Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Hal yang tak terduga..


__ADS_3

Hari ini Kay dan Ardi akan balik ke Jogja, karena besok Kay harus masuk kuliah.


"Ayah..Bunda. Kay pamit pulang ke Jogja dulu ya, besok Kay sudah harus kuliah," ucap Kay.


"Hati-hati ya sayang, jadilah istri yang baik dan turuti semua kata-kata suami kamu," ucap Merisa.


"Baik, Bun."


"Ardi, Ayah titip Kay ya, tolong jaga anak kesayangan Ayah ini," ucap David.


"Baik, Yah."


"Kay pergi dulu ya, Ayah dan Bunda harus menjaga kesehatan," ucap Kay sambil memeluk ayah dan bundanya.


Ardi mencium tangan kedua orang tua Kay. Mereka lalu keluar dari rumah dan masuk kedalam taksi yang sudah mereka pesan. Didalam taksi mereka hanya diam dan tak bersuara.


Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka akhirnya sampai di Jogja, mereka lalu masuk kedalam taksi.


"Kak, aku mau ke kontrakan aku dulu, ada yang mau aku ambil," ucap Kay.


"Baiklah."


Taksi melaju menuju rumah kontrakan Kay, sesampainya di kontrakan, Kay turun dari taksi dan masuk kedalam rumah. Setelah selesai mengemas semua pakaiannya Kay keluar dari rumah dan menguncinya. Kay masuk kedalam taksi. Taksi melaju menuju rumah Ardi.


Sesampainya di rumah, Ardi keluar dari taksi tapi Kay enggan untuk keluar.


"Kita sudah sampai, mau sampai kapan kamu mau didalam taksi?" Tanya Ardi heran.


Ardi membuka pintu taksi lalu menarik tangan Kay. Ardi mengambil semua barang bawaannya dari dalam bagasi. Taksi melaju menjauh.


"Ayo masuk, Mama dan Papa sudah menunggu," ucap Ardi sambil menarik kopernya dan koper Kay.


Kay mengikuti Ardi dari belakang, dia merasa sangat gugup. Ardi membuka pintu rumahnya, mereka masuk kedalam rumah.


Lina dan Jonny sudah menunggu kedatangan mereka.


"Halo sayang, selamat datang di rumah kami," ucap Lina sambil memeluk Kay.


"Gimana perjalanan kalian?" Tanya Jonny.


"Capek, Pa. Ardi mau istirahat dulu," ucap Ardi lalu pergi sambil membawa kedua kopernya.


Ardi meninggalkan Kay bersama kedua orang tuanya, sedangkan Ardi masuk kedalam kamar dan membersihkan diri.


"Sayang istirahatlah dulu, kamu pasti capek," ucap Lina.


"Baik, Tante."


"Jangan panggil tante, mulai sekarang panggil Mama."


"Em...baik, Ma. Kalau gitu Kay istirahat dulu," ucap Kay.


Lina memberitahu kamar Ardi. Kay menganggukkan kepalanya dan melangkah pergi menaiki tangga menuju kamar Ardi. Kay membuka pintu kamar secara perlahan, dia masuk ke dalam kamar. Kay mendudukkan tubuhnya di sofa, badannya terasa begitu capek. Kay menyenderkan tubuhnya ke sandaran sofa.


Ardi keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya. Kay yang melihat Ardi bertelanjang dada sontak langsung berteriak..


"Aaaaaa......." teriak Kay.


Ardi yang mendengar teriakan Kay sontak langsung berlari dan membungkam mulut Kay.


"Kenapa kamu berteriak, apa kamu sengaja berteriak agar Mama dan Papa mendengar terus berfikir yang nggak-nggak?" Tanya Ardi kesal.


Kay mencoba melepaskan tangan Ardi dari mulutnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu nggak pakai baju?" Tanya Kay sambil memalingkan wajahnya.


"Ya wajar dong aku nggak pakai baju, apa kamu nggak bisa lihat aku baru selesai mandi?" Ardi lalu berjalan menuju lemari pakaian.


"Tapi kan bisa memakai baju di kamar mandi," ucap Kay malu.


"Aku terbiasa seperti ini, lagian ini kan kamar aku jadi suka-suka aku dong," ucap Ardi sambil memakai pakaian.


Kay masih memalingkan wajahnya, dia tak mau melihat Ardi yang sedang memakai pakaian.


"Sudah selesai belum?"


"Sudah, sana cepetan mandi," ucap Ardi sambil menyisir rambutnya.


Kay melihat Ardi sudah rapi, dia melangkah menuju ranjang dan membuka kopernya. Kay mengambil handuk dan baju dalam koper.


"Kenapa bawa baju segala?" Tanya Ardi sambil menatap Kay yang membawa baju ganti di tangannya.


"Ya mau aku pakailah," ucap Kay ketus.


"Pakai disini saja, nanti baju kamu bisa basah."


