
Hari yang ditunggu Kay dan Arka telah tiba. Kay terlihat sangat cantik dengan balutan baju pengantin yang mengekspos pundaknya, sedangkan Arka menggenakan setelan jas hitam yang semakin menambah ketampanannya.
Semua tamu yang hadir hanya rekan kerja kerja David dan Arka, serta keluarga Arka kecuali Ardi. Arka memang sengaja tidak memberitahu Ardi. Dia takut Ardi akan mengacaukan pernikahannya.
Semua mata menatap kearah pintu untama gereja Santa Maria. Terlihat sosok cantik sang mempelai wanita yang tengah digandeng oleh David berjalan menuju altar pernikahan.
Semua tamu undangan berdiri untuk mengiringi sang mempelai wanita masuk kedalam gereja, serta diiringin istrumen musik yang menambah kesan romantis. Mereka semua takjuk melihat kecantikan Kay.
Disana Arka sudah menunggunya dengan senyuman diwajahnya. David menyerahkan Kay yang disambut hangat oleh Arka.
Semua tamu undangan kembali duduk setelah sang mempelai wanita diserahnya ayahnya kepada mempelai pria.
Kay mengandeng lengan Arka dan berdiri didepan altar pendeta.
Tiba saatnya pemberkatan pernikahan, Kay dan Arka saling bertatapan dan berpegangan tangan dan mengucapkan janji pernikahan mereka.
"Saya Arka Raditya Pratama membawa anda Nikayla Pramusti menjadi istri saya. Saya berjanji untuk selalu jujur kepada anda disaat saat yang baik, dalam sakit dan sehat, saya akan mencintai anda sepanjang hari dalam hidup saya." Ucap Arka dengan nada berwibawa.
Arka mengucapkan janji itu dengan sangat mantap. Janji yang sama diucapkan oleh Kay..
Tiba saatnya pemberkatan utama yang dilakukan oleh pendeta yang memimpin upacara.
"Apakah anda menganggap Arka Raditya Pratama sebagai suami sah anda untuk memiliki dan mempertahankan mulai hari ini,disaat baik dan buruk, disaat kaya dan miskin, disaat sakit dan sehat, untuk mencintai dan menghargai sampai kematian memisahkan anda." Ucap pendeta.
"Saya terima." Ucap Kay.
Kay menjawab dengan senyuman manis
diwajahnya, begitu juga dengan Arka menjawab dengan mantap pertanyaan pendeta yang memimpin upacara pemberkatan.
"Ada telah menyatakan persetujuan anda dihadapan gereja. Semoga Tuhan dalam kebaikannya memperkuat persetujuan anda dan memenuhi anda berdua dengan berkat berkatnya. Apa yang telah disatukan oleh Allah, manusia tidak boleh memecah belah..Amen "
" Amen."
Kedua pengantin dan para tamu undangan
menjawab dengan hikmat doa pemberkatan itu.
Acara dilanjutkan dengan pemasangan cincin pernikahan dijari pengantin. Arka memasangkan cincin di jari manis Kay begitu pula selanjutnya Kay memasangkan cincin dijari manis Arka. Mereka menunjukannya kepada para tamu undangan dengan senyum merekah diwajah mereka.
"Cium..cium..cium.." Teriak para tamu undangan.
Arka kini menatap Kay yang kini sedang menatapnya dengan senyuman manis diwajahnya. Dia menarik tengkuk Kay dan mendaratkan ciuman di bibir Kay.
__ADS_1
Semua tamu undangan bertepuk tangan dan
ada juga yang meneriaki dengan ucapan selamat.
Kay menarik tangan Arka lalu mencium punggung tangan Arka. Arka hanya tersenyum menatap wanita yang kini tengah sah menjadi istrinya.
Malam hari dirumah Kay..
Kay dan Arka sempat menolak saat David ingin mengadakan pesta pernikahan dirumah, tapi David tetap ngotot dan akhirnya dengan pasrah mereka menyetujuinya.
Kini Arka sedang bercengkrama dengan rekan bisnis David. Arka memang sering bertemu mereka disaat meeting, tapi Arka tak sebegitu dekat dengan mereka.
Ya umur mereka yang terpaut cukup jauh yang membuat Arka sungkan untuk lebih akrab dengan mereka. Sedangkan David juga sedang mengobrol dengan koleganya yang lain.
"David, ternyata si Arka yang jadi menantu kamu, aku nggak menyangka Kay bisa menarik hatinya. Aku dengar-dengar banyak karyawati perusahaan kamu yang naksir padanya." Ucap salah satu kolega David.
"Iya, aku juga mendengar kalau Arka itu orangnya dingin. Apa yang membuat Kay bisa jatuh hati padanya?" Ucap kolega David yang lain.
David hanya bisa menyungingkan senyum diwajahnya.
"Jangan diambil hati omongan kita ya, kita cuma penasaran aja. Katanya susah mengambil hati seorang Arka si direktur perusahaan kamu itu."
