
Arka semakin mengangumi kecantikan Kay. Kay terlihat sangat cantik saat sedang terlelap.
"Maafin aku Kay, aku harus melakukan ini agar kak Ardi meninggalkan kamu dan aku bisa memiliki mu lagi." Ucap Arka pelan lalu mengecup kening Kay.
Arka tidak ingin membuat Kay terbangun jadi Arka berniat melakukannya dengan pelan-pelan. Arka mulai melakukan aksinya karena Arka sudah tak bisa menahan hasratnya yang sudah memuncak.
Setelah selesai melakukan aksinya, Arka menjatuhkan tubuhnya disamping Kay. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Kay, dia memeluk tubuh Kay. Kay mulai membuka matanya dengan perlahan. Kay merasa ada yang sedang memeluknya.
"Kak, kamu udah pulang, aku kira tadi hanya mimpi, tapi ternyata itu betul kamu. Malam ini kamu sungguh membuatku melayang." Ucap Kay dengan suara paraunya.
Kay yang masih sedikit terpejam mengusap lembut lengan yang kini tengah memeluknya. Karena masih mengantuk Kay kembali memejamkan matanya.
Hati Arka semakin terasa sakit saat Kay mengira dirinya adalah Ardi, tapi Arka menahan diri, karena kelelahan Arka mulai terlelap.
Keesokan harinya...
Kay yang mulai terbangun membuka matanya dengan perlahan, waktu Kay membuka mata Kay melihat dada bidang ada didepan matanya. Kay mengosok-gosok kedua matanya.
"Jadi semalam aku tidak bermimpi, kak Ardi sudah pulang." Guman Kay dalam hati.
Kay mendongakan wajahnya dan menatap wajah yang mempunyai dada bidang ini. Mata Kay terbelalak saat melihat Arka kini tengah tidur disampingnya sambil memeluknya.
"Aaaaaaaaaaaa....." Teriak Kay dengan keras.
Arka yang mendengar teriakan Kay langsung terbangun dan membungkam mulut Kay.
Kay tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Arka melepaskan tangannya dari mulut Kay. Dia mencium kilas bibir Kay yang kini masih mematung didepannya.
"Morning Kiss sayang." Ucap Arka lalu menyenderkan tubuhnya.
"Apa yang kamu lakukan disini? bagaimana kamu bisa masuk kekamar aku?" Tanya Kay terkejut.
"Apa kamu lupa sayang dengan apa yang kita lakukan semalam?"
__ADS_1
"M--maksud k--kamu apa!" Kay terlihat sangat gugup dan gelisah.
"Lihat dirimu sekarang." Ucap Arka lalu menyibakan selimut yang menutupi tubuh mereka.
Kay terkejut melihat dirinya yang tak memakai sehelai kainpun. Dia semakin terkejut ketika melihat tubuh Arka juga tidak memakai sehelai kainpun. Kay langsung menutup bagian bawahnya dengan bantal sedangkan kedua tangannya menutupi area dadanya.
"Apa yang kamu lakukan sama aku!" teriak Kay.
"Apa yang seharusnya aku lakukan sejak dulu." Ucap Arka dengan senyuman menyeringai.
"Apa salah aku Ka, hingga kamu lakukan ini sama aku." Ucap Kay tanpa sadar airmata menetes dikedua pipinya.
"Kamu nggak salah Kay,aku yang salah karena selama ini aku hanya diam melihat kamu meninggalkan aku." Ucap Arka lalu menghapus airmata Kay.
"Kamu bohongkan Ka, nggak terjadi apa-apa kan semalam, ini cuma mimpikan." Ucap Kay disela tangisannya.
"Ini bukan mimpi Kay, semalam kita udah melakukannya, bahkan kamu juga menikmatinya." Ucap Arka sambil tersenyum menatap Kay.
"Kamu jahat Ka! kenapa kamu tega melakukan ini sama aku, kenapa?" Teriak Kay disela tangisannya.
"Karena aku mencintaimu, aku ingin kamu kembali lagi bersamaku, aku ingin merebutmu dari kak Ardi." Ucap Arka sambil memeluk tubuh Kay.
"Lepasin aku! jangan pernah kamu menyentuhku lagi." Teriak Kay sambil mendorong tubuh Arka.
Kay turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi, didalam kamar mandi Kay menangis sejadi-jadinya. Dia merasa bersalah terhadap Ardi.
"Maafin aku kak, aku nggak bisa menjaga diri aku, maafin aku."
Setelah selesai mandi Kay keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian dan kembali masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai berpakaian Kay keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju meja rias.
Kay melihat Arka yang sedang menatapnya dari balik cermin. Setelah selesai menyisir rambut Kay menghampiri Arka.
"Jangan katakan apa pun kepada Ardi dan juga Mama dan Papa."
__ADS_1
"Kenapa? aku sengaja melakukan ini agar kak Ardi meninggalkanmu dan aku bisa memiliki mu lagi."
"Aku mohon, aku nggak mau rumah tangga aku hancur, aku nggak mau menyakiti hati Ardi." Ucap Kay sambil memohon.
"Terus aku, apa kamu nggak memikirkan bagaimana perasaan aku, aku nggak bisa hidup tanpa kamu Kay." Ucap Arka sambil menggenggam tangan Kay.
"Aku nggak mau membahas ini, sekarang pikirkan bagaimana kamu bisa keluar dari kamar ini tanpa sepengetahuan Papa dan Mama." Ucap Kay sambil melepaskan tangan Arka.
"Kamu keluar dulu dan alihkan perhatian Mama, dan soal Papa biasanya jam segini Papa masih ada dikamar."
Kay berjalan keluar dan menuruni tangga, Kay melihat Lina baru keluar dari kamar. Kay menghampiri Lina.
"Pagi Ma." Sapa Kay.
"Pagi sayang, oya sayang semalam Arka pulang jam berapa? katanya mau menginap dirumah Tony?"
"Jam 22.00 malam Ma, Kay juga nggak tau kenapa?" Sahut Kay berbohong.
Saat ini Kay begitu takut, Kay takut Lina mengetahui apa yang telah terjadi.
"Ya udah, Mama mau kekamar Arka dulu, Mama ingin melihat keadaan Arka." Ucap Lina lalu berjalan menaiki tangga.
"Tunggu Ma, kayaknya Arka masih tidur deh Ma, mendingan sekarang kita memasak untuk sarapan." Ucap Kay sambil menarik lengan Lina.
"Ya udah, biar nanti aja Mama temui Arka."
Kay menghembuskan nafas lega, saat ini jantung Kay seakan mau copot, Kay dan Lina berjalan menuju dapur.
Arka yang sedari tadi mengintip dari balik pintu segera keluar dari kamar Kay dan masuk kedalam kamarnya. Arka merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Ternyata capek juga ya berolahraga di ranjang. Kay sekarang kamu ada digenggamanku, kamu akan melakukan apapun yang aku mau, dan kak Ardi bersiap-siaplah untuk menceraikan Kay karena Kay sudah menjadi milikku." Ucap Arka sambil tersenyum picik.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1