
Tiga bulan telah berlalu sejak Kay dan Ardi memutuskan untuk hidup mandiri, secara perlahan Kay sudah mulai bisa menghilangkan rasa cintanya terhadap Arka, mesti Arka sering berkunjung kerumahnya Kay sudah tidak lagi merasakan sesuatu kepada Arka.
Kasih sayang dan perhatian yang selama ini Ardi curahkan kepada Kay telah mampu meluluhkan hati Kay, kini Kay mulai merasakan benih benih cinta terhadap Ardi..
Di malam yang indah ini, dibawah taburan bintang,Kay duduk berdua dengan Ardi.Dinginnya malam yang menusuk tulang sumsum menemani mereka saat itu.
Ada keteduhan yang Kay rasakan saat Ardi merengkuh tubuh Kay. Ardi memeluk Kay dengan sangat erat dan ia mengungkapkan semua perasaannya kepada Kay.
"Kay..aku ingin jujur kepadamu, aku sangat mencintaimu, bahkan sebelum perjodohan ini," ucap Ardi sambil memeluk tubuh Kay dari belakang.
"Apa maksud mu? bukankah kita belum pernah ketemu?" Tanya Kay terkejut.
"Sebenarnya aku udah mengamatimu sejak beberapa tahun yang lalu, saat itu aku sedang menempuh gelar S1 aku di Pekanbaru. Aku tidak sengaja bertemu denganmu, waktu itu kamu masih duduk dibangku SMA. Sejak saat itu aku selalu terbayang-bayang wajahmu, dipikiran ku hanya ada kamu," ucap Ardi.
Kay sungguh tidak menyangka Ardi sudah mencintainya selama itu, bahkan saat dia masih duduk dibangku SMA..
"Lalu kenapa kak Ardi tidak menyapa aku?" Tanya Kay penasaran.
"Sebenarnya aku ingin menyapa kamu untuk sekedar berkenalan, tapi saat itu aku benar-benar takut. Aku takut kamu akan menjauhi ku, jadi aku memutuskan untuk menyimpan perasaan ini dan hanya melihatmu dari jauh," ucap Ardi.
"Sebesar itu kah cintamu untuk ku sampai saat ini?" Tanya Kay.
"Ya..dari dulu sampai sekarang aku masih sangat mencintaimu, tapi aku nggak akan memaksamu untuk mencintaiku karena aku tau dihatimu cuma ada Arka, tapi aku minta maaf karena aku nggak bisa melepaskan kamu," ucap Ardi lalu melepaskan pelukannya.
"Kamu nggak perlu minta maaf karena sebenarnya aku sudah melupakan Arka, sejak kita pindah rumah aku sudah bertekad untuk melupakan Arka dan belajar untuk mencintaimu, kamu adalah suamiku dan aku yakin pilihan orangtuaku adalah yang terbaik untukku," ucap Kay sambil menatap Ardi.
Ardi senang mendengar ucapan Kay, tersirat senyuman diwajah Ardi. Ini adalah kesempatan Ardi untuk mendapatkan hati dan cinta Kay..
"Benarkah itu? jadi mulai hari ini aku boleh mengejar cintamu?" Tanya Ardi senang.
"Ya..." ucap Kay sambil menganggukan kepalanya.
"Terimakasih sayang, aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu," ucap Ardi lalu mengecup kening Kay.
"Maafkan aku karena baru menyadarinya sekarang dan maafkan aku karena membuatmu menunggu lama," ucap Kay.
"Kenapa harus minta maaf, ini bukan salah kamu yang terpenting sekarang kita sudah bersama, aku tak akan pernah melepaskan kamu," ucap Ardi sambil memeluk tubuh Kay.
__ADS_1
Ardi menatap Kay dalam dalam, Kay bisa melihat cinta yang tulus dimata Ardi. Malam semakin larut tapi Kay enggan beranjak dari tempat itu.
Ardi menggenggam erat tangan Kay dan entah mengapa mata Kay seketika terpejam saat Ardi mendekatkan wajahnya kewajah Kay.
Ardi menarik tengkuk Kay dan mendaratkan ciuman dibibir Kay, ciuman pertama untuk Ardi. Ciuman yang Ardi tunggu selama bertahun-tahun, ciuman yang terasa hangat menghangatkan malam yang terasa dingin.
Mata Kay mulai terbuka saat Ardi mengakhiri ciumannya. Ardi menatap Kay dengan senyuman diwajahnya.
"Aku mencintaimu sayang, sangat-sangat mencintaimu," ucap Ardi lalu mengecup kening Kay.
"Aku juga mencintaimu, walau ini baru awal tapi aku janji hanya kamu yang ada di hati aku," ucap Kay.
Ardi kembali mencium bibir Kay, ciuman yang sangat lembut dan bisa membuat Kay merasa nyaman.
"Bibirmu sangat manis sayang, aku sangat ingin melumatnya," ucap Ardi lalu kembali mencium bibir Kay.
