Jadi Suami Dari Hantu Cantik

Jadi Suami Dari Hantu Cantik
Bunga mawar


__ADS_3

"Kalau begitu aku akan meminta tolong ke kak Chan buat bantuin kakak menanam bunga mawar nya?!" Ujar Riri antusias.


"Memangnya Chan nggak sibuk ya besok?!" Tanya Velia .


"Haish, kak kalau yang minta adiknya sendiri , pasti di turutin sama kak Chan?!" Ujar Riri dengan tingkat kepedeannya.


Velia yang mendengarnya hanya tersenyum pada Riri lalu kemudian menyuruh Riri untuk kembali ke rumahnya sendiri. Tidak lupa Velia menitipkan salam untuk Chan yang ada di rumah.


Setelah Riri kembali ke rumahnya ,Velia masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain , Dila sudah tertidur di kamar Chan ,sedangkan Chan masih terduduk di sofa yang berada di ruang tamu sembari menunggu Riri.


"Kak!" ujar Riri yang tiba-tiba saja datang menyapa Chan.


"Dek, kamu dari mana saja?" tanya Chan kepada Riri yang baru saja datang.


"Aku tadi dari rumah kak Velia kak, nih lihat aku membawa bunga tulip yang aku petik dari taman belakang rumah kak Velia?!" ujar Riri sambil menunjukkan bunga tulip yang dia bawa dari rumah Velia.


Chan pun melihat ke arah bunga tulip yang di bawa oleh Riri lalu menghela nafasnya dan berkata......


"Pantas saja tadi tiba-tiba ada aroma bunga tulip di sekitar sini!" ujar Chan.


"Oh iya kak tadi dapat salam dari kak Velia!!" ujar Riri memberi tahu kakaknya.


"Salam balik ya buat Velia" jawab Chan.


"Kak, besok kak Velia meu menanam bunga mawar di taman belakang rumahnya itu, kakak bantuin ya besok!!!" ujar Riri yang meminta Chan untuk membantu Velia besok.


Chan pun mengangguk dan berkata.......


"Iya besok pasti kakak bantu sebisa kakak?!" ujar Chan sembari tersenyum pada Riri.


Riri pun ikut tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada kakaknya.


Namun tanpa mereka sadari ternyata Dila belum tertidur dan penasaran pada siapa Chan berbicara, Dila pun memutuskan untuk mengintip dari pintu kamar Chan.


"Chan bicara sama siapa sih? katanya dia tinggal sendiri d rumah ini?! dasar aneh!" ujar Dila perlahan dari balik pintu kamar Chan.


Untung saja Dila tidak melihat adanya Riri di sana ,dan hanya mendengar sekilas suara seorang wanita yang sedang bersama dengan Chan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya Dila berpamitan dengan Chan untuk kembali lagi ke rumahnya.

__ADS_1


"Chan, makasih ya untuk semalam, kamu sudah mengijinkan aku untuk tinggal di sini!" ujar Dila yang tersenyum pada Chan.


"Iya sama-sama ,Dil"jawab Chan dengan singkat sembari membalas senyuman Dila.


"Oh iya Chan aku mau tanya sama kamu, ngomong-ngomong tadi malam kamu bicara sama siapa?" tanya Dila yang masih penasaran dengan siapa Chan berbicara semalam.


Chan sedikit terkejut dengan pertanyaan yang di tanyakan oleh Dila "Kamu tadi malam belum tidur ya?" tanya Chan yang berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Ya aku belum tidur habisnya aku dengar kamu yang sedang berbicara dengan seseorang tadi malam" ujar Dila yang belum tahu dengan siapa Chan berbicara semalam.


"Syukurlah Dila nggak tau kalau aku bicara sama Riri" ujar Chan di dalam hatinya.


"Chan , kok kamu malah diem sih?" tanya Dila pada Chan yang malah terdiam dan melamun.


"Eh,,,anu Dil,,,,itu,,, e,, itu tadi malam aku sedang menelfon temanku?" ujar Chan yang berusaha berbohong demi kebaikan Riri.


"Oh jadi gitu, ya sudah kalau gitu aku pulang dulu ya?!" ujar Dila yaang setelahnya beranjak pergi dari rumah Chan.


"Apa perlu aku mengantar kamu?" ujar Chan menawarkan tumpangan untuk Dila.


"Itu tidak perlu Chan, lagi pula rumah kita juga nggak begitu jauh, ku rasa jalan kaki lebih menyenangkan?!" ujar Dila yang menolak tawaran Chan.


