
"Vel, apa itu kau?" Tanya Chan lalu kemudian Velia langsung muncul di hadapan Chan.
"Haish, kenapa kau tahu kalau ini aku?" Tanya Velia sambil memencepkan bibirnya.
"Aroma mawar milikmu ini, aku sudah terbiasa!" Ucap Chan memberi tahu Velia kalau dia sudah mulai terbiasa akan hadirnya Velia.
Velia menghela nafasnya,,,,
"Ada apa? Kau juga cepat sekali datang ke sini?" Tanya Chan heran, kemudian tiba-tiba saja wajah Velia terlihat sedih.
"Loh, Vel? Kok kamu kelihatannya sedih gitu?!" Tanya Chan lagi yang melihat Velia murung.
Velia pun menjelaskan pada Chan kalau dia bosan di ganggu oleh hantu terus. Chan bahkan sudah menyarankan kalau membiarkan saja hantu itu dan menanyakan apa yang dia mau. Tapi Velia sudah melakukannya dan hasilnya nihil, hantu itu seperti tidak ingin melihat Velia bahagia.
"Sebenarnya kamu ada hubungan apa sama hantu itu Chan?" Ucap Velia yang masih sedih.
Deg,,,,
Pertanyaan Velia membuat Chan bingung sekaligus merasa terkejut.
"Maksud kamu apa, Vel? Aku tidak mengerti?!" Tanya Chan bingung.
"Hantu itu menyuruhku untuk menjauhi kamu, Chan!" Jelas Velia.
"Tapi aku bahkan tidak tau siapa hantu itu!"
"Mungkin dia mantan kamu!" Ujar Velia.
"😒😒Aku baru pertama kali pacaran, dan itu baru sama Dila saja! Dila juga masih hidup, dan dia juga tidak benar-benar mencintaiku begitu juga denganku yang tidak benar-benar mencintainya!" Jelas Chan tanpa basa basi.
"Lalu kenapa kau menjalani hubungan dengannya?" Tanya Velia setelahnya.
"Ya, itu keinginan Riri yang menyuruhku untuk segera memilki kekasih, dan yang aku temui hanya Dila!" Jelas Chan lagi.
"Tapi kalau kau tidak mencintainya kenapa kau menjalani hubungan dengannya, Chan?" Ucap Velia dengan nada serius.
"Sudah ku bilang kalau itu kemauan Riri, Vel! Dan ku pikir seiring berjalannya waktu aku akan mencintai Dila! Tapi nyatanya tidak!"
"Apa kau kecewa?" Tanya Velia.
"Tentu saja tidak! Itu karena aku tidak benar-benar memiliki rasa padanya!" Ucap Chan.
"Kau benar-benar membuatku kesal, Chan!" Ujar Velia yang tiba-tiba kesal dengan Chan.
"Kenapa begitu?" Tanya Chan yang tidak tahu letak kesalahannya.
"Kalau kau tidak mencintainya kenapa harus menjalani hubungan dengannya?! Apa kau suka mempermainkan hati wanita?" Tanya Velia yang masih terlihat kesal.
Ucapan Velia membuat Chan menepuk jidatnya lalu berkata,,,,,
__ADS_1
"Vel, kau ini kenapa? Kenapa jadi sensi gini sih?" Tanya Chan yang kemudian melihat Velia tiba-tiba saja bersedih lagi.
Velia menghela nafasnya nafasnya lalu berkata,,,,
"Lalu kenapa kau memilih Dila sebagai bahan percobaan kamu untuk jatuh cinta?!" Tanya Velia.
"Ya, mau siapa lagi? Hanya Dila yang aku kenal, itu juga karena kami dulu satu SMA!" Jelas Chan.
"Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Riri!" Ujar Velia.
Chan membelalakkan matanya mendengar pernyataan dari Velia.
"Memangnya apa yang Riri katakan padamu?" Tanya Chan yang penasaran.
"Kalau kau itu pendiam, dan bahkan sampai sekarang pun kau masih begitu!" Ucap Velia.
Chan memutar mata malasnya lalu berkata,,,
"Ck,,,kau ini! Aku menjadi pendiam karena tidak ada yang percaya denganku! Sebenarnya dulu aku memiliki beberapa teman, tapi secara bersamaan mereka pindah ke sekolah lain secara bersamaan!" Ujar Chan menjelaskan.
