Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Libur sekolah..


__ADS_3

Setelah kejadian waktu itu Ardi akhirnya mau merelakan Kay untuk Arka. Ardi memutuskan untuk kembali ke LA bersama dengan Monic, karena walaupun Ardi sudah mengikhlaskan Kay, tapi kenangan-kenangan saat bersama Kay masih saja tergiang dibenaknya.


Ardi tidak sanggup bila harus tetap tinggal di Jogja. Walau berat untuk melepaskan, tapi Lina dan Jonny akhirnya mengizinkan Ardi dan Monic pergi.


Demi kebahagiaan putra-putranya dan untuk menebus kesalahan yang telah mereka perbuat, mereka harus merelakan anak-anaknya meninggalkan rumah.


Arka kembali lagi ke Pekanbaru, karena kebahagiaanya berada di sana. Arka melakukan cara agar Kay mau menerimanya kembali. Arka melancarkan rencana untuk membuat Kay cemburu dan mau mengatakan kalau dia masih sangat mencintai Arka.


Enam bulan kemudian.


Kevin semakin hari wajahnya semakin mirip dengan Arka. Kevin mewarisi ketampanan Arka. Kay bahkan seperti melihat bayang-bayang Arka pada diri Kevin.


"Bunda, Kevin mulai besok sudah libur sekolah, boleh nggak Kevin tinggal sama Ayah?"


"Kenapa Kevin mau tinggal sama Ayah? Apa Kevin nggak suka tinggal sama Bunda?"


"Bukan begitu bunda, tapi Kevin sangat merindukan Ayah. Kevin hanya bisa ketemu dengan Ayah hanya saat akhir pekan saja. Boleh ya, Bun," rengek Kevin.


"Baiklah, Bunda tau kalau Kevin sangat dekat dengan Ayah. Besok Bunda akan antar Kevin ke rumah Ayah, tapi sekarang Kevin harus tidur," ucap Kay sambil mengusap puncak kepala anaknya.


"Ok Bunda. Kevin sa...yang sama Bunda," ucap Kevin lalu mencium pipi bunda nya dan memeluknya.


"Bunda juga sangat sayang sama Kevin. Kevin adalah anugerah terindah yang Bunda miliki."


Keesokan paginya.


Kevin sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ayah nya, bahkan Kevin rela bangun pagi-pagi sekali untuk berkemas.


Kay melihat Kevin begitu sangat antusias. Setelah selesai makan Kay meminta izin kepada kedua orangtuanya untuk mengantar Kevin ke rumah Arka.


"Sayang..Oma pasti akan sangat merindukan Kevin. Kalau Kevin pergi siapa yang akan menemani Oma di sini?" Merisa pura-pura merajuk.


"Oma...Kevin hanya pergi selama satu minggu saja kok Oma, setelah itu Kevin akan kembali lagi ke rumah ini. Jadi Oma jangan sedih ya," ucap Kevin dengan menyentuh pipi Oma nya.


"Anak pintar, Oma nggak akan sedih sayang," ucap Merisa sambil mengusap lembut puncak kepala Kevin.


"Kevin sayang, di tempat Ayah Kevin nggak boleh nakal ya," ucap Jonny.


"Baik Opa."


"Kami berangkat dulu," ucap Kay lalu mencium tangan kedua orangtuanya.


"Kevin berangkat dulu ya Oma..Opa," pamit Kevin sambil mencium tangan Oma dan Opa nya.

__ADS_1


"Hati-hati ya sayang," ucap Merisa.


"Iya, Bun."


Kay dan Kevin berjalan menuju mobil. Mereka masuk ke dalam mobil. Kay melajukan mobilnya menuju rumah Arka.


Semenjak Arka memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru, Arka membeli sebuah rumah yang letaknya dekat dengan kantor, karena itu akan memudahkannya untuk datang ke kantor.


David juga menawarkan untuk tinggal di rumahnya, tapi Arka menolaknya karena Arka tau kalau dia tinggal di rumah Kay maka akan membuat Kay merasa tidak nyaman.


Sesampainya di rumah Arka, mereka turun dari mobil. Kevin langsung berlari menuju taman tempat dimana Arka sedang duduk di tepi kolam ikan.


"Ayah!" teriak Kevin sambil berlari menghampiri ayah nya.


"Kevin sayang, Ayah sangat merindukan kamu sayang," ucap Arka sambil memeluk anaknya.


"Kevin juga sangat merindukan Ayah."


"Hai Kay, ayo masuk," ajak Arka lalu mengendong Kevin masuk ke dalam rumah.


"Bik..buatkan minuman ya!" teriak Arka.


