
Kay hanya diam, dia menundukkan kepalanya. Ardi yang melihat sikap Kay mengerti dan langsung berjalan keluar dari kamar. Ardi menutup pintu dengan sangat keras hingga Lina, Arka dan Jonny terkejut mendengarnya.
Lina yang melihat Ardi sedang menuruni tangga, dia langsung menghampiri Ardi.
"Ada apa sayang? apa yang terjadi? apa kamu bertengkar dengan, Kay?" tanya Lina cemas.
"Maaf Ma, Ardi ingin sendiri," ucap Ardi lalu berjalan keluar.
"Ada apa, Ma? apa yang terjadi sama Ardi?" tanya Jonny.
"Mama nggak tau, Pa. Ardi nggak mau cerita," ucap Lina cemas.
Sedangkan di kamar Kay sedang menangis tersendu-sendu, Kay menyesali perbuatannya, setelah selesai berpakaian Kay duduk di sofa sambil menunggu Ardi. Waktu terus berlalu tak terasa sudah pukul 00.00 malam, tapi Ardi tak kunjung pulang. Kay mencoba menghubungi Ardi tapi Ardi tak mau menjawab telfon Kay.
Kay tetap setia menunggu sampai Ardi pulang. Kay mendengar suara pintu kamarnya terbuka.
Ardi masuk kedalam kamar dan melihat Kay sedang duduk di sofa menunggunya.
"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Ardi sambil melepas jaketnya.
"Aku menunggumu."
"Tidurlah, besok kamu harus kuliah."
"Kamu masih marah sama aku?"
"Aku nggak mau membahas itu, aku nggak mau meluapkan amarahku kepadamu, jadi sekarang tidurlah."
Kay berdiri dan menghampiri Ardi. Kay akan terus meminta maaf kepada Ardi sampai Ardi mau memaafkannya.
Kay menarik tangan Ardi agar Ardi mau menatapnya.
"Maaf," ucap Kay sambil melipat tangannya.
"Kenapa kamu minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf karena telah hadir diantara kamu dan Arka, aku sudah memisahkan kamu dan Arka, kalau kamu mau kembali lagi sama Arka aku akan mengabulkannya, aku akan mengurusnya secepatnya."
"Maksud kamu apa?" tanya Kay terkejut.
"Kamu tau betul maksud aku, bukankah ini yang kamu inginkan dari awal?"
Kay berlutut didepan Ardi, dia menyesali perbuatannya, jika sampai Ardi melakukan itu Kay tidak tau apa yang akan terjadi pada kedua orang tuanya. Ardi tidak tega melihat Kay berlutut didepannya. Ardi membantu Kay berdiri dan langsung memeluk Kay, Kay menangis dalam pelukan Ardi.
"Jangan lakukan itu, aku nggak mau membuat kedua orang tuaku bersedih, aku minta maaf," ucap Kay disela tangisannya.
"Saat kamu melakukan itu, apa kamu tidak memikirkan gimana perasaan aku?" tanya Ardi sambil mempererat pelukannya.
"Aku minta maaf, aku tidak tau apa yang telah aku lakukan, saat itu yang aku pikirkan hanya melampiaskan rasa rinduku kepada Arka, aku minta maaf."
"Apa kamu dan Arka sudah melakukannya?" tanya Ardi lalu melepas pelukannya.
Dengan mata yang penuh dengan air mata Kay menatap Ardi, Kay menggelengkan kepalanya. Ardi kembali memeluk Kay.
__ADS_1
"Jangan pernah kamu ulangi kesalahan itu lagi, karena aku nggak sanggup untuk menahan yang kedua kalinya," pinta Ardi.
"Apa kamu sudah memaafkan aku?" tanya Kay yang masih dalam pelukan Ardi.
Ardi melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kay. Ardi mengecup kening Kay.
"Kali ini aku maafkan, tapi jangan pernah kamu ulangi lagi."
"Terima kasih," ucap Kay senang dan langsung memeluk Ardi.
Ardi terkejut karena tiba-tiba Kay langsung memeluknya, ini pertama kalinya Kay memeluknya atas keinginannya sendiri. Ardi langsung membalas pelukan Kay.
"Sekarang kamu tidur, besok kamu harus kuliah."
"Apa kamu mau mengantar jemput aku kuliah?" tanya Kay lalu melepaskan pelukannya.
"Dengan senang hati," ucap Ardi sambil tersenyum.
"Terima kasih, selamat malam," ucap Kay lalu berjalan menuju ranjang.
Kay merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ardi menghampiri Kay dan mengecup kening Kay.
"Selamat malam, semoga mimpi indah."
Kay menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, Kay merasa sangat malu karena kini wajahnya bersemu merah. Kay merasa nyaman atas perlakuan Ardi kepadanya.
***
Arka merasa Kay mulai berubah, Arka merasa Kay mulai menghindarinya.
