
Ardi dan Monic saling menatap.Ardi binggung harus menjawab apa.
" Ada apa ini ?.." Tanya Lina.
" Ini Ma,perut Monic terasa sakit dan dia minta tolong sama kak Ardi untuk mengantarkannya kedokter.Kay memawarkan diri untuk mengantarnya tapi kak Ardi seakan tidak rela.Kay merasa ada sesuatu yang sedang kak Ardi sembunyikan.." Ucap Kay sambil menatap Ardi.
" Bukan begitu sayang tapi aku takut terjadi apa apa sama kamu karena waktu itu kamu mengalami kecelakaan saat mengenderai mobil sendiri.." Ucap Ardi memberi alasan.
" Sudah sudah,apa kalian tidak kasian kepada Monic yang sedari tadi menahan sakit..Arkaaa...." Teriak Lina memanggil Arka.
Arka menuruni tangga dan berjalan menuju kamar Kay..
" Ada apa Ma teriak teriak.." Ucap Arka sambil berjalan kekamar Kay.
" Tolong antarkan Monic kerumah sakit,kasian dia..mama tidak ingin terjadi apa apa dengan kandungannya..
" Kenapa harus Arka Ma,ini tanggungjawab kak Ardi seharusnya kak Ardi yang mengantarnya..
" Apa maksud kamu Ka ?.." Ucap Kay terkejut.
" Bukankah Monic dan anaknya adalah tanggungjawab kak Ardi,benarkan kak.? " Ucap Arka sambil menatap Ardi.
" Jaga mulut kamu ya Ka..sayang jangan dengarkan Arka,dia tidak suka kita kembali lagi bersama.." Ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.
" Apa maksud kamu Ka,sebenarnya apa ada apa ini ?..
" Sayang,kamu jangan berfikiran yang macam macam..aku mohon..
" Monic..katakan padaku,siapa ayah anak yang sedang kamu kandung ?..
" Ini..ini anaknya..
" Sayang,apa kamu nggak percaya sama aku sayang.." Ucap Ardi sambil memegang kedua pipi Kay.
" Lepasin kak..kenapa kakak kelihatan begitu takut.Sebenarnya apa yang sedang kakak sembunyikan dari aku..
" Ahhhh..perutku sakit.." Teriak Monic.
Ardi yang melihat Monic kesakitan sontak langsung mengendong Monic dan membawanya keluar.Kay terkejut dengan sikap suaminya.
Dalam hati Kay.." sebenarnya ada apa ini,apa ada yang tidak aku ketahui ?..
__ADS_1
" Kay..apa kamu tidak apa apa ? " Tanya Arka sambil mendekati Kay.
" Sebenarnya ada apa ini Ka,apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui ?..
" Kamu tanya aja langsung sama kak Ardi.Tapi tentu kamu sudah tau setelah melihat sikap kakak ke Monic..
" Arkaa..jaga mulut kamu.." Ucap Lina.
" Kenapa Ma,mau sampai kapan kalian menyembunyikan ini dari Kay.Kay berhak tau tentang semuanya.Apa mama ingin menambah luka dihati Kay Ma ?..
" Apa maksud kamu Ka ? tolong katakan padaku,sebenarnya apa yang terjadi..aku mohon.." Ucap Kay sambil memohon kepada Arka dan Lina.
" Monic adalah istri kak Ardi dan anak yang dikandung Monic adalah anak kak Ardi..
" Apa...!!! Itu nggak mungkin,kamu pasti bohongkan Ka.." Ucap Kay terkejut dan tidak percaya dengan ucapan Arka.
" Buat apa aku bohong Kay,mana mungkin aku akan mengucapkan hal hal yang akan menyakiti hati kamu jika itu bukan kenyataan.Kak Ardi memang sudah menikah dengan Monic saat Kak Ardi hilang ingatan,bahkan kini Monic sedang mengandung anak kak Ardi.Kamu bisa melihat sendiri betapa perdulinya kak Ardi saat Monic kesakitan..
" Nggak..itu nggak mungkin.." Teriak Kay.
Kay masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.Kay terduduk lemas dilantai airmata mengalir dikedua pipinya..
✓✓✓✓
Ardi dan Monic masuk kedalam rumah.Ardi mengantar Monic sampai kekamarnya..
" Maafin aku ya Ric..aku nggak bermaksud untuk merusak rumah tangga kamu..
" Ini bukan salah kamu,lebih baik kamu jaga kandungan kamu karena kandungan kamu sangat lemah.Jangan banyak fikiran biarkan aku yang menjelaskan semuanya kepada Kay..
