Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Kabar bahagia..


__ADS_3

Arka mulai membuka matanya dengan perlahan. Arka melihat Kay masih terlelap sambil memeluknya. Arka menatap Kay dan mengecup kening Kay. Arka membelai lembut pipi Kay.


Kay yang merasa ada yang mengusik tidurnya mulai membuka matanya dengan perlahan. Kay terkejut karena dia tidur sambil memeluk Arka. Memeluk tubuh kekar yang kini berada didepan matanya.


"Pagi sayang," sapa Arka sambil mencium kilas bibir Kay.


"Arka k-kamu! ngapain kamu di kamarku dan kita kenapa--"


Kay menghentikan ucapannya dan melihat dirinya dan Arka berada dibawah selimut yang sama dan dalam keadaan yang tak pernah ia duga sama sekali.


"Apa kamu lupa sayang, kenapa aku bisa ada disini bersama kamu?" Tanya Arka sambil membelai lembut rambut Kay.


"A--aku mau mandi, a--aku harus berangkat kerja," ucap Kay gugup.


Kay ingat apa yang telah terjadi sama dia dan Arka. Bahkan dia merasa malu pada dirinya sendiri. Kenapa dia semalam tidak menolak Arka sama sekali.


"Kenapa kamu sangat gugup kayak gitu? Apa kamu sudah ingat semuanya? Atau perlu aku ulang kembali agar kamu bisa mengingatnya?" Goda Arka.


"Nggak! aku ingat semuanya!"


"Kalau begitu pasti kamu juga ingat siapa semalam yang berteriak paling kencang dan menikmatinya," goda Arka lagi.


Wajah Kay semakin memerah. Kay semakin tak punya muka dihadapan Arka.


"Kenapa kamu malu sayang, aku senang semalam kamu menikmatinya. Itu buktinya kamu masih mencintaiku dan menginginkan aku," ucap Arka lalu mengecup kening Kay.


"Aku mau mandi, karena aku harus berangkat kerja," ucap Kay lalu bangun dari tidurnya.


"Kamu mau kemana sayang? Aku nggak mengijinkan kamu pergi dari sini," ucap Arka sambil menarik tangan Kay.


Kay terjatuh dalam pelukan Arka. Arka memeluk Kay dengan sangat erat dan membisikkan sesuatu di telinga Kay.


"Kamu nggak usah bekerja, karena aku sudah minta sama Om untuk mengizinkan kamu untuk tidak bekerja selama satu minggu," bisik Arka.


"Maksud kamu?" Tanya Kay mengernyitkan dahinya.


"Kamu cuti selama satu minggu, bukannya kamu sekretaris aku? Jadi buat apa kamu bekerja kalau aku nggak ada, dan aku juga bilang sama Om kalau kita sedang bersenang-senang sekarang," ucap Arka sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apa!" Ucap Kay terkejut.


"Nggak usah terkejut gitu dong sayang, kamu kan tau aku nggak bisa menyimpan rahasia apapun dari Papa kamu."

__ADS_1


"Tapi nggak harus bilang soal ini juga, Ka. Aku kan malu, apalagi kita kan belum menikah," ucap Kay pelan.


"Kita akan segera menikah, kamu tenang saja. Biar aku yang mengurus semuanya."


Kay tidak percaya Arka akan dengan PD nya menceritakan semuanya kepada ayahnya. Kay lalu turun dari ranjang.


"Kamu mau kemana?"


"Mandi," ucap Kay sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Aku akan ikut mandi denganmu," ucap Arka lalu turun dari ranjang.


"Nggak! aku mau mandi sendiri!" Seru Kay lalu berjalan menuju kamar mandi.


Arka tidak mendengarkan ucapan Kay dan terus mengikuti Kay masuk kedalam kamar mandi. Mereka pun mandi bersama di dalam kamar mandi dan tentu saja mereka melanjutkan aktivitas itu kembali.


Arka tidak mungkin bisa menahan diri saat melihat tubuh molek Kay yang kini berada didepan matanya. Setelah satu jam mereka pun keluar dari kamar mandi.


"Jangan cemberut gitu dong sayang," ucap Arka sambil mengekor dibelakang Kay.


"Apa semalam kamu belum puas, sampai pagi ini pun kamu masih melakukannya," ucap Kay dengan suara lesu.


"Nggak ada kata puas saat aku ingin bersamamu sayang, sudah begitu lama aku menantikan saat-saat seperti ini," ucap Arka sambil memeluk Kay dari belakang.


"Maaf, kalau gitu nanti aku belikan vitamin buat kamu agar tubuh kamu kembali fit, Ok. Sekarang kita ganti baju habis itu ke kamar Kevin, dia pasti sudah bangun."


