
Kay menatap Arka, Kay tidak menyangka Arka akan berfikiran seperti itu..
"Maksud kamu apa, Ka? apa kamu pikir aku akan semudah itu tidur dengan laki-laki yang nggak aku kenal, bahkan aku tidak mencintainya," ucap Kay marah.
"Jadi sampai sekarang kamu masih suci sayang, aku senang mendengarnya, aku akan merebut kamu dari kakak aku," ucap Arka lalu memeluk Kay.
"Jangan lakukan itu, kamu akan menyakiti keluarga kamu."
"Aku nggak perduli, ini semua bukan salah kita, tapi salah mereka karena telah memisahkan kita," ucap Arka marah.
"Aku nggak mau menyakiti kakak kamu, karena kakak kamu juga nggak tau apa-apa."
"Aku tau sayang, tapi kenapa kakak aku tetap mempertahankan pernikahan ini kalau dia sudah tau kamu pacar aku?" tanya Arka penasaran.
"Aku yang memintanya, aku nggak mau kita bercerai karena aku nggak mau membuat Ayah aku menderita jika mengetahuinya."
Karena saking terkejutnya Arka melepaskan pelukannya, dia tidak percaya dengan apa yang Kay katakan.
"Sayang, apa kamu mau meneruskan pernikahan ini, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Arka terkejut.
"Aku harus melakukannya demi kesehatan Ayahku, apa kamu meragukan cintaku, aku sangat mencintaimu, tapi aku juga nggak bisa mengakhiri pernikahan ini," ucap Kay sedih.
Arka memeluk Kay dan membawanya duduk di tepi ranjang. Arka menatap Kay dan mencium lembut bibir Kay, Kay tidak menolak ciuman Arka karena Kay juga sangat merindukan Arka.
"Arka, ini semua salah, aku nggak bisa melakukannya." Kay lalu berdiri.
Arka mendekati Kay dan memeluknya dari belakang.
"Sayang, apanya yang salah, kita saling mencintai, kalau terjadi sesuatu sama kamu aku akan bertanggungjawab, aku mencintaimu sayang," bisik Arka di telinga Kay.
"Tapi ini salah, aku sekarang sudah menikah, aku istri kakak kamu," ucap Kay sambil melepaskan pelukan Arka.
Tapi Arka semakin mempererat pelukannya, Arka tak akan pernah melepaskan Kay lagi. Arka bertekad akan merebut Kay kembali karena sekarang dia tau kalau Kay hanya mencintainya.
__ADS_1
Arka mengecup, mencecapi leher jenjang Kay dan meninggalkan jejak kepemilikannya. Kay yang sadar apa yang dia lakukan salah mencoba melepaskan pelukan Arka.
"Lepasin aku, ini semua salah!" Teriak Kay.
"Aku nggak akan pernah melepaskan kamu karena selamanya kamu hanya milikku."
"Kenapa kamu melakukan ini sama aku, Ka?" tanya Kay dan tanpa sadar air mata menetes membasahi kedua pipinya.
"Sayang jangan menangis, aku melakukan ini karena aku sangat mencintaimu. Aku ingin memiliki mu selamanya dan aku akan merebutmu dari Kak Ardi." Arka melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Kay.
"Aku mau pulang!" Seru Kay.
"Baiklah..ayo kita pulang bersama," ucap Arka lalu melepaskan pelukannya.
Kay mengambil tasnya dari atas ranjang. Kay keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga, Arka mengikuti Kay dari belakang..
"Apa kamu mau pulang Ka?" tanya Tony.
"Ya..aku udah mendengar semua penjelasan dari Kay,sekarang aku tau kalau Kay hanya mencintai aku. Aku nggak akan pernah melepaskan Kay." Tony menganggukkan kepalanya.
"Maaf sudah merepotkan kamu Ton, aku balik dulu," ucap Kay lalu berjalan keluar.
"Aku selalu mendukungmu, kalau kamu butuh bantuan hubungi aku," ucap Tony sambil menepuk pundak Arka.
"Makasih atas bantuan kamu, aku balik dulu," ucap Arka lalu mengejar Kay keluar dari rumah Tony.
Kay dan Arka masuk ke dalam mobil. Arka melajukan mobilnya. Kay hanya diam dan menatap keluar jendela.
"Sayang kita mampir dulu ke supermarket ya, kita beli bahan makanan, aku ingin makan masakan kamu, aku lapar."
"Terserah kamu saja," ucap Kay pelan dan masih menatap keluar jendela.
Arka menghentikan mobilnya di sebuah supermarket. Arka keluar dari mobil. Kay menunggu didalam mobil, tak berselang lama Arka keluar dari supermarket sambil membawa berbagai bahan makanan.,Arka masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya. Mereka sampai di kontrakan Kay.
__ADS_1
Kay membuka pintu, mereka masuk ke dalam rumah lalu berjalan menuju dapur.
"Kamu mau makan apa?" tanya Kay sambil menaruh tasnya di kursi.
"Seperti biasanya."
"Kamu tunggu saja, aku masakin dulu."
Arka menarik salah satu kursi meja makan lalu dia duduki, dia menatap Kay yang tengah memasak makanan untuknya.
"Sayang, apa kamu bahagia bersama aku," ucap Arka lalu berdiri mendekati Kay.
"Kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Kay sambil mencuci sayuran.
"Karena aku bahagia bersama kamu, aku ingin selamanya seperti ini," ucap Arka sambil memeluk Kay dari belakang.
"Lepasin, kalau kamu seperti ini aku nggak bisa memasak."
"Sayang, aku sangat merindukanmu, kita tinggal disini saja ya, kita nggak usah balik ke rumah."
"Nggak bisa, apa kamu mau membuat orang tua kamu tambah khawatir? apa kamu ingin menyakiti keluargaku dan keluargamu, kita nggak boleh egois, Ka."
"Bukan aku yang egois, tapi mereka yang egois, karena memaksakan kehendak mereka kepada kita," ucap Arka lalu melepaskan pelukannya.
Kay tidak memperdulikan ucapan Arka, Kay meneruskan memasak, setelah satu jam makanan udah siap. Kay mengambilkan makanan untuk Arka dan meletakkannya didepan Arka.
"Makasih, sayang."
"Habis ini kita pulang, ini sudah sore, aku nggak mau membuat keluarga kamu khawatir," ucap Kay sambil mengunyah makanan.
"Kenapa? apa kamu nggak suka bersama aku?"
"Bukan gitu, tapi sekarang situasi kita berbeda, sekarang aku istri kakak kamu, aku menantu di rumah kamu."
__ADS_1
"Baiklah, aku juga nggak mau mempersulitmu, tapi kamu harus ingat satu hal, aku nggak akan pernah melepaskan mu. Aku akan merebut mu dari kak Ardi, karena kamu hanya milikku," ucap Arka menegaskan.
~oOo~