Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Memaafkan...


__ADS_3

Kay dan bayi mungilnya kini sudah di perbolehkan pulang, Ardi beserta keluarganya ikut bersama dengan Arka dan Kay pulang ke rumah kedua orang tuanya.


“Kakak dan Rasya bisa tidur di kamar sebelah kamar Kevin, sedangkan Papa dan Mama bisa tidur di kamar tamu,” ucap Kay sambil menunjukkan letak kamar tamu.


“Bunda, apa Kevin boleh tidur sama Ayah Ardi?” tanya Kevin sambil menatap Ardi.


Kay menatap suaminya yang tengah mengendong bayi mungilnya, Arka menganggukkan kepalanya. Kay menghela nafas berat lalu menganggukkan kepalanya.


“Maaf ya, Kay,” ucap Ardi merasa tidak enak hati karena Kevin lebih memilih tidur bersamanya ketimbang bersama kedua orangtuanya.


“Nggak apa-apa kok, Kak. Lagian biasanya Kevin tidur sendirian, dia jarang mau tidur sama aku dan Arka, katanya dia sudah besar dan ingin tidur sendiri,” ucap Kay menepiskan senyumannya.


Arka mengajak istrinya untuk menidurkan Ansel. Kay mengangguk dan berjalan menuju kamarnya. Sedangkan kedua orang tua Ardi beristirahat di dalam kamar. Selama dua hari ini mereka menemani Kay di rumah sakit,


sedangkan Ardi dan Rasya selama dua hari itu lebih memilih untuk tinggal di hotel.


Ardi merasa tidak enak hati jika dia dan anaknya tinggal di rumah Kay, sedangkan Kay dan Arka masih berada di rumah sakit.

__ADS_1


“Sekarang kalian istirahat dulu di kamar, Ayah ingin duduk sebentar di sini,” ucap Ardi sambil mengusap puncak kepala kedua anaknya. Kevin dan Rasya mengangguk, mereka lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar.


Ardi duduk di sofa ruang tamu, dia teringat akan pertama kali dia menginjakkan kakinya di rumah itu. Saat pertama kali dirinya datang untuk melamar Kay bersama dengan kedua orangtuanya. Ardi menghela nafas panjang, dia sandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.


“Kenapa sangat sulit sekali untuk melupakan kamu, Kay.” Ardi menatap langit-langit ruangan itu.


David berjalan keluar dari kamarnya, dia melihat Ardi sedang duduk di sofa ruang tamu. Ardi yang melihat David ingin menghindarinya pun memanggilnya.


“Om...tunggu!” seru Ardi. David menghentikan langkahnya, dia lalu menoleh menatap Ardi.


“Boleh Ardi berbicara sebentar sama Om,” pinta Ardi.


“Ada apa?” tanyanya lalu duduk di depan Ardi.


“Om, Ardi tau jika Om masih marah sama Ardi. Ardi juga menyadari jika Ardi selama ini sudah sangat mengecewakan Om. Ardi sudah melanggar janji yang sudah Ardi ucapkan sama Om. Ardi minta maaf,” ucap Ardi sambil menundukkan kepalanya.


“Ardi, kamu kan tau kenapa Om mau menerima lamaran kamu saat itu. Om begitu percaya sama kamu, kamu tidak bisa memaafkan kesalahan yang Kay lakukan. Om tau, Kay melakukan kesalahan, tapi itu semua bukan sepenuhnya salah Kay. Arka sudah menceritakan semuanya, Om bahkan saat itu tidak bisa memaafkan Arka, karena Arka rumah tangga Kay hancur. Tetapi Arka selalu menunjukkan rasa bersalahnya, bahkan dia selalu ada di saat Kay sedang terpuruk,” ucapnya sambil melipat kedua lengan di dada. David juga menyadari jika itu bukan sepenuhnya salah Ardi, putrinya juga ikut andil dalam perpecahan rumah tangga mereka. Tapi yang membuat David marah dan kecewa, tidak ada niat baik Ardi untuk meminta maaf langsung kepadanya dan juga istrinya.

