Kekasihku Kakak Iparku

Kekasihku Kakak Iparku
Sama sama menderita..


__ADS_3

Kay tidak tega melihat orang yang sangat dicintainya bersedih bahkan menangis, tapi Kay tidak bisa berbuat apa-apa. Kay harus melakukan ini agar Arka membencinya dan melupakannya.


Merisa yang melihat ketulusan cinta Arka merasa semakin bersalah, dia merasa telah memisahkan Kay dengan Arka. Merisa bisa melihat kesedihan di mata Kay.


"Maafin Tante, karena telah memisahkan kamu dengan Kay, Tante lah yang telah memaksa Kay untuk menikah dengan Ardi. Kay sudah memohon sama Tante untuk membatalkan perjodohan itu, karena Kay sangat mencintai kamu. Tapi Tante tetap memaksa Kay untuk menikah dengan Ardi dan memaksa Kay untuk melupakan kamu, ini bukan kesalahan Kay, tapi ini semua kesalahan Tante," ucap Merisa sedih dan menyesal.


Merisa menyesali perbuatannya yang telah merenggut kebahagiaan Kay dan Arka. Merisa tidak bisa mengembalikan kebahagiaan mereka.


Kay mendekati Merisa dan langsung memeluknya.


"Sudah, Bun. Kay sudah mengikhlaskan semuanya, semua sudah terjadi dan nggak bisa dirubah. Jangan lagi menyalahkan diri sendiri, aku melakukan ini juga untuk kebahagiaan Ayah dan Bunda," ucap Kay.


"Tapi bunda sudah merenggut kebahagiaan kamu dan Arka sayang," ucap Merisa.


"Kau sudah ikhlas, Kay juga sudah berjanji sama kak Ardi akan terus menjalani pernikahan ini apa pun yang terjadi. Kita akan memulainya dari awal, Kay akan belajar untuk mencintai kak Ardi, karena sekarang kak Ardi adalah suami Kay, Bun," ucap Kay.


"Sayang, apa yang kamu katakan? apa kamu nggak memikirkan perasaan aku?" tanya Arka lalu berdiri dan mendekati Kay.


"Maafin aku, Ka. Kamu berhak membenci aku, tapi aku nggak bisa kembali lagi sama kamu, karena aku sekarang sudah menjadi milik Kak Ardi seutuhnya," ucap Kay berbohong.


"Kamu tega Kay sama aku," ucap Arka lalu melangkah keluar dari kamar Kay.


"Maafin aku, Ka. Aku sayang sama kamu, tapi aku harus melakukan ini demi kebaikan kita semua," ucap Kay tanpa sadar air mata menetes di kedua pipinya.


"Maafin Bunda sayang," ucap Merisa lalu memeluk tubuh Kay.


Kay menangis di pelukan bunda nya, Kay meluapkan semua kesedihan yang ia tahan selama ini.


"Bunda tau kamu masih sangat mencintai Arka, tapi Bunda juga nggak bisa berbuat apa-apa sayang, maafin Bunda," ucap Merisa sambil mengusap lembut rambut Kay.


"Sulit banget untuk melupakan Arka, tiga tahun kita habis kan waktu bersama-sama, dia selalu ada buat Kay, dia selalu menjaga dan menyayangi Kay, tapi apa yang Kay lakukan, Kay malah menyakitinya, menghancurkan hidupnya," ucap Kay disela tangisannya.


"Sayang, apa kamu bahagia dengan pernikahan ini?" tanya Merisa sambil melepaskan pelukannya.


"Kay bahagia, Bun.Selama ini Kak Ardi baik sama Kay." Kay menggenggam tangan bunda nya.


"Bun, Kay mohon jangan ceritakan soal Arka kepada Ayah. Kay nggak mau terjadi apa-apa sama Ayah," imbuh Kay sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Baiklah sayang, Bunda nggak akan menceritakan semua ini sama Ayah kamu, tapi jika suatu saat Ayah kamu mengetahuinya, Bunda harap kamu bisa jujur sama Ayah kamu."


"Baik, Bun."


Keesokan harinya..


Setelah selesai sarapan mereka berbincang-bincang di ruang keluarga, kebetulan hari ini Kay dan Arka ada kelas siang.


"Arka, Om senang bisa bertemu dengan kamu, kenapa saat pernikahan kakakmu kamu tidak ikut?" tanya David.


"Maaf Om, itu karena Arka ada acara di kampus yang tidak bisa Arka tinggalkan," ucap Arka.


"Om baru tau ternyata kamu satu kampus sama Kay ya, gimana Kay waktu di kampus?" tanya David.


Arka menatap Kay yang kini duduk disebelah Ardi. Kay pun juga tengah menatap Arka.


"Kay sangat baik sama semua orang, dia selalu ceria, semua orang menyukainya, dia sahabat dan pendengar yang baik," ucap Arka.


"Wah...kamu sangat mengenal Kay ternyata. Om titip Kay ya, Kay itu walau kelihatan tegar di luar tapi rapuh di dalam. Kalau ada masalah Kay tidak pernah mau cerita sama Om, pasti Kay selalu cerita sama Bunda nya. Kay sangat dekat dengan Bunda nya," ucap David.


