
"Tidak ada salahnya kalau memang kak Velia bisa membuat kamu bahagia kak?!" Ujar Riri.
"Tapi kakak nggak bisa kalau nantinya harus kehilangan Velia dek?!" Ujar Chan sedih.
"Kak, lebih baik merasa mencintai dan dicintai lalu kehilangan ,dari pada tidak pernah sama sekali?!" Ujar Riri yang menasehati kakaknya.
"Lagi pula aku memiliki firasat buruk tentang kak Dila! Dan sepertinya dia hanya mempermainkan kakak saja?!" Ujar Riri lagi menjelaskan apa yang menurutnya tidak baik.
Tanpa sengaja Dila mendengar ucapan Riri dan juga Chan, akan tetapi Dila sebenarnya tidak tahu dengan siapa Chan berbicara.
"Haish siapa sih tuh cewek, berani-beraninya dia bilang kayak gitu sama Chan!" Ujar Dila dari balik pintu kamar.
"Aku akan mengusirnya!!" Ujar Dila yang kesal.
Dila memutuskan untuk mengintip dulu dari balik pintu, sembari melihat siapa sebenarnya yang Chan ajak bicara.
Dan betapa terkejutnya Dila saat melihat sosok yang sangat mengerikan ada di depan Chan dan bahkan sedang berbicara dengan Chan.
"Ha,,,hantu?" Ucap Dila yang setelahnya menutup pintu hingga menyebabkan suara.
Suara orang menutup pintu itu, sontak membuat Chan dan juga Riri menoleh ke arah kamar yang ditempati oleh Dila.
"Kak, sepertinya tadi kak Dila melihatku!" Ucap Riri yang matanya masih melihat ke arah pintu kamar.
Chan pun menyuruh Riri untuk pergi dulu, dan Chan berniat menuju kamar yang di tempati oleh Dila. Namun saat Chan hendak mengetuk pintu, tiba-tiba Dila keluar dengan tergesa-gesa.
"Loh, Dil kamu mau ke mana?" Tanya Chan pada Dila yang terlihat ketakutan.
"Aku mau pulang sekarang, aku takut di sini!" Ujar Dila ketakutan.
"Tapi,,,,,,,," ucap Chan terpotong karena Dila langsung mendesaknya untuk mengantar pulang.
"Cepat Chan, antar aku pulang sekarang juga!" ujar Dila.
Chan hanya terdiam melihat tingkah Dila yang ketakutan.
"Kenapa Dila terlihat sangat ketakutan? Apa yang dia lihat? Apa jangan-jangan dia melihat Riri?" Ujar Chan di di dalam hatinya yang penuh dengan tanda tanya.
__ADS_1
"Chan, tunggu apa lagi, ayo cepat antar aku pulang?!" Ucap Dila yang membuat lamunan Chan terbuyarkan olehnya.
Akhirnya Chan mengantar Dila untuk pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Dila,,,,,
"Dil, kenapa kamu tiba-tiba ingin pulang?" Tanya Chan penasaran "Bukankah kamu tidak mau kalau sampai nanti Suho datang dan memaksa kamu lagi?" Kata Chan lagi.
"Aku lebih baik hidup dengan Suho dari pada harus hidup berdampingan bersama dengan hantu Chan!" Umpat Dila yang membuat hati Chan terasa sakit.
"Dil, maksud kamu apa?" Tanya Chan.
"Aku melihat dengan mata kepala aku sendiri Chan, kalau kamu tadi berbicara pada hantu! Entah lah Chan,, aku tidak tahu kenapa kamu bisa-bisanya berteman dengan hantu yang sangat mengerikan seperti itu!" Umpat Dila lagi yang membuat Chan berpikir.
"Apa yang Dila lihat? Apa jangan-jangan dia melihat sosok hantu di rumahku? Tapi bukankah aku tadi hanya bersama dengan Riri saja?" Tanya Chan di dalam hatinya.
"Dil mungkin kamu cuma salah lihat saja tadi?!" Ujar Chan menenangkan Dila yang masih terlihat ketakutan.
"Sudahlah Chan, aku capek,,aku mau istirahat,,,dan kamu pulanglah!" Ujar Dila yang setelahnya menutup pintu rumahnya dan meninggalkan Chan di luar.
Di depan rumah Dila, Chan masih bertanya kepada hatinya tentang apa yang sebenarnya dilihat oleh Dila tadi.
