
"Kay...kamu--"
"Maafin aku karena selama ini aku sudah menyakiti kamu."
"Sebenarnya kamu mau bilang apa, Kay?" Tanya Arka penasaran.
"Aku akan kasih tau kamu nanti, sekarang kamu fokus saja menyetir."
Arka begitu sangat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Kay. Arka tidak mau terlalu berharap, tapi mendengar kata-kata Kay tadi, Arka yakin kalau Kay sudah tau kalau selama ini dia masih sangat mencintai Kay.
Sesampainya di pantai mereka berjalan menyusuri pinggir pantai. Arka mengendong Kevin sambil mengandeng tangan Kay. Entah mengapa Kay tidak menolak saat Arka mengandeng tangannya.
Setelah merasa capek berjalan Arka mengajak Kevin untuk bermain ombak dipinggiran pantai. Sedangkan Kay duduk dibawah payung sembari menunggu Arka dan Kevin selesai bermain.
Kay bahagia melihat Arka dan Kevin yang sedang bermain air. Air mata Kay tanpa sengaja menetes dari kedua matanya.
"Terima kasih atas kebahagian yang telah Engkau berikan kepadaku. Engkau telah menghadirkan sosok laki-laki yang baik dalam hidupku. Aku janji aku nggak akan menyia-nyiakan nya lagi. Aku akan membuatnya menjadi laki-laki yang paling bahagia di dunia," ucap Kay sambil menatap kearah Arka dan Kevin.
Arka dan Kevin yang sudah lelah bermain berjalan menghampiri Kay.
"Kalian pada haus nggak?" Tanya Kay sambil menyodorkan jus kepada Arka dan Kevin.
Arka dan Kevin mengambil jus itu lalu meminumnya. Arka duduk di samping Kay.
"Jangan dekat-dekat Ka, baju kamu basah," ucap Kay sambil mendorong Arka.
Arka hanya tersenyum dan menggeser duduknya agar jauh dari Kay.
"Bunda, Kevin lapar?"
"Ya sudah, sekarang kalian mandi dulu terus ganti baju, setelah itu kita makan. Kita cari tempat yang enak buat makan, disini panas banget," ucap Kay.
"Siaaapppp..ayo sayang," ucap Arka lalu mengendong Kevin.
Mereka berjalan menuju pemandian. Kay menunggu mereka dibawah pohon sebuah rumah makan yang tak jauh dari pemandian. Kay memesankan beberapa makanan dan minuman.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Arka dan Kevin berjalan menghampiri Kay. Arka duduk di samping Kay sambil memangku Kevin. Tak berselang lama pesanan mereka datang.
Arka dengan sangat telaten menyuapi Kevin. Kevin sangat bahagia karena kedua orang tuanya bisa berkumpul dan bersamanya sekarang ini. Kevin mencium pipi ayah dan bundanya.
"Ada apa sayang?" Tanya Kay heran.
"Kevin bahagia, Bun, akhirnya Kevin bisa berkumpul sama Ayah dan Bunda."
Kay memeluk Kevin dan menciumi kedua pipinya. Arka juga memeluk Kay dan juga Kevin.
"Maafin Ayah sayang, karena nggak bisa memberikan keluarga yang lengkap untuk kamu, tapi Ayah janji nggak akan lama lagi Ayah akan memberikan apa yang kamu inginkan," ucap Arka.
"Ka!" Seru Kay terkejut saat mendengar ucapan Arka.
"Itu janji aku, Kay."
Setelah selesai makan mereka berniat untuk pulang karena hari mulai gelap. Mereka masuk kedalam mobil. Kay memangku Kevin yang sudah sangat kelelahan. Kay mengusap lembut puncak kepala Kevin.
"Kevin capek ya?" Tanyanya kemudian.
"Iya, Bun, tapi Kevin senang kok bisa jalan-jalan ke pantai sama Ayah dan Bunda. Lain kali kita kesini lagi ya, Bun," pinta Kevin sambil tersenyum.