" Ric..aku mohon jangan tinggalkan aku karena hanya kamu yang aku miliki.Aku nggak ingin anak aku lahir tanpa ayah.." Ucap Monic sambil memeluk Ardi.
" Udah jangan berfikir macam macam.Lebih baik kamu istirihat.." Ucap Ardi sambil merebahkan tubuh Monic.
Monic menatap Ardi yang keluar dari kamarnya.Ardi menutup pintu kamar ( ceklek ) dan berjalan menuruni tangga.Ardi berjalan menuju kamar Kay.
Tokk..tokk..tokk..( suara pintu diketuk )..
Ceklek..( suara pintu terbuka )
Ardi melihat mata Kay merah dan sembab.Ardi tau Kay habis menangis.Ardi masuk kedalam kamar.Kay duduk disofa dan Ardi duduk disampingnya.
__ADS_1
" Sayang,aku bisa jelasin semuanya,aku mohon dengarkan aku.." Ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.
Kay mencoba melepaskan tangan Ardi tapi Ardi semakin mengeratkan genggamannya.
" Sayang aku mohon jangan seperti ini,ini tidak seperti yang kamu pikirkan..
" Kak..aku nggak tau apa yang sebenarnya terjadi tapi dengan sikap kakak ke Monic aku bisa mengerti semuanya.Kenapa kakak merahasiakan ini sama aku.." Ucap Kay yang mulai menitikan airmata.
" Sayang maafin aku,aku nggak bermaksud untuk mengkhianatimu,itu aku lakukan saat aku tidak ingat siapa diriku..maafin aku sayang.Hanya kamu yang aku cintai...
" Aku tau kak,ini semua salah aku.Andai dulu aku bisa melawan Arka saat Arka melakukan itu sama aku maka semua ini tidak akan terjadi.Aku minta maaf kak,aku memang tidak pantas untukmu..
" Sayang..jangan bicara seperti itu,kamu tau kan aku sangat mencintai kamu.Aku nggak bisa hidup tanpa kamu.." Ucap Ardi sambil memeluk Kay.
Kay menangis dalam dekapan Ardi.Kay tidak menyangka Ardi tega mengkhianatinya..
" Kak..maafin aku jika aku bukan wanita yang sempurna untuk kak Ardi dan aku menyadari itu.Kak Ardi memang pantas mendapatkan Monic,dia wanita yang sangat baik dan juga mencintai kakak sejak awal.." Ucap Kay sambil melepaskan pelukan Ardi.
" Nggak sayang,bagiku kamu adalah wanita yang sempurna.Hanya kamu yang aku inginkan..
Kay sudah memikirkan semuanya selama Ardi pergi mengantar Monic.Ardi pantas mendapatkan wanita yang lebih baik darinya apalagi sekarang Monic sedang mengandung anak Ardi.
" Kak..aku rela jika kamu lebih memilih Monic dan meninggalkan aku.." Ucap Kay sambil menghapus air matanya.
" Apa yang kamu bicarakan sayang ? aku hanya ingin kamu dalam hidup aku..
" Tapi Monic sangat membutuhkan kamu kak,apalagi Monic sedang mengandung anak kamu..
" Nggak sayang,walau begitu aku nggak akan melepaskan kamu.." Ucap Ardi sambil memeluk Kay dengan sangat erat.
Ardi benar benar takut akan kehilangan Kay.Ardi tak sanggup jika harus kehilangan Kay.
" Kak..lebih baik sekarang kak Ardi temani Monic,kasian dia.Dia sangat membutuhkan suaminya.." Ucap Kay sambil menahan tangisannya.
Kay berusaha untuk tetap kuat.Kay tidak ingin terlihat lemah didepan Ardi.Selama ini Kay udah berusaha untuk hidup tanpa Ardi.
" Aku nggak akan kemana mana,aku akan tetap disini menemani kamu..
" Terserah kak Ardi,tapi aku nggak akan melarang kak Ardi untuk menemani Monic.Maaf kak,aku mau tidur.." Ucap Kay lalu berdiri dan berjalan menuju ranjang.
Kay mencoba untuk tetap kuat.Kay merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Ardi mengikuti Kay dan tidur disamping Kay.Ardi memeluk tubuh Kay.Kay hanya diam dan tidak memperdulikan Ardi.Saat ini hati Kay sangat sakit.Kay nggak meyangka Ardi akan menduakannya.
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