"Sayang, aku mau bicara berdua sama kamu, ada yang mau aku bicarakan sama kamu," ucap Arka.
"Maaf, Ka, aku nggak bisa, aku sudah bilang sama kamu jangan lagi panggil aku sayang karena aku bukan lagi pacar kamu."
"Kenapa kamu selalu menghindar dari aku? apa salah aku ?"
"Kamu nggak salah, Ka, aku lah yang salah. Mulai hari ini aku mohon jangan mendekatiku, karena aku nggak mau menyakiti Ardi lagi, kamu harus mulai menerima kalau aku ini istri kakak kamu."
"Tapi sayang, bukankah kamu nggak mencintai kak Ardi? lalu kenapa kamu melakukan ini semua?" tanya Arka bingung.
"Aku memang tidak mencintai Ardi, tapi aku nggak mau menyakitinya, sekarang dia adalah suamiku, aku harus menghormatinya," ucap Kay lalu berjalan meninggalkan Arka.
Kay berjalan menuju depan kampus karena Ardi sudah menunggunya. Kay masuk kedalam mobil.
"Maaf lama menunggu," ucap Kay lalu menutup pintu mobil.
"Nggak apa-apa, aku tau tadi Arka mengajak kamu bicara," ucap Ardi lalu melajukan mobilnya.
"Kamu jangan salah paham, aku sama Arka--"
"Aku tau, aku percaya sama kamu," ucap Ardi menyela ucapan Kay.
__ADS_1
"Apa kamu mau tinggal di kontrakan aku?" tanya Kay sambil menatap Ardi.
"Maksud kamu?" tanya Ardi bingung.
"Aku mau kita tinggal sendiri, dengan begitu Arka tidak akan menganggu aku lagi."
Ardi menepikan mobilnya. Ardi menatap Kay, dia tidak percaya Kay memikirkan hal seperti itu, hal yang tak pernah Ardi bayangkan.
"Kamu serius? kamu yakin ingin tinggal berdua sama aku?" tanya Ardi memastikan.
"Ya..aku ingin menjalani ini semua dari awal, aku ingin menjauh dari Arka bila aku ingin melupakannya."
"Baiklah, kita akan bicarakan ini sama Mama dan Papa."
"Tapi, apa Mama dan Papa akan setuju?" tanya Kay cemas.
"Kamu tenang saja, itu semua biar aku yang urus," ucap Ardi sambil mencium tangan kay.
Kay tersenyum menatap Ardi. Ardi mendekatkan wajahnya ke wajah Kay. Ardi ingin mencium bibir Kay, tapi Kay menutup bibir Ardi dengan tangannya.
"Jangan lakukan itu, karena aku belum siap, kita jalani ini pelan-pelan saja," tolak Kay.
"Maaf, habisnya aku nggak tahan melihat senyum manis kamu, " goda Ardi lalu kembali melajukan mobilnya.
Sesampainya di rumah Ardi menemui kedua orang tuanya untuk membicarakan ide Kay untuk hidup mandiri.
"Ma..Pa, Ardi mau membicarakan hal yang penting sama Mama dan Papa," ucap Ardi serius.
"Kamu mau bicara apa sayang?" tanya Lina.
"Ma..Pa, Ardi sama Kay sudah memutuskan untuk hidup mandiri," ucap Ardi.
"Kenapa? apa Kay tidak suka tinggal disini?" tanya Jonny.
"Bukan gitu, Pa. Kami hanya ingin hidup mandiri, kami akan memulai hubungan ini dari awal lagi, Ardi harap Papa dan Mama akan mendukung kami," ucap Ardi.
"Terus kamu mau tinggal dimana?" tanya Jonny.
"Untuk sementara kami akan tinggal di rumah kontrakan Kay yang dulu, sebelum Ardi mendapatkan rumah yang cocok," ucap Ardi.
Lina sebenarnya tidak setuju dengan keputusan Ardi untuk meninggalkan rumah ini, tapi demi kebahagiaan Ardi dan Kay terpaksa Lina mengizinkan mereka.
"Setelah kalian pindah, jangan lupa main ke sini, karena Mama nggak bisa jauh dari kalian," ucap Lina.
"Mama tenang saja, Kay sama kak Ardi akan sering main ke sini," ucap Kay sambil menggenggam tangan Lina.
"Sayang maafin Mama karena membawa kamu dalam situasi ini," ucap Lina.
"Kay sudah ikhlas kok, Ma. Kay sudah menerima pernikahan ini, mungkin ini semua sudah takdir Kay," ucap Kay.
"Tapi sebelum kalian pindah, kalian harus melakukan acara pernikahan kalian di sini, karena masalah dengan Arka, Papa jadi menundanya, tapi sekarang Papa ingin mengadakan syukuran untuk pernikahan kalian, Papa harap kalian tidak akan menolaknya," pinta Jonny.
__ADS_1
~oOo~