Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Aku merindukanmu..


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kejadian itu Arka selalu menganggu Kay. Arka selalu mencari-cari kesempatan untuk berduaan dengan Kay.


"Sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Arka sambil memeluk Kay dari belakang.


"Lepasin, Ka! apa yang kamu lakukan!" teriak Kay sambil melepas tangan Arka dari perutnya.


"Aku merindukanmu, sayang. Malam ini temani aku ya," ucap Arka sambil tersenyum kearah Kay.


"Kamu gila ya, Ka! aku nggak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi!" teriak Kay.


Lina yang baru keluar dari kamar mendengar teriakan Kay. Lina berjalan menuju dapur, dia melihat Arka dan Kay sedang berduaan.


"Ada apa sayang? kenapa kamu berteriak?"


Kay terkejut melihat mama mertuanya sudah ada dibelakang mereka. Kay takut mama mertuanya mendengar percakapan mereka.


"Ah..nggak ada apa-apa kok, Ma," ucap Kay gugup.


"Bohong, Ma, sebenarnya Arka dan Kay--"


"Kay dan Arka akan pergi ke pasar untuk berbelanja," ucap Kay menyela ucapan Arka.


"Oh...kirain ada apa, kebetulan semua stock bahan makanan sudah habis," ucap Lina.


"Kalau gitu Kay pergi dulu ya Ma.." ucap Kay lalu mencium tangan Lina.


Kay berjalan meninggalkan dapur. Arka mengikutinya dari belakang. Mereka masuk ke dalam mobil. Arka melajukan mobilnya.


"Kenapa kamu sangat takut di depan Mama tadi?"


"Kamu gila ya, Ka! aku nggak mau sampai Mama tau semuanya, lain kali jaga mulut kamu itu," ucap Kay marah.


"Aku akan diam asal kamu turuti permintaan aku, temani aku malam ini," ucap Arka dengan menyunggingkan senyuman.


"Nggak! kalau kamu butuh pelampiasan nafsu kamu, kamu bisa cari wanita lain yang bisa memuaskan kamu, aku bukan *******, Ka. Aku ini kakak ipar kamu!" teriak Kay marah.


Arka meminggirkan mobilnya dan menghentikan mobilnya. Arka menatap Kay yang kini mulai menitihkan air mata.


"Kay, aku nggak pernah menganggap mu sebagai *******, aku mencintaimu Kay, hanya kamu yang aku inginkan," ucap Arka sambil menggenggam tangan Kay.

__ADS_1


"Lepasin Ka! jangan pernah kamu menyentuhku lagi!" teriak Kay lalu menghempaskan tangan Arka.


"Sampai kapanpun aku nggak akan melepaskan kamu, selamanya kamu hanya milikku. Aku akan merebut mu dari Kak Ardi bagaimanapun caranya," ucap Arka yang mulai kesal.


"Jangan lakukan itu, Ka. Aku nggak mau menyakiti Kak Ardi, dia sudah begitu baik sama aku," ucap Kay disela tangisannya.


"Apa karena Kak Ardi baik sama kamu jadi kamu rela memberikan tubuhmu padanya, apa karena itu Kay?" teriak Arka.


"Maksud kamu apa, Ka? aku menyerahkan tubuh aku karena dia adalah suamiku dan aku juga mencintainya," ucap Kay marah.


"Nggak! kamu nggak mencintai Kak Ardi, yang kamu cintai hanya aku, selamanya hanya aku yang boleh memilikimu!" teriak Arka.


Arka kembali melajukan mobilnya, sesampai di pasar Kay membeli semua bahan makanan yang dibutuhkan. Arka membantu Kay membawa bahan makanan yang begitu banyak.


"Kenapa kamu membeli sebanyak ini?" tanya Arka sambil menenteng beberapa kantong plastik yang berisi sayuran di kedua tangannya.


"Nggak usah bawel, bawa saja," ucap Kay sambil terus berjalan menyusuri pasar.


Setelah selesai berbelanja mereka masuk ke dalam mobil. Arka melajukan mobilnya. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


"Kenapa rumah begitu sepi ya?" Kay memasukan sayuran ke dalam lemari pendingin.


"Ambilkan aku minum sayang, aku haus banget ni," pinta Arka sambil menarik salah satu kursi meja makan lalu dia duduki.


"Terserah aku dong," ucap Arka sambil menangkap botol mineral yang dilempar Kay.


Arka membuka tutup botol mineral itu lalu meneguknya.


"Ah..segar," ucap Arka sambil kembali meneguk air mineral itu.


Kay berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar.


"Aku kangen kak Ardi." Kay mengambil ponselnya dari atas meja dan menelfon Ardi.


Tutt..tutt..tutt.


"Halo sayang," jawab Ardi.


"Halo, Kak. Sekarang kamu lagi ngapain?"

__ADS_1


"Aku lagi di kantor sayang, maaf aku nggak bisa menelfon kamu akhir-akhir ini, kerjaan aku sangat menumpuk."


"Nggak apa-apa kok, Kak. Kak Ardi jangan lupa jaga kesehatan."


"Iya sayang, aku akan ingat pesan kamu."


Arka membuka pintu dengan perlahan, dia melangkahkan kakinya dengan perlahan dan masuk ke dalam kamar Kay. Arka melihat Kay sedang menelfon seseorang. Arka mendekati Kay dan memeluk kay dari belakang.


Kay terkejut karena tiba-tiba Arka memeluknya. Kay mencoba melepaskan tangan Arka dari perutnya.


"Sayang kok diam saja, kamu lagi ngapain?" tanya Ardi curiga.


"Emmm..aku...e--nggak lagi ngapa-ngapain," ucap Kay gugup.


"Ayolah sayang, aku merindukanmu," bisik Arka di telinga Kay.


"Kak, m--maaf ya, Mama memanggilku, nanti aku akan menelfon kakak lagi," ucap Kay berbohong.


"Baiklah sayang, aku merindukanmu," ucap Ardi lalu mematikan ponselnya.


Kay membalikan tubuhnya dan menatap Arka, Kay langsung menampar pipi Arka.


PLAAKKKKK...


Suara tamparan keras menggema di ruangan kamar Kay. Arka terkejut karena ini pertama kalinya Kay menamparnya.


"Kamu sudah kelewatan Ka, apa kamu nggak bisa melihat aku sedang bicara sama kakak kamu? apa kamu benar-benar ingin menghancurkan rumah tangga aku?" Teriak Kay marah.


"Ya..aku sengaja melakukan itu agar Kak Ardi mengetahui semuanya dan segera meninggalkan kamu."


"Sekarang kamu keluar dari kamar aku!" Teriak Kay keras.


"Aku nggak akan keluar sebelum aku mendapatkan apa yang aku mau," ucap Arka dengan menyunggingkan senyumannya.


"Aku bilang keluar! kalau kamu nggak keluar aku akan berteriak, agar Mama tau semua kelakuan bejat kamu," ancam Kay sambil terus melangkah mundur.


"Silahkan saja berteriak, nggak akan ada yang mendengar teriakan kamu karena Mama juga tidak ada di rumah," ucap Arka sambil terus berjalan maju.


Kay begitu sangat ketakutan, tubuhnya gemetar, keluar keringat dingin di dahi dan juga tangannya. Kay terus berjalan mundur, tak terasa Kay sudah ada di pinggir ranjang.

__ADS_1


Arka semakin mendekati Kay, Kini Arka sudah berada tepat didepan Kay, Arka menarik pinggang Kay dan langsung mencium bibir Kay.


~oOo~


__ADS_2