"Iya..lain kali kita akan kesini lagi," ucap Kay sambil mengusap puncak kepala Kevin.
"Janji, Yah."
"Iya, janji," ucap Arka lalu melajukan mobilnya.
Arka teringat akan sesuatu yang mau Kay katakan. Karena keasyikan bermain dengan Kevin Arka melupakannya.
"Kay," panggil Arka.
__ADS_1
"Hemm..."
"Tadi kamu mau bicara sesuatu sama aku, kalau boleh tau apa itu?"
"Nanti saja, nggak enak ngomongin nya disini?"
"Apa itu ada hubungannya dengan aku dan Kevin?" Tanya Arka penasaran.
"Nanti kamu juga bakalan tau."
"Atau kamu mau mengenalkan salah satu temanmu sama aku?" Tebak Arka.
"Kenapa? Sabar ya, nanti aku akan kasih tau kamu."
"Tapi Kay, aku sangat penasaran nie."
"Justru rasa penasaran itu yang membuat kita semakin tidak sabaran, pokoknya kamu nggak akan menyesal deh kalau mau bersabar," ucap Kay dengan senyuman di wajahnya.
"Apaan sih Kay, pakai acara rahasia-rahasia--an segala," ucap Arka sambil cemberut.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah. Mereka turun dari mobil, Arka mengendong Kevin dan menidurkannya di kamar. Kay berjalan menuju dapur dan meletakan semua makanan yang ia beli ke dalam lemari pendingin.
Kay menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya ( ceklek ). Kay masuk ke dalam kamar dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian Kay keluar dari kamar untuk melihat acara Tv.
Kay melihat Arka sedang duduk sendirian di sofa ruang tamu. Kay berjalan menghampiri Arka, dia duduk di samping Arka.
"Kamu Kay, kamu menginap disini kan?" Tanya Arka saat Kay tiba-tiba duduk di sampingnya.
"Iya..ini sudah malam, makanya aku mau menginap disini lagi. Kamu lagi ngapain sendirian disini?" Tanya Kay penasaran.
"Aku lagi menunggumu. Aku ingin tau apa yang ingin kamu katakan sama kau tadi."
Kay mengambil nafas dan membuangnya secara perlahan. Kay menatap Arka, dia tidak tau harus memulainya dari mana.
"Ada apa, Kay? Apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Arka penasaran.
"Kalau kamu lagi ada masalah ngomong sama aku, siapa tau aku bisa membantu kamu."
"Aku nggak mau kamu mencari ibu tiri untuk Kevin," ucap Kay pelan.
"Kenapa? Aku kan sudah bilang Kay, aku nggak bisa selamanya hidup seperti ini. Aku juga butuh seseorang yang akan menyayangi ku dan memperhatikan aku."
"Ka...apa kamu masih mencintaiku?" Tanya Kay sambil menatap kedua mata Arka.
"Ya, aku masih sangat mencintaimu."
"Kalau gitu jangan kamu mencari wanita lain untuk menjadi ibu Kevin."
"Maksud kamu apa, Kay? Aku nggak mengerti?" Tanya Arka bingung.
"Apa kamu mau menerima janda seperti aku ini? Apa kamu nggak menyesal karena masih mencintaiku?"
"Maksud kamu, kamu mau menerimaku!" Ucap Arka sambil menggenggam tangan Kay
"Tapi aku merasa nggak pantas untuk kamu, Ka."
"Kenapa? Kamu tau kan betapa aku sangat mencintai kamu?"
"Karena aku janda kakak kamu, dan aku juga sudah mengkhianati dan mengecewakan kamu."
"Nggak Kay, kamu nggak mengkhianati aku, itu semua bukan salah kamu.,Aku akan menerimamu dengan senang hati, apa benar kamu mau menerimaku lagi?" Tanya Arka memastikan.
Kay menatap Arka dan menganggukkan kepalanya. Arka sangat bahagia dan tidak percaya Kay mau menerimanya lagi.
