Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Harga diri


__ADS_3

Ardi sangat gelisah karena Kay belum juga pulang ke rumah. Ardi berkali-kali menghubungi ponsel Kay tapi tetap tidak aktif. Ardi mengacak-acak rambutnya saking frustasinya.


"Kenapa tadi aku tidak menjemputnya? kalau aku menjemputnya mungkin sekarang dia sudah di sini, kamu dimana sayang, kenapa ponsel kamu mati?" ucap Ardi cemas.


Terdengar suara pintu terbuka. Kay masuk ke dalam rumah, Ardi yang melihat Kay masuk ke dalam rumah langsung berlari menghampiri Kay.


"Kamu dari mana saja? aku sangat mengkhawatirkan mu, kenapa nomor kamu tidak aktif?" tanya Ardi cemas.


"Maaf..baterai ponsel aku habis, aku tadi menemui Arka."


Arka masuk ke dalam rumah dan menutup pintu ( ceklek ).


"Malam kak," sapa Arka lalu melangkahkan kakinya menghampiri Ardi dan Kay.


"Kalian habis dari mana jam segini baru pulang?" tanya Ardi penasaran.


"Dari rumah Tony habis itu mampir ke kontrakan Kay," ucap Arka sambil menatap Ardi dengan sinis.


Arka sengaja mengatakan itu agar Ardi tau kalau Kay masih sangat mencintainya.


"Kay, sekarang kamu bersihkan diri kamu, setelah itu turun, Mama dan Papa sudah menunggu dimeja makan," ucap Ardi.


"Nggak usah menunggu kita kak, karena aku dan Kay tadi sudah makan," ucap Arka.


Kay tak mengucapkan sepatah katapun, Kay meninggalkan Ardi dan Arka. Kay menaiki tangga dan berjalan menuju kamar.


Ardi menarik tangan Arka dan membawanya keluar rumah.


"Apa yang kamu lakukan sama Kay?" tanya Ardi emosi.


"Kenapa? apa kakak takut Kay akan meninggalkan kakak dan kembali sama aku?" tanya Arka dengan nada mengejek.


"Kay nggak akan pernah meninggalkan aku, sekarang Kay adalah istri aku," ucap Ardi.


"Kakak memang menikahi Kay, tapi cinta dan tubuh Kay hanya milikku," bisik Arka di telinga Ardi.


Ardi sudah tak sanggup lagi menahan emosinya. Ardi menarik baju Arka.


"Apa maksud kamu?" teriak Ardi yang kini diselimuti amarah dan api cemburu.


"Aku tau kalau selama ini kakak belum pernah menyentuh Kay, karena Kay tidak mau disentuh oleh kakak. Kakak tau kenapa...itu karena hanya aku yang boleh menyentuhnya, hanya aku yang sangat Kay cintai," ucap Arka dengan menyunggingkan senyuman.


"Aku peringatkan sama kamu, kalau sampai kamu berani menyentuh Kay lagi, aku nggak akan tinggal diam, aku akan kasih kamu pelajaran," ancam Ardi lalu mendorong tubuh Arka.

__ADS_1


Arka menatap Ardi dengan senyuman sinis nya.


"Sampai kapanpun aku nggak akan melepaskan Kay, kita saling mencintai, kakak nggak punya hak untuk melarang aku, aku akan melakukan apa pun yang aku mau, karena Kay juga menginginkannya."


"Apa yang telah kamu lakukan sama Kay? katakan!" teriak Ardi emosi.


"Kakak mau tau, kakak siap untuk mendengarnya?" Arka melangkahkan kakinya mendekati Ardi.


"Cepat katakan!" teriak Ardi yang semakin terbawa emosi.


Arka melihat kakaknya sudah termakan akan siasatnya. Arka sengaja memanas-manasi Ardi agar Ardi meninggalkan Kay.


"Nanti kakak juga akan tau sendiri," ucap Arka lalu pergi meninggalkan Ardi.


"Ahhhhhhrrrrgggggg..*******!" teriak Ardi emosi.


Arka masuk kedalam rumah dan berjalan menuju kamarnya. Arka merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dia bahagia karena Kay masih sangat mencintainya.


Ardi menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya,dia duduk di sofa sambil menunggu Kay selesai mandi.


Kay keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, rambut Kay yang basah tertutup oleh handuk. Kay melihat Ardi sedang duduk di sofa sambil menatapnya, tatapan Ardi tidak seperti biasanya, tatapannya kini penuh dengan amarah.


Ardi berdiri dan mendekati Kay, dia berjalan mengelilingi Kay sambil menatap tubuh Kay dari atas sampai bawah. Ardi berhenti dibelakang Kay, mata Ardi terbelalak melihat ada tanda merah di leher Kay.


