Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Tanaman mawar


__ADS_3

"Oh iya, nih aku bawain kamu bucket bunga" ucap Chan sembari memberikan bucket bunga mawar pada Velia.


"Lah, di belakang kan ada banyak Chan! Jangan-jangan kamu ngambil dari belakang ya?" Tanya Velia yang mengira kalau bunga mawar itu, Chan dapat dari hasil memetik tanaman milik Velia.


Setelah itu, Velia menerima bunga dari Chan. Akan tetapi pandangan Velia tertuju pada beberapa tangkai bunga mawar yang sudah ada di depan rumahnya. Velia yang penasaran dengan siapa pengirim bunga itu, nampak frustasi karena tak kunjung tahu siapa pengirim yang sebenarnya.


"Kata ,Riri yang menaruhnya adalah sepasang kekasih, Vel!" Ujar Chan memberi tahu Velia.


"Iya, Chan! Aku tahu itu, tapi siapa?"


Karena rasa penasaran yang di miliki Velia dan juga Chan, akhirnya mereka memutuskan untuk menyelidikinya besok saat pagi tiba.


Seakan tak lupa dengan janji yang semalam dia buat, Velia menagihnya pada Chan untuk mengatakan yang sejujurnya pada Velia.


Velia mengajak Chan ke halaman belakang untuk membicarakan hal itu, dan dengan menikmati pemandangan kebun mawar milik Velia, yang sudah beberapa hari ini tidak dia kunjungi.


Chan hanya mengangguk setuju saat diajak Velia. Namun sesampainya mereka di halaman belakang, Velia syok dengan apa yang dia lihat di sana, begitu juga dengan Chan yang juga tak percaya.


Bagaimana tidak? Beratus-ratus tanaman mawar yang sudah mereka tanam di sana, kini satu pun tidak ada, yang ada hanyalah tanaman tulip yang bertebaran di sana. Anehnya entah berada di mana tanaman mawar milik Velia pergi.


"Astaga? Siapa yang melakukan ini? Ke mana perginya seluruh tanaman mawar aku?" Tanya Velia yang masih tak percaya dengan apa yang dia lihat saat itu. Velia hanya bisa menitihkan air matanya setelah mengetahui seluruh tanaman mawar nya hilang entah kemana.


"Vel, sudahlah! Kita bisa menanamnya lagi" ujar Chan yang mencoba untuk menenangkan Velia.


Chan pun akhirnya mengajak Velia untuk mencari tempat lain yang lebih tenang membuat Velia melupakan tanaman mawar nya sejenak.


Sementara itu tanpa mereka sadari, ada sosok hantu yang terlihat sangat marah saat melihat Chan dan juga Velia yang pergi begitu saja dari sana. Rasa ingin membunuh pun muncul namun hantu itu tidak bisa berbuat apa-apa.



"Kau harus musnah!!!"


Begitulah suara yang hanya di dengar oleh Velia saja.


"Siapa di sana?" Tanya Velia.


"Vel, sudahlah tidak ada apa-apa di sana, sebaiknya kita pergi saja!"

__ADS_1


"Tapi, tadi aku mendengar suara, Chan!" Jelas Velia namun Chan masih tidak percaya karena dia tidak mendengarkan apa yang Velia dengar.


Chan pun mengajak Velia untuk keluar dan menenangkan diri Velia. Di sepanjang perjalanan, Velia hanya melamun saja tanpa berbicara sepatah kata pun.


"Kasihan sekali kamu, Vel! Siapa yang sudah tega membuat taman kamu menjadi seperti itu?" Tanya Chan di dalam hatinya "Aku jadi tidak tega untuk mengatakan kebenarannya padamu, Vel!" Lanjut Chan.


Kini Velia sudah mulai berhenti menangis dan melamun dengan pandangan mengarah keluar jendela mobil. Matanya yang berwarna merah seakan menandakan kesedihannya yang mendalam. Dengan tatapan kosong, Velia berkata.......


"Chan, apa kamu tahu yang sebenarnya terjadi?"


Chan yang mendengar pertanyaan itu , sontak merasa sangat bingung, bagaimana caranya Chan harus mengatakan pada Velia.


"Mak,,maksud kamu apa, Vel?" Gugup.


"Aku tahu, kamu pasti menyembunyikan sesuatu dariku, Chan! Katakanlah padaku yang sebenarnya.