"Ini bukan mimpi kan, Kay?" Tanya Arka masih tidak percaya.
Kay mendekatkan wajahnya ke wajah Arka dan mencium kilas bibir Arka.
__ADS_1
"Sekarang apa kamu masih mau bilang kalau ini mimpi," ucap Kay sambil tersenyum.
Arka langsung menarik Kay kedalam pelukannya. Arka tidak menyangka penantiannya selama ini tidak sia-sia. Kay akhirnya menjadi miliknya lagi.
"Terima kasih sayang, aku mencintaimu. Aku janji aku akan membahagiakan kamu dan Kevin," ucap Arka bahagia.
"Maafin aku ya, Ka, karena sudah membuatmu menunggu begitu lama."
"Mau aku harus menunggu sampai berapa lama lagi pun akan aku lakukan Kay, karena hanya kamu yang aku cintai selama ini."
"Terima kasih," ucap Kay dengan senyuman di wajahnya.
"Terus kapan kita akan menikah?" Tanya Arka sambil mengedipkan matanya.
"Kamu lamar aku dulu ke orang tua aku."
"Kamu tenang saja. Om dan tante ngedukung aku kok, mereka akan senang saat mengetahui kita akan menikah."
Arka memeluk Kay dengan sangat erat. Kay akhirnya merasa lega sudah mengutarakan isi hatinya. Kay melepaskan pelukan Arka dan menatap Arka..
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Arka penasaran.
"Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu."
Arka mencium kedua mata Kay, pipi Kay, dan bibir Kay.
"Aku lebih-lebih mencintaimu," ucap Arka lalu kembali mendaratkan ciuman di bibir Kay.
Kali ini Arka mencium Kay lumayan lama. Kay tidak menolak ciuman Arka. Karena tidak ada perlawanan dari Kay Arka memperdalam ciumannya.
Arka mengendong Kay menaiki tangga. Kay terkejut dengan sikap Arka.
"Ka! apa yang kamu lakukan? Kamu mau bawa aku kemana?" Tanya Kay terkejut.
Arka membuka pintu kamar Kay, dan membawa Kay masuk ke dalam kamar.
Arka menurunkan Kay dan menutup pintu ( ceklek ). Arka berjalan mendekati Kay.
"Ka! kamu jangan macam-macam ya," ancam Kay sambil terus berjalan mundur.
Tanpa sadar Kay sudah berada di tepi ranjang. Arka mendudukkan Kay di tepi ranjang.
"Kenapa kamu begitu takut sama aku?" Tanya Arka sambil membelai rambut Kay.
"Habisnya kamu ini aneh, ngapain kamu bawa aku ke kamar kamu?"
"Untuk tidurlah," ucap Arka dengan santainya.
"Kalau gitu sekarang kamu keluar, aku mau tidur," ucap Kay sambil mendorong tubuh Arka.
Bukannya pergi tapi Arka malah menarik Kay ke dalam pelukannya. Kay bisa merasakan detak jantung Arka yang begitu cepat. Arka menatap Kay dan mendaratkan ciuman ke bibir Kay. Kay tidak menolak ciuman Arka.
Arka merebahkan tubuh Kay. Arka tersenyum menatap Kay dan membelai lembut pipi Kay.
"Ka! apa yang--"
Arka menutup mulut Kay dengan kedua jarinya.
"Aku hanya ingin bersamamu malam ini."
"Tapi Ka, kita belum menikah."
"Kita akan segera menikah."
Arka kembali mencium bibir Kay dan tangannya mulai bergerilya menyusuri tubuh Kay. Tanpa Kay sadari mulutnya mengeluarkan desahan-desahan kenikmatan.
Mereka sama-sama merindukan kehangatan, saling menyalurkan hasrat masing-masing yang telah terpendam selama ini. Malam ini menjadi malam yang panjang untuk Kay dan juga Arka.
__ADS_1
~oOo~