
Semenjak kejadian malam itu, Ardi sudah tidak tidur seranjang lagi dengan Monic. Bahkan sejak saat itu Monic selalu keluar malam untuk bersenang-senang dan tidak lagi memperdulikan Rasya. Monic melampiaskan semua kekesalannya kepada bayi mungil yang belum tahu apa-apa.
Ardi sampai tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang ibu begitu kejam kepada anak kandungnya sendiri. Sudah berkali-kali Ardi menasehati Monic tapi tidak pernah digubris sama sekali. Bahkan Monic selalu pulang larut malam dalam keadaan mabuk.
Flash off
Monic meremas rambutnya sembari menyesali semua perbuatannya. Karena keegoisannya lah yang menjauhkan dirinya dari Ardi dan juga Rasya. Tapi semua sudah terlanjur terjadi dan tidak akan pernah di ulang kembali.
"Aku harus menerima semuanya, ini semua salah aku sendiri. Aku juga nggak mungkin selamanya memaksa Ardi untuk tetap tinggal bersama denganku. Dia juga pantas untuk bahagia, aku memang sangat mencintainya tapi aku juga nggak sanggup melihatnya selalu menderita." Monic menghela nafas panjang lalu beranjak dari duduknya.
Monic berjalan keluar dari kamarnya dan melangkahkan kaki nya menuruni tangga. Monic ingin menemui Ardi yang tengah asyik bermain dengan Rasya di teras depan. Monic melihat Rasya yang terlihat sangat bahagia saat bermain bersama dengan Ardi.
"Di..boleh aku bicara dengan kamu sebentar saja?" Ardi menganggukkan kepalanya dan menyuruh Rasya untuk bermain bersama baby sisternya. Monic mengajak Ardi untuk masuk ke dalam rumah.
"Kamu mau bicara apa?" Tanya Ardi lalu duduk di sofa. Monic duduk di samping Ardi. Monic menghela nafas panjang.
"Aku mau bicara soal permintaan cerai kamu waktu itu. Aku sudah memikirkannya semalaman, aku akan melakukannya."
__ADS_1
Ardi tidak percaya dengan apa yang Monic katakan. Biasanya Monic selalu menolak saat Ardi meminta cerai. Tapi kali ini Monic menyetujuinya. Ardi bertanya sekali lagi sama Monic dan jawabannya tetap sama. Monic menyetujui permintaan cerainya. Ardi menggenggam tangan Monic dan mengucapkan terimakasih.
Ardi menyinggung soal Rasya. Jika setelah mereka bercerai Ardi berharap Monic akan mencintai Rasya dan memberikan kasih sayang seorang ibu kepada Rasya. Dan tidak akan menyia-yiakan rasa lagi. Ardi juga berharap Monic bisa merubah kebiasaan buruknya yang suka minum-minum dan pulang larut malam. Monic mengecup tangan Ardi dan menggelengkan kepalanya.
"Di..bukannya aku nggak mau merawat Rasya, tapi Rasya sama sekali tidak mau menerima kehadiran aku. Rasya lebih baik bersama kamu, karena dia lebih membutuhkan kamu dari pada aku. Aku minta maaf sama kamu atas semua perbuatan aku, karena keegoisan aku rumah tangga kamu dan Kay hancur. Aku juga telah membuat kamu menderita selama ini, aku harap kamu mau menjaga dan merawat Rasya untuk aku," pinta Monic.
"Semua sudah berlalu, Mon. Aku juga sudah mengikhlaskan semuanya. Apa lagi sekarang Kay sudah bahagia bersama dengan Arka," ucap Ardi sembari menundukkan kepalanya. Walau Ardi sudah mengikhlaskan Kay tapi hati serta pikirannya tidak bisa berpaling sedetikpun dari Kay.
"Tanpa kamu minta aku akan menjaga dan merawat Rasya karena hanya Rasya yang aku miliki," ucap Ardi sembari tersenyum.
Ardi berdiri dan kembali menemui Rasya. Ardi menciumi kedua pipi Rasya lalu memeluk dengan sangat erat. Monic melihat dari depan pintu. Setelah sekian lama Monic bisa melihat senyuman dari wajah Ardi.
"Maafin aku Di, jika selama ini aku sudah menghancurkan hidup kamu. Tolong jaga Rasya buat aku, aku yakin Rasya akan lebih bahagia bersama kamu dari pada bersama dengan aku. Makasih atas semua kesabaran kamu selama ini, makasih karena kamu sudah pernah mengisi hari-hari ku dengan kebahagiaan walau hanya sebentar. Tapi itu sangat berharga buat aku," gumam Monic dalam hati.
Ardi melambaikan tangannya dan meminta Monic untuk mendekat. Walau mereka akan segera bercerai Ardi tetap tak menyerah untuk mendekatkan Rasya dengan Monic lagi. Karena bagi Ardi kasih sayang seorang ibu itu sangat penting untuk pertumbuhan Rasya. Meski Rasya terus menolak tapi Ardi terus memberi pengertian kepada Rasya bahwa Monic sangat menyayanginya, seperti dia menyayangi Rasya.
»»»»
__ADS_1
Arka mengajak Kay dan Kevin untuk mengunjungi kedua orang tuanya di Jogja. Semenjak mereka menikah, mereka jarang berkunjung ke Jogja.
Saat ini Kay sedang berkemas-kemas memasukan pakaiannya, Arka dan Kevin ke dalam koper. Mereka ingin menginap selama 1 bulan karena Lina sangat merindukan mereka. Awalnya Arka menolak karena pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan, tapi Kay meminta kepada ayahnya agar mengizinkan Arka untuk tinggal bersama kedua orang tuanya selama satu bulan. David pun mengizinkannya, apa pun akan David lakukan demi kebahagiaan anak semata wayangnya.
"Sebaiknya kita tidur, besok kita harus berangkat pagi-pagi sekali," ucap Arka sembari mengecup kening Kay. Kay menganggukan kepalanya lalu memeluk Arka.
"Aku sangat merindukan mama dan papa, sudah hampir 7 bulan aku nggak pulang ke Jogja," sambung Arka lagi. Kay mengusap lembut pipi Arka lalu mengecupnya.
"Nggak usah sedih, besok semua kerinduan kamu akan terlampiaskan. Mama dan papa pasti akan senang saat mereka tahu mereka akan mempunyai cucu lagi." Arka menepuk keningnya sendiri. Bagaimana di bisa sampai lupa memberi tahu kedua orang tuanya tentang kabar gembira ini, bahkan sekarang usia kehamilan Kay sudah 5 bulan.
"Kamu ini juga aneh, istri hamil bukannya memberi tahu kedua orang tua kamu tapi malah selalu ngerecokin aku," ucap Kay sembari cemberut.
"Itu kan karena ini pengalaman pertama aku sayang, aku ingin selalu ada buat kamu. Aku nggak ingin melewatkan momen-momen yang sangat berharga ini," ucap Arka sembari mengecup kening istrinya.
"Makasih untuk semua perhatian dan kasih sayang kamu."
⭐⭐⭐⭐
__ADS_1