
Kay dan Ardi berniat mengajak Kevin untuk pergi ke taman hiburan,sudah lama mereka tidak pergi bersama sama karena Ardi selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Kevin sangat bahagia karena akhirnya dia bisa pergi bersama kedua orangtuanya..mereka kini sedang naik komedi putar,Kevin terlihat sangat bahagia..
" Bunda..Kevin mau naik kereta api.." ucap Kevin manja.
" Ya udah ayo.." ucap Kay sambil mengandeng tangan Kevin.
" Sayang..kamu naik sendiri ya karena bunda dan ayah nggak mungkin ikut naik.." ucap Ardi.
" Iya Yah..Kevin berani kok.." ucap Kevin.
Ardi mengusap usap puncak kepala anaknya..
" Anak ayah memang pemberani.." ucap Ardi.
Kevin naik keatas kereta api..Kay dan Ardi hanya melihat Kevin dari samping,Kevin terlihat begitu bahagia,Kay tidak lupa mengabadikan momen momen ini dengan merekam semua hal yang mereka lakukan ditaman hiburan.
Kay dan Ardi juga mengambil foto mereka berdua..Ardi merangkul Kay bahkan Ardi tak segan segan mencium pipi Kay saat Kay sedang mengambil potret mereka..
" Ayahhh....." teriak Kay terkejut.
" Nggak papa kan bun..coba lihat..bagus kok fotonya.." ucap Ardi sambil melihat foto diponsel Kay.
" Tapi kan malu dilihat banyak orang.." ucap Kay malu.
Kevin udah selesai naik kereta,mereka sudah menaiki berbagai wahana,kini mereka berniat untuk makan siang,mereka berjalan menuju warung bakso disekitar taman hiburan.
" Sayang kamu makannya pelan pelan ya.." ucap Kay.
" Iya bun.." ucap Kevin.
Mereka makan dengan lahabnya..tiba tiba ponsel Ardi berbunyi..
Tutt..tutt..tutt..
" Hallo Ka..." jawab Ardi.
" Hallo kak..kak Ardi lagi dimana ? " tanya Arka.
" Kakak lagi ada ditaman hiburan sama Kay dan Kevin,ada apa menelfon ? " tanya Ardi.
" Aku kangen sama Kevin,boleh aku bicara sama Kevin ? " ucap Arka.
__ADS_1
" Apa kamu nggak tidur..? " tanya Ardi.
" Emmm..gimana bisa tidur kalau tiap malam Sela tidur disini.." ucap Arka pelan.
Arka tidak ingin membangunkan Sela yang kini tengah tidur disampingnya.Arka terpaksa menuruti kemauan Sela karena tiap malam Sela terus merengek dan mengancam kalau dia akan tinggal diapartemen Arka selamanya.
" Bukannya enaknya kalau Sela tidur disitu kamu jadi ada temannya,sekalian aja tu cewek kamu tiduri.." goda Ardi.
" Sialan lo kak..ya nggak lah kita belum menikah,aku nggak mau melakukan itu,kalau dia hamil terus gimana,aku belum siap punya anak.." ucap Arka.
" Kenapa ? bukannya kamu sayang sama anak kecil buktinya kamu begitu menyayangi Kevin.." ucap Ardi.
" Iya sih..tapi kan beda,Kevin kan keponakan aku..bukan anak aku,kalau kita udah nikah baru aku mikirin soal anak.." ucap Arka.
" Tapi Ka..6 bulan lagi bukannya kamu udah selesai kuliah,bukannya kamu akan menikah dengan Sela.." ucap Ardi.
" Iya sih Kak..tapi sebenarnya aku belum siap menikah sama Sela,dia sifatnya masih kayak anak kecil..manja.." ucap Arka sambil menatap Sela yang tertidur lelap.
Kay sedari tadi mendengarkan percakapan Ardi dan Arka,Kay tidak menyangka kalau selama ini Arka tinggal satu atap sama Sela..
" Bunda..ayo pulang.." rengek Kevin.
" Tunggu ayah dulu ya sayang..." ucap Kay sambil memangku Kevin.