"O iya Kevin,.aku sampai lupa, gara-gara kamu sih."


Arka dan Kay pun memakai pakaian. Setelah berpakaian mereka keluar dari kamar. Arka turun menuju meja makan sedangkan Kay masuk ke dalam kamar Kevin.


Kay tidak melihat Kevin didalam kamar. Kay keluar dari kamar dan menuruni tangga. Kay melihat Kevin sudah duduk di meja makan bersama dengan Arka. Kay berjalan menuju meja makan.


"Kevin sayang, sejak kapan kamu sudah berada disini?" Tanya Kay sambil berjalan mendekati Kevin.


"Sudah dari tadi, Bun, sebelum ayah datang," ucap Kevin.


"Kamu tau nggak sayang, Kevin sudah mandi lo ini, anak ayah ternyata sudah besar sekarang, sudah bisa apa-apa sendiri," ucap Arka bangga dan mengusap lembut puncak kepala Kevin.


Kay duduk di samping Kevin dan mengambilkan sarapan untuk Kevin dan juga Arka. Bik Minah sudah memasak banyak makanan. Setelah selesai makan Arka mengajak Kevin untuk duduk di tepi kolam ikan sambil memberi makan ikan-ikannya.


Setelah selesai membantu Bik Minah membereskan meja makan, Kay berjalan keluar dan menghampiri Arka dan Kevin.

__ADS_1


"Sayang, Ayah punya berita bagus untuk kamu," ucap Arka.


"Apa itu, Ayah?"


"Ayah dan bunda akan segera menikah. Kita akan tinggal bersama mulai sekarang."


"Betul itu, Bun? Ayah nggak bohong kan?" Tanya Kevin terkejut.


Kevin senang akhirnya kedua orang tuanya kini bisa bersatu kembali.


"Iya sayang, Bunda dan Ayah akan tinggal bersama dengan Kevin untuk selamanya, tapi Ka, aku harus pulang. Kita nggak bisa tinggal bersama sebelum kita menikah."


"Kamu tenang saja, aku sudah minta izin sama Om, dan Om mengizinkan, lagian kita kan sebentar lagi juga akan menikah, sudah ada anak juga, apalagi yang kamu takutkan?" Ucap Arka sambil menggenggam tangan Kay.


"Tapi kan--"


"Sudah nggak usah pakai tapi-tapi, sekarang kamu siap-siap kita akan ke rumah kamu. Aku akan melamar kamu secara resmi."


"Apa! Sekarang!" Seru Kay terkejut


"Iya sekarang, aku nggak mau menunda-nunda nya lagi. Cukup 5 tahun saja aku menunggu selama ini, sekarang aku nggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini."


"Tapi kedua orang tua kamu?"


"Itu urusan nanti, aku akan memberi tahu mereka. Lagian mereka juga sudah merestui hubungan kita. Apalagi yang kamu pikirkan sekarang? Apa kamu mau berubah pikiran?" Tanya Arka curiga.


"Bukan itu, aku nggak akan berubah pikiran. Aku cuma nggak tau gimana caranya memberi tahu kak Ardi tentang rencana pernikahan kita," ucap Kay cemas.


"Jangan kamu pikirkan itu, apa kamu lupa kalau kak Ardi itu taunya kita sudah menikah? makanya kak Ardi mau melepaskan kamu. Kita nggak usah memberi tahu kak Ardi. Kita cukup memberi tahu Mama dan Papa saja."


"Tapi kan kak Ardi itu kakak kamu, keluarga kamu."


"Aku tau, Kay. Tapi aku nggak mau pernikahan kita hancur karena ulah kak Ardi. Kamu tau kan kita sudah membohongi kak Ardi dengan pura-pura kita sudah menikah. Kalau kak Ardi sampai tau rencana pernikahan kita, apa kak Ardi nggak akan murka karena kita telah membohonginya?"


Kay merasa bersalah karena telah membohongi Ardi selama ini. Tapi itu ia lakukan demi kebaikan Ardi. Kay tidak ingin melihat Ardi semakin menderita karena tidak bisa melepaskannya.


Arka berdiri dan memeluk Kay. Arka lalu mengecup kening Kay.


"Kak Ardi pasti juga sudah bahagia bersama dengan Monic dan anaknya, aku dengar dari Mama, Monic sudah melahirkan anak laki-laki. Dan Kak Ardi terlihat sangat bahagia. Kita nggak perlu mengusik kehidupan Kak Ardi lagi. Sekarang yang perlu kita pikirkan adalah pernikahan kita dan bagaimana caranya membahagiakan Kevin. Dan satu lagi--" Arka mengantungkan ucapannya yang membuat Kay penasaran.


"Apa?"

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2