Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Bonus Chapter 29


__ADS_3

Zahra keluar dari ruangan Ardi dengan wajah yang cemberut, gadis itu berjalan melewati meja kerja Micel, dia bahkan tidak menyapa Micel.


“Tunggu!” seru Micel.


Langkah Zahra terhenti, gadis itu pun menengok kebelakang. Micel berjalan mendekati Zahra, dia langsung menarik tangan Zahra dan membawanya ke tempat yang sepi.


“Kak, lepas! Sakit!” pekik Zahra saat Micel mencengkeram erat lengan gadis itu.


“Kenapa kamu bisa bersama dengan Ardi?” tanyanya penuh penekanan.


“Aku ada urusan dengan Kak Ardi.” Gadis itu menahan sakit di lengan kirinya.


“Urusan apa yang membuat Ardi membawa kamu ke ruangannya?”


“Itu bukan urusan kakak, dan kakak nggak perlu tau.”


Mendengar jawaban Zahra membuat Micel semakin mencengkeram erat lengan gadis itu, “aku peringatkan ya sama kamu, jangan pernah kamu mendekati Ardi lagi. Jika aku lihat kamu sedang menggoda Ardi, kamu akan tau akibatnya. Camkan kata-kata aku, aku nggak main-main!” ancamnya penuh


penekanan.


“Siapa kakak berhak melarang aku, apa hubungan kakak dengan Kak Ardi?” tanya Zahra sedikit berteriak.


“Aku katakan sama kamu. Ardi adalah calon suami aku, jadi jangan pernah macam-macam denganku. Aku paling nggak suka apa yang menjadi milikku di ambil oleh gadis kecil seperti kamu!” seru Micel sambil mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan kedua mata Zahra.


Zahra tidak menyangka Ardi akan membohonginya. Jika Kak Micel calon suami Kak Ardi, lalu kenapa Kak Ardi mau membantuku dengan menjadi pacar bohongan aku? Zahra melepaskan cengkeraman tangan Micel, “kakak tenang


saja, aku sama sekali tidak tertarik dengan Kak Ardi, jadi kakak nggak perlu takut aku akan merebutnya dari kakak. Setelah urusan aku dengan Kak Ardi selesai, aku nggak akan pernah berhubungan dengan Kak Ardi. Jadi kakak nggak usah cemas gitu. Jika Kak Ardi memang mencintai kakak, maka Kak Ardi tidak akan melirik wanita lain,” ucapnya.


“Aku pegang kata-kata kamu. Aku percaya sama Ardi, dia tidak akan mungkin tertarik dengan gadis bau kencur seperti kamu yang baru mau mulai beranjak dewasa dan sama sekali tidak berpengalaman soal menjalin hubungan,” sindir Micel.


Zahra mengepalkan kedua tangannya, “apa kakak menantang ku? Jika aku sanggup meluluhkan hati Kak Ardi, apa yang akan aku dapatkan? Apa kakak akan melepaskan Kak Ardi?” tantangnya.


“Kamu!” Micel kembali mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Zahra, “berani kamu menantangku, hah!” serunya.

__ADS_1


“Aku bukannya menantang kakak, tapi sikap kakak ini sudah keterlaluan. Hanya karena kakak takut kehilangan Kak Ardi, kakak berani


mengancam aku. Tapi aku nggak mau meladeni kakak, karena nggak ada untungnya


juga buat aku. Kakak tenang saja, aku sama sekali tidak tertarik dengan Kak Ardi, masih banyak di luar sana cowok tampan, keren dan jauh lebih muda dari Kak Ardi, jadi kakak nggak perlu cemas,” ledek Zahra lalu pergi meninggalkan Micel yang masih terlihat sangat marah dengan emosi yang siap meledak kapan saja.


“Brengsek! Tak akan aku biarkan kamu merebut Ardi dari aku!” umpatnya keras.


Sedangkan di dalam ruangan Ardi tengah cengar-cengir sendiri. Pria itu baru saja mengalami hal yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan.


Flash back


“Kak Ardi mengerjai aku ya!” seru Zahra kesal. Gadis itu melipat kedua lengannya di dada sambil mengerucutkan bibirnya.


“Enggak, siapa yang sedang mengerjai kamu. Aku beneran ingin membantu kamu,” ucap Ardi sambil menahan tawa. Gadis di depannya itu saat ini terlihat sangat menggemaskan saat cemberut.


