Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Masih tetap cantik


__ADS_3

“Sayang, maaf ya, hari ini aku nggak bisa menemani kamu. Aku ada meeting penting dengan claien.” Arka mengusap pipi gembul Ansel.


“Nggak apa-apa lagi, Ka. Lagian di rumah ada bibik juga, ada Kak Ardi juga yang bisa membantu aku jagain anzel.”


“Kamu yakin, nggak apa-apa di rumah sama Kak Ardi?” Kay mengangguk, “kira-kira nanti ayah, bunda, papa dan mama pulang jam berapa ya?” tanya Arka kemudian.


“Arka sayang, jangan khawatir berlebihan kayak gitu dong, kamu nggak percaya sama kakak kamu sendiri? Lagian di sini kan masih ada bibik, Kevin dan juga Rasya,” ucap Kay sambil mengusap pipi suaminya.


Arka hanya takut kakaknya akan melakukan hal seperti yang pernah dia lakukan dulu. Demi merebut Kay, dirinya sanggup melakukan segala cara.


“Maaf, aku hanya nggak ingin kehilangan kamu. Aku takut kak Ardi akan merebut kamu lagi dari sisi aku.” Arka menggenggam tangan Kay lalu mengecupnya, “aku benar-benar nggak sanggup jika harus kehilangan kamu lagi, cukup sekali aku kehilangan kamu,” imbuhnya.


Kay menghela nafas panjang, dia tau jika Arka sebenarnya masih takut jika kakaknya belum bisa move on darinya. Tapi sepengetahuan Kay, Ardi sudah bisa melupakannya.


“Sudah nggak usah mikir macam-macam, kamu harus percaya sama istri dan juga kakak kamu. Kak Ardi nggak mungkin melakukan itu, percaya deh sama aku.” Arka menganggukkan kepalanya, setelah itu dia mengecup kening Ansel.


“Aku berangkat dulu ya, aku janji nggak akan pulang malam.” Arka lalu mengecup kening Kay.


“Sayang, nggak usah mikir macam-macam, semua akan baik-baik saja. Tidak akan ada yang berubah,” ucap Kay sambil menepiskan senyuman.


Arka menganggukkan kepalanya lalu keluar dari kamar. Arka berpapasan dengan kakaknya saat ingin menuruni tangga.


“Kakak mau ke mana, Kok udah rapi?” tanyanya penasaran.


“Mau jalan-jalan keluar. Kevin dan Rasya ingin jalan-jalan keluar,” sahut Ardi. Kevin dan Rasya berjalan menghampiri Arka dan Ardi.


“Ayah mau ke mana?” tanya Kevin.

__ADS_1


“Ayah, mau meeting sayang. Kevin nanti bantuin bunda jagain adik Ansel, ya,” ucap Arka sambil mengusap puncak kepala Kevin.


Kevin mengangguk mengerti, “baik, Ayah,” ucapnya.


“Kaka, aku titip Kay dan Ansel ya, maaf aku sudah merepotkan kakak,” ucap Arka.


“Nggak apa-apa lagi, Ka. Lagian Ansel kan keponakan aku juga, aku akan jagain Ansel,” ucap Ardi dengan senyuman di wajahnya.


Arka lalu berjalan keluar, dia hanya bisa berdoa semoga yang dia takutkan tidak akan pernah terjadi. Kakak nya tidak mungkin melakukan hal keji sepert yang pernah dia lakukan dulu.


“Papa...kita jadi jalan-jalan nggak?” tanya Rasya sambil menarik ujung baju yang papanya kenakan.


“Jadi dong sayang, tapi kita pamit dulu sama bunda ya, takutnya nanti bunda nyariin lagi.” Ardi mengusap puncak kepala Kevin dan juga Rasya. Kevin dan Rasya pun mengenggukkan kepalanya.


Mereka berjalan menaiki tangga menuju kamar Kay. Kevin mengetuk pintu kamar bundanya, “Bunda, Kevin boleh masuk nggak?” tanyanya sambil mengetuk pintu.


“Masuk saja sayang, nggak di kunci pintunya,” sahut Kay dari dalam. Kay kini sedang menganti popok Ansel.


