Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Kebersamaan..


__ADS_3

Satu bulan kemudian..


Kay dan Kevin sudah pulih seperti sedia kala,Ardi kini lebih sering menghabiskan waktunya bersama keluarga,meski Ardi tau kalau Kevin bukan anaknya tapi Ardi masih menunggu hasil tes DNA..Ardi tak mengurangi kasihsayangnya terhadap Kay dan Kevin.Semakin hari Ardi semakin mencintai Kay dan Kevin.


" Sayang jangan lari larian nanti kamu bisa jatuh.." ucap Ardi sambil mengejar Kevin.


" Ayah..ayo tangkap Kevin.." teriak Kevin sambil terus berlari.


Bruukkk..( Kevin terjatuh )


Ardi menghampiri Kevin yang terjatuh karena tersandung.


" Sayang..kamu nggak papa ? " ucap Ardi cemas dan berjongkok didepan Kevin.


Ardi melihat lutut Kevin berdarah,Ardi mengendong Kevin dan membawanya masuk kedalam rumah..


" Bunda..tolong ambilkan kotak P3k,Kevin terluka.." teriak Ardi lalu mendudukan Kevin disofa.


Kay datang dengan membawa kotak P3k dan duduk disamping Kevin..


" Anak bunda ini kan kuat,jadi kalau cuma luka kecil kayak gini kan nggak masalah..iya kan sayang..!! " ucap Kay lalu mengecup kening Kevin.


" Kevin nggak menangis kok bunda,Kevin kan udah gede.." ucap Kevin.


" Anak ayah sudah semakin pintar sekarang..sini biar ayah obati dulu lukanya.." ucap Ardi.


Ardi membersihkan luka Kevin menggunakan air hangat dan mengolesi lukanya dengan salep..


" Wah anak ayah tidak merasakan sakit,anak ayah ini memang sudah gede ternyata.." ucap Ardi setelah selesai mengobati luka Kevin.


Ardi mengusap puncak kepala Kevin dan memangkunya,dikecupnya kedua pipi gembul Kevin..


" Ayah..kapan ni kita jalan jalan lagi ? " ucap Kevin.


" Memangnya kamu mau jalan jalan kemana sayang ? " tanya Kay.


" Kevin mau jalan jalan ke pantai bun.." ucap Kevin.


" Ayah lihat jadwal ayah dulu ya,takutnya ayah udah terlanjur janji terus tiba tiba ayah ada kerjaan kan sama juga bohong.." ucap Ardi.


" Tapi ayah janji ya kalau ayah ada waktu kita akan pergi ke pantai.." ucap Kevin sambil menatap Ardi.


" Siap sayang..." ucap Ardi.

__ADS_1


Kay meninggalkan Ardi dan Kevin untuk menghabiskan waktu berdua,karena setelah kejadian kecelakaan itu Kevin ingin selalu dekat dengan ayahnya.Kay berjalan menuju dapur untuk memasak makan siang.


" Akhirnya Kevin bisa kembali ceria seperti dulu lagi,apalagi sekarang ayah punya banyak waktu untuk Kevin..Emmm..enaknya masak apa ya.." ucap Kay sambil membuka lemari pendingin.


Kay mengambil sayur sayuran dan juga daging ayam.Kay berencana membuat capcay kesukaan Ardi dan juga sup kesukaan Kevin.Setelah satu jam makanan pun sudah siap.


" Ayah..Kevin..ayo makan siang dulu.." teriak Kay sambil menyiapkan makanan diatas meja makan.


Ardi mengendong Kevin dan berjalan menuju meja makan.Ardi mendudukan Kevin disamping Kay.Kay mengambilkan makanan untuk Ardi dan Kevin.


" Emmm baunya enak ni bun..ayah sudah nggak sabar ingin memakannya.." ucap Ardi lalu memasukan satu suapan kemulutnya.


" Iya dong Yah..masakan bunda kan nggak kalah sama maskan restoran restoran terkenal.." ucap Kay menyombongkan diri.


" Masakan bunda memang paling enak.." ucap Kevin.


" Sayang..mau bunda suapin ? " tanya Kay.


" Enggak bun..Kevin mau makan sendiri.." ucap Kevin.


" Baiklah..anak bunda kan udah gede.." ucap Kay sambil mengusap usap puncak kepala Kevin.


Setelah selesai makan Ardi menemani Kevin untuk tidur siang dan Kay membereskan meja makan.Setelah semua pekerjaan selesai Kay merebahkan tubuhnya disofa sambil menonton acara Tv.


Ardi mengecup kening Kay dan mengusap lembut puncak kepala Kay..


" Ada apa Yah ? nggak kayak biasanya ayah bersikap kayak gini sama bunda.." ucap Kay lalu bangun dari tidurnya dan duduk disofa.


