
Setelah mendapat telfon dari Lina,Ardi terlihat sangat panik..
" Saya minta maaf,meeting hari ini cukup sampai disini,saya ada urusan..permisi.." ucap Ardi lalu keluar dari ruang meeting.
Ardi bergegas menuju mobilnya,Ardi masuk kedalam mobil..Ardi melajukan mobilnya,Ardi terlihat sangat panik dan gelisah,Ardi sangat mengkhawatirkan anak dan istrinya..
" Bunda..Kevin..kalian harus bertahan,tunggu ayah sayang.." ucap Ardi sambil terus melajukan mobilnya.
Sesampainya dirumah sakit,Ardi bergegas menuju ruang UGD,Ardi melihat Lina dan Jonny berdiri didepan ruang operasi dengan raut wajah gelisah.Lina terlihat menangis dalam pelukan Jonny.Ardi berjalan menghampiri mereka..
" Bagaimana keadaan Kay dan Kevin Ma..apa kata dokter ? " tanya Ardi cemas.
" Mama juga nggak tau sayang,dari tadi dokter belum keluar dari ruang operasi.." ucap Lina sambil menghapus airmata dikedua pipinya.
" Sebenarnya apa yang terjadi Ma,kenapa Kay dan Kevin bisa mengalami kecelakaan ? " tanya Ardi.
" Ini semua salah mama sayang,andai tadi mama melarang Kay untuk pergi maka kecelakaan ini nggak akan terjadi.." ucap Lina menyesal.
" Memangnya Kay kenapa Ma,bukannya Kay baik baik aja.." ucap Ardi yang binggung kenapa kecelakaan bisa terjadi karena setahu Ardi Kay pandai dalam mengemudikan mobil..
" Kay sebenarnya sedang tidak enak badan tapi sejak pagi Kevin merengek ingin ketemu sama kamu,Kay tidak tega melihat Kevin menangis jadi Kay berniat mengantar Kevin untuk bertemu denganmu.." ucap Lina.
" Ini semua bukan salah mama,ini semua salah aku Ma karena aku selalu sibuk kerja hingga aku nggak ada waktu untuk Kevin..mama jangan menangis lagi,aku yakin Kay dan Kevin baik baik saja.." ucap Ardi sambil memeluk Lina.
Ardi melihat tanda lampu diatas pintu masih berwarna merah.Ardi berusaha mengendalikan emosinya dan juga menahan airmatanya agar tidak jatuh.Ardi berusaha tegar dihadapan kedua orangtuanya.
" Apa papa udah memberitahu kedua orangtua Kay ? " tanya Ardi.
__ADS_1
" Belum..papa begitu panik,jadi papa belum sempat mengabari David dan Merisa.." ucap Jonny.
" Papa jangan memberitahu mereka dulu,aku takut membuat mereka cemas,apalagi dengan kondisi ayah Kay yang mempunyai riwayat sakit jantung,kita akan mengabari mereka saat Kay dan Kevin sudah benar benar stabil.." ucap Ardi.
Ardi takut jika ayah Kay mendengar kabar kecelakaan yang menimpa Kay akan memperburuk penyakitnya,Ardi tidak ingin itu terjadi.
" Baiklah..kalau begitu papa pergi sebentar,papa ingin mengabari orang kantor kalau papa nggak bisa balik kekantor.." ucap Jonny.
" Baik Pa.." ucap Ardi.
Pintu ruang operasi terbuka,seorang wanita berpakaian hijau muda keluar dari ruang operasi.Ardi dan Lina berlari mendekati wanita itu..
" Maaf pasien kekurangan darah dan kebetulan rumah sakit stock darah dengan golongan darah itu sedang kosong,apa diantara keluarga ada yang mempunyai golongan darah AB dan B+ ? " tanya wanita itu.
" Golongan darah saya B+ dok,silahkan ambil darah saya karena darah istri dan anak saya sama dengan saya.." ucap Ardi.
" Tapi pasien satunya membutuhkan darah golongan AB.." ucap Dokter.
" Baiklah kalian ikut saya sekarang.." ucap Dokter.
Ardi dan Lina mengikuti dokter itu kesuatu ruangan..
" Kalian diperiksa dulu,kalau darah kalian cocok maka tranfusi darah akan segera kita lakukan.." ucap Dokter dan meninggalkan Ardi dan Jony dengan seorang laki laki untuk memeriksa golongan darah mereka.
Setelah dua kantong darah selesai diambil,mereka keluar dari ruangan itu.
Saat ini pikiran Ardi sangat kacau,Ardi penasaran kenapa golongan darah Kevin tidak sama dengannya dan juga Kay.
__ADS_1
Lina menatap Ardi yang kini terlihat sangat gelisah,Lina juga penasaran kenapa golongan darah Kevin tidak sama dengan Ardi dan Kay.Muncul suatu kecurigaan dipikiran Lina..
" Apa mungkin Kevin itu anaknya Arka ? tapi bagaimana mungkin,kalau Kevin anaknya Arka Kay pasti tau.." ucap Lina dalam hati.
Lina tak mau mengambil kesimpulan tanpa bukti,walau salah satu bukti sudah terlihat kalau golongan darah Kevin sama dengan golongan darah Arka.
Dua jam sudah berlalu tapi tidak ada tanda tanda suster atau dokter keluar dari ruang operasi.Lampu diatas pintu pun terus memancarkan warna merah.
Ardi mencoba untuk tegar,walau sekarang pikirannya dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan yang nggak tau apa jawabannya..tapi bagi Ardi sekarang yang terpenting adalah kesembuhan anak dan istrinya..
" Sayang kamu tidak papa ? " tanya Lina yang melihat kegelisahan Ardi.
Lina takut Ardi berfikiran yang tidak tidak tentang golongan darah Kevin yang berbeda dengan golongan darahnya dan juga Kay.Lina takut kecurigaannya terbukti benar.Lina nggak tau bagaimana akan menjelaskan ini semua kepada Ardi.Rahasia yang selama ini disimpannya rapat rapat harus terungkap disituasi seperti ini..
" Kenapa Ma ? apa mama mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui selama ini ? " tanya Ardi penasaran.
" Mama minta maaf,mama juga tidak tau kenapa ini semua bisa terjadi.." ucap Lina.
" Aku sebenarnya penasaran Ma,ada begitu banyak pertanyaan dalam pikiran aku tapi aku nggak ingin membahasnya sekarang karena bagi aku yang terpenting adalah kesembuhan Kay dan Kevin.." ucap Ardi.
" Pertanyaan apa itu sayang ? " tanya Lina penasaran.
Lina terlihat sangat gelisah dan gugup,Lina takut Ardi akan curiga dan berfikiran kalau Kevin bukan anaknya,Lina takut Ardi akan menuduh Kay berselingkuh dan mengkhianatinya,Lina nggak ingin keluarganya hancur,Lina tidak ingin rumah tangga anaknya hancur karena ini semua bukan salah Kay melainkan kesalahan Arka.
" Mama kenapa begitu gelisah,apa ada yang mama rahasiakan dari aku ? kasih tau aku Ma karena aku juga berhak tau apa yang sebenarnya terjadi.." ucap Ardi.
" Mama akan menceritakan semuanya tapi tidak sekarang,mama tau apa yang sedang kamu pikirkan sekarang tapi mama mohon jangan salahkan Kay karena semua ini bukan salah Kay tapi semua ini salah mama.." ucap Lina.
__ADS_1
" Maksud mama apa ? " ucap Ardi terkejut.
🌟🌟🌟🌟