Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Harus tegar..


__ADS_3

Arka melajukan mobilnya dan meninggalkan Ardi yang terus berteriak memanggil Kay. Kay tanpa sadar meneteskan air mata. Arka tidak tega melihat Kay menangis.


"Kay maafin aku, jika aku sudah lancang mengajak kamu pergi, aku cuma ingin membuatmu tenang."


"Aku tau, Ka. Makasih karena kamu sudah perduli sama aku. Aku memang lagi butuh waktu untuk sendiri. Aku ingin menjauh dari Kak Ardi untuk sejenak," ucap Kay lalu menghapus air matanya.


"Bunda jangan menangis, ada Kevin sama Ayah di sini yang sayang sama Bunda," ucap Kevin sambil memeluk bunda nya.


"Benar kata Kevin, ada aku dan Kevin di sini yang selalu ada buat kamu," ucap Arka dengan senyuman di wajahnya.


Kay tersenyum dan memeluk Kevin. Kay bahagia karena memiliki Kevin dalam hidupnya.


Mereka sampai disebuah restoran. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran. Arka memesan makanan dan minuman.


"Kay aku tahu gimana perasaan kamu. Apa perlu aku membuat Monic agar menjauh dari Kak Ardi? aku nggak tega melihatmu bersedih."


"Jangan, Ka, ini semua bukan salah Monic maupun Kak Ardi, tapi ini semua salah aku. Aku yang nggak pantas untuk Kak Ardi, selama ini aku sudah menyakiti hati Kak Ardi."


"Maafin aku Kay, karena perbuatan aku ke kamu membuat kamu menderita. Maafin aku," ucap Arka menyesal.


"Sudahlah, Ka, semua juga sudah berlalu, seharusnya aku yang minta maaf sama kamu, karena aku sudah mengkhianati kamu dan menyakiti hati kamu. Cinta kamu yang tulus sudah aku sia-siakan. Mungkin ini balasan untuk semua kesalahan aku ke kamu."


Pesanan mereka pun datang, mereka menghentikan percakapan mereka dan memulai makan. Arka menyuapi Kevin, Kay melihat Arka begitu menyayangi Kevin.


Setelah selesai makan Arka mengajak Kevin dan Kay untuk pergi ke taman bermain. Arka ingin mengembalikan senyuman manis diwajah Kay.


Sesampainya di taman bermain Arka menemani Kevin bermain sedangkan Kay duduk di bangku sambil melihat mereka bermain.


"Bunda, ayo ikutan main!" Teriak Kevin sambil tersenyum.


"Nggak sayang, Bunda di sini saja!" Teriak Kay.


Arka menghampiri Kay dan mengajak Kay.


"Sudah ayo, masa sudah sampai di sini cuma duduk-duduk saja," ucap Arka lalu menarik tangan Kay.

__ADS_1


"Tapi, Ka, aku--"


"Audah ayo, apa kamu nggak ingin membahagiakan anak kamu. Lupakanlah semua masalah kamu saat kamu sedang bersama aku dan Kevin, aku mohon," pinta Arka memelas.


"Em... baiklah," ucap Kay lalu berdiri.


Kay ingin melupakan sejenak masalahnya dan bersenang-senang bersama Kevin.


"Kay, kamu harus tetap tegar dalam menghadapi cobaan dalam hidup, belajarlah dari bule ketek. Walaupun selalu terhimpit namun tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh subur," ucap Arka mencoba menghibur Kay.


Kay tertawa mendengar ucapan Arka. Arka senang akhirnya bisa membuat Kay kembali tertawa.


"Ka, kamu ini aneh, masa aku harus belajar dari bulu ketek, bau dong nanti..haha." Kay tertawa lepas.


"Menjalani rumah tangga itu nggak semudah itu, Ka. Aku nggak tau apa aku akan mampu bertahan seperti bulu ketek," ucap Kay lalu tersenyum.


"Rumah tangga itu memang rumit, kalau sederhana namanya rumah makan Kay bukan rumah tangga," canda Arka lagi.


Kay kembali tertawa.


"Kay, orang yang nggak punya tujuan hidup itu kayak orang kebelet tapi enggak nemuin WC, kamu mau kayak gitu. Kay...kamu masih punya Kevin dan aku, kamu juga masih punya kedua orang tua kamu, Mama dan Papa, kami semua selalu ada buat kamu."


"Makasih, Ka, kamu sudah membuat aku melupakan masalah aku. Aku bisa melepaskan semua beban dalam diri aku," ucap Kay lalu tersenyum.


✓✓✓✓


Arka turun dari mobil dan mengendong Kevin yang tengah tertidur. Kay turun dari mobil.


"Aku akan bawa Kevin ke kamar aku."


"Baiklah."


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah. Kay sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dan bicara sama Ardi.


Ardi yang sedari tadi menunggu kedatangan Kay lalu menarik tangan Kay saat Kay masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kak! jangan kasar sama Kay," ucap Arka tidak terima Ardi menarik tangan Kay dengan kasar.


"Ka, aku nggak apa-apa, kamu bawa masuk saja Kevin, kasian dia," ucap Kay sambil tersenyum.


"Aku mau bicara sama kamu," ucap Ardi lalu menarik tangan Kay dan membawanya masuk ke dalam kamar.


Ardi membawa Kay masuk ke dalam kamar dan mendudukkannya di sofa. Ardi duduk berjongkok di depan Kay..


"Sayang maafin aku, aku nggak bermaksud untuk mengkhianati kamu. Kalau kamu mau aku akan menceraikan Monic, jadi aku mohon jangan seperti ini," ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.


"Jangan lakukan itu Kak, kasian Monic dan anaknya, mereka sangat membutuhkan kakak, aku mohon sama kakak untuk memperlakukan Monic dengan baik, dia istri yang baik untuk Kak Ardi. Aku sudah ikhlas kok Kak," ucap Kay sambil menampakan senyum palsu.


"Tapi aku nggak ingin menyakiti kamu sayang, maafin aku, aku mohon," pinta Ardi.


"Aku sudah memaafkan Kak Ardi, tapi aku belum bisa menerima ini semua, aku butuh waktu untuk berfikir Kak."


"Sayang terima kasih, karena kamu sudah mau memaafkan aku, aku janji nggak akan pernah mengecewakan kamu lagi," ucap Ardi lalu mencium tangan Kay.


"Kak..aku capek, aku ingin istirahat, bisa tinggalkan aku sendiri," pinta Kay.


"Tapi sayang, aku ingin bersamamu menemanimu."


"Aku mohon Kak," ucap Kay lalu tersenyum.


Dengan berat hati Ardi keluar dari kamar Kay. Kay bangun dari duduk nya dan berjalan menuju pintu. Kay menutup pintu dan menguncinya.


Kay terduduk lemas di lantai. Hatinya sangat sakit, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Kay sudah memikirkan semuanya saat perjalanan pulang. Kay harus mengambil keputusan yang terbaik untuk semua orang.


Kay mencoba untuk kuat demi Kevin dan orang-orang yang menyayanginya. Kay berdiri dan keluar dari kamar. Kay berjalan menemui mama mertuanya yang tengah asyik menonton acara Tv.


"Ma, boleh Kay bicara sesuatu sama Mama?" tanya Kay sambil duduk di samping mama mertuanya.


"Kamu mau bicara apa sayang?"


"Ma...Kay sudah mengambil keputusan."

__ADS_1


~oOo~


__ADS_2