
Chan pun memanggil Riri untuk segera datang menyelamatkan Chan. Seketika Riri muncul di hadapan Chan dan juga mengusir hantu itu.
Setelah hantu itu pergi, Chan segera membersihkan pecahan gelas yang berserakan itu.
Kemudian setelah selesai , Chan dan Riri pun melanjutkan pembicaraannya tadi yang sempat tertunda.
Riri menjelaskan pada Chan kalau tidak mungkin Velia menghilang setelah mengetahui kalau dia sudah tiada. Chan sebenarnya masih bingung dengan apa yang di katakan oleh adiknya itu. Namun Riri berhasil meyakinkan kakaknya , kalau Velia tidak akan menghilang setelah mengetahui kebenarannya.
"Apa kakak lupa, kalau aku juga sudah tiada? dan bahkan aku juga tahu kalau aku sudah meninggal ! tapi apa kakak tidak berpikir ,kalau memang kaka Velia menghilang setelah mengetahui kebenarannya, bukankah aku seharusnya juga menghilang sejak dulu?!" ucap Riri yang setelahnya berhasil membuat Chan yakin dengan apa yang di katakan oleh Riri.
"Kamu benar dek, tapi ini masih terlalu cepat untuk kakak mengatakan kebenarannya pada Velia!" ujar Chan yang sedikit sedih.
"Tapi bukankah lebih cepat lebih baik ya kak?!" ujar Chan.
"Baiklah ,kakak akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya pada Velia?!" ucap Chan.
Setelah itu Chan meminta pada Riri untuk kembali menjaga Velia di rumahnya. Dan setelahnya Riri pergi ke rumah Velia.
Chan pun memutuskan untuk tidur ,karena dia ada janji keluar bersama Dila besok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Velia......
Velia sudah selesai memakan nasi goreng dan juga susu yang tadi dia buat. Velia pun menuju ke kamarnya untuk segera tidur.
Setelah masuk ke dalam kamarnya, Velia melihat ada yang aneh dengan cermin yang biasa dia gunakan untuk bercermin. Seakan ada yang bergerak ingin keluar dari cermin.
"Eh itu apaan?" ujar Velia .
Karena rasa penasaran Velia ,dia akhirnya mendekati cermin itu. Namun bertapa terkejutnya Velia saat melihat sosok yang ada di cermin itu yang hendak keluar dari cermin.
"Siapa kamu?!" ujar Velia "Pergi kamu dari kamarku!!! aku tidak ada urusan sama kamu!!!!" ujar Velia yang ketakutan.
Hantu itu berusaha keluar dari cermin itu.
Sedangkan Riri yang berada di luar kamar Velia ,merasa bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
Hingga akhirnya Riri mendapatkan cara untuk mengusir hantu itu. Namun caranya sangat beresiko untuk dilakukan.
Resikonya saat Riri nanti masuk ke dalam kamar Velia, secara tidak langsung Velia akan melihat sosok Riri. Namun karena Riri tidka memiliki cara lain selain itu, akhirnya dia memutuskan untuk segera menolong Velia.
__ADS_1
Hantu itu sudah berhasil keluar dari dalam cermin dan merangkak mendekati Velia ,dan hendak mencekik leher Velia.
"Jangan mendekat!!!!Pergi kamu dari sini!!!" Usir Velia pada hantu itu.
Saat tangan hantu itu hendak mencekik Velia. Dengan sigapnya Riri datang dan melempar hantu itu hingga membentur dinding, dan hantu itu pun menghilang begitu saja.
Saat Riri menolong Velia, dia berwujud layaknya manusia sehingga membuat Velia bingung akan kedatangan Riri yang datang begitu saja. Velia terkejut dengan kedatangan Riri yang tiba-tiba menolongnya.
"Si..siapa kamu??" tanya Velia.
Riri saat itu hendak pergi namun dihalangi oleh Velia.
"Tunggu dulu! kau belum mengatakan siapa kamu? dan bagaimana kamu bisa tiba-tiba masuk seenaknya ke dalam rumahku?!" tanya Velia.
"Aku tidak akan menyelamatkanmu kalau aku tidak masuk ke dalam rumahmu!!" ujar Riri yang berdiri membelakangi Velia.
"Hey ,apa kau tidak tahu sopan santun? kalau diajak bicara itu menghadap ke orangnya!!" ujar Velia kesal.
"Dan apa kakak tidak tahu terima kasih? setelah aku menolong kakak?!" ucap Riri lebih kesal lagi.
"Kakak?" tanya Velia pada Riri, karena bingung kenapa dia dipanggil kakak "Kenapa kau memanggilku kakak?" tanya Velia lagi.
