Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Senyuman Ardi..


__ADS_3

Monic masuk ke dalam kamar Ardi dan melihat Ardi dan Kay sedang saling menatap.


"Kay, kamu dipanggil Mama," ucap Monic sambil berjalan ke arah Kay dan Ardi.


"Kak, aku keluar dulu," ucap Kay lalu berdiri.


"Jangan tinggalin aku," pinta Ardi sambil menarik tangan Kay.


"Aku nggak akan kemana-mana kak, aku cuma ingin menemui Mama," ucap Kay sambil tersenyum.


"Baiklah." Ardi lalu melepaskan tangan Kay.


"Sebaiknya Kak Ardi sekarang mandi terus turun kebawah untuk sarapan," pinta Kay.


"Ok, sayang."


Kay menatap Monic dan berjalan melewati Monic. Monic berjalan mendekati Ardi.


"Sini aku bantu untuk melepas bajumu," tawar Monic sambil memegang baju Ardi.


"Nggak usah, aku bisa sendiri," tolak Ardi sambil menepis tangan Monic.


Hati Monic terasa sangat sakit karena sikap Ardi kepadanya.


"Kenapa kamu kasar sama aku, tapi lembut sama Kay? aku ini istri kamu," ucap Monic kesal.


"Karena aku nggak mencintaimu, tapi aku mencintai Kay. Asal kamu tau aku mencintai Kay sebelum perjodohan aku dengan Kay. Dia adalah wanita pertama yang mampu menarik hati aku. Sampai kapanpun aku nggak akan pernah melepaskan Kay."


"Kamu jahat! kenapa kamu perlakukan aku kayak gini!" teriak Monic tanpa sadar air mata menetes membasahi kedua pipinya.


Ardi meninggalkan Monic dan berjalan menuju kamar mandi. Monic keluar dari kamar Ardi. Arka keluar dari kamarnya dan melihat Monic menangis.


"Maafin aku, Mon. Aku melakukan ini demi kebahagiaan Kak Ardi. Karena hanya Kay yang kak Ardi ingin kan," gumam Arka dalam hati.


"Kak Ardi mana?" tanya Arka berbasa-basi


"Dia baru mandi, kapan kamu akan membawa Kay pergi dari rumah ini?"


"Kenapa? Apa kamu merasa terancam?" tanya Arka sambil menyunggingkan senyuman.


"Kenapa kamu membawa Kay kemari?"


"Karena hanya Kay yang diinginkan Kak Ardi, hanya Kay yang bisa membujuk Kak Ardi."


"Bukannya kamu juga mencintai, Kay? Apa kamu nggak merasa sakit hati?"


"Cinta itu tak harus memiliki, kalau kamu yakin Kak Ardi mencintai kamu, maka kamu nggak perlu takut dengan keberadaan Kay disini," sindir Arka.


Arka berjalan melewati Monic yang saat ini tengah menahan emosinya karena sindiranya.


"Kamu sudah bangun, Ka?" tanya Kay sambil menyiapkan makanan.

__ADS_1


"Lebih baik kamu mandi dulu, Kay. Aku tau kamu pasti belum mandi," goda Arka.


"Kamu tau dari mana aku belum mandi?"


Arka mendekati Kay dan memeluk Kay dari belakang.


"Aku tau dari bau badan kamu yang masih wangi seperti kemarin," bisik Arka di telinga Kay.


"Lepasin nggak!" seru Kay sambil melepaskan pelukan Arka.


Lina senang melihat kedekatan Kay dan Arka. Lina juga ingin Arka bahagia, sudah cukup buat Arka mengalah selama ini.


"Kenapa, kamu malu?" tanya Arka sambil tersenyum menatap Kay.


"Jangan pernah lagi kamu memelukku tanpa seizin ku," ucap Kay kesal.


"Ya...ya, maaf, sudah sana mandi," usir Arka lalu mendorong tubuh Kay.


"Aku mandi di kamar kamu saja ya."


"Hem, tapi jangan kamu berantakin kamar mandi aku."


"Iya-iya bawel."


"Kakak kamu mana, Ka?" Tanya Lina sambil menyiapkan makanan.