" Baik kak..aku juga udah mengantuk.." ucap Arka.
" Ya udah..met senang senang dengan Sela.." goda Ardi lalu mematikan telfonnya.
Setelah selesai membayar mereka berjalan menuju mobil,mereka masuk kedalam mobil dan Ardi melajukan mobilnya.
" Ada apa Yah ? Arka bicara apa ? " tanya Kay penasaran.
" Enggak kok bun..Arka nggak bicara apa apa,Arka cuma kangen sama Kevin.." ucap Ardi sambil terus fokus menyetir.
" Tadi bunda dengar ayah bilang Sela tidur ditempat Arka..apa itu benar ? " ucap Kay.
" Iya..akhir akhir ini Sela sering menginap diapartemen Arka..bunda tau sendirikan gimana sifat Sela..manjannya minta ampyun.." ucap Ardi.
" Apa mereka juga tidur satu ranjang ? " tanya Kay yang semakin penasaran.
" Kenapa bunda ingin tau ? " tanya Ardi.
" Ya..nggak apa apa..tapi kan mereka belum menikah,nanti kalau terjadi hal yang tak diinginkan gimana ? " ucap Kay.
__ADS_1
" Ya nggak papa kan mereka juga akan menikah.." ucap Ardi.
Kay hanya diam dan menatap kedepan,Ardi melihat kegelisahan dalam diri Kay..
" Bunda tenang aja..Arka nggak mungkin melakukan itu sebelum mereka menikah.." ucap Ardi.
" Bunda cuma nggak ingin mama dan papa malu karena Arka mengahamili anak orang sebelum mereka menikah.." ucap Kay.
" Bunda tenang aja..itu nggak akan terjadi.." ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.
" Semoga aja Yah.." ucap Kay.
Sesampainya dirumah Ardi harus kembali lagi kekantor karena dia ada meeting dengan claien..
" Nanti bunda nggak usah nungguin ayah karena ayah akan pulang telat.." ucap Ardi sambil mengecup kening Kay.
" Ayah jangan terlalu sibuk kerja dong,bunda dan Kevin kan juga butuh ayah.." ucap Kay.
" Maaf bun..tapi kerjaan ayah nggak bisa ditinggal,bunda harus ngertiin ayah dong,ini kan juga demi kamu dan Kevin.." ucap Ardi sambil menggenggam tangan Kay.
" Iya bunda ngerti,tapi ayah juga harus memberikan waktu ayah untuk keluarga juga.." ucap Kay sedih.
" Baik..ayah janji setelah kerjaan ayah selesai ayah akan luangkan banyak waktu untuk kalian.." ucap Ardi.
" Ayah janji ya,bunda nggak ingin seperti yang kemarin kemarin,ayah cuma janji doang tapi nyatanya ayah masih aja sibuk kerja.." ucap Kay.
" Iya ayah janji.." ucap Ardi.
" Terus kapan kita pindah kerumah kita lagi,sekarang kan Kevin udah besar dan bunda udah bisa jaga Kevin sendiri,bunda kan nggak enak menumpang terus sama mama dan papa.." ucap Kay.
" Sabar ya bun..kita tunggu sampai Arka menikah dan tinggal disini lagi.." ucap Ardi.
" Ya udah deh..bunda juga nggak tega ninggalin mama dan papa sendiri,mereka pasti akan kesepian kalau Kevin pergi dari rumah ini.." ucap Kay.
Ardi sebenarnya juga ingin kembali kerumahnya sendiri tapi Lina meminta kepada Ardi agar tetap tinggal sampai Arka dan Sela menikah.
" Ya udah..bunda dan Kevin turun dulu,nanti ayah jangan lupa makan.." ucap Kay lalu membuka pintu dan keluar.
" Iya..ayah akan ingat pesan bunda..bye sayang.." ucap Ardi sambil melambaikan tangannya.
Kay dan Kevin melambaikan tangan kearah Ardi,Ardi melajukan mobilnya.
🌟🌟🌟🌟
__ADS_1