Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Kedatangan Kay..


__ADS_3

Terdengar suara ketukan pintu. Lina yang tengah berada di dapur berjalan menuju pintu utama.


"Sebentar!" Teriak Lina lalu membuka pintu.


Lina terkejut melihat siapa yang berdiri didepan pintu rumahnya.


"Kay!" seru Lina terkejut.


"Apa kabar, Tante?" sapa Kay lalu mencium tangan Lina.


"Ayo masuk sayang," ucap Lina mempersilahkan Kay dan Arka masuk.


"Gimana keadaan Kak Ardi, Ma?" tanya Arka cemas.


"Demamnya sudah turun, tapi kakak kamu masih nggak mau makan, dia selalu memanggil nama kamu sayang," ucap Lina sambil menatap Kay.


"Maafin Kay, tante, jika Kay sudah membuat masalah untuk Kak Ardi," ucap Kay merasa sangat bersalah.


"Ini bukan salah kamu sayang, tapi dari tadi Mama mendengar kamu memanggil Mama dengan sebutan tante, kenapa? apa kamu sudah nggak menganggap Mama sebagai Mama kamu lagi?" tanya Lina penasaran.


"Maaf, tante, Kay melakukan itu karena Kay bukan lagi istri kak Ardi, jadi Kay nggak berhak memanggil tante dengan sebutan Mama," ucap Kay.


"Sayang, walaupun kamu bukan lagi istri Ardi tapi kamu tetaplah anak Mama, jadi Mama mohon jangan panggil Mama dengan sebutan Tante lagi," pinta Lina.


"Tapi--"


"Kay...turuti lah kemauan Mama, cuma memanggil Mama doang, apa susahnya," pinta Arka.


"Tapi Ka, aku kan bukan lagi--"


"Aku mohon, apa kamu nggak sayang sama keluarga aku? Walau kamu bukan lagi istri Kak Ardi tapi kami masih keluarga kamu," pinta Arka lagi.


"Baiklah, maafin Kay ya, Ma," ucap Kay.


"Terima kasih sayang. Oya, dimana Kevin? Mama sangat merindukan Kevin," ucap Lina.


"Kevin nggak ikut, Ma," ucap Kay.


Lina lalu menyuruh Kay dan Arka untuk beristirahat, tapi Arka sudah tidak sabar ingin melihat keadaan kakak nya.


"Aku mau ketemu Kak Ardi, kamu mau ikut?" tanya Arka.


"Em...baiklah," sahut Kay.


"Sayang, Mama mohon bujuk lah Ardi untuk makan, Mama yakin Ardi akan mendengarkan kamu," pinta Lina.


"Baik, Ma."

__ADS_1


Arka dan Kay menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Ardi. Arka mengetuk pintu kamar Ardi.


Tok...tok...tok...


"Kak..aku masuk ya!" Teriak Arka lalu membuka pintu.


Arka dan Kay terkejut mendengar suara piring terjatuh.


"Ric! kamu ini kenapa sih? Aku kan cuma mau menyuapi kamu makan, kalau kamu nggak makan gimana kamu bisa sembuh!" seru Monic sedikit kesal.


"Pergi kamu! aku nggak mau makan, biarkan aku mati, aku sudah nggak mau hidup lagi!" teriak Ardi.


Kay terkejut mendengar ucapan Ardi, dia juga sangat sedih melihat keadaan Ardi. Kay tidak menyangka Ardi akan menyiksa dirinya sendiri seperti ini.


"Kak," panggil Arka lalu masuk ke dalam kamar.


Monic dan Ardi menatap ke arah Arka.


"Arka! kamu datang!" seru Monic terkejut.


Arka berjalan mendekati ranjang Ardi, dia lalu duduk di tepi ranjang.


"Apa kabar Kak?" sapa Arka.


"Untuk apa kamu datang ke sini?" tanya Ardi dingin.


