
Hari ini Lina dan Jonny akan menjemput Arka di bandara, setelah hampir dua tahun akhirnya Lina dan Jonny bisa bertemu lagi dengan Arka, terlihat jelas senyuman kebahagian di wajah Lina saat melihat Arka berjalan menghampirinya dengan senyuman diwajahnya.
Lina memeluk Arka, air mata menetes membasahi kedua pipinya.
"Mama kenapa menangis?" tanya Arka sambil memeluk erat mama nya.
"Mama sangat merindukanmu sayang, rumah terasa sepi setelah kepergian mu," ucap Lina.
"Arka juga sangat merindukan Mama, Arka juga rindu sama masakan Mama," ucap Arka.
Jonny melihat sosok wanita yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Dia siapa, Ka?" tanya Jonny sambil menatap wanita yang kini berdiri di samping Arka.
"Arka sampai lupa, kenalin Ma...Pa, dia Marsela," ucap Arka.
"Halo Om..Tante," sapa Sela sambil mencium tangan Lina dan Jonny.
"Dia siapa kamu, Ka?" tanya Jonny penasaran.
"Saya pacarnya Arka, Om," ucap Sela.
"Ooo...jadi ini calon menantu Papa," goda Jonny.
"Nggak, Pa. Kita cuma temen kok," elak Arka.
"Bohong Om, kita sudah pacaran kok selama enam bulan ini," ucap Sela sambil mengandeng lengan Arka.
"Itu kan mau kamu, Sel," ucap Arka ketus.
"Ya sudah, kita pulang dulu saja, nanti kita bicarakan lagi di rumah," ucap Lina.
Mereka keluar dari bandara dan masuk ke dalam mobil. Jonny melajukan mobilnya.
Sedangkan di rumah Kay sudah mempersiapkan acara penyambutan kedatangan Arka, bahkan Kay sudah memasak makanan kesukaan Arka, karena Lina menyuruh Kay untuk memasak makanan kesukaan Arka.
"Semua udah siap. Em... kak Ardi kok belum pulang ya, apa dia lupa kalau hari ini Arka akan pulang?"
Kay mengendong Kevin menuju pintu depan, saat Kay ingin membuka pintu, pintu sudah terbuka dari luar.
Kay melihat Lina, Jonny dan Arka sudah berdiri di depan pintu. Arka menatap Kay dengan senyuman diwajahnya.
"Hai Kay, apa kabar?" sapa Arka.
"Baik, ayo masuk," ucap Kay sambil masuk ke dalam rumah.
"Semua sudah siap sayang?" tanya Lina.
"Sudah, Ma," ucap Kay.
Mereka berjalan menuju meja makan. Kay duduk di salah satu kursi meja makan sambil memangku Kevin. Arka tak henti-henti menatap Kay. Sela merasa terganggu akan kehadiran Kay.
"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Sela sambil menggenggam tangan Arka.
Kay menatap wanita yang sedari tadi ada di samping Arka. Dia ingat wanita itu adalah wanita yang ada di ponsel mama mertuanya.
"Dia sangat cantik, sikapnya begitu manja dan perhatian sama Arka, semoga kamu bahagia, Ka," gumam Kay dalam hati.
"Aku akan ambil sendiri," ucap Arka lalu mengambil makanan.
__ADS_1
"Bu..da..Evin..mau akan," ucap Kevin.
"Iya sayang, Bunda akan suapin kamu," ucap Kay.
Kau mendudukkan Kevin di sampingnya dan menyuapinya. Arka menatap Kay yang sedang menyuapi Kevin.
"Kak Ardi mana?" tanya Arka.
"Dia tadi ada meeting penting yang nggak bisa dia tinggal," ucap Kay.
"Anak kamu manis, Kay," ucap Arka.
"Makasih," ucap Kay.
Arka berdiri dan mendekati Kevin.
"Hai jagoan, mau main sama Om?" tanya Arka sambil berjongkok di depan Kevin.
"Ka, apa kamu nggak capek habis perjalanan jauh?" tanya Kay.
"Enggak, aku sudah nggak sabar ingin bermain dengan jagoan kecil aku," ucap Arka sambil mencubit pelan pipi gembul Kevin.
"Bu..da," panggil Kevin sambil menatap Kay.
"Dia ini Om Arka, adiknya Ayah Kevin. Ayo beri salam sama Om Arka," pinta Kay.
"Ha..o om," sapa Kevin dengan suara lucunya.
"Dia anak yang pandai, sudah lancar bicaranya," ucap Arka sambil mengusap lembut rambut Kevin.
Arka mengendong Kevin dan mengajaknya keluar rumah, saat mau keluar rumah Arka berpapasan dengan Ardi.
