
Hai para reader semua...author mau lanjutin ini novel ke season 2 ya..di season 2 ini, Kay dan Arka masih aku munculin, tapi hanya sebagai pemeran pembantu aja.
Yang season pertama kan pemeran utamanya Kay dan Arka, tapi di season ke dua ini pemerannya Ardi dan Zahra. Jika kalian ingin tau siapa Zahra, ikuti terus ceritanya ya..
Di season 2 ini Ardi memang masih bimbang dengan perasaannya. Apa dia memang sudah bisa melupakan Kay atau belum. Tapi di sisi lain dia juga sudah mulai membuka hatinya untuk wanita lain.
Mungkin ceritanya agak rumit, tapi kalian tidak akan kecewa, karena endingnya Ardi akan tetap bahagia.
selamat membaca...ikuti terus ceritanya ya...
😘😘😘😘
Kay saat ini tengah Bersama dengan bunda dan ayahnya. Selama kehamilannya yang kini
sudah menginjak 9 bulan, Kay tinggal Bersama kedua orangtuanya, tentu saja itu
juga atas persetujuan Arka.
Saat ini Arka tengah mengurus perusahaan mertuanya yang sepenuhnya sudah diserahkan kepadanya. David merasa dirinya sudah tidak sanggup mengelola perusahaannya lagi, apa lagi mengingat kesehatannya yang semakin hari semakin menurun.
“Ayah jangan banyak beraktivitas, Ayah harus menjaga kesehatan Ayah,” ucap Kay sambil
menyelimuti tubuh ayahnya.
“Ayah baik-baik saja sayang, jadi kamu nggak usah khawatir. Lebih baik kamu jaga
kandungan kamu, apa lagi sebentar lagi kamu akan melahirkan.”
“Kandungan Kay baik-baik saja, Yah. Ayah tenang saja.”
Merisa membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, “sayang, suami kamu sudah pulang,”
ucapnya.
Kay berdiri lalu keluar dari kamar. Dia berjalan menuju kamarnya. Kay melihat suaminya tengah duduk sambal bersandar di sofa.
“Ada apa, apa ada masalah di kantor?” tanyanya sambil duduk di samping suaminya.
Arka menggelengkan kepalanya, dia lalu memeluk istrinya dengan sangat erat.
__ADS_1
“Katakan ada apa?” tanya Kay lagi.
“Tadi Kak Ardi menelfon, katanya dia sangat merindukan Kevin. Kak Ardi ingin Kevin
tinggal di Jogja sementara waktu bersamanya.” Kedua mata Kay membulat seketika, kenapa Kevin harus tinggal di Jogja. Kalau hanya kangen kan dia bisa datang ke
Pekanbaru untuk menemui Kevin.
"Kenapa Kevin harus tinggal di Jogja?” tanya Kay dengan nada tidak suka.
“Karena Kak Ardi ingin tinggal bersamanya.”
“Kenapa Kak Ardi nggak datang ke sini saja, dia bisa bertemu dengan Kevin sepuasnya.”
“Kak Ardi nggak bisa tinggal di sini.”
“Kenapa?” tanya Kay mengernyitkan dahinya.
Arka menatap lekat wajah cantik istrinya, dia lalu menghela nafas berat, “Kak Ardi nggak
bisa tinggal satu atap sama kamu lagi. Meskipun dia sudah mengikhlaskan kamu,
“Kenapa bisa seperti itu, bukannya Kak Ardi sendiri yang bilang jika dia sudah
mengikhlaskan semuanya, tapi kenapa sekarang dia berubah pikiran?”
“Sayang, memangnya kamu pikir semudah itu melupakan orang yang kita sayang?” Arka
menggelengkan kepalanya, “nggak semudah itu, nyatanya aku yang selama ini ingin
melupakan kamu dan membuka lembaran baru saja tidak bisa,” imbuhnya.
“Tapi, Ka_”
“Sayang, kamu tau kan Kak Ardi mencintai kamu sejak dulu, bahkan sebelum aku mengenalmu. Dia hanya mampu mencintai kamu dalam diam, hingga akhirnya takdir menyatukannya denganmu, meskipun semua harus berakhir karena kesalahan aku.”
“Ka, apa kamu menyesali semuanya?”
Arka menggelengkan kepalanya, “aku nggak akan pernah menyesalinya, kamu segala-gala nya untukku. Apa lagi kehadiran Kevin membuat aku ingin sekali membahagiakan kalian berdua.” Arka mengusap perut Kay yang sudah sangat membuncit, “apalagi anak kedua kita sebentar lagi akan lahir,” imbuhnya.
__ADS_1
“Ka, aku tau keputusan aku waktu itu salah, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang aku hanya ingin menatap masa depan, aku nggak ma uterus mengingat masa lalu. Bagiku semua itu sudah berlalu.”
“Aku tau.” Arka menarik Kay ke dalam pelukannya. Dia memahami perasaan istrinya saat ini. Dia tau tak semudah itu juga Kay melupakan semuanya.
Selama ini Arka melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri bagaimana perjuangan Kay untuk menerima kehadiran Monic di sisi Ardi.
Bahkan mengambil keputusan yang sangat
sulit untuk kehidupannya, di mana dia harus melayangkan surat cerai kepada laki-laki
yang sangat dia cintai saat itu.
Tapi Kay tidak mempunyai pilihan lain, karena dia tidak ingin anak yang di kandung Monic ikut mendapatkan dampak dari situasi yang tengah mereka hadapi.
Selain itu Kay juga tidak ingin di madu. Jika saat itu Monic tidak sedang hamil, maka sekuat tenaga Kay akan tetap mempertahankan rumah tangganya yang telah ia bina hampir lima tahun lamanya.
“Ada apa?” Arka menggenggam tangan Kay.
“Berapa lama Kevin akan tinggal di Jogja?”
“Mungkin sekitar satu minggu, setelah itu Kak Ardi akan mengantarkannya pulang ke Pekanbaru.”
‘Apa kamu sudah bertanya sama Kevin, apa dia mau tinggal di Jogja?”
Arka menggelengkan kepalanya, “nanti aku akan tanyakan kepada Kevin,” ucapnya.
“Jika Kevin tidak mau, kamu nggak boleh memaksanya,” pinta Kay.
Arka menganggukkan kepalanya, “iya aku janji. Tapi jika Kevin setuju kamu harus menyetujuinya,” pintanya.
“Baiklah." Meskipun berat, tapi Kay tidak bisa berbuat apa-apa jika itu memang keinginan
Kevin. Kay juga tidak bisa memungkiri jika Kevin juga begitu dekat dengan Ardi.
Bagi Kevin, Ardi tetaplah ayahnya.
“Terima kasih,” ucap Arka lalu mengecup kening Kay.
~oOo~
__ADS_1