"Aku mendengar Kakak Ardi sedang sakit, makanya aku datang untuk melihat kak Ardi."


"Maafin aku kak, jika selama ini aku punya salah sama Kak Ardi. Aku datang ke sini karena aku khawatir sama Kak Ardi, walau bagaimana pun juga Kak Ardi tetap kakak aku."


"Pergilah! aku nggak mau melihatmu," usir Ardi.


"Ric, Arka ke sini karena Arka peduli sama kamu, hargailah dia," ucap Monic.


"Sudah aku bilang berkali-kali, jangan panggil aku Rico! nama aku Ardi, apa kamu tuli!" Teriak Ardi.


"Kak! kenapa kamu begitu kasar sama Monic? Dia itu istri Kak Ardi, sekarang dia lagi mengandung anak Kak Ardi!" seru Arka.


"Aku nggak perduli, pergi kalian! aku ingin sendiri," usir Ardi.


"Aku nggak akan kemana-mana, aku akan menemanimu," ucap Monic sambil melipat kedua lengannya di dada.


"Aku nggak butuh simpati kamu, pergilah sebelum aku melakukan hal yang akan menyakiti kamu," ancam Ardi.


"Kak, kali ini Kak Ardi sudah keterlaluan," ucap Arka mulai marah.


"Kamu nggak usah ikut campur, aku bilang pergi! keluar dari kamar aku!" Teriak Ardi.

__ADS_1


Kay semakin tidak mengenal Ardi. Sikapnya berubah drastis. Dia bukan lagi Ardi yang penyabar dan penyayang seperti yang Kay kenal dulu.


"Maafin aku kak,aku nggak bermaksud untuk menyakiti kak Ardi.Maafin aku," gumam Kay dalam hati.


"Kak, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu," ucap Arka.


"Aku nggak mau bertemu siapapun, pergilah," usir Ardi lagi.


"Yakin kak Ardi nggak ingin


menemuinya? kalau gitu biar aku suruh dia untuk pulang ke Pekanbaru malam ini juga," ucap Arka lalu berdiri.


"Apa! Pekanbaru! Kay! Tunggu!" seru Ardi sambil menarik tangan Arka.


"Ada apa lagi, katanya tadi ingin aku keluar," sindir Arka.


"Apa kamu datang bersama dengan Kay?" tanya Ardi penasaran.


"Hem..."


"Serius?" tanya Ardi senang.


"Ya..dia ada diluar sekarang."


Ardi bergegas turun dari ranjang dan berlari menuju pintu. Ardi sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Kay.


"Sayang kamu datang, aku sangat merindukan mu," ucap Ardi lalu memeluk Kay.


"Kak, lepasin aku," ucap Kay sambil melepas pelukan Ardi.


"Nggak, biarkan aku memeluk mu sebentar saja. Aku sangat merindukanmu," pinta Ardi.


"Maafin aku kak, jika aku sudah menyakiti mu. Aku nggak tau kalau kak Ardi akan seperti ini," ucap Kay sedih.


"Ini bukan salah kamu sayang, seharusnya aku yang minta maaf sama kamu," ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.


Ardi menarik tangan Kay dan membawanya masuk ke dalam kamar. Ardi mendudukkan Kay di sofa. Kay melihat seisi kamar yang dipenuhi dengan foto-fotonya dan juga Kevin.


"Kak, ini--"


"Ini selamanya akan menjadi kamar kita


sayang, semua foto-foto kamu dan Kevin akan selamanya ada di kamar ini," ucap Ardi sambil berjongkok di depan Kay.


"Tapi Kak, kita sudah nggak bisa kayak dulu lagi. Semua itu sudah berakhir, Kak."


"Aku tau sayang, tapi bagi ku kamu tetap ada di sini dan juga hati aku," ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.

__ADS_1


"Kak, jangan seperti ini, aku mohon, kasian Monic," pinta Kay.


~oOo~


__ADS_2