Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Kesetiaan.


__ADS_3

Arka memeluk Kay dengan sangat erat. Dia mencium tengkuk Kay dan membisikan sesuatu ditelinga Kay.


"Aku bukan paranormal sayang yang bisa menebak isi hati kamu. Aku nggak akan tau kalau kamu nggak memberi tahu aku."


Kay melepaskan tangan Arka dari pinggangnya. Dia bangun dan duduk di tepi ranjang. Arka bangun dan duduk di samping Kay, dia menggenggam tangan Kay.


"Sekarang kasih tau aku, apa yang membuatmu marah seperti ini?" Tanya Arka penasaran.


"Aku nggak suka, saat bersama aku kamu malah asyik dengan ponsel kamu itu. Kamu lagi Sms-an sama siapa sih? sampai nggak perduli akan keberadaan aku," sahut Kay sambil menundukkan wajahnya. Arka malah tersenyum mendengar ucapan Kay.


"Kenapa kamu malah senyum senyum gitu?" Tanya Kay kesal. Arka mengecup kening Kay.


"Maaf ya sayang, tadi itu aku lagi membalas pesan dari Devi, dia memberitahu aku kalau proprosal kerja sama yang aku ajukan ke Perusahaan Mitra Jaya ternyata telah disetujui," ucap Arka dengan senyuman di wajahnya. Kay mengerucutkan bibirnya, dia tidak bisa percaya begitu saja.


"Beneran aku nggak bohong, masa kamu nggak percaya sama aku.,Kurang bukti apa lagi aku menunjukan cinta tulus aku ke kamu. Begitu banyak rintangan dalam cinta kita, tapi aku masih tetap bertahan sama kamu. Lima tahun Kay, aku setia menunggumu. Apa itu belum cukup sebagai bukti kalau hanya kamu yang aku cintai?" Sambung Arka lagi. Kay menghela nafas panjang dan menatap Arka.


"Aku bukannya nggak percaya sama kamu, tapi aku nggak suka kamu cuekin aku kayak gitu, kita baru saja menikah, aku ingin kamu hanya memperhatikan aku, bukan yang lain," ucap Kay sambil memanyunkan bibirnya. Arka mencium kilas bibir Kay dan menggenggam erat tangan Kay.


"Maaf, aku nggak tau kalau istri aku ini sekarang menjadi wanita labil yang sedang butuh perhatian," goda Arka sembari menepiskan senyumnya. Kay sontak langsung memberikan bogeman ke lengan Arka. Arka mengernyitkan dahinya sembari menahan sakit di lengannya.


Kay berdiri dan berjalan keluar dari kamar. Arka menyunggingkan senyuman sembari menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Dasar, sekarang kamu baru bisa cemburu sama aku. Aku mencintaimu Kay, hanya kamu yang aku cintai di dunia ini," ucap Arka sambil melihat Kay keluar dari kamar.


Arka keluar dari kamar menyusul Kay. Kay duduk di ruang keluarga sembari melihat acara TV kesukaannya. Arka duduk di samping Kay sembari menyandarkan kepalanya ke bahu Kay.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu nggak ingin pergi honeymoon?" Arka memiringkan wajahnya menatap Kay.


"Kemanapun kamu ingin pergi akan aku turuti," sambung Arka lagi. Kay menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Aku nggak ingin meninggalkan Kevin, lagian pekerjaan kamu di kantor juga lagi menunggumu." Kay mengambil toples camilan di atas meja, dia mulai memakan camilan dari dalam toples.


"Ya sudah deh, aku juga nggak mau meninggalkan Kevin. Kita bikin adik untuk Kevin disini saja ya," goda Arka sembari menyunggingkan senyuman.


David, Merisa dan Kevin masuk ke dalam rumah. Kevin berlari mencari ayah dan bundanya.


"Bunda!" Teriak Kevin sambil berlari kearah kedua orang tuanya.


"Sayang, kamu sudah pulang, gimana pestanya, seru nggak?" Tanya Arka sembari mendudukkan Kevin di pangkuannya.


Kevin terlihat sangat senang sekali. Arka dan Kay memeluk Kevin dengan sangat erat lalu menciumi kedua pipi gembul Kevin


"Sayang, kalau nanti Kevin punya adik, Kevin mau punya adik cowok atau cewek?" Tanya Arka. Kay melirik ke Arka dan menyengol lengan Arka.


"Kenapa sayang? Memangnya kamu nggak ingin memberi Kevin adik? Aku kan ingin punya anak lagi," ucap Arka sambil memanyunkan bibirnya.


"Kevin mau adik cowok atau cewek sama saja, Yah. Mereka sama-sama gemesin. Tadi di pesta juga ada adik bayi, Yah, lucu deh. Tadi saja tangan Kevin dipegang sama dede bayi. Kapan, Yah, Kevin akan punya dede bayi?" Tanya Kevin. Arka menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sembari menatap Kay. Kay memalingkan wajahnya dan kembali melihat acara Tv kesukaannya.


"Em...sabar ya sayang, Ayah sama Bunda akan bekerja keras siang dan malam agar Kevin cepat punya dede bayi," sahut Arka.

__ADS_1


"Memangnya nggak bisa sekarang ya, Yah?" Tanya Kevin. Arka mengusap lembut puncak kepala Kevin.


"Ya nggak semudah dan secepat itu sayang," sahut Arka dengan senyuman di wajahnya. Kevin yang begitu sangat penasaran terus bertanya kepada ayahnya, bahkan Kevin bertanya bagaimana caranya membuat dede bayi.


Arka yang kewalahan dan bingung harus menjawab apa, hanya bisa memasang wajah memelas sembari menatap Kay. Arka berharap Kay mau membantunya menjelaskan kepada Kevin.


Kay mendudukkan Kevin di pangkuannya. Dia mencoba untuk memberi pengertian kepada anaknya. Kevin menganggukkan kepalanya setelah mendengarkan penjelasan dari bundanya.


Arka menghembuskan nafas lega sembari mengusap lembut puncak kepala anaknya. Kay beranjak menuju dapur untuk membantu bundanya menyiapkan makan malam.


Arka menemani anaknya bermain. Sesekali Arka menatap Kay yang tengah memasak di dapur.


"Terima kasih Kay, kamu sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak-anak aku. Aku janji akan selalu membahagiakan kamu," ucap Arka pelan sambil tersenyum menatap Kay.


Kay melambaikan tangannya kepada Arka dan Kevin agar mereka mendekat untuk segera makan malam karena makanan sudah siap. David juga sudah duduk di ruang makan.


Setelah selesai makan malam Kay membawa Kevin ke kamar. Kevin merasa sangat mengantuk karena kelelahan. Tak butuh waktu lama Kevin akhirnya tertidur.


Arka meminta Kay agar duduk di sampingnya. Kay turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Arka. Kay duduk di samping Arka.


"Sayang, mulai besok kita pindah ke rumah aku ya. Aku nggak enak tinggal disini lama-lama." Kay menatap Arka dan menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih, kamu sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak-anakku. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," ujar Arka sembari mengecup kening Kay. Kay mencium kilas bibir Arka dan tersenyum manis.


"Maafin aku karena sudah membuat kamu menderita selama ini," ujar Kay. Arka memeluk Kay dengan sangat erat.

__ADS_1


Walau awalnya terasa sangat sakit saat melepaskan Kay untuk Ardi, tapi akhirnya Arka bisa kembali mendapatkan Kay kembali. Cinta Arka begitu tulus kepada Kay. Sesakit apa pun itu Arka mampu menahannya. Dan kini semua penantiannya selama ini tidak sia-sia.


~oOo~


__ADS_2