
Talia berjalan mendekati Velia dengan wajah penuh penyesalan. Velia melepaskan pelukan pada Pipinya dan menghadap ke arah saudara kembarnya berada.
"Maafkan aku, ini semua memang salahku! Kalau saja saat itu aku tidak memiliki pikiran buruk dan memiliki niat untuk mencelakai kakak! Semua ini tidak akan terjadi pada keluarga kita!!" Ujar Talia yang menyesali perbuatannya.
"Sudahlah, Talia! Mungkin ini memang sudah menjadi takdir kita! Dan aku sudah memaafkan kamu," Kata Velia lalu kemudian memeluk Talia dengan hangat, begitu juga dengan Talia yang membalas pelukan hangat dari Velia.
Keluarga Kim Chen Zee pun akhirnya dapat bersatu kembali tanpa ada rasa cemburu dari satu sama lain. Kini mereka di kelilingi oleh hati yang tulus dari masing-masing jiwa.
Namun tiba-tiba,,,,,
"Akhhhh ,ssstttttt!!!" Rintih Talia.
"Kak , Pipi, Mami? Apa kalian merasakan ini? Arwahku seperti tertarik!!" Kata Talia lagi.
"Iya, nak! Mami juga merasakannya!" Kata Vebiola yang juga merasakan hal yang sama seperti Talia.
"Mungkin ini karena urusan kita sudah selesai! Dan kita bisa berkumpul di alam yang lebih baik lagi?!" Ucap Kim Chen Zee.
"Apa secepat ini kau akan meninggalkan aku, Vel? Tapi kalau memang ini sudah menjadi takdirnya, aku harap kamu bisa bahagia di alam yang selanjutnya!" Ucap Chan di dalam batinnya yang tak sadar kalau air matanya jatuh dari pelupuk matanya.
"Ka,,,kalian? Tapi aku tidak merasakan apapun?!" Ucap Velia bingung karena dirinya memang tidak merasakan apapun pada rohnya.
"Nak, mungkin masih ada urusan dunia kamu yang belum kamu selesaikan!" Kata Mami Velia.
"Iya, nak! Mami kamu benar! Tapi kamu tenang saja, kita bertiga akan menunggu kamu di alam selanjutnya nanti!" Kata Pipi Velia.
"Sebaiknya kamu selesaikan urusan kamu dengan segera, nak! Kami akan menunggu kamu!" Ucap Vebiola lagi.
"Iya, kak! Kita sayang sama kakak!" Ucap Talia memandang sendu Velia.
"Tidak!!!" Ucap Velia sambil menggelengkan kepalanya, "Kalian tidak boleh meninggalkan aku?! Kita bahkan baru saja bertemu dan berkumpul beberapa menit yang lalu!! Dan sekarang kalian mau meninggalkan aku lagi?!" Ucap Velia yang kembali berurai air mata.
__ADS_1
"Ini sudah menjadi suratan takdir, nak! Kamu harus bisa menyelesaikan urusan dunia kamu, baru kita akan berkumpul di nirwana nanti!" Ucap Kim Chen Zee.
"Tidak, Pi!! Aku mohon kalian jangan pergi!!! Velia akan merasa kesepian lagi!! Velia mohon jangan tinggalkan Velia sendiri lagi!!" Pinta Velia yang memohon agar keluarganya tidak meninggalkan dirinya sendirian.
"Chan, mami titip Velia ya!" Pinta Vebiola pada Chan
"Jaga anakku baik-baik, nak!" Kata Pipi Velia.
"Kak Chan, maafin aku ya! Dan aku minta tolong jaga kak Velia dengan baik! Temani dia sampai urusan dia di dunia ini selesai!" Pinta Talia pada Chan.
"Dengan senang hati aku akan melakukannya, aku akan menjaga Velia sebisaku dan semampuku! Bahkan tanpa kalian minta, aku akan tetap menjaga Velia!" Kata Chan penuh keyakinan di dalam hatinya.
"Kau pria yang baik!" Puji Kim Chen Zee pada Chan.
"Vel, asal kamu tahu! Mami yang sering memainkan piano milikmu, walau nadanya tak beraturan tapi setidaknya Mami sudah berusaha untuk bertemu denganmu, Nak!" Ucap Vebiola menjelaskan kalau dirinya memang sering berkunjung ke rumah Velia dan hanya bisa memainkan piano meski dengan nada yang tak beraturan. Vebiola langsung menghilang karena diminta oleh Talia saat itu.