"Ayah tenang saja, Ardi akan selalu jagain Kay," ucap Ardi sambil menggenggam erat tangan Kay.


"Oya Vid, kamu jadi pulang hari ini?" tanya Jonny.


"Ya...aku nggak bisa meninggalkan pekerjaan aku lama-lama, aku sudah bertemu dengan Kay itu sudah cukup buat aku," ucap David.


"Ayah kenapa buru-buru? Kay masih kangen sama Ayah dan Bunda," ucap Kay sedih.


"Sayang, setelah kamu lulus kamu bisa lagi ketemu Ayah dan Bunda, sebentar lagi kamu kan mau ujian, buatlah Ayah dan Bunda bangga," ucap Merisa.


"Kay janji, Bun. Kay akan lakukan yang terbaik agar Ayah dan Bunda bisa bangga sama Kay," ucap Kay.


Mereka pun masih terus mengobrol tak terasa sudah waktunya Kay dan Arka untuk berangkat ke kampus.


"Ma..Pa..Om..dan Tante, Arka mau berangkat kuliah dulu," ucap Arka sambil mencium tangan mereka.


"Hati-hati ya sayang," ucap Lina.

__ADS_1


"Kay kamu sekalian saja berangkat sama Arka, bukannya kalian satu kampus?" ucap David.


"Tapi Yah, Kay bisa berangkat sendiri, lagian biasanya kak Ardi yang mengantar Kay," ucap Kay.


"Untuk hari ini kamu berangkat sama Arka dulu, karena ada yang mau Ayah bicarakan sama suami kamu," ucap David.


"Tapi--"


"Sudahlah sayang, aku nggak apa-apa kok, kamu sekarang berangkat sama Arka nanti pulangnya aku jemput," ucap Ardi lalu mengecup kening Kay.


Arka yang melihat perlakuan Ardi terhadap Kay membuatnya semakin marah dan sakit hati.


"Aku tunggu di mobil," ucap Arka lalu melangkah pergi.


Setelah berpamitan Kay masuk ke dalam kamar untuk mengambil tasnya, setelah itu Kay keluar dan masuk ke dalam mobil Arka. Arka melajukan mobilnya.


Kay melihat Arka hanya diam tak bersuara. Kay tau saat ini Arka pasti sangat membencinya.


"Maafin aku karena sudah melukai hati kamu, aku harap kamu bisa segera melupakan aku, aku ingin kamu bahagia, Ka."


Tapi Arka masih tetap diam dan tak bersuara.


"Sayang...semudah itu kamu mengucapkan kata-kata itu, apa kamu juga sudah benar-benar melupakan semua kenangan indah kita, apa kamu benar-benar sudah tidak mencintai aku lagi?" gumam Arka dalam hati.


"Ka...kamu jangan lagi menyalahkan kakak kamu, ini juga bukan salah kakak kamu, ini adalah salah kita, karena kita tidak bisa jujur sama keluarga kita. Andai aku dan kamu saling memperkenalkan diri sama orang tua kita, maka Ardi nggak akan berada diposisi sulit seperti ini, aku minta maaf," ucap Kay lagi.


"Sudahlah Kay, aku nggak mau membahas semua itu," ucap Arka sambil terus menyetir.


"Aku akan terima jika kamu membenciku, karena ini semua salah aku, seharusnya aku jujur sama kamu dan mencari solusinya bersama-sama. Waktu itu aku benar-benar bingung dan nggak tau harus berbuat apa dan akhirnya aku mengambil keputusan tanpa membicarakan dulu sama kamu, aku benar-benar minta maaf," ucap Kay menyesal.


Arka yang sedari dari terbawa emosi menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Aku bilang cukup Kay! apa kamu tau bagaimana perasaan aku saat ini? aku hancur Kay, rasanya aku ingin mati jika aku harus terus melihat mu bersama kak Ardi, aku sudah putus asa, aku nggak tau harus berbuat apa," ucap Arka tanpa sadar air mata menetes membasahi kedua pipinya.


"Aku benar-benar minta maaf, aku juga sulit Ka, aku berusaha tegar demi orang-orang yang aku sayangi, kamu juga harus tetap melanjutkan hidup kamu tanpa aku."


"Mudah ya bagimu untuk bicara seperti itu, mudah juga bagimu melupakan semua kenangan kita, tapi tidak bagiku Kay. Jauh darimu sedetik saja aku seakan mati, apa lagi aku harus selalu melihatmu bersama kak Ardi, kenapa kamu nggak bunuh aku saja sekalian agar aku nggak menderita seperti ini!" seru Arka.

__ADS_1


"Apa kamu pikir hanya kamu yang menderita? aku juga nggak bisa melupakan kamu, kenangan-kenangan kita masih aku ingat sampai sekarang, dari awal kita bertemu sampai sekarang, hanya kamu yang ada di hati dan pikiran aku, aku masih sangat mencintaimu, tapi aku harus merelakan mu demi kebaikan kita," gumam Kay dalam hati.


~oOo~


__ADS_2