"A...ya!" teriak Kevin.
"Hai kak, apa kabar?" sapa Arka.
"Baik, kamu sendiri apa kabar?"
"Baik, Kak."
Sela berjalan menghampiri Arka dan Ardi. Sela menatap Ardi begitu juga dengan Ardi.
"Sayang...tungguin aku dong," ucap Sela sambil mengandeng lengan Arka.
"Ini siapa, Ka?" tanya Ardi sambil menatap Sela.
"Hai kak, aku Sela, calon istrinya Arka," ucap Sela sambil menjabat tangan Ardi.
"Jangan bercanda kamu Sel!" seru Arka kesal.
"Aku nggak bercanda, bukanya setelah kamu lulus kita akan menikah?"
"Kakak senang kamu sudah menemukan wanita pengganti Kay," ucap Ardi dengan senyuman di wajahnya.
"Tenang saja Kak, aku sudah move on dari Kay kok," ucap Arka sambil mencubit pipi gembul Kevin.
Arka berjalan keluar rumah, dia duduk di kursi taman sama Kevin dan Sela. Ardi masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju meja makan.
"Gadis itu siapa, Ma?" tanya Ardi sambil duduk di samping Kay.
"Katanya pacarnya Arka," ucap Lina.
__ADS_1
Kay mengambilkan makanan untuk Ardi, Kay menaruhnya didepan Ardi.
"Makasih, Bun," ucap Ardi.
" Meeting nya sudah selesai?" tanya Kay.
"Sudah," ucap Ardi sambil memasukan makanan ke mulutnya.
"Pacar Arka cantik ya, Ma. Gimana kalau kita bujuk mereka untuk bertunangan," usul Jonny.
"Ardi setuju, Pa. Lagian Ardi lihat itu cewek nempel terus sama Arka, kayak nggak mau pisah gitu," ucap Ardi sambil mengunyah makanan.
Kay hanya diam tidak merespon pembicaraan Jonny dan Ardi, Kay lebih asyik dengan makanannya.
"Gimana Bun, apa kamu juga setuju?" tanya Ardi.
"Ya kalau Bunda sih terserah sama Arkanya, kan Arka yang akan bertunangan," ucap Kay.
"Iya sih, tapi Bunda bisa lihat kan gimana itu cewek nempel terus sama Arka, Ayah takutnya dia itu salah pergaulan, apa lagi dia tinggal diluar negeri, dunia bebas," ucap Ardi.
"Sayang, nggak mungkin Arka melakukan itu," ucap Lina.
"Ya kita kan nggak tau, Ma, apalagi mereka sama-sama sudah dewasa," ucap Ardi.
"Sudah nggak usah berdebat, nanti kita bicarakan sama Arka dan Sela," ucap Jonny.
Setelah selesai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga. Sedangkan Kay sedang menidurkan Kevin di dalam kamarnya.
"Ka, ada yang mau Papa bicarakan sama kamu," ucap Jonny.
"Ada apa, Pa?"
"Gimana hubungan kamu sama Sela?" tanya Jonny.
"Kita cuma teman dekat kok, Pa. Dia cuma Arka anggap teman, nggak lebih," ucap Arka.
"Tapi Ka, Papa lihat Sela begitu mencintai kamu," ucap Jonny.
"Sela memang mencintai Arka, Pa, tapi Arka nggak ada rasa sama Sela," ucap Arka.
"Sayang, Mama dan Papa ingin kamu dan Sela menikah," ucap Lina.
Arka berfikir sejenak, dengan menyetujui permintaan mama nya maka mama nya akan percaya kalau dia sudah move on dari Kay.
"Arka juga punya niatan untuk menikahi Sela, Ma, tapi tidak sekarang, Arka mau lulus kuliah dulu baru menikah," ucap Arka.
"Bagaimana kalau kalian tunangan dulu?" usul Jonny.
"Terserah sama Papa saja," ucap Arka.
"Tapi gimana dengan orang tua Sela?" tanya Lina.
"Mereka sudah setuju kok, Ma. Sela selalu merengek kepada orangtuanya untuk bertunangan dengan Arka, tapi waktu itu Arka belum siap," ucap Arka.
"Kalau begitu sudah nggak ada masalah lagi, sebelum kamu balik ke Paris kamu dan Sela harus bertunangan," ucap Jonny.
"Ok, tapi Arka hanya ingin pihak keluarga saja yang tau," ucap Arka.
"Baiklah," ucap Jonny.
Lina senang akhirnya Arka bisa melupakan Kay sepenuhnya. Arka sudah membuka hatinya untuk orang lain.
__ADS_1
~oOo~