
Pernikahan adalah persatuan keseluruhan hidup sepasang laki-laki dan perempuan. Dengan titik tolak ini, dapatlah dikatakan bahwa pernikahan pada dasarnya adalah kata kerja, bukan kata benda. Pernikahan adalah sebuah proses, bahkan proses yang sangat panjang, dengan segala jatuh bangunnya, karena masing-masing pribadi mempunyai keunikan tersendiri.
Dan saat ini Ardi dan Zahra sudah siap untuk melalui semua itu. Mereka sudah siap untuk menjalani bahtera rumah tangga dengan begitu banyak perbedaan. Selain umur mereka yang terpaut cukup jauh, status mereka, bahkan sifat mereka yang juga berbeda. Tapi mereka sudah sepakat untuk saling menerima kekurangan masing-masing dan menjadikan kekurangan pasangannya itu sebagai kelebihan mereka.
Gereja yang dipenuhi dengan bunga-bunga nan cantik seperti bunga lily dan krisan menambah semarak pagi nan indah ini. Ditambah lagi dengan dekorasi gereja itu yang semakin terlihat indah, dengan bangku-bangku yang berjajar dengan rapi juga dihiasi dengan bunga dan juga pita dengan renda yang berwarna putih. Warna putih itu sendiri melambangkan kesucian.
Zahra terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Gaun yang sudah dipilihkan oleh Ardi, sang pengantin pria. Wanita itu juga membawa buket bunga di tangannya. Sedangkan Ardi terlihat sangat tampan, meskipun di usianya yang sudah tak lagi muda. Ketampanannya yang menawan semakin terpancar dengan setelan tuksedo berwarna hitam. Kulitnya yang putih, rambutnya yang kecoklatan semakin memancarkan aura yang sanggup meluluhkan hati kaum hawa yang melihatnya.
Para tamu undangan berdiri, kedua mata mereka menatap ke arah pintu utama gereja yang terbuka. Terlihatlah Zahra yang kini tengah digandeng oleh ayahnya berjalan dengan senyuman di wajahnya menyusuri aisle. Sedangkan di depan sana Ardi sudah berdiri di depan altar menunggu kedatangan Zahra dengan senyuman yang terpancar di wajahnya.
Para tamu undangan kembali duduk di bangku mereka masing-masing setelah Zahra diserahkan oleh ayahnya kepada Ardi. Zahra menggandeng lengan Ardi dan berdiri di depan Altar. Imam kemudian membacakan doa pembukaan pemberkatan atas pernikahan Ardi dan Zahra. lagu pujian yang mengiringinya ikut dinyanyikan oleh para tamu undangan dengan syahdu.
Tiba saatnya pemberkataan pernikahan. Zahra dan Ardi saling bertatapan dan berpegangan tangan dan mengucapkan janji pernikahan mereka.
“Saya Ardi Raditya Pratama membawa anda Zahra Patricia menjadi istri saya. Saya berjanji untuk jujur kepada anda di saat-saat yang baik, dalam sakit dan sehat, saya akan mencintai anda sepanjang hari dalam hidup saya,” ucap Ardi.
Ardi mengucapkan janji itu dengan penuh semangat, bahkan hatinya merasa begitu lega saat mengucapkan janji-janji itu. Bagi Ardi itu bukan hanya ucapan janji belaka, dia akan mewujudkan semua janji-janji yang telah di ucapkan di depan Imam dan para tamu undangan yang tampak memadati gereja khatolik itu.
Sekarang tiba saatnya pemberkatan utama yang dilakukan oleh Imam yang memimpin upacara.
“Apakah anda menganggap Ardi Raditya Pratama sebagai suami sah anda untuk memiliki dan mempertahankan mulai hari ini, di saat baik dan buruk, di saat sakit dan sehat, di saat kaya dan miskin, untuk mencintai dan menghargai satu sama lain sampai maut memisahkan anda,” ucap Imam.
“Saya terima.”
Zahra menjawab dengan senyuman di wajahnya. Begitu juga dengan Ardi yang menjawab dengan mantap dan pertanyaan Imam yang memimpin upacara pemberkatan itu.
“Anda telah menyatakan persetujuan anda dihadapan gereja. Semoga Tuhan dalam kebaikannya memperkuat persetujuan anda dan memenuhi anda berdua dengan berkat-berkatnya. Apa yang telah disatukan oleh Allah, manusia tidak boleh memecah belah...Amen.”
“Amen.”