“Bunda, Kevin, Rasya dan Ayah mau pergi jalan-jalan. Boleh ya, Bun?” pinta Kevin.


Kay melihat Ardi yang menunggu di depan pintu, dia lalu menganggukkan kepalanya, “pulangnya jangan malam-malam, selain itu jangan merepotkan Ayah Ardi,” ucapnya.


Kevin pun mengangguk mengerti, “baik, Bunda,” ucapnya. Kevin dan Rasya mencium tangan Kay.


“Rasya pergi dulu ya, Bunda,” pamit Rasya dengan suara lucunya.


Semenjak Rasya mengenal Kay, Rasya memang sering memanggil Kay dengan sebutan bunda. Itu pun juga atas persetujuan Kay dan Arka. Kay senang Rasya mau menganggapnya sebagai bundanya. Kay merasa kasihan melihat Rasya yang begitu masih kecil harus berpisah dengan mamanya. Sedangkan anak itu masih sangat membutuhkan kasih sayang daari mamanya.

__ADS_1


“Kamu tenang saja, Kay. Kami nggak akan lama kok, kami hanya jalan-jalan di sekitar sini saja,” ucap Ardi.


“Tolong jangain mereka ya, Kak. Maaf sudah merepotkan Kak Ardi,” ucap Kay. Kevin dan Rasya keluar dari kamar Kay.


***


“Kita mau jalan ke mana, Pa?” tanya Rasya sambil memegang kursi pengemudi yang papanya duduki.


“Kalian maunya ke mana, pokoknya akan Papa antar kemanapun kalian mau.” Ardi masih fokus menyentir.


Kevin yang duduk di sebelah Ardi hanya diam sambil menatap ke depan. Ardi mengernyitkan dahinya, “kenapa kamu cemberut gitu?” tanyanya.


“Nggak kok, Yah. Bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain saja, kayak seru deh,” usulnya. Rasya menanggapinya dengan sangat antusias.


“Baiklah, kita pergi ke taman bermain sekarang.”


***


Kay baru saja selesai mencuci baju Ansel. Kay memang tidak menyuruh asisten rumah tangganya untuk mencuci baju Ansel, dia ingin mencucinya sendiri.


“Nggak ada orang di rumah, enaknya ngapain ya, sekarang Ansel sedang tidur. Mendingan aku nonton Tv aja deh.” Kay mengambil remot Tv dari atas meja lalu menyalakannya Tv. Waktu terus berjalan, Kay tidak menyandari jika sudah tiga jam dia melihat acara Tv hingga membuatnya mengantuk. Akhirnya Kay memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di ranjang yang letaknya tak jauh dari box bayi. Tidak butuh waktu lama Kay pun terlelap.


Ardi, Kevin dan Rasya yang baru saja pulang dari jalan-jalan masuk ke dalam rumah. Kevin memutuskan untuk tidur siang, sedangkan Rasya juga mengikuti Kevin dari belakang. Ardi merasa tubuhnya sangat lelah, dia memilih untuk duduk di sofa sambil menikmati jus jeruk buatan bibik.


Saat baru beberapa menit Ardi menyandarkan tubuhnya, tiba-tiba dia mendengar suara tangisan Ansel. Ardi bergegas menaiki tangga menuju kamar Kay. Tanpa pikir panjang Ardi masuk ke dalam kamar Kay. Dia melihat Ansel menangis sedangkan Kay masih tertidur lelap.


Ardi mengambil Ansel lalu mengendongnya, dia menatap ke arah Kay yang masih terlelap, “sayang, bunda kamu pasti sangat kelelahan,” ucapnya sambil terus menatap Kay.

__ADS_1


Ardi berjalan mendekati ranjang, dia menatap lekat wajah cantik Kay, “saat tidur pun kamu masih tetap cantik, Kay. Seandainya aku sanggup menggulang waktu, aku nggak akan melakukan kesalahan itu. Aku nggak akan pergi menemui Arka dan meninggalkan kamu sendirian. Kay...aku...” arka seketika langsung menghentikan ucapannya.


~OoO~


__ADS_2