Setelah Dila pulang dari rumah Chan , Chan pun masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan adiknya itu. Kebetulan Riri juga langsung muncul untuk menemui kakaknya.


"Eh Riri, berangkat yuk!" ujar Chan mengajak Riri untuk pergi ke rumah Velia.


"Wih semangat amat sih kak?!!" ujar Riri yang menggoda kakaknya itu.


Chan hanya tersenyum dan segera menyuruh Riri untuk menunggu Chan di dalam mobil.


"Loh kak, ngapain aku ikut kakak naik mobil? aku kan bisa langsung ke sana!" ujar Riri memberi tahu Chan.


"Oh iya, kakak lupa , ya sudah kamu ke sana dulu aja, kakak mau siap-siap terus beli tanaman mawarnya kemudian kakak nanti langsung menuju ke sana!"ujar Chan yang menyuruh Riri untuk datang ke rumah Velia terlebih dahulu.


Setelah itu Riri pun menuju ke rumah Velia , sedangkan Chan masih bersiap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain Velia menunggu kedatangan Riri dan juga Chan di taman belakang rumahnya.


"Riri, mana sih? kok tumben ya nggak langsung ke dini?" ujar Velia yang masih celingukan mencari di mana keberadaan Riri.


"Hay kak, apa aku membuat kakak menunggu?" ujar Riri yang tiba-tiba saja muncul di dekat Velia.


"Eh Riri, nggak kok baru juga kakak mikirin kamu, eh tahunya kamu langsung datang ke sini?!" ujar Velia..

__ADS_1


"Wah wah aku dipikirin kakak ipar nih😂" ujar Riri menggoda Velia.


"Haish, kamu apaan sih ,Ri?!" ujar Velia yang pipinya memerah berubah menjadi merona.


Riri juga mengatakan kalau Chan juga akan datang membantu mereka menanam bunga mawar di taman belakang rumah Velia. Hal itu membuat Velia bertambah senang saat mengetahui Chan juga akan datang membantu mereka.


Beberapa menit kemudian Chan datang ke rumah Velia dan juga langsung menuju taman belakang rumah Velia.


"Hay ,Vel?" ujar Chan menyapa Velia.


"Hay juga Chan"? ujar Velia menyapa balik Chan.


"Oh iyaa , mana mawar yang akan di tanam?" ujar Chan menanyakan pada Velia soal tanaman bunga mawar.


"Oh iya, aku sampai lupa untuk memesannya?!" ujar Velia bingung. Hal itu membuat Chan dan juga Riri saling melempar senyum karena melihat Velia yang kebingungan.


"Sudah kamu tenang saja, aku udah pesan kok dan tanamannya sekarang udah ada di depan, jadi kita tinggal angkat dan membawanya kemari?!" ujar Chan memberi tahu Velia yang masih terlihat kebingungan.


Setelah mengetahui hal itu, Velia langsung menuju ke depan rumahnya untuk memastikan ,apakah benar apa yang dikatakan oleh Chan tentang bunga mawar yang sudah. Dan ternyata benar kalau tanaman bunga mawarnya sudah ada di depan rumah Velia.


Mereka bertiga pun mengangkat dan memindahkan tanaman-tanaman itu ke taman belakang rumah Velia.


"Chan , makasih ya udah di kamu pesenin tanamannya" ujar Velia berterima kasih kepada Chan karena sudah membelikan tanaman mawar yang diinginkan oleh Velia.


Chan hanya mengangguk tersenyum melihat kebahagiaan yang terukir di wajah Velia.


Kemudian mereka bertiga pun menanam bunga mawar itu di taman belakang rumah Velia.





Setelah mereka menyelesaikan menanam bunga mawar itu, Velia membuatkan minum dan memberikannya kepada Chan.


"Nih Chan ,kamu minum dulu!" ujar Velia yang menyodorkan jus mangga kepada Chan.


"Rasanya manis ,Vel" ujar Chan.


"Iya iya lah Chan kan aku bikinnya pakai gula" ujar Velia memberi tahu Chan.


Chan hanya terkekeh mendengar jawaban Velia.


Setelah itu Velia memutuskan untuk menyirami tanaman mawar miliknya, sedangkan Chan duduk di gazebo sambil meminum jus mangga yang tadi di buat oleh Velia untuk Chan.

__ADS_1


__ADS_2