" Masak bersikap romantis sama istri sendiri nggak boleh.." ucap Ardi lalu menyandarkan kepalanya dipangkuan Kay.


" Boleh aja..tapi kalau ayah bersikap manja seperti ini biasanya ada sesuatu,ayah nggak mau cerita sama bunda.." ucap Kay sambil mengusap lembut punggung Ardi.


" Nggak ada apa apa kok bun..ayah cuma capek aja dan ayah juga kangen banget sama bunda.." ucap Ardi.


" Kan tiap hari kita ketemu,weekend kita juga menghabiskan waktu bersama sama.." ucap Kay.


" Bun..kita kerumah mama ya,aku kangen sama mama.." ucap Ardi lalu duduk disamping Kay.


" Ok..kapan kita akan kesana ? " ucap Kay.


" Nanti.." ucap Ardi.


" Ayah..kalau ada yang mau ayah bicarakan sama bunda katakan aja,bunda tau ayah mau bicara sesuatu sama bunda.." ucap Kay curiga.

__ADS_1


Kay melihat Ardi sangat gelisah,seperti sedang menanggung beban yang sangat berat..


" Besok ayah ada kerjaan diluar kota selama satu minggu,bunda dan Kevin untuk sementara tinggal dirumah mama ya.." ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.


Ardi takut Kay akan menolaknya karena mereka baru saja kembali kerumah ini dan sekarang harus pindah lagi kerumah Lina.


" Ayah..kita kan baru satu bulan pindah kerumah kita,masak bunda harus tinggal dirumah mama lagi kan nggak enak sama mama.." ucap Kay.


" Tapi ayah nggak tega meninggalkan bunda dan Kevin sendirian dirumah,ayah ngerasa nggak tenang..cuma satu minggu bun..!! Ayah janji setelah itu kita balik lagi kerumah ini..please mau ya..!! " ucap Ardi sambil menyatukan telapak tangannya memohon.


" Tapi janji ya setelah pekerjaan ayah selesai kita kembali lagi kerumah ini,bunda nggak mau merepotkan mama terus.." ucap Kay.


" Iya ayah janji,sambil menunggu Kevin bangun mendingan kita bersiap siap.." ucap Ardi lalu berdiri.


Kay dan Ardi pergi kedalam kamar untuk mengemas pakaian mereka,setelah selesai berkemas Ardi membawa ransel yang berisi pakaian kedalam mobil.Ardi duduk diteras depan.Ardi menghubungi Lina..


Tutt..tutt..tutt..( ponsel Lina berbunyi )


" Hallo sayang..." jawab Lina.


" Ma..nanti aku sama keluarga aku mau kerumah mama,kita akan menginap selama satu minggu.." ucap Ardi.


" Beneran..ok mama tunggu,mama senang kalian mau tinggal dirumah mama lagi.." ucap Lina senang.


" Aku mau titip Kay dan Kevin selama satu minggu karena aku mau menemui Arka,aku ingin mendengar penjelasan dari Arka.." ucap Ardi.


" Sayang..kenapa kamu masih menginggat itu,mama kira kamu udah melupakan itu,mama mohon kamu maafin adik kamu.." ucap Lina.


" Nggak bisa Ma..kali ini sikap Arka udah keterlaluan,Arka bahkan tega melakukan itu sama Kay..dan Kevin..anak itu bahkan tidak tau kalau aku ini bukan ayahnya.." ucap Ardi.


" Sayang lupakan semuanya,bukannya Arka dan Kay tidak tau soal masalah ini jadi itu nggak akan jadi masalah yang terpenting sekarang kamu dan Kay sudah bahagia,Arka sebentar lagi juga akan menikah,mama mohon lupakan semuanya.." ucap Lina.


" Aku nggak bisa Ma..hati aku sakit banget,aku nggak menyangka ini akan terjadi sama keluarga aku dan aku mohon jangan pernah kasih tau siapapun soal masalah ini,aku ingin hanya aku dan mama yang tau..aku bilang sama Kay kalau aku ada kerjaan diluar kota selama satu minggu dan mama jangan bilang sama Kay kalau aku pergi ke Paris untuk menemui Arka.." ucap Ardi.


" Baiklah tapi mama mohon jangan kamu sakiti adik kamu,kalian bicarakan dengan baik baik jangan pakai emosi,dan setelah urusannya selesai kamu segera pulang kalau kamu nggak ingin Kay curiga.." ucap Lina.


" Baik Ma..ya udah aku tutup dulu telfonya,aku takut nanti Kay curiga.." ucap Ardi.


" Baiklah..mama tunggu kedatangan kalian.." ucap Lina lalu mematikan ponselnya.


" Ayah telfonan sama siapa ? " tanya Kay yang kini udah berdiri disamping Ardi.


🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2