"Kalian tenang aja, aku nggak perduli sama omongan kalian. Arka itu orangnya nggak seperti yang kalian pikirkan, dia itu baik dan ramah sama semua orang. Dia mungkin bersikap seperti itu di kantor hanya untuk menjaga image perusahaan aja dan karena dia memang hanya ingin serius sama pekerjaannya,
Arka kalau di kantor memang terkenal dengan sikapnya yang dingin dan cuek kalau berhadapan dengan karyawati di kantornya. Itu Arka lakukan demi menjaga perasaan Kay. Arka tidak ingin Kay salah paham kepadanya. Walau saat itu Kay belum menerima Arka.
Kay yang merasa sudah lelah menyapa semua tamu undangan akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya.
Saat membuka pintu kamarnya Kay terkejut, karena kamarnya telah disulap menjadi kamar pengantin yang begitu romantis dengan taburan kelopak bunga mawar dimana-mana.
"Sejak kapan kamar aku menjadi kayak gini? Kayaknya tadi masih biasa biasa aja."
Kay lalu melangkah masuk ke dalam kamar. Dia melihat ranjangnya yang juga terukir bentuk hati yang terbuat dari kumpulan kelopak bunga mawar. Kay duduk ditepi ranjang dan mengambil kelopak bunga itu lalu mencium harumnya.
" Romantis sekali,siapa yang mendekorasi kamar aku menjadi seperti ini ?Apa bunda..kayaknya bukan karena bunda tadi bersama aku,Kalau ayah..kayaknya juga nggak mungkin mana tau ayah peduli soal hal kayak gini..atau mungkin Arka..tapi itu tambah nggak mungkin lagi.Mungkin bunda menyuruh orang untuk mendekorasi kamar ini." Guman Kay dalam hati.
Kay beranjak dari duduknya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi. Dia ingin berendam untuk melepaskan rasa lelah yang kini mendera seluruh tubuhnya.
Setelah selesai berendam dan membilasnya Kay keluar dari kamar mandi. Dia duduk didepan meja rias.
Arka yang juga sudah merasa bosan akhirnya memutuskan untuk beristirahat di kamar. Dia membuka pintu secara perlahan. Arka tau Kay kini sedang berada di kamar.
Arka melangkahkan kakinya secara perlahan lalu menghampiri Kay. Kay bisa melihat jelas diri Arka yang kini tengah berjalan mengendap-endap untuk mendekatinya dari balik cermin. Tapi Kay pura-pura tidak tau.
__ADS_1
"Hallo istriku tersayang." Ucap Arka sambil memeluk tubuh Kay.
Kay hanya diam, dia tidak merespon maupun menolak pelukan Arka. Arka penasaran kenapa Kay tidak terkejut saat dirinya memeluknya.
"Sayang, kamu udah tau kalau aku ada dibelakang kamu?" Ucap Arka sambil berjongkok disamping Kay.
"Diri kamu aja terlihat jelas dari balik cermin." Ucap Kay lalu menghadap Arka.
Arka hanya menyengir kuda atas kebodohannya. Dia menggenggam tangan Kay sambil mengutarakan isi hatinya kalau hari ini dia sangat bahagia. Penantiannya selama ini membuahkan hasil.
"Aku juga bahagia Ka, akhirnya aku dan kamu bisa bersatu untuk selamanya."
Arka menarik Kay kedalam pelukannya, dia mengecup puncak kepala Kay dan membisikan sesuatu ditelinga Kay.
"Kamu suka nggak dengan kejutan yang aku berikan."
Kay melepaskan pelukan Arka dan menatap wajah Arka.
"Maksud kamu ini." Ucap Kay sambil menunjuk keseluruh kamarnya.
Arka menganggukan kepalanya.
"Jadi ini semua kamu yang mendekorasi, aku pikir bunda menyuruh orang untuk mendekorasi kamar ini." Ucap Kay yang saking terkejut dan tidak percaya jika Arka yang melakukannya.
"Aku suka banget." Sambung Kay lalu melingkarkan tangannya ke leher Arka.
"Aku sengaja mendekorasi kamar ini agar lebih romantis sayang, ini kan malam pengantin kita."
Kay menarik tengkuk Arka dan mendaratkan ciuman di bibir Arka. Arka terkejut dengan sikap Kay, Kay tidak pernah berinisiatif untuk menciumnya duluan.
"Sekarang kamu mandi, aku tunggu disini." Ucap Kay tersenyum lalu kembali duduk didepan meja rias.
Arka yang mengerti maksud dari ucapan Kay langsung secepat kilat masuk kedalam kamar mandi.
Kini Kay dan Arka sudah duduk di tepi ranjang. Arka menatap wajah istrinya yang sangat ia cintai, dia tidak mau mengulur-ulur waktu atau berbasa-basi lagi. Karena ini juga bukan yang pertama bagi mereka.
Arka dengan perlahan merebahkan tubuh Kay di atas ranjang. Dia menatap lekat wajah Kay dan mengecup kening Kay. Arka membelai seluruh tubuh Kay dari wajah dan terus turun kebawah.
Kay hanya bisa memejamkan matanya sembari menikmati sentuhan-sentuhan yang Arka berikan pada tubuhnya.
Malam ini menjadi malam yang panjang untuk Kay dan Arka. Penantian Arka selama ini akhirnya membuahkan hasil. Kay kini sudah menjadi miliknya dan juga ibu dari anak-anaknya.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1