"Lagi mandi, Ma." Arka menarik salah satu kursi lalu dia duduki.


"Iya Ma. Arka melakukan ini juga demi Kak Ardi. Arka ingin Kak Ardi bisa menerima kenyataan kalau dia dan Kay sudah berakhir."


"Apa kamu masih mencintai, Kay?"


"Ya, Ma. Arka akan selamanya mencintai Kay."


"Apa kamu berniat untuk menikahi Kay?"


"Arka nggak tau, Ma, karena Kay belum siap untuk menikah lagi, dan Kay juga sudah nggak mencintai Arka lagi. Tapi Arka bahagia asal Kay bahagia," ucap Arka dengan menepiskan senyumannya.


"Maafin Mama sayang, karena membuatmu dalam situasi seperti ini. Mama tau kamu sayang sama kakak kamu, makanya kamu merelakan Kay."


"Kak Ardi sudah baik sama Arka selama ini, Ma. Hanya ini yang bisa Arka lakukan untuk kak Ardi. Tapi Mama jangan terlalu berharap soal Kay dan Kak Ardi rujuk kembali, karena Kay tidak akan mau."


"Mama tau sayang, karena Monic kan?"


Arka menganggukkan kepalanya, "iya Ma," ucapnya.


Ardi keluar dari kamar dan menuruni tangga.


"Kamu mau kemana sayang?"


"Aku mau mandi kak, sekarang kak Ardi keruang makan saja semua sudah pada nungguin kak Ardi."

__ADS_1


"Ok." Ardi berjalan menuju ruang makan.


"Pagi semuanya," sapa Ardi lalu duduk disebelah Arka.


Monic ingin duduk di samping Ardi tapi dilarang oleh Ardi.


"Jangan duduk disini, ini tempat duduk Kay," ucap Ardi sambil menarik kursi di sampingnya.


Monic sangat kesal dan pindah disebelah Lina.


"Yang sabar ya," ucap Lina sambil mengusap lengan Monic.


"Sampai kapan, Ma? ini sudah lebih dari tiga bulan Ardi memperlakukan Monic seperti ini," ucap Monic kesal.


"Kalau kamu nggak suka sama sikap aku kamu bisa pergi dari rumah ini," ucap Ardi ketus.


"Ardi! jaga sikap kamu, Monic ini istri kamu, dia sedang mengandung anak kamu!" bentak Jonny.


"Ardi nggak perduli, Pa, karena Monic lah hidup Ardi menderita. Ardi harus berpisah dari Kay, keluarga Ardi hancur!" teriak Ardi.


"Sudah jangan bertengkar, nggak enak sama Kay," ucap Lina saat melihat Kay menuruni tangga.


Kay berjalan menuju ruang makan dan berniat duduk di samping Monic tapi dicegah oleh Ardi.


"Kamu duduk di samping aku," ucap Ardi sambil menarik tangan Kay dan mendudukkan Kay di sampingnya.


Kay menatap Monic yang kini sedang menatap tajam kearahnya. Kay mengambilkan makanan untuk Ardi dan meletakkannya didepan Ardi.


"Makasih sayang."


Mereka mulai sarapan dalam keheningan, hanya Ardi yang sejak tadi menatap Kay tanpa berkedip sedikitpun.


"Kak, ayo makan, bukan malah ngelihatin aku kayak gitu."


"Sayang, aku senang kamu berada disini. Aku sangat merindukanmu," ucap Ardi sambil tersenyum.


Arka sebenarnya tidak suka melihat kedekatan Kay dan Ardi, tapi Arka lebih memilih mengalah jika itu bisa membuat Ardi bahagia.


Lain halnya dengan Monic yang sedari tadi cemberut melihat sikap Ardi yang begitu perhatian kepada Kay.


Jonny dan Lina bahagia akhirnya mereka bisa melihat senyuman di wajah Ardi lagi.


"Suapin aku ya," pinta Ardi.


"Tapi Kak--"


"Kalau nggak mau aku nggak akan makan," ucap Ardi sambil cemberut.


Kay menatap Arka dan Arka menganggukkan kepalanya.


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2