Chan pun menarik nafas dan membuangnya dengan kasar.


"Aku akan mengatakan yang sebenarnya padamu, Vel. Tapi sebelum itu kamu harus berjanji padaku untuk tidak meninggalkan aku!" Pinta Chan.


Velia yang kini juga bingung terhadap apa yang di katakan oleh Chan , akhirnya membuka suara dan menanyakan apa maksud dari Chan berkata seperti itu. Namun Chan menolak untuk mengatakannya. Dan Chan bilang akan mengatakan yang sebenarnya pada Velia saat mereka sudah sampai di suatu tempat yang sudah dipersiapkan oleh Chan.


"Chan? Kita di mana?" Tanya Velia yang terlihat bingung karena mobil Chan terparkir di sebuah hutan.


Velia awalnya ragu untuk mengikuti kemana Chan pergi, sampai akhirnya Chan berhasil meyakinkan Velia untuk mengikuti kemana dia pergi.


Velia tampak kagum setelah sampai di sebuah tempat yang sangat indah yang biasa orang sebut sebagai telaga. Chan mengajak Velia ke sebuah telaga yang bahkan tidak seorang pun tahu akan telaga itu. Keindahan telaga itu masih sangat terjaga dan terlihat sangat mengagumkan. Sampai angin pun tahu kapan mereka harus datang untuk membuat pesona telaga itu menjadi lebih indah.


"Astaga, Chan ini indah sekali!" Ujar Velia yang takjub akan pesona telaga itu.


"Apa kau menyukainya?"


"Iya, aku sangat menyukainya" jawab Velia dengan antusias.


Karena rasa senang dan bahagia akan keindahan telaga itu, Velia tidak sengaja memeluk Chan namun hanya beberapa saat saja, Velia pun melepaskan pelukan itu.


"Ada apa, Vel? Kenapa kau melepas pelukannya? Kalau kamu mau peluk ya peluk saja! Nggak usah merasa canggung Vel!" Ujar Chan yang setelahnya mengukir senyum di wajah Velia.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah kursi yang memang sudah ada di sana.


"Chan!"


"Iya?"


"Makasih ya, kamu selalu bikin suasana hati aku yang buruk menjadi lebih tenang" Ucap Velia.


"Apapun akan aku lakukan untuk kamu, Vel, karena kamu sudah mengisi hatiku"


Velia tersenyum bahagia mendengar perkataan Chan yang langsung masuk begitu saja ke dalam hatinya.


"Chan, katakan padaku! Rahasia apa yang selama ini kamu sembunyikan dariku?" Tanya Velia.


"Ayo katakanlah kalau kau mencintaiku, Chan!" Ujar Velia di dalam hatinya.


Velia mengira bahwa Chan akan mengutarakan perasaannya pada Velia. Sehingga dari kemarin , Velia terus saja mendesak Chan untuk mengatakan tentang hal itu dan mengajak Velia untuk menjalani sebuah hubungan.


" Aku takut, Vel!" Kata Chan dengan segala ketakutannya.


"Kenapa harus takut, Chan? Katakanlah!"


"Berjanjilah padaku, jika kau mengetahui semua ini , kau tidak akan pergi dariku!" Ujar Chan yang kembali meyakinkan Velia.


"Iya, Chan ! Aku berjanji!" Ucap Velia dengan antusias.


Chan pun mengumpulkan keberanian untuk memberi tahu Velia tentang kebenarannya.


"Vel, kamu ini sebenarnya adalah arwah!!"


Degg,,,,,


Velia tersenyum heran mendengar pernyataan Chan tentang dirinya.


"Chan, kamu apa-apaan sih? Bercandanya nggak lucu tau nggak?!" Ujar Velia.


Chan pun akhirnya menceritakan semuanya pada Velia tentang kebenaran bahwa dirinya itu adalah arwah yang kehilangan arah, dan tak tahu harus pergi ke mana. Velia hanya bisa terdiam mendengar kenyataan pahit itu dan mengingat satu persatu kejadian saat dia bertemu dengan Chan.

__ADS_1


"Aku tahu kau pasti berpikir kalau aku berbohong dengan ucapan aku, Vel! Tapi inilah kenyataannya!" Kata Chan menyakinkan Velia.


__ADS_2