Ardi mencium Kay dengan sangat lembut, memberikannya sentuhan-sentuhan lembut yang mampu membuat Kay melayang dibuatnya.
Tangan Ardi tak tinggal diam, gairah telah menyelimuti diri Ardi dan Kay. Kay merasa melayang oleh setiap sentuhan-sentuhan lembut Ardi. Ardi mengusap lembut punggung Kay, bahkan kini tangannya telah menyusup kedalam baju Kay.
Kay melingkarkan tangannya ketengkuk Ardi bahkan Kay menarik tengkuk Ardi untuk memperdalam ciumannya. Ardi mengakhiri ciumannya. Mereka saling mengatur nafas mereka masing-masing.
Kay hanya mampu menganggukan kepalanya.
Ardi membopong tubuh Kay dan membawanya masuk kedalam rumah. Ardi merebahkan tubuh Kay diatas ranjang.
Ardi mendaratkan ciuman dibibir Kay, kini Kay memejamkan kedua matanya menikmati setiap ciuman yang diberikan oleh suaminya. Kay sangat menikmati ciuman suaminya yang telah mengusik hatinya selama tiga bulan terakhir.
Kay membuka matanya perlahan saat Ardi mengakhiri ciumannya. Kay menatap lekat kepada dua bola mata Ardi yang kini dilihatnya begitu indah dan menawan.
"Kamu yakin aku boleh melakukannya?" Tanya Ardi sambil menatap wajah Kay.
Kay hanya bisa menganggukan kepalanya, entah apa yang ada dipikiran Kay, yang Kay tau saat ini dia sangat menginginkan Ardi, saat ini Kay menyadari betapa Kay sangat mencintai laki-laki yang telah hidup bersamanya selama enam bulan terakhir.
Setelah memperoleh persetujuan dari Kay, Ardi kembali mencium bibir Kay dengan sangat panas. Ardi mulai mencecapi dan menghisap bibir Kay, setelah puas dengan bibir Kay, Ardi beralih keleher jenjang Kay yang putih mulus. Ardi mulai mencium, menghisap dan mengigit pelan leher Kay dan meninggalkan tanda merah sebagai tanda kepemilikannya.
Ardi mulai melepas semua pakaian Kay dan pakaiannya. Ardi menatap lekat tubuh Kay yang tidak tertutup sehelai kainpun, wajah Kay merona saat Ardi menatap lekat tubuh polosnya.
__ADS_1
Ardi memulainya dengan memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada tubuh Kay yang mampu membuat Kay mengeluarkan desahan-desahan kenikmatan.
Apa lagi saat tangan Ardi mulai bermain dibagian bawahnya. Erangan panjang keluar dari mulut Kay, mata Kay terpejam menikmati sensasi kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan, Ardi mencium bibir Kay.
"Aku akan melakukannya sekarang." ucap Ardi.
" Lakukanlah dengan perlahan, ini pertama kali buat ku." ucap Kay sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan.
Malam ini menjadi malam penyatuan Ardi dan Kay, menjadi malam yang begitu panas dan mengairahkan, desahan demi desahan keluar dari mulut Ardi dan Kay, entah berapa kali Kay mendapatkan pelepasannya, tubuhnya seakan lemas tak berdaya.
Setelah mencapai puncak kenikmatannya Ardi merebahkan tubuhnya di samping Kay, dia menatap wajah Kay yang kini tengah menahan sakit.
"Sayang, apa kamu menyesalinya?" tanya Ardi lalu mengecup kening Kay.
"Aku nggak menyesalinya." ucap Kay sambil mengusap lembut pipi Ardi.
"Apa kamu mencintaiku?" tanya Ardi.
"Ya..aku mencintaimu, aku sadar kalau selama ini aku udah mulai mencintaimu, semua kasih sayang dan perhatian yang kamu curahkan kepadaku telah meluluhkan hatiku." ucap Kay.
"Lalu Arka.."
"Dia hanya masa lalu bagiku dan kamu adalah masa depanku." ucap Kay lalu mencium kilas bibir Ardi.
Ardi senang mendengar ucapan Kay, akhirnya wanita yang sedari dulu sangat dicintainya telah menjadi miliknya seutuhnya.
"Terimakasih sayang." ucap Ardi lalu memeluk tubuh Kay.
Ardi menatap wajah Kay dengan senyuman manis diwajahnya.
"Kenapa kamu menatapku?" ucap Kay curiga.
"Aku ingin melakukannya lagi, rasanya sungguh nikmat kenapa tidak dari dulu kita melakukannya." ucap Ardi dengan tatapan penuh hasrat.
"Apa! tapi ini masih terasa sakit."
"Rasa sakit itu lama-lama akan hilang dan beralih menjadi rasa nikmat yang luar biasa." ucap Ardi lalu kembali mencium dan ******* bibir Kay.
__ADS_1
Malam itu menjadi malam yang panjang untuk Kay dan Ardi..malam yang panas dan mengairahkan.😁😁😁
🌟🌟🌟🌟