Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Permohonan Arka..


__ADS_3

Arka sangat terkejut mendengar kabar tentang keadaan Ardi. Arka merasa sangat khawatir. Walau bagaimanapun Ardi dulu sangat baik terhadapnya. Ardi selalu menuruti kemauan Arka apa pun itu.


Arka tidak menyangka hubungannya dengan kakaknya akan menjadi seperti ini hanya karena seorang wanita.


"Arka nggak bisa janji Pa,,tapi Arka akan usahain."


"Baiklah, kalau gitu Papa akan tunggu kabar dari kamu. Maaf Papa sudah merepotkan kamu."


"Nggak kok, Pa, ya sudah Arka tutup dulu telfonnya. Arka akan segera mengabari Papa," ucap Arka lalu mematikan telfon.


"Ada apa, Ka?" tanya David penasaran.


"Kak Ardi, Om. Kak Ardi sedang sakit dan dia selalu memanggil nama Kay."


"Buat apa lagi Ardi mencari Kay, apa belum cukup dia menyakiti Kay?"


"Maaf kan Kak Ardi, Om. Kak Ardi juga nggak sengaja menyakiti Kay. Kak Ardi juga nggak ada pilihan lain lagi, karena kondisi Monic yang sangat lemah. Arka mohon, Om, jangan membenci kak Ardi, karena ini juga salah Arka. Kak Ardi menjadi seperti ini juga karena Arka yang sudah melakukan hal tidak pantas terhadap Kay, hingga Kay melahirkan anak Arka. Arka tau Om sudah memaafkan Arka, tapi Arka mohon Om juga memaafkan Kak Ardi. Walau bagaimanapun juga Kak Ardi pernah membahagiakan Kay," pinta Arka.


"Om sebenarnya sudah memaafkan Ardi. Karena Om juga merasa bersalah karena sudah menyetujui perjodohan yang diajukan oleh papa mu. Hingga kamu harus berpisah dari Kay, dan Om tau Ardi itu sebenarnya anak yang baik dan bertanggungjawab, tapi Om nggak mau Kay menderita lagi. Selama Monic masih bersama Ardi, Om nggak akan membiarkan Ardi mendekati Kay."


"Tapi Om, Kak Ardi saat ini sangat membutuhkan Kay. Arka mohon sekali ini saja izinkan Kay untuk menemui kak Ardi," pinta Arka.


"Ka...Om nggak bisa memutuskan karena semua keputusan ada di tangan Kay. Dan Om juga mau nanya sama kamu, apa kamu sudah nggak mencintai Kay lagi?"


"Selamanya Arka akan mencintai Kay Om. Karena hanya Kay wanita yang Arka cintai selama ini, tapi Arka nggak ingin memaksa Kay. Arka ingin Kay bahagia meski nggak bersama Arka."


"Tapi Om ingin kamu menikah dengan Kay," ucap David dengan nada serius.

__ADS_1


"Om...Kay itu sudah nggak mencintai Arka lagi, jadi mana mungkin Arka akan menikah dengan Kay."


"Om yang akan bicara dengan Kay," ucap David sambil menepuk bahu Arka.


"Nggak Om, Arka ingin Kay menerima Arka karena keinginannya sendiri bukan karena terpaksa. Soal Kay mau menemui Kak Ardi atau nggak, nanti biar Arka yang urus Om, yang penting sekarang Om mengizinkan atau nggak?" tanya Arka.


"Baiklah, Om akan mengizinkan Kay untuk menemui Ardi. Itu Om lakukan demi kamu bukan demi Ardi."


"Makasih Om."


"Ya sudah, kita akhiri saja meeting hari ini. Lebih baik kamu segera temui Kay dan bicara padanya."


"Baik Om, kalau gitu Arka pergi dulu," pamit Arka lalu mencium tangan David.


Arka berjalan keluar restoran dan masuk ke dalam mobil. Arka melajukan mobilnya menuju kantor. Arka berjalan menuju ruangan Kay. Arka membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.


"Kay..aku mau bicara sama kamu."


"Ka...ini di kantor, jadi kita harus bersikap profesional."


"Iya aku tau, tapi ini lebih penting," ucap Arka dengan nada serius.


"Ya sudah kamu duduk dulu, kamu mau bicara apa?"


"Ini soal kak Ardi," ucap Arka sambil duduk di depan Kay.


"Aku nggak mau mendengar apa pun soal kak Ardi. Aku sudah nggak ada hubungannya dengan kak Ardi lagi," ucap Kay kesal.

__ADS_1


"Kay...aku mohon sama kamu, kamu mau kan menemui kak Ardi," pinta Arka.


"Nggak dan nggak akan pernah!"


"Tapi Kay, Kak Ardi sekarang lagi sakit, dia selalu memanggil-manggil nama kamu. Kak Ardi ingin sekali bertemu denganmu."


"Ka...sudah tiga bulan aku mencoba untuk melupakan semuanya dan sekarang kamu meminta aku untuk menemui Kak Ardi! apa sih yang sedang kamu pikirkan, hah!" seru Kay mulai emosi.


"Aku cuma nggak mau melihat kakak aku lebih menderita lagi Kay. Aku mohon sekali saja kamu temui Kak Ardi. Setelah itu kamu boleh langsung pulang, aku mohon. Kak Ardi sangat membutuhkan kamu," pinta Arka dengan wajah memelas.


"Bukannya di sana ada istri kesayangannya! jadi buat apa Kak Ardi membutuhkan aku!"


"Kak Ardi nggak memperdulikan Monic. Yang Kak Ardi pikirkan hanya kamu Kay. Please kamu mau ya, aku akan menemanimu," bujuk Arka lagi.


Kay sebenarnya juga sangat mengkhawatirkan Ardi. Bagaimana pun juga Ardi pernah memberinya kasih sayang dan juga cinta yang bagi Kay sangatlah berharga.


"Baiklah, tapi aku nggak akan lama-lama di sana. Aku juga nggak akan mengajak Kevin."


"Makasih ya, Kay. Kita akan berangkat hari ini juga," ucap Kay senang.


"Tapi, Ka, gimana kalau Monic nggak suka akan kedatangan aku," ucap Kay cemas.


"Kamu nggak usah mengkhawatirkan itu, biar aku yang akan mengurus Monic. Kamu cukup temui Kak Ardi, bilang sama kak Ardi agar dia bisa mengikhlaskan kamu dan memulai hidup barunya. Aku nggak tega melihat kak Ardi terpuruk seperti ini. Apa kamu mau rujuk sama kak Ardi?" tanya Arka penasaran.


"Nggak! aku nggak mau menjadi istri kedua. Aku sudah bahagia dengan hidup aku ini. Aku nggak mau memikirkan yang lain kecuali Kevin."


~oOo~

__ADS_1


__ADS_2