__ADS_1


“Maafkan Ardi, Om. Bukan maksud Ardi untuk lepas dari tanggung jawab, tapi Ardi merasa takut, takut jika Om dan Tante nggak mau memaafkan Ardi,” ucap Ardi pelan.


“Mana mungkin Om bersikap seperti itu, jika kamu memang benar-benar ingin meminta maaf dengan tulus, maka Om dan Tante tentu mau memaafkan kamu. Om juga nggak bisa menyalahkan kamu sepenuhnya, karena Kay juga salah dalam hal ini. Dia tidak seharusnya merahasiakan semua itu dari kamu, dia seharusnya jujur sama kamu tentang apa yang Arka lakukan kepadanya.”


“Ardi tau kenapa Kay melakukan itu, Om. Dia hanya ingin menjaga perasaan Ardi, dia juga tidak ingin menghancurkan keluarga Ardi karena sikap Arka kepadanya. Selama ini Kay memendam kesedihannya sendiri, dia pendam rasa sakitnya. Jika Ardi bisa tau lebih awal sebelum Kay dan Kevin mengalami kecelakaan, jika Kay mengatakan lanagsung kepada Ardi dan mau terbuka dengan Ardi, maka semua ini tidak perlu terjadi. Yang membuat hati Ardi sakit adalah, Ardi mengetahuinya hanya karena Kevin bukan anak Ardi, bukan darah daging Ardi. Jika kecelakaan itu tidak terjadi, dan Ardi sudah mendapat penjelasan dari Arka, maka sampai sekarang Ardi dan Kay masih tetap bersama.” Ardi menepiskan senyumannya, dia masih menyesali dengan sikapnya yang sangat gegabah dan lanagsung menemui Arka tanpa memberi tahu Kay terlebih dahulu.


“Semua sudah terjadi dan nggak mungkin bisa kembali lagi meskipun kamu sangat menyesalinya, Om merasa semua ini sudah takdir. Sejak awal Kay dan Arka sudah saling mencintai, tapi karena sikap egois Om dan papa kamu, mereka harus menderita. Terpisah dengan orang yang kita cintai memang sangat menyakitkan. Om masih ingat saat itu Om memaksa Kay untuk mau menerima perjodohan itu, padahal saat itu Kay menolaknya,” ucap David menyesal.


“Ardi juga sudah menerima semuanya, Om. Mungkin ini semua sudah takdir Ardi, Ardi juga senang bisa melihat Kay bisa kembali bersatu dengan cinta sejatinya. Selama ini Kay sudah banyak menderita, tapi sekarang Ardi bisa melihat senyuman di wajah Kay. Arka sudah berhasil mengembalikan senyuman Kay yang sudah lama menghilang,” ucap Ardi dengan menepiskan senyuman.


“Ardi, Om berharap kamu bisa segera melupakan Kay dan membuka lembaran baru,” ucap David dan mendapat anggukkan dari Ardi, meskipun anggukkan itu terasa sangat berat.


“Maafkan Ardi ya, Om.” Ardi berdiri lalu berjalan mendekati David, dia lalu memeluk David.


David mengusap punggung Ardi, “Om sudah memaafkan kamu, Om juga meminta maaf atas nama Kay. Om tau sikap Kay selama ini sangat menyakiti haati kamu, apa lagi ternyata Kevin anaknya Arka,” ucapnya lalu melepaskan pelukannya.


“Ardi sudah memaafkan Kay kok Om. Bagi Ardi, Kevin tetaplah anak Ardi, kasih sayang Ardi tetap masih sama seperti dulu. Ardi juga tidak membeda-bedakan antara Kevin dan Rasya, bagi Ardi mereka berdua anak-anak Ardi.”

__ADS_1


David tersenyum bahagia, dia tau jika Ardi memang pria berhati baik. Tetapi sayang, nasibnya tidak sebaik dengan hatinya. Dia hanya bisa berharap Ardi akan menemukan wanita penganti Kay.


~oOo~


__ADS_2