"Baik, Tuan," sahut Bik Inah dari arah dapur.


"Ayah senang Kevin datang ke rumah Ayah."


"Kevin akan tinggal sama Ayah," ucap Kevin yang membuat Arka tersenyum lebar.


"Benarkah! Ayah senang sekali. Berapa hari Kevin akan tinggal sama Ayah?"


"Kevin akan tinggal sama kamu selama libur sekolahnya, aku minta maaf jika sudah merepotkan kamu," ucap Kay.


"Kamu ini bilang apa Kay, justru aku senang Kevin mau tinggal sama aku, walau hanya sebentar. Aku bisa menghabiskan waktu aku bersama dengan anak aku," ucap Arka sambil mencium pipi anaknya.


"Kevin sayang, selama Kevin tinggal di sini Ayah akan ambil cuti, dengan begitu kita bisa pergi jalan-jalan," ucap Arka.


"Hore...jalan-jalan, apa Bunda juga ikut?"


"Bunda nggak bisa sayang, Bunda kan harus bekerja," ucap Kay.


"Tapi Kevin ingin jalan-jalan sama Ayah dan Bunda. Kevin juga ingin Ayah dan Bunda bisa tinggal bareng sama Kevin," ucap Kevin sedih.


"Kevin jangan sedih ya, kita akan jalan-jalan sama Bunda, kalau Bunda libur, Ok," ucap Arka sambil menggenggam tangan Kevin.

__ADS_1


Kevin menganggukkan kepalanya.


"Ayah akan mengabulkan permintaan kamu sayang, nggak akan lama lagi kita akan tinggal bersama-sama. Sampai berapa lama lagi Kay kamu akan menolak ku?" pikir Arka dalam hati.


"Maafin Bunda sayang, karena Bunda nggak bisa memberikan keluarga yang lengkap untuk kamu. Tapi Bunda janji kamu nggak akan kekurangan kasih sayang Bunda dan Ayah," pikir Kay dalam hati.


"Kalau gitu aku pulang dulu, Ka," pamit Kay.


"Kenapa buru-buru, kamu nggak akan tinggal di sini, walau hanya sehari? Biarkan Kevin merasakan tinggal bersama kedua orangtuanya walau hanya sehari," bujuk Arka.


"Tapi, Ka--"


"Ini demi Kevin Kay bukan demi aku. Aku tau Kevin itu sangat ingin kedua orangtuanya selalu bisa berkumpul dan berada disisinya. Aku nggak ada maksud lain kok Kay tenang saja. Aku tau kamu nggak mau bersama aku lagi dan aku nggak akan pernah memaksa kamu. Kamu tau kan aku akan mulai memikirkan kebahagiaan aku sendiri. Aku akan mencari seseorang yang benar-benar bisa mencintaiku dengan tulus."


"Jadi Arka benar-benar serius saat mengatakan ingin mencari pendamping hidup!" pikir Kay dalam hati.


Bik Inah datang dengan membawa minuman dan camilan.


"Silahkan diminum nyonya," ucap Bik Minah sambil meletakan minuman dan camilan di atas meja.


"Makasih, Bik," ucap Kay.


"Sama-sama nyonya, Bibik senang nyonya mau datang ke sini lagi, jadi Tuan tidak akan kesepian. Karena Tuan sering--"


"Bik...kamu boleh pergi sekarang," ucap Arka sambil menatap Bik Inah.


Arka tidak mau bik Inah semakin banyak bicara. Bisa-bisa nanti Bik Inah menceritakan soal dirinya yang selalu menyebut nama Kay disaat dia merindukan Kay dan Kevin.


"Maaf, Tuan, Bibik permisi dulu," ucap Bik Inah lalu melangkah pergi.


"Maaf Kay, Bik Inah itu memang cerewet sekali. Kalau kamu nggak mau menginap disini juga nggak apa-apa. Aku nggak akan memaksa kamu."


"Bunda tinggal di rumah Ayah sehari saja," Rengek Kevin.


"Kevin...jangan paksa Bunda kamu. Malam ini Kevin tidur sama Ayah ya, dan besok kita akan bersenang-senang. Kita akan jalan-jalan berdua. Sekarang Kevin minum jus ini dulu."


Arka mengambil jus dari atas meja dan memberikannya kepada Kevin. Kay juga mulai meminum jus buatan Bik Inah.


"Maaf Kay, jika kata-kata aku tadi tidak berkenan di hati kamu. Tapi aku benar-benar nggak ada maksud lain kok. Niat aku cuma ingin membuat Kevin bahagia itu saja."


"Ka...aku--"


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2