"Dan Pipi lah yang selalu datang untuk melihat kamu dari jendela!" Ucap Kim Chen Zee menjelaskan kalau dirinya sering sekali melihat Velia dari balik jendela kamarnya, hal itu karena Kim Chen tidak diperbolehkan masuk ke dalam oleh Talia.
Velia jatuh bersimpuh dan juga menangis melihat perlahan arwah Pipi, Mami dan juga Talia hendak lenyap.
"Kami sangat menyayangimu, Nak!" Kata Vebiola.
"Jangan menangis lagi ya! Kamu akan selalu ada di hati kami! Begitu juga dengan kami yang akan selalu ada di hati kamu!" Kata Kim Chen berusaha mengembalikan senyum Velia.
"Tidak!! Velia akan sendiri! Velia tidak bisa hidup tanpa kalian!! Ku mohon ajak Velia pergi juga!" Pinta Velia yabg terus saja memohon.
"Kamu juga nantinya akan bersama dengan kami nak! Tapi tidak sekarang?!" Kata Vebiola dengan senyum manis yang terukir di wajahnya.
"Kita ini sama-sama arwah, tapi kenapa hanya Velia yang tidak bisa pergi?!" Tanya Velia yang masih terus menangis.
"Kami pergi kak!" Ucap Talia melambaikan tangannya pada Velia.
__ADS_1
"Tidak!!! Jangan pergi!!!!" Ucap Velia yang menangis sejadi-jadinya.
Sampai akhirnya arwah mereka bertiga benar-benar tidak terlihat lagi. Kini ketiga orang yang di sayangi oleh Velia telah pergi untuk selama-lamanya meninggalkan Velia sendiri.
Melihat Velia yang masih terus menangis, Chan berjalan ke arah Velia dan langsung memeluknya.
"Aku akan selalu ada untukmu, Vel! Aku berjanji!" Ucap Chan sembari memeluk hangat Velia yang masih terus menangis.
"Kini aku sendiri lagi!! Sekarang aku harus bagaimana, Chan?" Tanya Velia yang masih bingung harus melakukan apa dan tak tahu urusan apa yang masih belum selesai.
"Ikhlaskan saja, Vel! Lebih baik besok kita cari tahu, apa yang masih tertinggal dan urusan tentang apa itu sebenarnya!" Ucap Chan yang masih memeluk Velia.
"Ku mohon jangan menangis, Vel! Aku tahu kamu wanita yang hebat!" Kata Chan sambil mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk mata Velia.
"Chan, apa aku masih bisa hidup kembali?" Tanya Velia.
Deg,,,,,
Pertanyaan Velia sontak membuat Chan terkejut.
"Ak,,, aku tidak tahu, Vel!" Jawab Chan yang sedikit ragu dengan ucapannya.
"Lalu kenapa aku harus ada di posisi sekarang ini Chan? Mereka yang aku sayangi kini telah pergi meninggalkan aku untuk selama-lamanya dan mereka tidak akan pernah kembali lagi! Dan mati pun sekarang sudah tidak ada gunanya! Sekarang aku hanya menjadi arwah gentayangan yang tak tahu lagi harus ke mana?!" Kata Velia yang masih sedih.
Chan sendiri tidak tahu harus menjawab pertanyaan itu bagaimana. Dan hanya bisa memeluk Velia sembari menenangkan dirinya.
Setelah itu Chan mengajak Velia untuk kembali masuk ke dalam rumahnya. Kemudian Velia memilih berada di dalam kamarnya, sedangkan Chan memilih untuk tidur di sofa.
Di dalam kamar Velia duduk di tepi ranjang sambil terus mengingat Pipi, Mami dan juga Talia.
"Sekarang aku sadar, aku tahu kalau diriku bukanlah di ganggu oleh hantu!" Kata Velia.
__ADS_1
"Mereka tidak menganggu aku! Tapi mereka memberikan aku sinyal bahwa mereka selalu ada di dekat aku!! Dan aku tidak menyangka kalau mereka adalah keluarga aku sendiri yang selama ini aku cari!! Bunga tulip yang ada di halaman belakang itu, ternyata milik Talia! Pantas saja dia sangat marah dan mencabut seluruh tanaman mawar ku yang ada di halaman dan menggantinya dengan bunga tulip?!" Ujar Gisella menangis hingga sampai Chan terbangun dari tidurnya.