Hati Ardi terasa begitu sakit, seakan hancur berkeping-keping, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Ardi hanya diam dan langsung berjalan menuju sofa. Ardi mencoba menahan emosinya, dia tidak ingin meluapkan emosinya kepada Kay.


"Kamu bisa keluar dulu nggak, aku mau ganti baju," pinta Kay.


"Ini kamar aku, jadi kamu nggak berhak menyuruhku keluar!" Seru Ardi.


"Tapi aku mau ganti baju."


"Kenapa? apa kamu malu sama suami kamu sendiri, tapi kamu tidak malu didepan orang lain," ucap Ardi ketus.


Kay mengerutkan dahi, Kay tidak tau maksud dari perkataan Ardi.


"Apa maksud kamu?" tanya Kay bingung.


Ardi berdiri dan mendekati Kay.


"Serius kamu tidak mengerti maksud dari kata-kataku?" tanya Ardi sambil menatap Kay.

__ADS_1


"Katakan, apa maksud dari kata-katamu?"


"Apa yang kamu lakukan sama Arka? apa yang telah kalian lakukan dibelakang aku?" teriak Ardi emosi.


"M--maksud k--kamu apa," ucap Kay gugup.


"Kenapa kamu begitu gugup? apa kamu takut aku mengetahuinya?" bisik Ardi di telinga Kay.


Kay melangkahkan kakinya kebelakang, Kay takut dengan tatapan Ardi yang penuh dengan amarah dan kebencian.


"A--apa yang A--arka katakan p--padamu?" tanya Kay gugup.


"Dia tidak mengatakan apa-apa, tapi bukti nyatanya ada di tubuh kamu," ucap Ardi sambil menunjukkan jari telunjuknya ke wajah Kay.


"Maksud kamu?" tanya Kay bingung.


"Mana mungkin kamu tidak tau, apa kamu tidak merasakannya saat Arka melakukan itu? kamu tega ya, Kay, kamu berjanji sama aku kalau kamu nggak akan melakukan kontak fisik dengan Arka, tapi ini apa! hah! bukan hanya ciuman, tapi Arka juga sudah menyentuh tubuh kamu!" teriak Ardi emosi.


"Kamu dengerin aku dulu, ini nggak seperti yang kamu bayangin. Arka memang melakukannya tapi..tapi...aku nggak bermaksud untuk menyakiti kamu," ucap Kay gugup.


Ardi sangat terkejut ketika Kay mengakui semuanya, ternyata Arka berbicara yang sebenarnya.


"Apa kamu nggak punya harga diri? kamu itu sekarang istri aku bukan lagi pacar Arka, kamu melarang aku untuk menyentuhmu, tapi kamu izinkan Arka untuk menyentuhmu! kalau kamu memang ingin bersama Arka maka aku akan membiarkan kamu pergi, aku nggak akan menghalangi mu," ucap Ardi mencoba untuk tetap tenang.


"Tolong maafin aku, saat itu aku nggak tau apa yang terjadi pada diri aku hingga aku nggak bisa menolak saat Arka melakukan itu, aku minta maaf," ucap Kay menyesal.


"Kay..kamu tau, aku ingin sekali membahagiakan kamu, aku ingin menjadi suami yang bisa kamu banggakan, aku mau kita menjalani pernikahan ini dan memulai dari awal, aku ingin mengenalmu dan memahami mu, aku juga ingin kamu mau membuka hatimu untukku, dan mau menerima aku sebagai suamimu, tapi kini semua itu telah hancur, kamu telah menghancurkan semuanya," ucap Ardi tanpa sadar air mata menetes di kedua pipinya.


Kay yang melihat air mata Ardi menetes merasa semakin bersalah, ini pertama kalinya Ardi menangis.


"Maafin aku, aku minta maaf, aku akan lakukan yang kamu mau, aku mau kita mulai dari awal, aku mau mengenalmu lebih jauh, aku minta maaf," ucap Kay sambil menghapus air mata Ardi.


"Jangan membohongi diri kamu, Kay. Aku tau hanya Arka yang kamu cintai, jadi jangan memaksakan diri kamu untuk melakukan itu."


"Tapi kamu suamiku, aku tau perbuatan aku salah, aku nggak bisa menahan kerinduan aku terhadap Arka, aku minta maaf."


"Apa benar kamu menganggap aku sebagai suami kamu?"


Kay menatap mata Ardi yang kini menatapnya dengan mata sayupnya, mata yang penuh harap. Kay hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, apa boleh aku memelukmu?" tanya Ardi.


Kay menganggukkan kepalanya, "lakukanlah," ucapnya.

__ADS_1


"Kamu yakin?" tanya Ardi memastikan.


~oOo~


__ADS_2