Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Kapan akan menikah


__ADS_3

Saat Arka menanyakan keinginan kakaknya kepada Kevin, dia tidak menyangka jawaban anaknya akan seantusias itu. Ternyata diam-diam Kevin juga sangat merindukan Ardi.


Walau bagaimana pun, Ardi lah yang telah membesarkannya selama 2,5 tahun. Ardi dan Kevin bahkan sangat dekat.


"Ayah, kapan Kevin bisa bertemu dengan Ayah Ardi? Kevin sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ayah Ardi," ucap Kevin begitu sangat antusias.


"Besok Ayah akan mengantar kamu ke Jogja, tapi Kevin harus menurut sama Ayah Ardi, Oma dan Opa." Kevin menganggukkan kepalanya.


Kay tidak bisa berbuat apa-apa jika Kevin sudah memutuskan, walau berat harus berpisah dengan anaknya sementara waktu, tapi Kay harus menerima keputusan anaknya.


Bagaimana pun juga Kevin juga berhak untuk bertemu dan tinggal bersama dengan Ardi. Selama ini Kay menyadari jika kasih sayang Ardi untuk Kevin tidak pernah berkurang. Bahkan dia selalu mengirimi Kevin hadiah semenjak dia pulang ke Pekanbaru.


"Bunda, Kevin ingin memberikan hadiah untuk Ayah Ardi dan juga Rasya," ucap Kevin.


"Kevin mau membelikan apa untuk mereka?" Tanya Kay.


"Kevin ingin membelikan Ayah Ardi sepatu," ucap Kevin.


"Kenapa Kevin ingin membelikan Ayah Ardi sepatu?" Tanya Kay penasaran. Kay dan Arka saling menatap.


"Karena Ayah Ardi suka lari-lari pagi. Nanti Kevin ingin lari-lari pagi bersama dengan Ayah Ardi," sahut Kevin dengan sangat antusias.


Arka tidak menyangka, anaknya bisa sebegitu dekatnya dengan kakaknya. Bahkan dia tau hobi kakaknya, Kevin bahkan tidak tau hobinya.


"Baiklah, Ayah akan mengantar Kevin untuk membeli hadiah untuk Ayah Ardi. Sekarang Kevin bersiap-siap, Ayah antar sekarang," ucap Arka sambil mengusap puncak kepala Kevin.


***

__ADS_1


Arka dan Kevin kini sudah berdiri tepat di depan pintu rumah Ardi. Arka mengetuk pintu.


Rasya yang tengah bermain mendengar suara pintu di ketuk.


"Papa!" Teriak Rasya sambil berlari menghampiri papanya yang tengah duduk di ruang tengah sambil mengotak-atik laptop di depannya.


"Ada apa sayang?" Tanya Ardi lalu memangku Rasya.


"Ada orang di luar," ucap Rasya dengan suara lucunya.


"Siapa?" Rasya menggelengkan kepalanya.


Ardi berdiri sambil mengendong Rasya, dia berjalan menuju pintu utama. Ardi terkejut melihat Arka dan Kevin tengah berdiri di depan pintu.


"Ayah!" Seru Kevin lalu memeluk Ardi.


Ardi menyuruh Arka masuk. Arka mengendong Rasya, lalu masuk ke dalam rumah.


"Mama dan Papa mana, Kak?"


"Mereka pergi menghadiri pesta koleganya."


Ardi menyuruh Rasya untuk bermain bersama dengan Kevin, sedangkan Ardi dan Arka berbincang-bincang di ruang tamu.


"Bagaimana kabar Kay?"


"Baik."

__ADS_1


"Maaf ya, Ka. Aku sudah merepotkan kamu, aku sebenarnya tidak masalah bertemu dengan Kay, tapi aku hanya tidak enak jika harus bertemu dengan orang tua Kay. Aku merasa sangat bersalah kepada mereka, karena aku telah menelantarkan putrinya selama ini. Aku bahkan mengingkari janjiku untuk menjaga dan membahagiakan Kay."


"Sudah lah, Kak. Semua juga sudah berlalu, sebenarnya Ayah dan Bundanya Kay sudah memaafkan Kak Ardi. Jadi kakak nggak perlu merasa bersalah seperti itu," ucap Arka sambil menepiskan senyumannya.


Ardi hanya tersenyum, dia tau jika sebenarnya Arka merasa canggung saat ini. Tapi bagi Ardi, Arka tetaplah adik kesayangannya. Semua kesalahan Arka sudah dia maafkan, hanya saja masih butuh waktu untuk melupakan semuanya, meskipun dirinya sudah mengiklaskannya.


"Oya, Kak. Kapan kakak akan menikah?"


"Hah! Menikah!" Ardi membulatkan kedua matanya.


"Iya, menikah, kenapa kakak begitu terkejut?"


"Kamu ini ada-ada saja, kakak ini baru saja bercerai, bahkan kakak sudah bercerai dua kali."


"Memangnya kenapa kalau sudah bercerai dua kali, itu bukan penghalang untuk kakak bahagia."


"Siapa yang mau menikah denganku, apa lagi setelah dia tau statusku yang sudah bercerai dua kali. Pasti mereka akan berfikir dua kali untuk mau menikah denganku," ucap Ardi sambil menggelengkan kepalanya.


"Pasti ada wanita yang bisa menerima kakak apa adanya. Kakak hanya perlu membuka hati kakak."


"Sudah lah, Ka. Sekarang yang menjadi prioritas aku sekarang adalah Rasya. Dia masih sangat membutuhkan kasih sayang aku, aku juga tidak mau salah menentukan pilihan. Aku juga takut Rasya tidak mau menerima kehadiran seorang ibu tiri."


"Apa kakak mau aku kenalkan dengan sahabat aku? mau yang masih gadis atau janda?" tanya Arka sambil menahan tawa.


"Kamu mau meledek aku, gini-gini aku masih laku, siapa sih yang nggak mau sama Ardi yang tampan rupawan," ucap Ardi sambil melipat kedua lengannya di dada.


Arka dan Ardi tertawa lepas, sudah lama sekali mereka tidak saling bercanda gurau seperti itu. Sebenarnya mereka saling merindukan momen-momen seperti itu, tapi mereka merasa canggung untuk mengutarakannya.

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2