Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Orang tua Kay


__ADS_3

Sesampainya di kampus Arka dan Kay tidak sengaja berpapasan dengan Vero dan Tony.


"Wah ada pasangan baru ini," goda Tony.


"Cie...cie...cie, sekarang udah mulai antar jemput nie," goda Vero juga.


"Ya nggak apa-apa kan, sekarang kan aku sama Kay udah resmi pacaran, iya kan sayang," ucap Arka sambil tersenyum.


"Cihuy...sekarang udah ada panggilan sayang ni," goda Tony lagi.


Kay terlihat tersipu malu karena godaan para sahabatnya. Arka melihat perubahan raut wajah sang pujaan hati.


"Udah, jangan menggoda Kay lagi, dia kan jadi malu," ucap Arka.


"Maaf ya Kay, kita cuma bercanda kok," ucap Tony.


"Ya udah, ayo kita ke kelas, " ucap Vero.


Mereka kini berjalan menuju kelas, tak berselang lama Pak Faisal masuk ke dalam kelas dan kelas pun dimulai. Selama pelajaran dimulai Arka selalu menggenggam tangan Kay hingga membuat Kay tidak fokus sama apa yang dijelaskan oleh Pak Faisal.


"Ka...lepasin tangan aku," ucap Kay pelan.


"Nggak akan."


"Kenapa? aku kan jadi nggak bisa fokus."


"Biarin aja, aku maunya kamu cuma fokus sama aku," ucap Arka sambil terus menggenggam tangan Kay.


Vero yang melihat tingkah Arka hanya tersenyum melihatnya. Gadis itu senang melihat sahabatnya bahagia. Setelah dua jam kelas pun berakhir. Mereka bersiap\-siap untuk pulang.


"Aku duluan ya Kay," ucap Vero.


"Tunggu, aku pulang sama kamu aja," ucap Kay.


"Kenapa sayang?" Tanya Arka bingung.


"Apa kamu lupa kalau hari ini kedua orang tua aku akan datang, jadi aku butuh bantuan Vero," sahut Kay.


"O...gitu, ya udah ayo," ajak Vero.


Sebenarnya Arka tidak rela Kay pergi dengan Vero karena Arka masih ingin bersama Kay, tetapi dia tidak ingin memaksa kekasih itu untuk selalu bersamanya di saat kedua orang tuanya berada di Jogja.


"Oya Ka, besok kamu juga nggak usah jemput aku dulu ya, soalnya kedua orang tua aku mau menginap di sini," pinta Kay. Arka hanya mampu menganggukkan kepalanya, meski rasa sedih kini telah melandanya.


"Ya udah, aku pulang dulu. Bye Arka," ucap Kay sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Kay dan Vero berjalan keluar kelas menuju parkiran, mereka lalu masuk ke dalam mobil. Vero melajukan mobilnya. Sesampainya di rumah, Kay melihat kedua orang tuanya sudah berada diluar rumah.


"Ayah...Bunda..." teriak Kay sambil keluar dari mobil.


"Sayang, Bunda kangen sama kamu," ucap Merisa sambil memeluk putri kesayangannya.


"Kay juga kangen sama Bunda."


"Apa anak Ayah ini nggak kangen sama Ayah," goda David.


"Ya kangen lah, Yah. Kay kangen banget sama Ayah," ucap Kay sambil memeluk ayahnya.


Vero turun dari mobil dan menyapa kedua orang tua Kay. Dia berjalan menghampiri Kay dan kedua orang tuanya.


"Sore Om...Tante," sapa Vero sambil mencium tangan kedua orang tua Kay.


"Sore, ini siapa sayang?" Tanya Merisa.


"Oya Bun, Kay sampai lupa. Ini teman Kay, Vero namanya."


Merisa dan David menyambut hangat kedatangan Vero. Mereka senang melihat anaknya mempunyai sahabat seperti Vero. Mereka bisa melihat Vero adalah gadis yang sangat baik.


"Ayah...Bunda, ayo kita masuk," ucap Kay sambil membuka pintu.