“Lalu untuk apa kakak membawa aku ke sini? Aku kira kakak.akan membicarakan rencana apa yang akan kita jalan kan untuk membuat Matteo percaya dengan hubungan kita, tapi ternyata aku di sini malah di suruh untuk


menemani kakak bekerja. Tau gini mendingan tadi aku pulang,” ucap Zahra dengan raut wajah kesalnya.


Zahra semakin mendengus kesal mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Ardi, “kalau aku tau harus ngapain, aku nggak mungkin minta tolong sama Kak Ardi, kakak ini kenapa sih, bikin aku tambah kesel aja!” serunya.


“Kamu kalau sedang cemberut gitu, ngemesin tau. Aku jadi ingin menciumu,” goda Ardi dengan tersenyum.


Zahra membulatkan kedua matanya, “awas ya kalau kakak sampai berani mencium aku!” ancamnya sambil mengacungkan jari telunjuknya.


Ardi semakin ingin tertawa melihat exspresi wajah Zahra. Pria itu malahan ingin semakin menggoda gadis yang tengah duduk di depannya. Ardi beranjak dari duduknya dan beralih duduk di samping Zahra, pria itu lalu


mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu, “kalau aku mencium mu, memangnya apa


yang bisa kamu lakukan?” tanyanya berbisik.


Zahra tidak menyangka Ardi akan berada sedekat ini dengannya, bahkan wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja, gadis itu

__ADS_1


terlihat salah tingkah. Dia mencoba untuk mendorong tubuh Ardi lalu berdiri, tapi saat dirinya ingin melangkah tiba-tiba kaki kirinya tersandung kaki Ardi hingga dia terjatuh di pangkuan pria itu.


“Ini bukan salah aku lo, kamu sendiri yang terjatuh di pangkuan aku. Atau jangan-jangan kamu memang ingin aku cium ya,” goda Ardi


dengan senyuman manisnya.


Gadis itu mencoba untuk berdiri, tapi Ardi mencoba menahan gadis itu, “aku ada ide,” ucapnya.


“Apa ide kakak?” tanya Zahra penasaran. Gadis itu lupa jika dirinya masih berada di pangkuan Ardi.


“Gimana kalau kita latihan saling bermesraan satu sama lain?”


Zahra mengernyitkan dahinya, “maksud kakak apa? Jangan mengambil kesempatan ya, aku nggak suka!” serunya.


“Bukan aku yang mengambil kesempatan, tapi kamu,” godanya.


“Maksud kakak aku yang sedang mengambil kesempatan?” Ardi menganggukkan kepalanya, “memangnya apa yang aku lakukan?” tanya Zahra bingung.


“Kamu mengambil kesempatan dengan duduk di pangkuan aku..Kalau aku sendiri sih tidak keberatan kamu duduk di pangkuan aku seperti ini,” godanya.


Zahra sontak langsung berdiri dari pangkuan Ardi. Pria itu bisa melihat bahwa wajah gadis itu kini bersemu merah, entah karena malu atau karena menahan amarah karena sikap jahilnya.


“Aku...itu bukan mau aku ya, tadi itu kan karena tidak sengaja. Kalau kaki aku nggak tersandung kaki Kak Ardi, aku juga nggak akan terjatuh di pangkuan Kak Ardi,” ucap Zahra kesal.


“Justru aku bersyukur kamu tersandung kaki aku, dengan begitu aku bisa memangku kamu,” ucap Ardi dengan menggerakkan kedua alisnya.


“Ih...Kak Ardi nyebelin, aku mau pulang. Kak Ardi jahat, dari tadi ngerjain aku melulu!” seru Zahra kesal lalu berjalan menuju pintu


keluar. Ardi hanya tertawa melihat Zahra yang terlihat begitu kesal, karena bagi dirinya gadis itu malahan semakin terlihat imut dan menggemaskan.


Flash off


Zahra...apa aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu? Apa kehadiran kamu akan menyembuhkan luka di hatiku? Apa aku berani untuk terus maju dan mengejar cinta kamu? Apakah aku dapat meraih mu, memilik mu dan menjadikan kamu milikku untuk selama-lamanya? Bukan hanya sekedar sandiwara.

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2