Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Ancaman Monic..


__ADS_3

Ardi berniat merobek surat itu tapi dicegah oleh Monic. Monic memohon kepada Ardi agar Ardi mau menandatangi surat cerai itu, karena Monic sangat membutuhkannya. Monic begitu takut Ardi akan meninggalkannya.


"Ric, jika kamu nggak menceraikan Kay, maka aku yang akan bunuh diri," ancam Monic.


"Kamu ini bicara apa, mana mungkin aku akan menceraikan Kay, sampai kapan pun aku nggak akan pernah menceraikan Kay!" Teriak Ardi emosi.


"Kalau begitu kamu lebih memilih aku dan anak kamu mati, karena aku nggak akan sanggup hidup tanpa kamu. Ric, hanya kamu yang aku miliki, jika kamu pergi meninggalkan aku, lebih baik aku mati," ancam Monic lagi.


"Mon, kamu jangan bikin aku tambah frustasi ya, aku nggak takut akan ancaman kamu!" Teriak Ardi sambil menunjuk-nunjuk Monic.


"Ok Ric, kamu pikir aku nggak berani melakukan itu, lihat saja aku akan mati didepan kamu!" seru Monic lalu berjalan menuju dapur.


Monic mengambil pisau dari dapur dan membawanya didepan Ardi. Monic berniat memotong nadi tangannya tapi dicegah oleh Ardi.


"Apa kamu sudah gila! apa kamu nggak kasian sama anak kamu, hah!" teriak Ardi lalu mengambil pisau dari tangan Monic lalu melemparkannya ke lantai.


"Ya! aku memang gila! buat apa anak ini hidup jika dia harus hidup tanpa ayahnya, lebih baik aku mati bersama anakku!"


"Jangan seperti itu, Mon."


"Sekarang kamu pilih mendatangi surat itu atau kamu melihat aku mati didepan mu!" teriak Monic.


Ardi mengacak-acak rambutnya karena frustasi. Ardi ingat akan pesan dokter kepadanya agar tidak membiarkan Monic stres, karena itu akan berdampak buruk untuk kandungannya.

__ADS_1


"Apa lagi yang kamu pikirkan, Ric? Ah..perutku sakit..ah!" Teriak Monic sambil menahan sakit diperutnya.


Ardi terlihat sangat panik, dia lalu berteriak memanggil Arka agar membantunya membawa Monic ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, dokter memeriksa keadaan Monic.


"Gimana dok keadaan istri saya?" Tanya Ardi cemas.


"Untung anda langsung membawanya ke rumah sakit, jika terlambat sedikit saja maka anda akan kehilangan anak anda. Saya sudah memperingatkan anda agar tidak membuat istri anda stres, lebih baik istri anda dirawat untuk beberapa hari di sini agar kondisinya kembali pulih, dan saya harap anda lebih memperhatikan kondisi mental istri anda agar tidak terlalu banyak berfikir," ucap Dokter itu.


"Terima kasih dok, saya akan ingat pesan dokter," ucap Ardi.


"Kalau begitu saya permisi," ucap dokter lalu keluar dari kamar inap Monic.


"Maafin aku Mon, karena sudah membuat hidup kamu menderita."


"Aku nggak mungkin bisa menceraikan Kay, tapi aku harus melakukan sesuatu agar Monic percaya kalau aku sudah menandatangi surat cerai itu," pikir Ardi dalam hati.


Ardi keluar dari kamar inap Monic dan berjalan menuju taman rumah sakit. Ardi duduk sambil memikirkan cara agar Kay membatalkan perceraian mereka.


"Apa yang harus aku lakukan,aku nggak mungkin membiarkan Kay lepas dari tanganku. Dengan susah payah aku mendapatkannya."


Arka yang berniat mengunjungi Monic sekalian meminta surat cerai yang dikirim oleh Kay tidak sengaja melihat Ardi sedang duduk sendirian di taman.

__ADS_1


Arka berjalan mendekati Ardi dan duduk di samping Ardi.


"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Ardi terkejut karena tiba-tiba Arka duduk disampingnya.


"Aku mau menjenguk kakak ipar aku dan sekalian aku mau mengambil surat yang tadi kakak terima."


"Kamu tau tentang surat itu?" Tanya Ardi terkejut.


"Ya, Kay yang memintaku untuk mengambilnya. Kak Ardi sudah menandatangi nya kan?"


"Sampai kapan pun aku nggak akan menandatanganinya, surat itu sudah aku buang!" seru Ardi.


"Aku sudah menduga kak Ardi pasti melakukan itu. Tapi Kay nggak akan mundur Kak, Kay akan mengirim surat itu lagi sampai Kak Ardi menandatanganinya. Kay sudah bertekad untuk bercerai dari kak Ardi. Kay sudah terlalu menderita Kak, apa kak Ardi nggak kasian sama Kay? apa kak Ardi ingin menyiksa batin Kay lebih lama lagi?"


"Apa kamu bilang! kapan aku menyakiti Kay, bukankah kamu yang membuat masalahnya menjadi seperti ini. Andai dulu kamu nggak melakukan itu sama Kay mungkin sekarang rumah tangga aku sama Kay akan baik-baik saja!" teriak Ardi.


"Aku tau kak aku salah, tapi kenapa Kay yang harus menderita, Kak? biarkanlah Kay bahagia, bukankah Kak Ardi sudah memiliki Monic? kalau dulu aku nggak melakukan itu sama Kay mungkin saat ini Kevin nggak akan ada Kak, karena Kevin darah daging aku, anak kandung aku," ucap Arka penuh penekanan.


"Kamu senang kalau aku dan Kay bercerai? Bukankah itu yang kamu harapkan selama ini?" tanya Ardi yang mulai emosi.


"Kak, kalau boleh jujur aku nggak senang kalau kalian bercerai, tapi aku juga nggak suka kalau Kak Ardi selalu menyakiti Kay. Aku sudah mengikhlaskan Kay untuk Kak Ardi, tapi kak Ardi malah menyia-nyiakan Kay hanya untuk menuntut penjelasan dari aku. Selama Kak Ardi pergi aku selalu melihat Kay menangis dan menderita. Jadi aku nggak akan membiarkan itu terjadi lagi. Kak Ardi terlalu egois jika kak Ardi berniat untuk memiliki Kay dan Monic sekaligus. Pikirkan lah baik-baik Kak, jika kakak memang sayang sama Kay dan ingin Kay bahagia, maka lepaskanlah Kay jika kakak nggak bisa melepaskan Monic," ucap Arka lalu berdiri dan meninggalkan Ardi.


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2