Riri pun membalikkan badannya dan kini menghadap ke arah Velia. Velia membelalakkan matanya setelah dia melihat kecantikan Riri.
"Ka..kamu cantik sekali??!" ucap Velia yang masih terpanah dengan kecantikan Riri.
Pada dasarnya usia Riri jauh lebih muda dibandingkan dengan Velia. Usianya membuat dia gampang berubah-ubah pola pikirnya.
Yang awalnya dia merasa kesal pada Velia .Namun karena di puji oleh Velia, dia merasa sangat senang dan langsung melupakan apa yang sudah terjadi tadi.
"Eh, kenapa kau memelukku?!" ujar Velia yang masih bingung dengan apa yang terjadi pada wanita yang memeluknya dengan tiba-tiba itu.
Riri melepaskan pelukannya dan akhirnya berkenalan dengan Velia.
"Kenalin, nama aku Riri?!" mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Velia.
"Kakak Velia kan?!" tanya Riri "Kamu tahu dari mana kalau aku Velia, aku bahkan belum pernah bertemu denganmu sebelumnya?!" ujar Velia yang masih bingung.
"Aku tau dari kak ,Chan?! Ups.....?!" karena keceplosan Riri langsung menutup mulutnya.
"Chan? ka..kau siapanya Chan?" tanya Velia gugup dengan sedikit takut.
"Haduh gimana ini? kalau aku bilang yang sebenarnya pasti kak Velia akan ketakutan,, eh tapi tunggu biarin aja kak Velia tau kalau aku adiknya kak Chan,,, kalau dia tau nantinya akan lebih mudah dia menerima kalau dirinya sudah tiada, dan aku akan tetap merahasiakan ini sampai kak Chan sendiri yang memberi tahu kak Velia?!" ujar Riri di dalam hatinya.
__ADS_1
"Hey, kenapa kamu malah melamun?!" tanya Velia yang membuyarkan lamunan Riri.
"Eh, maaf kak" ujar Riri.
"Jadi kamu siapanya Chan?!" tanya Velia lagi.
"Aku Riri adik kandungnya kak Chan ?!" ujar Riri dengan penuh keberanian.
"(*Deg) adiknya Chan?!" ujar Velia.
"Oh, adiknya Chan ya?!" ucap Velia lagi yang membuat Riri mengangkat satu alisnya karena heran.
"Loh, kok kak Velia biasa aja sih responnya?
memangnya kak Chan belum kasih tau kak Velia ya tentang adiknya yang sudah meninggal?!" ujar Riri penasaran dan sedikit bingung dalam hatinya.
Tiba-tiba Velia membelalakkan matanya hingga membuat Riri bertambah bingung.
"Kakak kenapa?!" tanya Riri.
"Tunggu! tadi ka...kamu bilang adiknya Chan?" ujar Velia sedikit gugup karena takut.
"Setahu aku, Chan pernah bilang kalau adiknya sudah meninggal?! jadi kamu?!" ucap Velia.
"Iya kak?!" ucap Riri dengan singkat.
"Huaaaaaaaaa" teriak Velia ketakutan.
"Eh, kak Velia nggak perlu takut sama aku?!" ujar Riri yang berusaha membuat Velia tenang.
"Lagi pula kita itu sama-sama....." ucapan Riri terhenti karena dia ingat kalau Velia belum tau kebenarannya.
"Sama-sama apa?!" tanya Velia yang masih ketakutan.
"Aduh pakai acara keceplosan segala lagi?!" gerutu Riri pada dirinya sendiri.
"Maksud aku, kak Velia sama kayak kak Chan yang bisa melihat hantu." ujar Riri.
"Ya Tuhan ,kenapa ini harus terjadi padaku?!" ujar Velia yang meratapi nasibnya.
"Terima saja kak, ini adalah anugrah untukmu" ujar Riri dengan senyuman manis yang terukir di wajahnya.
"Haish ,bagiku ini bukan anugrah, tapi ini kutukan!!" ujar Velia kesal pada dirinya sendiri lalu memencepkan bibirnya.
__ADS_1
Velia bertanya kepada Riri ,kenapa Riri bisa berada di rumah Velia saat itu. Riri pun menjelaskan kepada Velia kalau kehadirannya di sana karena di suruh oleh kakaknya , yaitu Chan.
"Chan? sebegitu pedulinya kamu sama aku?,, sampai-sampai kau menyuruh adik kamu sendiri untuk menjaga aku?!" ujar Velia senang di dalam hatinya ,"Eh? perasaan apa ini? kenapa aku begitu senang ketika tau kalau Chan menyuruh adiknya untuk menjaga aku?!" batin Velia.