Tanpa Chan sadari , Riri saat itu juga berada di sana dan melihat Chan dari kejauhan.
Chan pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya lalu merenungkan apa yang terjadi tadi.
Sesampainya di rumah Chan, dengan perasaan yang bingung dan juga heran ,,Chan terduduk di sofa miliknya,,, selang beberapa menit ada seorang yang mengetuk pintu rumahnya.
Chan membuka pintu dengan rasa malas karena masih teringat akan kejadian dan juga ucapan Dila tadi. Akan tetapi seolah pikiran Chan langsung berubah setelah melihat siapa yang mendatanginya di malam itu. Dia adalah seorang hantu cantik yang Chan sukai yaitu Velia.
Chan mempersilahkan Velia untuk masuk ke dalam rumahnya, namun anehnya Velia langsung merangkul tangan Chan dan berjalan masuk ke dalam rumah bersama dengan Chan.
"Vel, kenapa tadi kamu lari?" Tanya Chan.
"Aku tadi kelupaan sesuatu, jadi aku pulang dulu ?!" Ujar Velia "Oh iya, tadi itu pacar kamu ya?!" Tanya Velia setelahnya.
"I,,,iya ,Vel?!" Ucap Chan dengan sedikit keraguan di hatinya.
"Ow ,semoga kamu langgeng ya sama dia." Ujar Velia yang setelahnya hanya di balas anggukan oleh Chan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Rumah Dila, dia duduk di ranjang yang ada di kamarnya sembari berbicara pada dirinya sendiri mengenai kejadian tadi.
"Gila ya tuh si Chan! Masak hantu di pelihara? ,,,Haish kalau aku putusin dia sekarang,,nanti yang ada dendam ku nggak terbalaskan?!" Ujar Dila pada dirinya sendiri.
Tanpa Dila sadari Riri berada di balik jendela kamarnya dan sedang melihat Dila terduduk di ranjangnya.
"Kenapa kakak ini begitu jahat? Apa yang sebenarnya dia mau dari kak Chan? Dan kenapa dia mau balas dendam?" Tanya Riri dalam batinnya ."Oh, aku tau kenapa tadi dia sangat ketakutan,,dia pasti melihat wujud mengerikan diriku saat berbicara dengan kak Chan tadi,,,karena kakak ini memiliki niat yang jahat!!" Ujar Riri setelah mengetahui kebenarannya.
"Aku akan beri perhitungan pada kakak ini!" Ujar Riri yang setelahnya masuk ke kamar Dila dengan menembus dinding kamar.
Dila membelalakkan matanya saat melihat sosok hantu yang masuk melalui dinding kamar miliknya.
"Si,,siapa kamu? Kau hantu yang tadi di rumah Chan kan? Mau apa kamu?" Ujar Dila ketakutan.
Saat Riri hendak menuju ke arah Dila , tatapan Riri tertuju pada foto besar yang terpajang tepat di atas ranjang Dila.
"Dia? Aku seperti mengenalnya?!" Batin Riri sambil terus memandang foto itu, lalu menghilang seketika dari hadapan Dila.
Setelah Riri menghilang begitu saja dari hadapan Dila. Dila terlihat bingung dengan hal itu.
"Eh, hantu tadi kemana? Masak aku di teror cuma gara-gara ninggalin Chan di depan tadi? Haish siapa suruh dia pelihara hantu?!" Ujar Dila yang setelahnya memutuskan untuk tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di rumah Chan, dia sedang berada di sofa yang biasa dia duduki , Chan sedang bersama dengan Velia.
"Chan, aku mau tanya sama kamu?!" Ujar Velia yang mengawali pembicaraan.
"Tanyakan saja Vel!" Ucap Chan yang menyuruh Velia untuk menanyakan tentang keinginannya.
"Apa kau mencintai gadis tadi?!" Tanya Velia.
"Untuk apa kamu menanyakan hal seperti itu? Jelas aku mencintai dia!" Ujar Chan dengan perlahan menjelaskan pada Velia.
"Lalu bagaimana denganku??" Tanya Velia dengan wajah tanpa berdosa yang sontak membuat jantung Chan seakan berhenti sedetik.
__ADS_1
"Maksud kamu apa Vel?!" Tanya Chan yang seolah tidak mengerti apa maksud dari Velia.