
"Hah! apa! cemburu! ya enggaklah, siapa juga yang cemburu," ucap Ardi mengelak.
"Betul juga, ya. Mana mungkin kamu cemburu, kamu kan nggak suka sama aku," ucap Kay sambil mangut-mangut
"Aku cuma mau menjaga nama baik kamu, karena sekarang kamu ini istriku, bukan lagi pacarnya Arka, dan aku juga nggak enak sama Mama dan Papa," ucap Ardi memberi alasan.
Sebenarnya Kay juga merasa bersalah sama mertuanya. Dia sebenarnya juga tidak bermaksud ingin menyakiti hati mertuanya.
"Aku sampai lupa sama Mama, bagaimana aku menjelaskan ini sama Mama," ucap Kay cemas.
"Tenang saja, soal Mama biar aku yang urus, sekarang kamu pikirkan cara untuk menjelaskan semuanya sama Arka."
"Baiklah, tapi nggak untuk saat ini, karena aku nggak sanggup bila harus bertemu dengan Arka."
Krucuk..krucuk..
Ardi mendengar suara perut Kay, Ardi menatap Kay, Kay tertunduk malu.
"Tunggu disini, aku akan mengambilkan makanan untuk kamu," ucap Ardi lalu melangkah keluar dari kamar.
Ardi turun dari tangga dan berjalan menuju meja makan. Ardi melihat mama dan adiknya masih duduk di meja makan.
"Sayang, gimana keadaan Kay?" Tanya Lina cemas.
"Dia sangat shock, Ma."
"Kak, aku mohon lepasin Kay, aku nggak bisa hidup tanpa Kay, kak," pinta Arka sambil meneteskan air mata.
Sebenarnya Ardi tidak tega melihat adik kesayangan menangis, tapi Ardi tidak bisa melakukan apa-apa, dia tidak mungkin menceraikan Kay karena dia sangat mencintainya.
"Kenapa kamu nggak bilang kalau Kay itu pacar kamu sebelum kakak menikah?" Tanya Ardi sambil duduk di samping Arka.
"Mana aku tau kalau kakak akan menikah dengan Kay," ucap Arka disela tangisannya.
"Kalau begitu maafin kakak, karena kakak nggak bisa melepaskan Kay."
"Maksud kakak apa? bukannya kakak tidak mencintai Kay, bukannya kakak menerima perjodohan ini karena terpaksa?" Tanya Arka terkejut mendengar jawaban kakaknya.
"Tapi semua sudah terlambat, kakak sudah menikah dengan Kay, jadi kakak nggak bisa menceraikan Kay. Kalau dulu kamu mengenalkan Kay sama Mama dan Papa, maka perjodohan ini nggak akan terjadi dan Kay nggak akan menikah dengan kakak."
Arka menyesali semua itu, seandainya dulu ia memaksa Kay untuk bertemu dengan orang tuanya, maka yang akan menikahi Kay adalah dirinya.
"Tapi kak, aku mencintai Kay dan Kay juga mencintai aku."
"Tapi itu sekarang hanya masa lalu, karena sekarang Kay adalah istri kakak, kakak ipar kamu," ucap Ardi sambil mengambil makanan.
__ADS_1
Lina sedih melihat kedua anak kesayangannya berdebat merebutkan Kay.
"Sayang, kamu harus bisa mengikhlaskan Kay, karena Kay sekarang sudah menjadi istri kakak kamu," ucap Lina.
"Enggak bisa, Ma. Arka sangat mencintai Kay Ma, dia yang bisa membuat Arka menjadi lebih baik, Ma," ucap Arka sedih.
"Tapi sayang, Kay nggak mungkin bisa bersama kamu," ucap Lina mencoba membujuk Arka.
"Arka akan tetap menunggu Kay, Ma. Arka cuma mau Kay!" Teriak Arka.
Arka melangkah pergi, hatinya sangat hancur, wanita yang sangat dicintainya kini menikah dengan kakaknya sendiri.
"Mama jangan bersedih, biarkan Arka sendiri," ucap Ardi sambil memeluk mamanya.
"Maafin Mama dan Papa, karena membuat kamu berada di situasi ini."
"Ini bukan salah Mama dan Papa. Ardi yang sudah setuju dengan perjodohan ini."
"Tapi kenapa Kay mau menerima perjodohan ini kalau dia mencintai Arka?" Tanya Lina penasaran.
"Kay tidak tau kalau Ardi ini kakaknya Arka. Kay menerima perjodohan ini juga terpaksa, karena Kay tidak ingin menyakiti kedua orang tuanya, apalagi kondisi ayahnya yang saat itu baru sembuh dari sakit jantungnya," jelas Ardi.
