayaknya tadi itu sampai jatuh cinta deh?!" ujar Riri menggoda kakaknya dan juga Velia.


Setelah mendengar ucapan Riri , Chan dan juga Velia tersipu malu.


"Kalau gitu aku pulang dulu" ujar Chan mengawali pembicaraannya lagi.


"Kenapa buru-buru kak?" tanya Riri yang belum sempat di jawab oleh Chan ,namun langsung di jawab oleh Velia.

__ADS_1


"Iya Chan nggak apa-apa kok , makasih ya udah bantuin aku hari ini, makasih juga ya Riri kamu juga udah bantuin kakak?!"


Chan dan juga Riri mengangguk pada Velia pertanda bahwa mereka juga sama-sama membantu Velia dengan senang hati.


"Kalau gitu aku mau jalan-jalan aja deh!" ujar Riri setelahnya.


"Lah, hantu kok jalan-jalan sih?" tanya Velia bingung.


"Biasalah ,dia memang sukanya kayak gitu!" Jawab Chan.


Setelah itu Chan pun pulang ke rumahnya sedangkan Riri berpamitan dengan Velia untuk jalan-jalan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah itu di sisi lain ,yaitu rumah Dila.


Dila sedang memikirkan siapa sebenarnya adik Chan . Dila seperti tidak asing dengan wajah adik Chan, namun dia terus berpikir untuk mencari tahu siapa sebenarnya adik Chan itu. Karena Dila merasa sudah pernah bertemu dengan adik Chan sebelumnya.


Setelah Dila berpikir beberapa saat ,dia berhasil mengingat siapa adik Chan.


Flashback,,,,,,,


Riri hanya menunduk terdiam karena diejek oleh Dila yang saat itu sedang melakukan pemotretan bersama. Saat itu memang Riri yang sedang naik daun sehingga membuat Dila merasa iri dengannya.


"Kamu pikir setelah kamu naik daun ,kamu bisa menggeser kepopuleran ku?" ucap Dila yang menunjuk-nunjuk wajah Riri.


"Maaf kak, aku tidak memiliki maksud seperti itu padamu, aku cuma ingin menjalankan hobi ku saja kak." ujar Riri yang menjelaskan kepada Dila yang saat itu memang Dila dulu yang terkenal populer di dunia permodelan sebelum Riri.


"Sudah nggak usah alasan! aku tau niat busuk kamu! kita lihat saja ,siapa yang akan lebih populer nanti?!" ujar Dila yang setelahnya meninggalkan Riri di koridor.


Back to,,,,,,


"Ya , aku mengingatnya, dia adalah seorang model yang tengah naik daun dulu dan dia mau menggeser kepopuleran ku dulu" ujar Dila yang sudah mengingat kejadian satu tahun yang lalu.


"Tapi saat itu aku belum sempat memberi dia pelajaran, dan sekarang dia justru sudah mati? hahaha?!" Dila tertawa bahagia mengetahui kalau saingannya dulu ternyata sudah lebih dulu mati.

__ADS_1


"Bahkan tanpa aku harus turun tangan sendiri, tuhan sudah lebih dulu menolongku untuk mengambil nyawanya?!" ujar Dila sembari berpikir. "Sekarang aku malah berpacaran dengan kakaknya, kalau begitu aku tinggal menghancurkan hati kakaknya saja" ujar Dila lagi dengan niat buruk yang dia miliki terhadap Chan.


Saat Dila sedang sibuk memikirkan cara untuk membuat hati Chan hancur, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumah Dila. Dila pun segera membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang berkunjung ke rumahnya.


"Chan? ngapain apa kamu ke sini?!" tanya Dila setelah mengetahui kalau Chan lah yang datang ke rumahnya.


"Memangnya kenapa kalau aku datang ke rumah pacar aku sendiri?" ujar Chan heran.


"Haduh, pakai acara lupa segala lagi kalau aku udah jadi pacarnya Chan?!" gerutu Dila di dalam hatinya.


"Apa kamu sibuk hari ini?" ujar Chan yang menanyakan apakah Dila sedang sibuk.


"Iya aku nggak sibuk sih Chan, tapi aku lagi nggak enak badan ,jadi aku mau istirahat aja di rumah" ujar Dila berbohong kepada Chan tentang kondisinya.


"Apa kamu baik-baik saja? kita ke dokter sekarang ya ! aku akan mengantar kamu?!" ujar Chan yang mengkhawatirkan kondisi Dila.


"Itu tidak perlu Chan, aku mau istirahat di rumah saja!" ujar Riri uang tengah berbohong lagi kepada Chan.


"Apa kamu mau ditemani?" tanya Chan yang menawarkan dirinya untuk menemani Dila.


"Tidak perlu Chan, aku ingin sendiri dulu , mending kamu di rumah saja, nanti kalau ada apa-apa aku akan menelpon kamu!" ujar Dila berbohong lagi.


"Y sudah kalau begitu aku akan pulang dulu , kabarin aku ya kalau semisal ada apa-apa?!" ujar Chan yang hanya di jawab anggukan oleh Dila.


Setelah itu Chan pun pulang dan sedangkan Dila segera masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu rumahnya dengan malas.


"Haish, untung dia udah pergi, males banget rasanya kalau harus keluar sama dia?!!" ujar Dila yang masih berdiri di belakang pintu rumahnya. " Mendingan aku belanja aja ke mall dari pada harus pergi jalan sama Chan!" ujar Dila lagi yang setelahnya segera bersiap untuk menuju ke mall.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Chan , Dia sedang duduk di sofa miliknya setelah dia pulang dari rumah Dila tadi.


"Kenapa sikap Dila mendadak berubah seperti ini? kemarin dia yang mengajak untuk berpacaran, tapi sekarang dia yang tiba-tiba malah berubah!!" ujar Chan yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Saat sedang sibuk memikirkan tentang Dila ,Chan tiba-tiba saja mengingat kejadian tadi siang saat bersama dengan Velia di taman belakang rumah Velia itu.

__ADS_1


Dan saat Chan mengingatnya entah kenapa dia malah tersenyum-senyum sendiri.


"Vel, kamu memang paling bisa membuat hatiku berdebar, kamu cantik Vel, tapi sayang aku tidak bisa memiliki kamu?!" ujar Chan yang setelahnya menghela nafas dan berkata lagi, "Itu karena dunia kita berbeda?!" ujar Chan lagi dengan nada penuh kesedihan.


__ADS_2