"Nggak ma--u," ucap Kay dengan menajamkan tatapannya.


"Kenapa? takut aku intip," goda Ardi.


"Itu tau," ucap Kay sambil masuk kedalam kamar mandi.


Ardi keluar dari kamar dan menghampiri mamanya.


"Arka mana, Ma?"


"Adik kamu masih di kampus, dia baru saja selesai ikut acara camping di kampusnya. Tadi adik kamu menelfon katanya minta dijemput."


"Biar Ardi saja yang menjemput."


"Istri kamu dimana?" Teriak Lina.


"Mandi, Ma," teriak Ardi sambil terus melangkah.


Tak berselang lama Kay selesai mandi dan keluar dari kamar, dia berjalan menuju dapur.


"Menantu Mama sudah wangi dan cantik," puji Lina.


"Makasih, Ma."


"Oya tadi suami kamu pergi sebentar untuk menjemput adiknya di kampus."


"Iya, Ma."


"Sayang, kamu mau bantuin Mama memasak nggak?"


Kay menganggukkan kepalanya.


Lina sedang berfikir mau memasak apa ya untuk makan siang.


"Emm...sayang enaknya masak apa ya?" Tanya Lina bingung.


"Cuacanya kan agak dingin, Ma. Gimana kalau kita masak sup saja, dan jangan lupa bikin ayam krispi sekalian, itu makanan kesukaan Kay, Ma."


Boleh juga, ya sudah ayo kita masak itu saja."


Mereka akhirnya mulai memasak. Kay yang bertugas memasak sup sedangkan Lina yang membuat ayam krispi. Setelah satu jam masakan sudah siap. Kay dan Lina menyiapkan makanan di atas meja.

__ADS_1


Sambil menunggu kedatangan Ardi dan Arka, Lina mengajak Kay untuk berbincang-bincang.


"Sayang kalau boleh Mama tau sekarang umur kamu berapa?"


"21 tahun, Ma."


"Em...kamu masih muda ya, jadi umur kamu dan Ardi selisih 4 tahun. Nggak apa-apa, itu jarak yang bagus."


"Maaf, Ma, kalau Kay boleh tau kak Ardi itu orangnya seperti apa?" Tanya Kay penasaran.


"Ardi itu kalau sama orang yang nggak dia kenal, dia akan bersikap dingin, tapi sebenarnya hatinya sangat baik," sahut Lina dengan senyuman di wajahnya.


Kay hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Lina.


"Kamu kuliah dimana sayang?"


"Di UGM, Ma."


"Wah...berarti sama dong dengan adiknya Ardi," ucap Lina terkejut.


"Siapa namanya, Ma?" Tanya Kay penasaran.


"Kamu pasti kenal, namanya--"


Arka dan Ardi sudah sampai di rumah. Arka sudah tidak sabar ingin melihat kakak iparnya.


"Ma...Arka pulang!" Teriak Arka.


Arka berjalan masuk kedalam rumah dan menuju ruang makan.


Kay seperti mendengar suara yang dikenalnya, dia terkejut melihat Arka sedang berjalan menuju meja makan. Kay membalik tubuhnya agar Arka tidak melihatnya.


"Itu dia adiknya, Ardi," ucap Lina sambil berdiri menghampiri Arka.


DEGG.


Jantung Kay seakan berhenti, dia tidak menyangka kalau Arka adalah adiknya Ardi, suaminya. Kay sangat gugup, dia belum siap untuk bertemu Arka, dia tidak tau bagaimana menjelaskan semuanya kepada Arka.


"Sayang, kamu sudah pulang," ucap Lina.


"Ya, Ma. Arka capek banget ni, Ma."


"Sini, Mama mau kenalin kamu sama kakak ipar kamu."


Lina menarik tangan Arka dan berjalan menghampiri Kay.


"Sayang, kenapa kamu menghadap ke sana?" Tanya Lina heran.


Saat ini Kay sedang membelakangi Lina dan Arka.


"Mungkin dia malu, Ma," ucap Arka.


"Sayang kamu tau nggak, kakak ipar kamu ini ternyata kuliah di kampus kamu juga," ucap Lina.


"Yang bener, Ma! Arka jadi penasaran sama wajahnya," ucap Arka.


Arka berjalan mendekati Kay, jantung Kay berdetak kencang, saat ini dia sangat gugup, dia takut menghadapi Arka.


"Hai..kenalin aku Arka, aku adiknya kak Ardi," ucap Arka dibelakang Kay.


Air mata Kay tiba-tiba menetes membasahi kedua pipinya. Kay terlihat begitu gugup, dia takut dengan apa yang akan terjadi jika Arka tau kalau Kay menikah dengan kakaknya.


"Ma, kayaknya kakak ipar aku ini pemalu ya," goda Arka.

__ADS_1


"Hai kenalin aku Arka, aku adiknya kak Ardi, salam kenal," ucap Arka sambil mengulurkan tangannya.


~oOo~


__ADS_2