"Lalu kenapa kamu nggak ikut sama mereka?" Tanya Velia.
"Dulu kan Riri masih hidup, jadi aku tidak bisa jauh-jauh darinya!"
"Kamu tidak ingin mencari mereka?" Tanya Velia lagi.
"Kenapa?" tanya Velia
"Karena sebelum aku mengenalmu, tujuanku hanya mencari kebenaran tentang pembunuh Riri saja!" Kata Chan menjelaskan pada Velia.
Velia pun meminta ijin pada Chan, kalau dia ingin berada di rumah Chan. Itu semua karena Velia selalu di ganggu oleh beberapa hantu menyeramkan itu. Chan mengijinkan Velia dengan satu syarat yaitu menemani Chan kemana pun Chan pergi. Velia pun menyetujuinya.
"Aku akan dengan senang hati menemani kamu, Chan!" Ucap Velia.
"Benarkah itu?" Ucap Chan antusias.
"Iya, apa kau ingat dengan janji itu?" Tanya Velia mengalihkan pembicaraan.
"Haish, kau membahasnya lagi! Apa tidak ada ketulusan hatimu untuk menemani aku tanpa terkait dengan janji itu?!" Ujar Chan yang membutuhkan kejelasan.
"Emmhhhhttt,,,,,,,"
"Sudah ku duga!!!" Ujar Chan lalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya.
"Eh , kok ngambek sih, aku kan belum jawab!" Kata Velia yang melihat ke arah pintu kamar Chan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya,,,,,
__ADS_1
"Chan!!" Panggil Velia.
"Chan belum bangun ya?" Tanya Velia dari balik pintu kamar milik Chan.
Velia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Chan dengan cara menembus dari tembok kamar Chan. Saat sudah masuk ke dalam kamar Chan, Velia melihat Chan yang masih tertidur pulas.
"Haish, rupanya kamu masih tidur!" Ujar Velia.
Ternyata Chan hanya pura-pura tidur saja dengan menutup tubuhnya dengan selimut. Padahal kenyataannya Chan sudah mandi dan bersiap untuk pergi ke suatu tempat. chan sengaja membohongi Velia karena masih merasa kesal pada Velia.
"Hey!!" Ucap Chan tiba-tiba langsung mengagetkan Velia yang berada di sana.
"Astaga, Chan!! Ternyata kau sudah bangun?" Tanya Velia.
Chan pun langsung beranjak dari ranjangnya dan segera keluar dari kamarnya diikuti oleh Velia.
"Eh kok ditinggalin lagi sih?!" Tanya Velia sembari mengikuti langkah Chan.
"Chan, tunggu!" Ucap Velia yang langsung menghentikan langkah Chan.
"Ada apa?" Tanya Chan dengan sengaja terlihat marah pada Velia.
"Apa kau marah padaku?" Tanya Velia.
Chan menghela nafasnya lalu berkata,,,,
"Tidak, aku mau ke luar! Apa kau mau ikut?" Kata Chan yang tidak bisa berlama-lama marah pada Velia.
"Apa boleh?"
Chan hanya mengangguki jawaban Velia sambil tersenyum ke arahnya.
Setelah itu, Chan pun mengajak Velia ke suatu tempat. Dia pergi ke sebuah air terjun dan berendam di sana.
"Wow Chan, ini indah sekali?!" Ucap Velia yang kagum akan keindahan di sekitar air terjun itu.
"Nanti aku akan berendam di sana!" Kata Chan.
Velia masih sibuk melihat-lihat ke segala penjuru yang ada di dekat air terjun itu.
"Vel, apa kau menyukai tempat ini?" Tanya Chan pada Velia.
"Aku?" Jawab Velia sambil menunjuk dirinya sendiri. Lalu Chan langsung menjawab Velia dengan anggukan.
"Tentu saja, Chan! Aku sangat menyukainya, tempat ini begitu indah!!"
Chan pun menceritakan pada Velia kalau dirinya sering datang ke tempat itu bersama dengan Riri. Air terjun itu adalah salah satu tempat yang sering Chan kunjungi bersama dengan Riri.
Setelah menceritakan itu, Chan pun memutuskan untuk berendam di sana dan menyuruh Velia untuk menunggunya dengan duduk di bebatuan yang ada di dekat air terjun itu. Air yang ada di sana sangat hangat hingga membuat siapa pun yang berendam di sana merasa hilang beban setelah berendam.
__ADS_1