"Jadi Kay terpaksa menerima perjodohan ini, jadi kami yang sudah memaksa kalian untuk menikah," ucap Lina sedih.
Ardi mengusap lembut pundak mamanya. Ardi mencoba menenangkan mamanya yang lagi sedih.
"Tapi sayang, kalian kan tidak saling mencintai," ucap Lina sedih.
"Cinta bisa datang belakangan, Ma. Yang terpenting sekarang Ardi dan Kay mau mencoba untuk saling mengenal dan saling memahami. Ardi nggak bisa melepaskan Kay, karena sekarang Kay adalah tanggungjawab Ardi."
Lina senang mendengar perkataan Ardi, dia bangga memiliki anak yang bijaksana seperti Ardi.
"Mama bangga sama kamu, tolong jaga Kay, beri dia semua kasih sayang dan cinta kamu, karena Mama ingin Kay bahagia, Mama bersalah sama Kay, Mama dan Papa lah yang sudah merencanakan perjodohan ini."
"Mama tenang saja, Ardi janji akan menjaga dan menyayangi Kay, karena sekarang Kay adalah istri Ardi."
"Kamu mau mengambil makanan untuk siapa?" Tanya Lina sambil melihat Ardi yang membawa dua piring makanan.
"Untuk Ardi dan Kay, Ma. Kita akan makan didalam kamar, karena Kay belum siap untuk bertemu dengan Arka."
Ardi melangkah meninggalkan meja makan, Ardi menaiki tangga dan berjalan menuju kamar.
"Kay, buka pintunya," pinta Ardi.
Kay membuka pintu.
__ADS_1
"Kenapa lama banget sih, aku sudah lapar banget tau!" Seru Kay kesal.
"Kalau kamu sudah lapar kenapa kamu nggak turun saja," ucap Ardi lalu masuk ke dalam kamar.
"Karena aku nggak mau bertemu Arka," ucap Kay pelan.
"Ya itu tau, aku tadi habis bertengkar sama Arka dan aku juga harus menjelaskan semuanya sama Mama," ucap Ardi sambil meletakkan makanan di atas meja.
Kay merasa bersalah sudah marah sama Ardi. Kay tidak menyangka Ardi akan bertengkar dengan Arka hanya gara-gara dia.
"Maaf, aku sudah merepotkan kamu, karena aku kamu jadi bertengkar sama Arka," ucap Kay menyesal.
"Aku melakukan itu bukan karena kamu, tapi karena aku nggak mau adik aku semakin sakit hati karena dia masih mengharapkan kamu," ucap Ardi sambil memasukan satu suapan ke mulutnya.
Kay menatap Ardi yang sedang asyik makan. Ardi makan dengan sangat lahap..
"Kenapa kamu lihatin aku? katanya tadi kamu lapar kenapa nggak makan?"
"Jadi aku sudah boleh makan?" Tanya Kay dengan senyuman di wajahnya.
Ardi menarik tangan Kay dan mendudukkannya di sampingnya.
"Ini makan," ucap Ardi sambil menyerahkan satu piring makanan kepada Kay.
"Makasih," ucap Kay sambil menerima makanan itu.
Kay langsung memakan makanan itu dengan sangat lahap. Ardi tersenyum menatap Kay yang sedang lahap makan.
"Pelan-pelan saja, aku juga nggak akan minta makanan kamu," goda Ardi.
"Nggak usah cerewet," ucap Kay sambil mengunyah makanan.
"Idih, jadi cewek kok galak banget," ledek Ardi.
"Biarin, kenapa? apa kamu menyesal menikah sama aku?" Tanya Kay sambil menatap Ardi.
Ardi ingin menggoda Kay, dia menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Kay.
"Eeee...apa-apaan ini! duduk nya bisa agak jauhan nggak!" Seru Kay sambil mendorong tubuh Ardi.
Bukannya menjauh Ardi malah semakin menempel pada Kay. Ardi menatap Kay dan mendekatkan wajahnya ke wajah Kay, wajah Kay bersemu merah karena malu.
"Aku sudah selesai makan, aku mau tidur," ucap Kay gugup lalu berdiri dan berjalan menuju ranjang.
Ardi tersenyum melihat salah tingkah Kay.
__ADS_1
"Ini baru permulaan sayang, aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku dan melupakan Arka, karena sekarang kamu hanya milikku," gumam Ardi dalam hati.
~oOo~