Mereka masuk ke dalam rumah, Vero duduk diruang tamu bersama dengan ayahnya Kay, sedang Kay dan Merisa membuat minuman di dapur.


"Sejak pertama kali masuk kuliah, Om," sahut Vero.


"Bagaimana sikap Kay saat di kampus, apa dia mempunyai seorang pacar?" Tanya David penasaran.


Vero mengeratkan dahinya, dia bingung harus menjawab apa. Gadis itu takut kalau nanti dia salah bicara. Terpaksa Vero harus berbohong.


"Nggak ada Om. Kay nggak punya pacar," ucap Vero gugup.


"Bagus, Om nggak suka kalau Kay mempunyai pacar, karena Kay baru mulai masuk kuliah. Om takut Kay menjadi tidak fokus sama kuliahnya," ucap David senang.


Vero menghembuskan nafas lega, karena dia melontarkan jawaban yang tepat. Kalau tadi dia bilang kalau Kay mempunyai pacar, Vero tidak tau apa yang akan terjadi sama Kay.



Merisa dan Kay berjalan menuju ruang tamu sambil membawa minuman dan camilan.


"Ayo diminum, Ver," ucap Merisa sambil meletakkan minuman di atas meja.


"Makasih tante."

__ADS_1


Setelah meletakkan camilan di atas meja, Kay melihat Vero yang sedang menatapnya. Kay pun duduk di samping Vero.


"Kalian ini udah deket banget ya?" Tanya Merisa dengan senyuman di wajahnya.


"Iya Bun. Vero ini sahabat Kay satu-satunya saat pertama Kay masuk kuliah," sahut Kay.


"Iya Tante, kita udah berteman sejak pertama kali masuk kuliah." Vero ikutan menyahut.


"Kalau begitu, Om titip Kay ya, tolong jagain Kay. Kalau ada apa-apa atau Kay mulai pacaran tolong kasih tau Om," pinta David.


"Baik Om," ucap Vero sambil melirik ke arah Kay.


Kay menatap Vero dengan tajam. Gadis itu begitu penasaran, apa saja yang ayahnya bicarakan dengan sahabatnya ini, hingga membahas soal pacaran segala.


"Kalau begitu Vera pamit pulang dulu, Om..Tante," pamit Vero lalu berdiri.


"Hati-hati ya, makasih tadi kamu udah mau mengantar Vero pulang," ucap Merisa


"Sama-sama, Tante. Kalau gitu Vero pulang dulu," ucap Vero sambil mencium tangan kedua orang tua Kay.


Kay mengantar Vero keluar dari rumahnya. Diluar Vero langsung manarik tangan Kay.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau ayah kamu nggak suka kalau kamu punya pacar?" Tanya Vero kesal.


"Maaf aku lupa, memangnya apa yang dikatakan ayah aku sama kamu?"


"Ayah kamu bertanya, apa kamu mempunyai pacar apa nggak."


"Terus, kamu jawab apa?" Tanya Kay penasaran.


"Untung aku jawab kamu nggak punya pacar, coba kalau tadi aku nggak berbohong, entah apa yang akan terjadi sama kamu," sahut Vero sambil mengerucutkan bibirnya.


"Makasih ya, kamu udah bantuin aku," ucap Kay lalu memeluk sahabatnya itu.


"Apa Arka juga tau kalau ayah kamu melarang kamu untuk pacaran?" Tanya Vero penasaran.


"Nggak, aku cuma bilang sama dia kalau orang tua aku ingin aku fokus dulu sama kuliah aku, jadi aku belum bisa mengenalkan Arka sama orang tua aku."


"Kalian harus hati-hati mulai dari sekarang."


"Iya aku tau," ucap Kay sedih.


"Ya udah aku balik dulu," ucap Vero lalu membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil.


Vero menatap wajah Kay, dia tidak menyangka sahabatnya akan menghadapi masalah seperti ini. Gadis itu melambaikan tangannya dan dibalas oleh sahabatnya itu. Vero melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kay.

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2