Kedua pengantin dan para tamu undangan menjawab dengan hikmat doa pemberkatan itu. Ardi dan Zahra saling mencuri pandang, terlihat senyuman merekah di kedua sudut bibir mereka. Tidak ada kebahagian lain yang pernah Zahra rasakan seperti hari ini. Dimana dirinya kini sudah sah menjadi istri dari pria yang sangat dia cintai.
Acara dilanjutkan dengan pemasangan cincin pernikahan di jari sang pengantin. Ardi memasangkan cincin di jari manis Zahra begitu pula sebaliknya Zahra memasangkan cincin di jari manis Ardi. Mereka lalu menunjukkannya kepada para tamu undangan. Kedua orang tua Zahra dan Ardi terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
Ardi tersenyum sambil menatap wajah cantik istrinya, dia lalu dengan perlahan mengecup bibir tipis wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu. Zahra menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.
***
Acara pemberkatan telah terlaksana dengan lancar. Perasaan haru biru di hati Zahra, tidak dapat membendung air matanya. Rasanya belum lama dia merasakan kasih sayang kedua orangtuanya, digendong, dibelai, dan dimanja. Terkadang orang tuanya memberi nasehat, marah ketika Zahra melakukan sebuah kesalahan.
Kedua orang tua Zahra mempunyai prinsip, tak apa hidup kekurangan secara ekonomi asal kaya hati dan ibadah tetap di jaga untuk kehidupan di akhirat kelak. Semua itu melekat kuat di ingatan Zahra.
Kini akan dilaksanakan prosesi resepsi pernikahan yang akan mereka gelar di gedung hotel bintang lima. Zahra memakai gaun berwarna putih dengan aksen renda berwarna biru. Wanita itu tetap saja terlihat cantik dengan gaun apapun yang dipakainya. Sedangkan Ardi berganti pakaian dengan memakai tuksedo berwarna putih, dan itu juga tak mengurangi ketampanannya.
Zahra merangkul lengan Ardi, mereka saling menatap dengan senyuman yang merekah di kedua sudut mereka. Dengan gaun yang Zahra gunakan, dia pasti akan sangat sulit untuk berjalan menuju pelaminan. Perasaan gugup pun mulai melanda wanita itu saat semua mata menatap ke arahnya, tapi Ardi menyentuh tangan Zahra dan memberinya kekuatan untuk tetap percaya diri.
Dengan perlahan mereka mulai berjalan melewati red carpet yang membentang dari pintu masuk sampai ke pelaminan. Ardi membantu Zahra untuk duduk di kursi pelaminan. Acara pun dimulai, begitu banyak tamu undangan yang hadir di acara resepsi pernikahan Ardi dan Zahra. Bukan hanya sahabat dan keluarga yang hadir, tapi juga kolega-kolega Ardi dan papanya Zahra.
Semua yang hadir di acara resepsi pernikahan Ardi dan Zahra terlihat sama bahagiannya seperti Ardi dan Zahra. Aura positif begitu kental terasa. Ardi dan Zahra tak henti-hentinya mengembangkan senyuman di kedua sudut bibir mereka. Ucapan demi ucapan mengalir begitu derasnya. Ardi bahkan tidak melepaskan genggaman tangannya pada tangan Zahra.
Perasaan Zahra begitu bahagia saat di sela-sela acara, Ardi masih sempatnya membisikkan kalimat yang mampu membuat wajah Zahra merah merona dengan sempurna.
“Istriku, cintaku, dan penyemangat hidupku,” bisik Ardi lalu mengecup kilas pipi Zahra.
Zahra hanya mampu tersenyum sambil tersipu malu.
*Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujamu
Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
__ADS_1
Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu...sempurna...sempurna...
Ardi dengan perlahan berjalan mendekati Zahra, dia lalu menggenggam tangan istrinya dan mengecup punggung tangannya. Hati Zahra begitu tersentuh saat mendengar lagu yang Ardi nyanyikan untuknya, hingga membuat Zahra menitihkan air mata bahagia. Beberapa tamu undangan pun terlihat mengusap air mata mereka.
*Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku...
(SEMPURNA, BY Andra and the BackBone)
__ADS_1
Begitu usai menyanyikan lagu cintanya, dengan sigap Ardi merangkul pinggang Zahra, mengecup lembut bibir tipisnya kilas dihadapan semua para tamu undangan, dan lagi-lagi suara gemuruh tepuk tangan menghiasi sekeliling mereka. Semua berbahagia melewati acara resepsi pernikahan Ardi dan Zahra yang terlihat begitu mewah dan elegan.
~oOo~